NovelToon NovelToon
MALAIKAT KECIL PAPA DAN MAMA

MALAIKAT KECIL PAPA DAN MAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: odee_eeeee15

Sepuluh tahun pernikahan, tujuh tahun penantian panjang yang diwarnai doa dan air mata, hingga akhirnya Aira lahir sebagai keajaiban pertama bagi pasangan Nala (30 tahun) dan Arka (33 tahun).

​Arka, seorang Lead Structural Engineer yang tegas, kaku, dan biasa menaklukkan proyek-proyek raksasa di lautan lepas, harus merelakan seluruh gengsinya runtuh tanpa sisa saat melangkah pulang. Kepulangannya ke rumah justru disambut kepolosan Aira (3 tahun) yang cadel dan dengan polosnya memanggil sang ayah "Om asing yang keluar dari HP".

​Di saat Arka sibuk meluluhkan hati putri kecilnya dan memanjakan Nala setelah bertahun-tahun terpisah jarak, kebahagiaan mereka kembali diuji dengan kejutan indah: kehadiran calon bayi kedua mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon odee_eeeee15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkenal mendadak

Aira melangkah dengan gaya menang melompat-lompat menuntun tangan Nala menuju gerai es krim di tepi taman. Pipi gempalnya yang kemerahan bergoyang-goyang lucu. Raut wajah ngambeknya seketika sirna begitu bau harum vanila dan deretan es krim warna-warni menyapa inderanya.

"Mama ! Aila mau es klim rasa cokelat sama stlowbelly yang rasa dua!" seru Aira berbinar-binar, menunjuk-nunjuk kaca etalase es krim dengan antusias.

(Mama ! Aira mau es krim rasa cokelat sama stroberi yang rasa dua!)

"Iya, Sayang. Pilih yang mana aja, nanti dibayar," sahut Nala tersenyum manis sambil mengelus kepala putrinya.

Tak lama kemudian, Arka yang tadi ditinggal di rumput taman akhirnya berjalan menyusul mereka berdua. Pria tegap itu memasang raut wajah sok santai, mengusap tengkuknya yang tak gatal. Meskipun masih ada sedikit rasa gengsi akibat diomeli balik oleh Aira tadi, Arka tetap tidak bisa membiarkan dua wanita kesayangannya berjalan sendirian.

Begitu Aira duduk manis di meja kayu taman sambil menikmati es krim dua rasa pilihannya, Arka langsung mendaratkan tubuh tegapnya di samping sang putri. Melihat Aira asyik menjilat es krim, rasa posesif Arka kembali bergejolak. Pria tegap itu mendekatkan wajahnya dan mulai memprotes.

"Aira... dengerin Papa baik-baik ya, Nak," bisik Arka dengan nada suara sok tegap dan penuh keseriusan. "Aira itu masih balita Lain kali di tempat umum enggak boleh gampang puji cowok atau bapak-bapak lain! Yang boleh dipuji keren dan ganteng itu cuma Papa Arka, paham?"

Aira yang mulutnya penuh es krim cuma mengangguk-angguk kecil sambil memandangi papanya polos. "Mmm... mm-pph..." gumamnya pasrah.

Melihat Aira mengangguk, Arka makin menjadi-jadi dan melancarkan omelan.

"Terus ya, Aira! Tadi apa-apaan puji mas-mas yang lagi skipping bilang kayak pahlawan?! Mas-mas begitu mah cuma lari-lari biasa, Papa juga bisa kalau cuma begitu! Jangan gampang terpesona sama cowok lain, Aira! Ingat, cowok paling keren di dunia ini cuma Papa Arka!"

Aira menghentikan jilatan es krimnya sebentar, menatap Arka dengan mata bulatnya yang mulai meredup bosan. Lagi-lagi, Aira hanya mengangguk pelan sambil mengunyah cones es krimnya. "Iya, Papa..."

Arka yang tak kunjung berhenti justru merayap semakin dekat, menunjuk-nunjuk ke arah area gim luar ruangan.

"Satu lagi! Yang paling bikin Papa pusing, kenapa Aira sampai puji bapak-bapak otot kotak-kotak di sana?! Bilang ototnya besar, dadanya keren! Papa ini kurang berotot apa coba?! Kaos olahraga Papa ini udah ketat banget di dada, otot tangan Papa juga gede! Kenapa bapak-bapak itu yang dipuji, bukannya Papa sendiri?! Aira harus janji sama Papa enggak boleh—"

Melihat Aira asyik makan es krim sementara Arka sibuk mengomel panjang lebar di sampingnya, Nala langsung mengeluarkan ponselnya. Nala menekan tombol rekam, mengabadikan momen dari dekat saat Aira sedang memegang sendok es krimnya sambil mendengarkan ocehan papanya.

Aira yang telinganya sudah panas mendengar deretan omelan bertubi-tubi dari papanya mendadak menghela napas panjang. Balita tiga tahun itu mukanya langsung berubah super pasrah, muak, dan capek luar biasa.

Tepat di depan kamera ponsel Nala yang sedang merekam, Aira menyodorkan sendok plastiknya yang penuh es krim cokelat, lalu dengan gerakan kilat dan raut muka tanpa dosa menjejalkannya tepat ke dalam mulut Arka yang sedang menganga mengomel!

hap..hap

"Nih Papa makan es klim aja! Papa celewet banget, celewetnya ngalahin Mama Nala!" seru Aira polos dengan suara melengking sambil memonyongkan bibirnya panjang-panjang.

(Nih Papa makan es krim aja! Papa cerewet banget, cerewetnya ngalahin Mama Nala!)

Arka seketika membeku dengan mulut penuh es krim cokelat yang dingin membekukan lidahnya. Matanya melotot lucu ke arah kamera ponsel Nala, tak menyangka kalimat telak "cerewet ngalahin Mama" terekam sempurna!

Nala yang sedang merekam langsung tertawa terpingkal-pingkal sampai kameranya berguncang hebat mendengarkan ucapan polos sang putri.

Suasana di sekitar gerai es krim mendadak terasa makin ramai oleh bisik-bisik. Beberapa pengunjung taman—terutama rombongan ibu-ibu muda dan sepasang remaja—mulai menoleh ke arah Arka yang sedang memegang pipinya karena kedinginan es krim.

Ibu-ibu di sudut gerai bahkan ikut merekam momen lucu tersebut dari jauh sambil berbisik-bisik heboh dengan temannya.

"Eh, liat deh! Itu kan Bapak berotot yang di video Reels tadi malam!" bisik seorang ibu berkaos merah muda sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah Arka.

"Iya bener! Yang diomeli sama anaknya gara-gara jawab pertanyaan nggak sesuai yang anaknya mau ! Aslinya posesif banget ya, tapi di depan anaknya pasrah banget disumpal es krim!" sahut temannya tertawa kencang tanpa suara.

"Lucu banget posesifnya ke anak sendiri... gemoy banget Aira nyumpal es krim ke mulut Papanya!"

Arka yang baru selesai menelan es krim cokelatnya menyadari pandangan orang-orang di sekitarnya. Namun, dasar pria tegap yang terlalu percaya diri, Arka sama sekali tidak sadar kalau ibu-ibu itu sedang merekam dan membicarakannya karena video ngambek Aira yang diunggah Nala semalam!

Arka justru menaikkan dadanya tegap-tegap, membetulkan kerah kaos olahraganya yang pas di badan, lalu tersenyum tipis nan percaya diri.

“Wah, pesona dan kharisma papa muda berotot memang enggak bisa dibohongi. Seisi taman pada merhatiin ketampanan aku,” batin Arka bangga dalam hati, merasa dirinya sedang jadi pusat perhatian karena ketampanannya.

Nala yang mendengar bisik-bisik ibu-ibu tersebut sambil tetap merekam video langsung menahan tawa sampai perutnya mulas. Ia melirik Arka yang sedang berpose tegap sok gagah di samping Aira.

"Mas... kamu ngapain berdiri tegap begitu?" bisik Nala menahan tawa.

"Biasa, Sayang. Bapak-bapak berotot kaya aku jalan di taman ya pasti jadi pusat perhatian ibu-ibu," jawab Arka berbisik dengan nada percaya diri yang membumbung tinggi.

Sebelum Nala sempat menjelaskan kenyataan pahit bahwa seisi taman sedang merekam tingkah konyolnya, tiba-tiba ponsel di dalam saku celana Arka berdering nyaring.

Layar ponsel Arka menampilkan nama pemanggil: MAMA (NENEK AIRA).

Arka menggeser tombol hijau, mengembalikan raut wibawanya. "Halo, Mama? Ada apa panggil Arka pagi-pagi gini—"

"ARKA PRATAMA!" suara nyaring ibunya terdengar melengking dari seberang telepon, membuat Arka refleks menjauhkan ponsel dari telinganya. "Kamu itu ya! Semalam Mama liat video yang di-upload Nala di Instagram! Kamu apakan cucu Mama yang paling cantik itu sampai ngamuk mau telfon Mama?!"

Arka seketika membeku. Matanya terbelalak menatap ponselnya, lalu menatap Nala yang sudah tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang kamera ponselnya.

"Mana Aira?! Mama mau bicara sama cucu kesayangan Mama! Jangan kamu usilin terus Aira itu, Arka! Nanti Mama terbang ke rumah kamu ya!" omel sang Nenek tanpa jeda.

Aira yang mendengar suara neneknya dari ponsel Arka langsung melompat-lompat kegirangan. Balita itu merampas ponsel Arka dengan gembira.

"NENEK! PAPA ALKA NAKAL KEMARIN SAMA HARI INI! PAPA NGOMEL TELUS TIGA KALI GARA-GARA CEMBULU SAMA BAPAK-BAPAK OTOT KOTAK-KOTAK! TADI AILA SUMPAL PAKE ES KLIM SOALNYA PAPA CELEWET NGALAHIN MAMA!" adu Aira nyaring dengan polosnya, membuat seisi gerai es krim dan ibu-ibu yang merekam langsung tertawa riuh.

( Nenek! Papa Arka nakal kemarin sama hari ini! Papa ngomel terus tiga kali gara-gara cemburu sama bapak-bapak otot kotak-kotak! Tadi Aira sumpal pakai es krim soalnya Papa cerewet ngalahin Mama!)

Arka hanya bisa berdiri patung dengan wajah memerah padam, menyadari bahwa ketenarannya di taman hari ini bukan karena ketampanannya, melainkan karena ulah video viral sang istri, rekam bisik-bisik pengunjung taman, serta aduan telak dari putri kecilnya!

1
Afifah
hahaha lucu kak, aku suka 😭❤️❤️
Irmaputri
😭😭😭lucu banget🤭
Irmaputri
😭😭😭ngaka
Irmaputri
pusing tiap hari ortunya Aira ,hadapin tingkahnya 😭😭
Irmaputri
Aira ceplas ceplos mulutnya 😭😭
Irmaputri
🤣🤣Aira gen alpha ya 😭😭
syora
kuarga yang wow ambyarrrr 🤣
𝐈𝐬𝐭𝐲
ceritanya bagus, lucu dan bikin gemes...😍
Luffytaro
ceritanya lucu 😍😍
Laila Jalil
ceritanya lucu😍😍
Laila Jalil
Aira lucu banget 😭🤣
Laila Jalil
hahahh🤣🤣😭
mau di bilang benar tapi nggak benar juga
Laila Jalil
hahaha lucu🤣
Nur Atika Hendarto
suka sangat ceritanya 😍😍tidak berat jalan alurnya
Nur Atika Hendarto
suka banget cerita nya tak terlalu berat tapi lucu😍😍😍
Brooklyn: terimakasih atas ulasannya 🫶😊
total 1 replies
Irmaputri
ceritanya lucu
Brooklyn: terimakasih atas ulasannya 🫶😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!