NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Rival

Menikah Dengan Rival

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rii_Risa

"Lo pasti juga nggak mau terima perjodohan ini, kan?!"

"Mau."

Jawaban singkat pria itu sukses membuat mata Kara membelalak sempurna.

Hanya karena ingin menjadi pengangguran yang kaya raya, Lengkara Anasera nekat menerima perjodohan yang di buat oleh orang tuanya, tanpa mencari tahu terlebih dahulu siapa calon suaminya itu.

Sialnya, pria itu adalah Erlangga Bumi Maheswara, musuh bebuyutannya sejak kecil.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Akankah Kara nekat membatalkan perjodohan ini? Atau ia justru bertahan demi mewujudkan cita-citanya menjadi pengangguran yang kaya raya? Mengingat Erlangga adalah sosok pria tajir melintir yang selama ini ia cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rii_Risa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Setelah keluar dari ruang BK, Erlangga melangkahkan kakinya lebar-lebar melewati koridor sekolah yang tampak sepi. Sementara Reygan mengekor di belakangnya dengan wajah yang tertunduk lesu.

Begitu sampai di parkiran, Erlangga langsung membuka pintu pengemudi dengan sentakan kasar.

Sebelum masuk, ia menoleh ke samping, kearah Reygan yang masih berdiri mematung di sebelah pintu penumpang.

Erlangga langsung menghela nafas panjang. Ia memejamkan matanya sejenak, mencoba meredamkan emosinya

"Masuk," ucap Erlangga akhirnya.

Reygan langsung tersentak dan mendongak. Ia menggigit bibir bawahnya dengan gugup, lalu perlahan mulai membuka pintu mobil dan melenggang masuk.

"Kamu balap liar lagi?" tanya Erlangga sambil menghidupkan mesin mobilnya.

"Iya, Gue ngaku salah," gumam Reygan pelan. Ia sengaja membuang muka kesamping, menghindari kontak mata dengan sang kakak.

Erlangga mulai melajukan mobilnya keluar dari parkiran sekolah. Lalu ia menoleh sekilas kearah adiknya yang tampak acuh.

"Kamu tahu risikonya kalau Mama sama Papa sampai tahu? Apalagi sekarang kamu kena sanksi skorsing selama tiga hari."

"Tahu kok," jawab Reygan singkat sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.

"Kalau tahu, kenapa diulangi lagi, Reygan?!" suara Erlangga mulai meninggi.

"Aelah, Bang!" Reygan langsung mendengus kasar. Ia menegakkan tubuhnya, lalu menatap balik ke arah Erlangga. "Gue cuma menyalurkan hobi gue kok. Lagian, dari balapan kayak gitu, gue juga bisa dapat uang!"

Ckittt!

Erlangga langsung menginjak rem secara mendadak, sehingga membuat tubuh mereka terdorong keras kedepan. Lalu, ia memutar tubuh sepenuhnya menghadap adiknya.

"Uang?"

Tubuh Reygan seketika langsung menegang dengan mata yang membelalak panik.

"Anjir... Pakai acara keceplosan lagi," batinnya sambil merutuki dirinya sendiri.

Melihat Reygan yang mendadak bungkam, Erlangga langsung mengepalkan tangannya erat di atas setang mobil. "Jawab!" bentaknya.

"Hehehe, gue... gue cuma asal ngomong aja kok, Bang," sahut Reygan dengan suara yang agak bergetar.

"Kamu taruhan?" tanya Erlangga dengan tatapan yang menyelidik tajam.

Reygan langsung salah tingkah. ia mulai menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, sambil sesekali membenarkan posisi duduknya.

"Abang tadi kenapa nggak belain gue waktu kena skorsing?" tanya Reygan cepat. Ia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.

"Jangan mengalihkan pembicaraan, Reygan."

Reygan langsung menghela nafas pasrah. "Iya, oke, gue ngaku kalau gue taruhan."

"Kenapa kamu taruhan?"

"Ya... biar dapat uang jajan tambahan lah, Bang," sahut Reygan.

"Memangnya uang yang Mama sama Papa kasih selama ini kurang?"

"Ya enggak sih, enggak kurang. Cuma iseng aja gue taruhannya, lagian seru tau balapan sambil taruhan gitu."

Erlangga langsung memijat pangkal hidungnya. "Mana kunci motor kamu," ucapnya tegas sambil menengadahkan telapak tangan kanannya di depan dada sang adik.

"Kunci motor gue ya di rumah lah, Bang! Kan tadi gue berangkat sekolahnya bareng Evan," jawab Reygan sambil menyebut nama salah satu temannya. Lalu, ia menepis pelan tangan Erlangga.

"Motor kamu akan Abang sita untuk dua bulan ke depan," ucap Erlangga akhirnya. Ia kembali menghadap ke depan dan bersiap untuk menjalankan mobilnya kembali. "Jika dalam dua bulan ini kamu masih tidak bisa berubah... jangan harap motor itu akan kembali."

"Aelah, Bang! Jangan gitu dong!" Reygan langsung merengek. "Lo kan udah ngasih motor itu buat gue, kok sekarang diminta lagi sih? Awas ya, nanti mata lo bintitan baru tahu rasa!"

Erlangga langsung menoleh cepat. Ia memberikan tatapan tajam hingga membuat nyali Reygan langsung menciut.

"Hehehe... bercanda, Bang, ampun," ucap Reygan sambil menyengir lebar.

"Sepertinya Abang terlalu memanjakanmu, Reygan. Jadikan masalah ini sebagai pelajaran. Untuk ke depannya, Abang tidak akan pernah membelamu lagi. Jika kamu sampai membuat ulah lagi dan dikeluarkan dari sekolah, Abang tidak akan peduli. Mengerti?!"

"Ya, ya, gue ngerti. Gue nggak akan ngulangin lagi kok," sahut Reygan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya santai.

"Selama di-skors, kamu bisa tinggal di apartemen Abang. Abang nggak mungkin membiarkanmu pulang ke rumah dengan keadaan yang seperti ini.

Reygan langsung mengangguk mantap.

"Walaupun tadi dia nggak belain gue di ruang BK, tapi setidaknya dia tetap pasang badan biar Mama sama Papa nggak tahu," batin Reygan. Sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk senyuman tipis yang tulus, yang ia arahkan langsung ke wajah sang kakak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!