Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.
pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.
SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 8
Setelah kejadian hari itu, sikap Hansen terhadap Ana mulai acuh, ia jadi jarang menemui Ana, bahkan ia juga tidak mengirim pesan atau telpon.
Ana bisa merasakan sikap Hansen yang acuh setelah 1 bulan berpacaran dengan nya. Namun Ana tetap berpikir baik pada Hansen. Karena ia mencintai nya.
Hari ini bertepatan Acra lelang amal yang di selenggarakan untuk orang kelas atas.
Hansen keluar dari mobil nya memakai sebuah topeng perak, agar tidak ada yang mengenali nya termasuk Ana. Yang juga akan hadir di sana bersama keluarga satria.
Di waktu yang berbeda Ana keluar dari apartemen nya dengan penampilan yang sangat anggun. Gaun panjang berwarna hitam dengan belahan terbuka hingga ke paha. Gaun hitam yang di pilih oleh Risa sangat sexi sehingga Ana risih menutupi nya dengan syal panjang yang terlampir di kedua lengan agar menutupi punggung nya yang terbuka.
Risa sengaja memilih gaun itu agar saat di pesta Ada tuan muda kaya yang Akan tertarik pada nya sehingga ia cepat punya pasangan. Risa tidak tau kalau Ana sedang dekat dengan Hansen, Risa tidak pernah berurusan dengan nya namun ia pernah saling singgung dengan Ares yang merupakan kaki tangan Hansen.
Ana masuk ke dalam mobil yang di kirim oleh om satria. "Pak, Apa kita akan langsung ke Acara lelang!?"
"Benar nona! tuan satria dan yang lain menunggu anda di sana!"
Sang Sopir segera pergi setelah tidak ada pertanyaan lagi dari Ana. Mobil menuju Acra lelang yang berada di hotel terbesar ibu kota.
Setelah sampai Ana pergi menyerahkan undangan yang ia dapat dari Om satria. Setelah itu ia naik ke lantai 3 menuju aula tempat lelang di adakan. Di saat yang bersamaan Ana yang keluar dari lift bertemu jalan dengan Hansen yang keluar dari lift pribadi.
Mereka bertemu muka. Ana berdiri menatap nya sesat. Lalu tertunduk takut saat merasakan Aura dingin dari sosok Hansen yang mengenakan topeng.
Ia sama sekali tidak mengenali Hansen ia bergegas pergi menghindari nya.
Hansen mengerutkan kan dahi, Expresi nya terlihat tidak senang ketika melihat gaun Ana yang menunjukan punggung terbuka.
Ares sampai tertegun melihat reaksi bos nya yang muram. "Bos, apa kamu.."
Hansen melepas topeng nya "Pergi lah dulu, aku ada urusan sebentar!" Langkah nya cepat meninggalkan Ares yang masih terpaku heran.
ia pergi menuju toilet setelah mengirim pesan pada Ana.
Hansen melepas jas dan melonggarkan kemeja nya. Ia sembunyikan jas dan topeng nya di sudut wastafel agar tidak terlihat oleh Ana.
Ia mendengar suara langkah Ana yang menuju toilet saat ana akan masuk ia lngsung menarik pergelangan tangan Ana lalu menakan nya ke tembok.
"Hansen! Kamu membuat aku kaget!"
"Kamu kenapa bisa di sini? bukan nya kamu.."
kalimat nya belum selesai Hansen langsung mencium bibir Ana, ia melumat bibirnya beberpa kali untuk meredam rasa jengkel nya. Setelah itu melepaskan nya.
Ia memutar tubuh Ana menghadap tembok lalu mengecup di beberpa titik membuat tanda di punggung Ana.
"Ganti pakaian mu, ada bekas yang tertinggal!" Ucap nya. Beralasan dengan wajah datar tanpa bersalah.
Ana melihat bagian punggung nya dari kaca ia melihat tiga tanda merah di sana yang baru saja di buat oleh Hansen.
"Hansen, kamu sengaja ya!"
"Gaun mu terlalu terbuka aku tidak suka!" Balas nya, tidak senang.
Ana tersenyum menggoda " Apa kamu takut ada pria lain yang melirik ku!"
Hansen tertegun. Ia tersadar dengan sikap nya yang Aneh terhadap Ana. Namun ia menepis semua itu. Sejak Ana menerima lamaran nya Hansen mulai bersikap acuh. Pada Ana untuk membuat nya kecewa.
Namun Ana yang polos masih menganggap sikap Hansen yang acuh karena ia lelah bekerja.
"Bukankah kamu terlalu percaya diri! Apa kamu tidak malu jika ada yang melihat bekas di punggung mu!" Kasar.
Ana kembali melihat bekas di punggung nya. "Tapi Aku tidak punya gaun pengganti! Begini saja, " ia melilitkan syal kebagian dada dan punggung nya " Bagiamana sudah tertutup kan!"
Hansen mengamati setiap sisi yang terbuka telah tertutup "Begini juga boleh, jangan sampai terbuka!" Ketus
Ana mengangguk patuh "kalau begitu aku pergi dulu, eh tunggu.." langkah nya kembali " Kamu belum memberi tahu ku sedang apa di sini?"
"Bos ku hadir di acara yang sama dengan mu, aku hanya sopir yang mengantar!" Jelas Hansen berbohong dengan wajah datar.
Ana percaya dengan kebohongan yang di katakan Hansen.
"Yasudah aku pergi dulu, sampai jumpa!"
"Tunggu!"
Langkah ana terhenti "Ada apa?"
Hansen mendekat meraih pinggul Ana, lalu mengecup bibirnya "Tidak ada, pergilah!"
Ana tersenyum melihat sikap Hansen yang acuh namun terlihat perduli. tangan Ana melingkar di bahu Hansen sambil berjinjit ia membalas kecupan nya Lalu pergi meninggalkan Hansen yang terdiam.
Tanpa sadar ia tersenyum menyentuh bekas bibir Ana.
Ia bisa merasakan jantung nya berdegup lebih cepat. Hansen tidak menyadari bahwa diri nya mulai menyukai Ana.
Perasaan nya selalu ia singkirkan dengan cara bersikap acuh terhadap Ana. Malam ini ia akan membuat Ana hancur dengan cara membawa wanita lain ke apartemen nya. Agar di lihat oleh Ana.
Hansen segera merapihkan diri, lalu kembali memakai topeng untuk menghadiri acara lelang. Langkah nya pergi menuju Aula.
Di sana Ares sudah menunggu nya..
Di dalam Aula lelang..
Pesta berjalan lancar.
Ana meminta ijin pada Om satria dan Tante mei, untuk pulang lebih dulu.
Risa beranjak diri duduk nya untuk mengantar Ana pulang. Namun Ana menolak nya karena ia melihat Risa sedang berbincang serius dengan tamu lain sehingga tidak ingin menggangu.
Ia mematikan diri nya Aman agar Risa tidak terlalu menghawatirkan nya
.
.
.
.
Bersambung..