NovelToon NovelToon
Jodoh Tak Ada Yang Tahu

Jodoh Tak Ada Yang Tahu

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Nara Askiya, gadis cantik yang memiliki tubuh tinggi dan menawan, tak salah jika banyak laki-laki yang mendambakannya, ia terkenal sopan anggun dan cerdas, berprofesi sebagai seorang pengawas di sebuah mall terkenal di kota itu.
namun nasib hidupnya tak se indah gambaran dirinya, ketika ia menikah dengan kekasih yang ia cintai dan sangat ia dambakan.
penghianatan mengubah hidupnya saat acara ijab akan di laksanakan, ia harus menelan kepahitan saat tahu sang kekasih pergi meninggalkannya tanpa aba-aba tanpa ucapan tanpa penjelasan.
Namun, di tengah kepedihan itu... ada seorang laki-laki gagah yang rela menutupi malu keluarganya di hari yang seharusnya bahagia bagi Nara, semua sempat mendapat perdebatan namun akhirnya Nara menerima laki-laki itu' dialah Deon Satya, laki-laki yang tak Nara ketahui adalah seorang pemilik mall tempatnya bekerja yang hidupnya memilih sederhana. bagaimana kehidupan Nara dan Deon usai menikah tanpa rasa cinta dan mengenal? apakah Nara akan menerima Deon...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia rumah baru

Nara mengangguk, “memangnya kamu sudah cek, sebelumnya?”

Deon menghela nafas, "sudah..."

Deon tidak mengatakan bahwa rumah itu memang tidak sebesar rumah keluarganya. Namun rumah tersebut jauh lebih nyaman daripada yang Nara bayangkan. Dan setiap detail di dalamnya telah dipersiapkan untuk siapapun yang menjadi istri nya, dan beruntung nya Deon wanita yang ia cintai dalam diam justru datang tanpa di duga.

...

Keesokan paginya, Nara bangun lebih awal. Ia lagi-lagi mendapati Deon sudah tidak berada di tempat tidur. Nara bangun untuk mencuci mukanya di kamar mandi, sebelum keluar ia sejenak menyisir rambutnya agar sedikit tertata.

Tak lama Nara keluar kamar, aroma masakan memenuhi rumah. Ia berjalan menuju dapur dan menemukan Deon sedang berdiri di depan kompor, bersama Lely sang mamah yang tengah membuat kopi untuk Hanan dan Deon.

"pagi mah, pagi Deon."

Lely menoleh tersenyum, sementara Deon pun sama namun langsung lanjut memasak.

"baru bangun, Nara?" tanya Lely

Nara tersenyum sedikit malu, "iya mah."

Nara lantas mendekat pada Deon. “Kamu masak?”

Deon menoleh kembali.

“Iya.”

Nara terdiam sesaat.

Di meja sudah tersedia telur dadar, nasi goreng sederhana, dan beberapa potong buah.

“Kok kamu bisa masak?”

Deon tertawa kecil.

“Bisa sedikit.”

"Deon dari bangun tidur udah bantu mamah, Nara.." celetuk Lely

Nara duduk, Lely mendekat. Deon menyusul duduk usai ia memasak Nasi goreng tak lama Hanan datang dari ruang tengah.

"wah, mantu ayah hebat ini dari tadi bantuin mamah," ucap Hanan sembari duduk di samping Lely.

Deon tersenyum, "biasa yah."

"ehem, Ayah nyindir nih..." sahut Nara sembari menyangga pipi.

Deon tersenyum,

“Sedikit, tapi anak ayah juga gak kalah rajin, cuma sekarang jadi sering kesiangan bangun ya, setelah menikah?” jawab Hanan.

“Isz, Ayah ini... masih malas... Ayah."

"hem, malas apa malas?" imbuh Lely

Nara memutar bola matanya, sementara Deon hanya tersenyum-senyum melihat mertuanya terus menggoda Nara.

Lely lantas menyudahi obrolan, dan menyuruh semuanya untuk segera sarapan.

Di tengah sarapan, Nara tiba-tiba bertanya.

“Deon.”

“Hm?”

“Kamu sebenarnya orang seperti apa?”

Deon terdiam.

“Kenapa tanya begitu?”

“Karena semakin lama aku mengenalmu, semakin banyak hal yang tidak aku tahu.”

Deon tersenyum tipis.

“Aku biasa saja. Lagi pula kamu kan baru sama aku hitungan hari.”

Nara menggeleng.

“Tidak biasa.”

Deon tertawa kecil. “Kenapa?”

“Kamu bisa masak, kamu punya motor bagus, Oma kamu tinggal di rumah besar, kamu bisa memberikan aku emas dan uang, lalu sekarang bilang mau beli rumah di dekat pusat kota.”

Nara menatapnya curiga. “Kamu sebenarnya kerja apa?”

Deon menghela nafas, sementara orang tua Nara hanya mendengar kan obrolan keduanya.

“Aku cuma bekerja biasa, kemarin aku sudah katakan sama kamu.”

“Kerja apa? Supermarket elektronik?”

Deon mengangguk.

“Iya.”

Nara masih merasa janggal.

“Gajinya besar, kah?”

Deon tersenyum.

“Cukup, dan aku menabung sedikit demi sedikit dari awal aku kerja. Mangkanya semuanya bisa terkumpul. Kalau soal oma, beliau dulu adalah guru bahasa Mandarin jadi beliau mampu. Sedang aku kan hanya lulusan SMK.”

Nara akhirnya menghela napas, ia mengangguk paham, meski yang sebenarnya Nara tidak tahu.

“Ya sudah.”

Ia kembali makan.

Deon merasa lega, Namun di dalam hati, ia tahu kebohongan kecil itu suatu hari harus berakhir. Ia hanya berharap ketika saatnya tiba, Nara tidak membencinya.

...

Setelah sarapan, Deon mengajak Nara pergi melihat rumah, kebetulan hari itu Nara masuk malam sehingga Deon bisa mengajaknya pergi.

Mereka menggunakan motor. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar hampir tiga puluh menit.

Nara memperhatikan jalan yang mereka lewati.

“Daerah sini bagus.”

“Iya.”

“Dekat mall juga.”

Deon mengangguk. “Itu salah satu alasan aku memilih tempat ini. Jadi kamu ke mall bisa Jalan kaki karena memang tidak jauh. Kamu jalan paling hanya delapan menit sampai.”

Nara menoleh ke gedung yang terlihat dari lokasi rumah, "iya, ya... gedung mall kelihatan di sana."

"mangkanya itu."

Tidak lama kemudian, Deon menghentikan motornya di depan sebuah rumah berwarna putih.

Nara turun, Ia terdiam. Rumah itu terlihat modern dan elegan, Tidak terlalu besar, tetapi memiliki halaman yang cukup luas. Di bagian depan terdapat berbagai tanaman hias yang tertata rapi.

Nara berjalan mendekat.

“Ini rumahnya?”

Deon mengangguk.

“Iya.”

Nara melihat sekeliling.

“Bagus sekali.”

Deon tersenyum.

“Masuk.”

Pintu dibuka. Nara kembali terdiam. Ruang tamunya sudah memiliki sofa, meja, televisi, dan beberapa hiasan sederhana. Semuanya terlihat bersih.

Rapi.

Seolah rumah itu bukan rumah yang baru akan dibeli. Nara berjalan perlahan menuju dapur.

“Sudah ada perabotannya?”

Deon menggaruk belakang kepala.

“Sudah.”

“Kenapa?”

“Supaya tidak perlu repot.”

Nara menatapnya.

“Deon.”

“Iya?”

“Kamu yakin ini rumah yang mau dibeli?”

Deon mengangguk.

“Iya.”

Nara semakin bingung. “Kenapa semuanya sudah siap?”

Deon terdiam sebentar. “Pemilik sebelumnya memang meninggalkan beberapa barang.”

Nara mengangguk meski masih merasa aneh. Ia kemudian berjalan ke halaman belakang.

Di sana terdapat berbagai tanaman. Ada tanaman hias, beberapa bunga, dan tanaman kecil yang tersusun di sudut halaman, serta kolam kecil berisi ikan mas dan tempat duduk santai.

“Ini kamu yang minta dari pemilik sebelumnya?”

Deon mengangguk.

“iya.”

“Kamu suka tanaman?”

“suka,”

Nara tersenyum. “Baru tahu. Tapi kok seperti sudah di rancang lama ya... ”

Deon memandangnya. "aku sudah memesan ini lama, tapi baru aku bayar. Seperti yang sudah aku katakan waktu sarapan tadi. Ini hasil kerjaku selama ini."

Nara menoleh, Tatapan mereka bertemu.

Untuk beberapa detik, keduanya hanya diam.

 Nara tersenyum kecil, ada rasa bangga di dada, seketika Arka mantan kekasihnya hilang dari hatinya seolah tidak pernah ada Arka sebelumnya.

“kamu hebat ya, hidup mandiri... Pandai menabung lagi. Jadi penasaran sama orang tua kamu."

Kalimat itu membuat dada Deon terasa hangat, sekaligus khawatir. Ia tahu, menyembunyikan identitasnya tidaklah semudah itu akhirnya, terlebih mengingat orang tuanya yang mengatakan tidak akan menerima Nara.

...

Sore harinya mereka kembali ke rumah orang tua Nara. Nara terlihat bersemangat menceritakan rumah tersebut kepada Hanan dan Lely.

“Rumahnya bagus, Mah.”

“Sudah jadi dibeli?”

Nara mengangguk.

“Deon bilang begitu, katanya dia sudah bayar kemarin.”

Lely tersenyum. “Kalau begitu, kalian bisa mulai pindah perlahan. Mamah ikut senang dengarnya."

Deon hanya diam, Ia tahu ada satu kebenaran yang belum diketahui siapa pun. Rumah itu bukan baru di beli, namun sudah lama menjadi miliknya.

Bahkan jauh sebelum pernikahan dengan Nara terjadi. Rumah itu adalah tempatnya pulang ketika orang tua tak menerimanya, bukan persembunyian Deon namun tempat penenang bagi Deon. Dan sekarang ada Nara, yang ingin ia bawa...

1
sakura
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!