NovelToon NovelToon
Dia Pemegang Kendali Hidupku

Dia Pemegang Kendali Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Sistem
Popularitas:713
Nilai: 5
Nama Author: MegaHerdian

Cerita ini menceritakan seorang gadis yang mengalami peristiwa yang sangat tragis, karena kecelakaan yang dialami nya, dia harus duduk di kursi roda sebagai penyangga hidupnya, entah lelaki mana yang masih mau menerima nya sekarang, dokter mengatakan semuanya sementara, namun ini sudah hampir lima tahun da dirinya masih duduk di kursi roda. Entahlah, hidupnya mungkin akan berakhir seperti itu selamanya, namun di saat detik detik terakhir dalam hal terpuruk nya. Dia datang, seolah membawa harapan yang selama ini dia inginkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MegaHerdian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Kali ini tim divisi Layla menunjuk dirinya dan Boni untuk ikut bergabung di proyek berskala besar dengan anggaran raksasa. Kali ini Klien meminta merencanakan konsep bangunan serta desain interior untuk menata tata letak pencahayaan dan estetika, dengan resiko yang cukup tinggi, Layla dan Bimo di tunjuk untuk bergabung dan melakukan perjalanan bisnis ke negara tirai bambu, Cina. Untuk pertama kalinya Layla bepergian sejauh itu, tapi karena rekan timnya yang banyak dan hebat, jadi Layla begitu optimis dan mengiyakan tawaran itu.

Pesawat berbadan lebar itu mendarat dengan mulus di Beijing. Begitu melangkah keluar dari Bandara, Layla langsung di sambut udara dingin dan riuhnya papan nama digital dalam aksara mandarin. Jantung nya berdegup kencang. Ini adalah kali pertama ia berada begitu jauh dari rumahnya, memikul tanggung jawab atas proyek bernilai miliaran yuan.

Namun, saat melihat Bimo yang sibuk menghitung koper tim dan membagikan kartu transportasi lokal, rasa cemas Layla perlahan terkikis saat melihat mereka memperlakukan Layla dan Bimo dengan sangat baik di tengah keterbatasan nya.

“Layla!, siap untuk proyek terbesar kita selanjutnya?” Tanya Bimo sambil tersenyum, menyodorkan segelas kopi hangat.

Layla mengangguk mantap, tim mereka tidak main-main terdiri dari para ahli struktur terbaik, desainer interior senior dan perencana lanskap yang siap menaklukkan tantangan ini.

Keesokan harinya, mereka langsung menuju lokasi proyek di kawasan modern Shanghai. Klien mereka adalah sebuah konglomerat properti yang menginginkan konsep bangunan futuristik namun tetap menghormati elemen budaya lokal. Anggaran masif berarti ekspektasi yang juga setinggi langit. Resiko kegagalan sama sekali bukan pilihan.

Konsep Arsitektur di pegang oleh Bimo dan tim struktur, Bimo berfokus pada fasad bangunan yang megah dengan material kaca ramah lingkungan yang mampu memantulkan langit kota secara dramatis.

Sedangkan Layla, dia bergabung bersama tim desain interior, Layla di tugaskan penuh atas atmosfer di dalam gedung. Ia merancang tata letak terbuka yang memanfaatkan pencahayaan alami secara maksimal pada siang hari dan bertransisi menjadi pencahayaan LED smart yang hangat dan estetik saat malam tiba. Setiap sudut ruangan dikurasi untuk memberikan kesan mewah namun tetap fungsional.

Minggu-minggu pertama di Cina tidaklah mudah. Selain dengan kondisinya yang terbatas, Layla juga harus menghadapi culture shock, perbedaan bahasa saat berdiskusi dengan kontraktor lokal dan tekanan tenggat waktu yang ketat. Namun, di sinilah kekuatan tim Layla di uji. Kebersamaan mereka saat lembur di studio, berdebat sehat tentang estetika ruang, hingga momen mencicipi kuliner lokal bersama setelah rapat yang melelahkan, membuat ikatan mereka semakin kuat.

Layla menyadari bahwa melangkah keluar dari zona nyaman adalah keputusan terbaik yang pernah ia ambil. Proyek berisiko tinggi di Cina ini bukan lagi sekadar beban, melainkan panggung besar tempat dirinya dan Bimo membuktikan bahwa arsitek dari tim mereka mampu bersinar di kancah internasional, walaupun dengan keterbatasan yang mereka miliki, mereka yakin bisa mencapai target dan tujuan.

Malam itu mungkin sekitar jam dua dini hari, seminggu sebelum presentasi besar di hadapan investor, Mr.Zhang, perwakilan klien utama, mendadak mendatangi studio dengan wajah memerah menahan amarah. Lewat penerjemah, ia menuduh tim Layla melanggar kontrak penting mengenai konsep inti bangunan.

“Mr. Zhang bilang, desain Layla di anggap menghina filosofi lokal tentang elemen air dan cahaya, dan struktur Bimo di nilai terlalu kaku!” Bisik sang penerjemah dengan nada panik.

Jangtung Layla berdegup kencang. Jika klien mundur, reputasi tim mereka bahkan nama perusahaan bisa ikut hancur dan kerugian finansial nya akan sangat masif. Bimo langsung mencoba menenangkan suasana yang mulai memanas, namun perbedaan bahasa membuat perdebatan awal justru semakin semrawut. klien mengancam akan membatalkan proyek pagi itu juga jika tidak ada penjelasan yang masuk akal.

Di tengah kepanikan tim, Layla menarik napas dalam-dalam. Layla sadar, panik tidak akan menyelamatkan proyek ini. Layla meminta semua orang untuk tenang dan mulai memeriksa kembali berkas catatan rapat pertama mereka.

Ternyata, terjadi salah penerjemahan istilah teknik. Kontraktor lokal menerjemahkan konsep ‘Bayangan estetik’ menjadi ‘Ruang gelap yang mati’ , yang dalam fengsui setempat dianggap membawa sial. Sementara itu, desain fasad melengkung milik Bimo disalahpahami sebagai bentuk yang ‘ memotong’ aliran rezeki.

Waktu mereka hanya tersisa empat jam sebelum fajar, semua orang begitu sibuk dan saling membagi tugas dengan mengerjakan ulang dengan cekatan namun tetap tenang.

Pukul delapan pagi, ruang rapat utama konglomerat Shanghai itu sudah di penuh para investor, ketegangan memuncak saat salah satu dari Tim Layla maju ke depan layar.

Layla di batu oleh Nita untuk menyajikan animasi pencahayaan interaktif yang menunjukkan bagaimana cahaya matahari bergerak masuk ke dalam gedung, memantulkan bayangan air yang indah ke dinding. Bimo dan tim menyambung dengan penjelasan maket struktur baru yang kini tampak seperti ombak yang selaras dengan lingkungan sekitar.

Melihat visualisasi tersebut, wajah ketat Mr. zhang perlahan mengendur, senyuman tipis muncul di wajahnya. Ia akhirnya paham bahwa apa yang ia takuti sebelum nya hanyalah akibat salah paham penerjemahan istilah.

Mr.Zhang berdiri dan bertepuk tangan, diikuti oleh seluruh investor, kesalahan pahaman besar yang sempat mengancam karir mereka berhasil dilewati berkat ketenangan dan kerjasama tim yang luar biasa.

“Sebelum kita meresmikan kerjasama ini” ucap Mr. zhang, suaranya menggema di ruang rapat yang megah itu.

“Saya ingin memperkenalkan perwakilan resmi sekaligus project director yang di tunjuk langsung oleh pemilik perusahaan untuk mengawasi jalannya proyek di lapangan, Dia adalah yang membawa portofolio kalian ke meja direksi kami”

Pintu kayu jati berukuran besar di ujung ruangan terbuka. Seorang pria dengan setelan jas abu-abu gelap melangkah masuk dengan tenang. Langkah kakinya terdengar mantap, memecah keheningan di ruangan seperti sekian detik.

“Perkenalkan, Ini Teo. Dia adalah anak sekaligus perwakilan dari Ketua yang saat ini berhalangan hadir karena beliau memiliki jadwal yang sangat padat” ujar Mr.Zhang sambil tersenyum lebar.

Mendengar nama itu di sebut, Layla yang saat itu tengah mencoba mengambil pena nya yang terjatuh tepat di bawah kakinya. Mendengar nama itu Layla seketika terpaku membisu. Seluruh pasokan udara di parunya seolah tersedot keluar, tatapannya terkunci pada sosok pria yang kini berdiri di depan meja rapat.

Suara hiruk pikuk timnya yang mulai berbisik kagum dan mulai bertepuk tangan, berbeda dengan Layla dan Bimo yang saling menatap satu sama lainnya seperti memberi isyarat yang penuh tanda tanya.

Dunia seperti berhenti berputar, pandangan nya mulai kabur dan penglihatannya mulai berputar-putar sampai Layla kehilangan kesadaran saat itu juga yang membuat semua orang panik.

Berbeda dengan Teo dia tersenyum kaku dan menarik nafas, ya itu memang sudah bisa di pastikan, pikirnya.

1
Dadan Herdy
ceritanya seruu
Paw_chan🐾
keren nih
writternim: Aww maaacih… jangan lupa selalu komen ya karena ceritanya luar biasa bikin pusing😂😂
total 1 replies
Wulansari MU
keren banget cerita nya.. lanjutkan
Wulansari MU
ini tanggung banget lagi marah malah salah nulis jadi akua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!