NovelToon NovelToon
Rotinya Manis, Rin!

Rotinya Manis, Rin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Renjana

Rin-pertemuannya dengan Al adalah kebetulan. Tapi Al bisa memberikan rasa manis dan asem di hari-harinya.

Al-kaku dan dingin. Tapi dinginnya bisa meleleh. Pertemuannya dengan Rin seperti roti. hangat di luar empuk di dalam.

Kisah semanis roti buatan Rin, penuh proses, harus dibentuk dengan bahan takaran yang pas. Baru bisa dinikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

"Ikut ke kantor ya?" pinta Al.

"Haaaaah?!?" satu mobil kompakan kaget.

"ngapain? Ini udah malam Al!" ucap Rin.

"Sebentaaaaaaar aja,"

Rin melirik ke Ara. Ara mengangguk.

"Ya udah bentar aja," jawab Rin. Al mengangguk senang.

Sepanjang perjalanan anak-anak T&T masih semangat bercerita tentang penampilan malam itu. Rin ikut senang melihat mereka. Tangan Rin ada di sampingnya dan tangan Al tepat di sebelah tangan Rin. Bersentuhan sedikit tapi sukses bikin Rin berdebar.

Al menggeser duduknya dan kembali meletakkan tangannya. Kembali menyentuh tangan Rin. Tidak ada kata-kata tapi bagi Al itu sudah membuatnya senang meski sedikit terganggu dengan buket dan paperbag yang ada di samping kanan Rin.

Tiba-tiba mobil mendadak dan tanpa sengaja Rin menggenggam tangan Al. Al tersenyum sangat tipis. Yang lain pada protes hanya Al dan Rin hanya diam tapi wajah keduanya memerah.

"Maaf! Ada kucing nyeberang!" ucap supir.

Al berterimakasih pada kucing dari dalam hati. Rasanya nyaman tangannya digenggam oleh Rin. Sampai Rin menyadari tangannya diatas tangan Al, arin menggeser tapi dengan cepat Al menangkap tangan Rin dan menggenggamnya. Jari-jarinya menyilang di jari Rin, menggenggam ringan tapi tak mau melepas. Wajah Rin memerah lagi, dia memalingkan wajahnya keluar jendela dan tangannya dia biarkan. Rasanya...nyaman dan hangat.

Mobil berbelok dan sampai di parkiran kantor. Jonas menghidupkan lampu di dalam dan tangan Al bergerak cepat melepaskan genggaman tangannya. Al turun berikut Rin. Dan disusul anak-anak T&T.

Kantor T&T masih menyala, lampunya remang-remang yang terlihat dari ruang studio.

"Udah sampe!" seru Jonas sambil meregangkan badannya. Duduk berdempetan membuat badannya agak pegal karena tubuhnya yang tinggi.

"Akhirnyaaaaaa!" Arza ikut turun penuh semangat.

Al menunggu Rin membawa semua buket dan paperbagnya dengan bantuan Ara. Mereka jalan beriringan. Tapi lengan bajunya ditarik Al.

"Sini dulu!" bisik Al.

"Kenapa?" Rin bertanya bingung. Al nggak menjawab tapi langsung menarik tangan Rin menuju ke ruang studio. Mereka terpisah dari yang lainnya. Dia nyalain lampu warm yang agak kekuningan. Di tengah ada sofa sobek-sobek andalan anak T&T.

"Buketnya mana?" tanya Al dengan sedikit jutek.

Rin meraih buket yang dia letakkan sebelumnya di meja. "ini....!" Rin menyodorkan buket Al.

Al natap buket itu, terus gantian natap Rin. "Belum difoto!"

Rin melongo. "Haaaah?"

"Tadi di panggung rame, di mobil gelap, mau di kampus kamu ngobrol sama si ketua. Kita belum ada foto berdua... Sama buketnya!" Al ngomongnya sedikit cepat, matanya ngelirik ke segala arah kecuali ke Rin.

Rin pengen ketawa tapi ditahan. "Jadi kamu maksa ke kantor cuma buat foto?"

"Bukan! Mau lap drum!" Al ngeles, padahal drumnya masih di venue.

Pintu studio terbuka.

"Nah kan! Gue bilang juga apa! Modus mau foto kan bang?" Jonas masuk membawa kamera polaroid. Di belakangnya Arza dan Bima nyusul.

"Jonas! Sini lo!" Al panik sendiri.

"Udah santai aja! Sini kak Rin duduk di sofa dulu sendiri!" ucap Jonas, mata Al langsung melotot seram.

"Haelah! bentar bang, ntar selesai ini lo foto berdua," ucap Jonas. Dua kali foto Rin sendiri memeluk buket dan seolah mencium buket. Lalu Rin foto berdua dengan Ara beberapa kali. Membuat Al manyun. Rin foto berdua Ara sambil pelukan.

"Pengen ya bang?" bisik Arza tertawa ngikik di telinga Al.

Selanjutnya Al foto berdua dengan Rin, berdiri memegang buket.

"Kaku banget bang! Santai napa!" ucap Jonas. Rin tertawa, Al melihat Rin tertawa. Klik. Natural. Pandangan Al penuh cinta.

Foto selanjutnya. Rin duduk di sofa dan Al di belakangnya berdiri.

"Lo kayak bodyguard bang!" kali ini Arza dan Bima tak bisa lagi menahan tawa. Arza gemas dan mengatur gaya Al dan Rin. Rin duduk dan Al agak membungkuk dari belakang sofa. Wajahnya tepat di sebelah wajah Rin. Wajah keduanya sudah memerah parah.

Foto selanjutnya Al yang duduk, Rin yang bersandar di sofa.

"Kayak foto pra wedding bang!" ucap Arza.

"Sekalian deh, kita rame-rame!" Rin duduk di tengah, sekelilingnya member T&T bareng Ara.

Setelah itu Al memeriksa semua foto dan dia meraih dua lembar foto dan memasukkannya ke saku celana.

"Lo nyulik foto kak Rin ya?" bisik Jonas.

"Lo mau gue kurung di studio sendiri!" ancam Al. Jonas hanya terkekeh.

"Rin... Capek ya? Lo istirahat dulu" ucap Bima.

"Lumayan, gue sama Ara pulang ya," ucap Rin.

"Nggak usah! Kalian nginap di sini aja. Ada banyak kamar kok! Aku udah ijinin ke bu Tanti. Nenek kamu kalau malam ini istirahat di sini," ucap Al.

"Persiapan yang matang bro!" ucap Bima mengacungkan jempol.

"Biar Rin istirahat!" ucap Al.

"Rin doang nih?" goda Ara. Al menggaruk telinganya yang memerah. Rin menyikut Ara.

Rin akhirnya setuju setelah menelepon neneknya lagi untuk memastikan ijinnya. Lalu Al mengantar Rin dan Ara ke kamar yang memang disediakan untuk mereka.

Al sudah menyediakan kamar. Tapi Al lupa dengan pakaian Rin. Kalau Ara dengan kausnya bisa buat tidur. Rin keluar kamar dan mengetuk kamar Al.

"Kenapa?" tanya Al yang mengalungkan handuk di lehernya.

"Uhm... Baju gue... Tidurnya nggak mungkin pake ini, ada baju yang nggak kepake lagi nggak?" tanya Rin. Al melihat penampilan Rin yang masih memakai kebaya lengkap, hanya rambutnya yang sudah tergulung rapi.

"Kamu bagus pake baju itu..."

"Al...!"

"Hehehehe iya bentar! Aku ambilkan bajunya!" Al menghilang dari pintu dan kembali membawa satu baju.

"Cuma ada baju atau aku keluar sebentar nyari bawahan. Ukurannya?" tanya Al. Wajah Rin memerah lagi. Al ngomongnya asal nyeplos membuat jantungnya berdebar dan wajahnya memanas merah terus.

"Ng... Nggak usah! Ini udah malam. Aku bisa pakai celana pendek! Makasih ya!" Rin langsung berlari masuk ke kamar sebelah. Ara bertanya-tanya saat Rin masuk dengan wajah merah.

"Nggak apa-apa, lo udah mandi?" tanya Rin. Ara mengangguk. Lalu Rin menyambar handuk dan mandi.

Setelah mandi, Rin keluar dengan handuk terlilit di rambutnya. Baju kaus putih yang sangat kebesaran terlihat seperti tanpa memakain bawahan.

"Lo nggak pake celana?" tanya Ara sambil tertawa melihat Rin keluar kamar mandi.

"Pake! Nih gue pake short gue! Bajunya gede banget, nggak kelihatan jadinya!" ucap Rin.

"Ini baju Al?" tanya Ara.

"Jadi baju siapa?" tanya Rin. Ara senyum-senyum sambil menyenggol bahu Rin.

"Cieeee..." goda Ara.

"Apaan sih!" Rin pura-pura marah tapi hatinya sedang berbunga. Di kamar mandi Rin sempat menghirup aroma baju itu. Aroma dengan ciri khas Al. Rin menepuk pipinya dan mulai membersihkan wajahnya.

Sementara itu di luar, Al yang tadinya mau mengetuk pintu kamar untuk mengajak pesta pizza jadi urung mendengar pembicaraan Rin dan Ara dari dalam kamar. Wajahnya juga ikut memerah. Dia tidak mau Rin keluar kamar hanya dengan baju kaosnya yang kebesaran dan....celana pendek yang tak terlihat!

1
renjana biru
wooo hadirr dg boom like kakk, smangat💪
renjana biru
ga cm km kok rin, aku pun gregetan ama si al😊
Renjana: hai kak @renjana biru Renjana Biru, aku notice banget soalnya nama kita mirip.🥰
makasih banyak udah mampir + boom like. sumpah komen kakak yang gregetan sama Al itu bikin aku ngakak.
aku uda gregetan duluan pas nulis itu😄
makasih ya udah nemenin AlRin dari episode awal.
jangan pernah bosen baca ceritaku

salam manis semanis Roti Rin🥰
total 1 replies
falea sezi
nyimak moga bagus klo bagus q kirim hadiah🤭
Renjana: semoga suka ya kak,
😊
total 1 replies
Erin Dwi Andini
karya yang keren
Renjana: sekeren kk,
makasih ya udah mampir😊
total 1 replies
justice
wahh bagusss, semangat ya kak
Renjana: terimakasih, semangat nulis juga yah😊
total 1 replies
renjana biru
btw lucuuu bgt mereka ihhh🤭🤭
Renjana: bikin gemes kan...🤭
total 1 replies
renjana biru
done mmpir ya kakaa💪
Renjana: makasih🥰
total 1 replies
oding's
halo kaa aku mampir jugaa nihh xixi
Renjana: makasih banyak🥰
total 1 replies
R
😍
Renjana: 🥰🥰
makasih yaaaaa
total 1 replies
Seraphina
saling support kak
Akao Rion
aku mampir kak, meskipun setiap baca Rin selalu ingat nama bapakku 🫣
Renjana: makasih, aku tunggu tulisan kamu juga😊
total 3 replies
Renjana
cinta manis diawali dari salah tingkah, berakhir manis. Tapi namanya hidup tak selalu manis.
kisah Al dan Rin tak melulu soal cinta, ada sedih, bahagia, lucu dan kadang sedikit kaku🤭
kisahnya nggak berat kok
aefpe fp
💪🤣
Mustika Nusantara
semangat ka bikin karyanya
Renjana: makasih😊
total 1 replies
Lisye Aisyah Hematang
Hadir juga kak 😍🙏
Renjana: terimakasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!