NovelToon NovelToon
PAMAN! JANGAN GODA AKU

PAMAN! JANGAN GODA AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nita

Aku menikahi dia, tapi justru pamannya yang membuatku kehilangan akal. Setiap kali pria itu menatapku, ada bara yang tak bisa kupadamkan. Di mata keluarga, pria itu hanyalah paman dari suamiku. Di hatiku, dia adalah pria yang tak pernah boleh kusentuh. Namun, semakin aku menghindar, semakin dekat dia datang, membawa bisikan-bisikan yang memecah pertahananku. Bagaimana jika cinta ini terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENCANA ALAM

Menimbang bayi yang sedang dikandung Riana, Eric pun mengalah. Dia menarik kursi, mendekatkan di sisi tempat tidur seraya berkata, “Aku akan menemanimu malam ini!”

Eric pindah duduk dengan tenang di sofa, mengambil remote televisi dan menyalakannya. Suara pembawa berita terdengar dari televisi yang menyala di sudut ruang.

“Selamat siang. Kami kembali dengan kabar terbaru mengenai bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Longshan.”

Layar televisi menampilkan rekaman dari udara. Lumpur berwarna cokelat menutupi sebagian jalan, sementara air sungai yang meluap menggenangi rumah-rumah warga. Eric melihatnya sekilas, lalu fokus kepada ponselnya. Menatapinya, seakan sedang menunggu panggilan telepon dari seseorang.

Pada saat ini, Seline dan beberapa dokter senior sedang berada di ruangan Direktur . “Sejak pagi tadi, hujan deras mengguyur wilayah Desa Qinghe dan sekitarnya menyebabkan banjir serta longsor di beberapa titik. Kondisi terparah terjadi di jalan utama yang menghubungkan Desa Qinghe dengan wilayah kota.”

Seline memberikan Rekaman yang memperlihatkan Beberapa warga terlihat berdiri di depan rumah mereka, sebagian membawa barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Sebuah mobil tampak berhenti di tengah jalan karena tertahan tumpukan tanah dan batu.

“Longsor yang terjadi sekitar pukul enam pagi membuat akses jalan utama terputus total. Material tanah, bebatuan, dan pohon tumbang menutup badan jalan sepanjang kurang lebih seratus meter.”

Simon melanjutkan perkataan Seline, “Petugas gabungan dari kepolisian, pemadam kebakaran, serta tim penyelamat saat ini telah dikerahkan menuju lokasi. Namun, proses evakuasi masih mengalami kendala karena hujan deras belum berhenti dan beberapa titik jalan masih dianggap berbahaya untuk dilalui.”

Layar ponsel Seline kembali memperlihatkan kondisi Desa Qinghe. Air setinggi lutut orang dewasa terlihat menggenangi jalan di antara rumah-rumah warga.

“Menurut laporan sementara, sejumlah keluarga telah dievakuasi ke gedung sekolah yang berada di bagian utara desa. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, beberapa warga masih belum dapat meninggalkan rumah karena akses keluar desa terputus.”

“Kirim aku ke sana!” Suara Seline terdengar semakin serius.

Simon langsung menolak, “Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area longsor dan bantaran sungai!”

“Apa kau tidak lihat ini!” kata Simon sambil memperlihatkan gambar jalan yang tertutup lumpur. Akses menuju desa masih ditutup sampai kondisi dinyatakan aman.”

Seline mengatupkan kedua bibirnya, pada saat ini dia malah merasa tempat teraman baginya adalah di sana. Dia menatap Simon dengan tajam, lalu berkata “Meski aku hanya dokter kandungan, tapi undang-undang ketenagakerjaan tidak mengatur tentang boleh tidaknya kami menjadi relawan bencana alam!”

Simon kehabisan kata-kata, dia pun menyerah lalu memberi izin kepada Seline. “Baik, tapi tidak sendiri!”

“Ok!” kata Seline dengan nada senang sambil memberikan kedipan mata kepada Simon.

Jika saja Seline belum menikah, maka seluruh Staff di rumah sakit ini pasti akan menyangka jika mereka adalah sepasang kekasih yang sempurna.

Pada saat ini, di ruang logistik medis, beberapa orang bergerak cepat sejak instruksi mengenai bencana di Desa Qinghe dari Direktur Simon.

“Berapa kotak cairan infus yang sudah masuk?” tanya sorang Dokter sambil memeriksa daftar barang di tangannya.

“Dua belas kotak, Dok. Ditambah stok yang ada di gudang IGD,” jawab seorang perawat.

“Tambahkan lagi. Kita belum tahu berapa banyak pasien yang akan ditangani.”

Beberapa kardus berukuran besar sudah terbuka di atas meja. Satu per satu perlengkapan medis dimasukkan ke dalam tas dan kotak khusus. Cairan infus, spuit, kasa steril, perban, sarung tangan medis, masker, antiseptik, obat-obatan dasar, serta perlengkapan untuk menangani luka dimasukkan sesuai kelompoknya.

“Obat antibiotik dan obat nyeri jangan lupa,” ujar dokter lain. “Masukkan juga obat untuk demam dan diare. Kalau daerahnya terendam banjir, kemungkinan kasus seperti itu cukup tinggi.”

Seorang perawat segera mencoret daftar yang sudah selesai. “Antibiotik ada. Analgesik ada. Obat demam juga sudah.”

“Peralatan jahit luka?” Tanya Seline yang baru saja masuk ke ruangan Logistik

“Sudah dua set.” Jawab perawat itu.

Seline terdiam berpikir sejenak. “Tambahkan dua lagi.”

“Baik, Dok.”

Di sisi lain ruangan, dua orang petugas sedang mengangkat sebuah kotak berisi perlengkapan pertolongan pertama ke dalam kendaraan operasional. Mereka kemudian kembali mengambil kotak berikutnya.

“Untuk kasus patah tulang, kita bawa bidai untuk penyangga bagian tubuh yang cedera!” perintah Seline lagi, “Oh! Dan bawa juga. Sekalian perban elastis dan penyanga leher untuk anak dan dewasa.”

“Siap.” Jawab beberapa perawat secara serentak.

Simon keluar dari ruang penyimpanan sambil membawa tas medis berwarna hitam.“Ini untuk tim medis yang turun langsung ke lokasi,” katanya. “Jangan dicampur dengan barang logistik.”

Seline dan beberapa Perawat di dekatnya mengangguk. “Isinya sudah lengkap?” kata Simon lagi, lalu melanjutkan perkataannya, “Stetoskop, tensimeter, oksimeter, termometer, sarung tangan, kasa, antiseptik, obat injeksi darurat, dan perlengkapan penanganan luka.”

“Tambahkan gunting medis.” Seline mengingatkan

“Sudah ada.” Jawab Simon sambil menunjukan gunting medis.

Seline membuka kembali tas tersebut untuk memastikan isinya. Tidak ada yang boleh terlewat. Mereka tidak tahu seperti apa kondisi di Desa Qinghe ketika tiba nanti. Bisa saja mereka hanya menangani luka ringan, tetapi bisa juga harus menghadapi banyak korban dalam waktu bersamaan.

Di luar ruangan, suara mesin ambulans mulai terdengar. Seorang petugas memasukkan tandu lipat dan beberapa tabung oksigen ke bagian belakang kendaraan.

“Dok!” panggil seorang perawat dari pintu. “Ambulans pertama sudah siap.”

Dokter Senior yang sejak tadi memeriksa daftar barang menatap jam tangannya. “Berapa kendaraan yang berangkat?”

“Tiga ambulans dan dua mobil operasional.”

“Tim medis?” tanya Doker Senior itu lagi

“Delapan orang untuk keberangkatan pertama.” Jawab si perawat yang ditunjuk menjadi Koordinator lapangan selama di sana nanti.

“Baik. Pastikan semua sudah makan sebelum berangkat. Kita tidak tahu berapa lama kita akan berada di sana.”

Smua perawat mengangguk lalu kembali membantu memeriksa barang. Tak lama kemudian, kotak-kotak terakhir selesai diangkut. Pintu kendaraan ditutup satu per satu.

Di halaman rumah sakit, para dokter dan perawat yang tergabung dalam tim relawan mulai berkumpul. Sebagian masih mengenakan jas medis, sementara yang lain sudah memakai seragam lapangan.

Mereka tahu perjalanan menuju Desa Qinghe tidak akan mudah. Jalan utama telah terputus akibat longsor dan banjir. Mereka mungkin harus berhenti di tengah perjalanan, berjalan kaki, atau bahkan membawa sendiri perlengkapan medis melewati jalur yang bisa dilalui.

Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang membatalkan keberangkatan. Sementara itu, dari atas balkon kamar Riana, Eric berdiri sambil melihat kepergian beberapa ambulan dan mobil operasional yang mulai melaju ke daerah bencana.

1
Ellaa Nurell
aku selalu menunggu update mu Thor...
Tuti Tyastuti
𝘹𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳 𝘬𝘦𝘱𝘰😁
Tuti Tyastuti
𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘣𝘳𝘪𝘯𝘨𝘴𝘪𝘬
Tuti Tyastuti
𝘴𝘺𝘶𝘬𝘶𝘳𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵
Tuti Tyastuti
𝘈𝘭𝘩𝘢𝘮𝘥𝘶𝘭𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘰𝘤𝘢𝘩
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦
Tuti Tyastuti
𝘢𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢𝘢𝘩 𝘹𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳😂😂
Tuti Tyastuti
𝘢𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘮𝘰𝘯😂😂😂
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘶 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦 𝘺𝘢 𝘯𝘥𝘦𝘳😂
Tuti Tyastuti
𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘢 𝘯𝘪𝘵𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘭💪
Tuti Tyastuti
𝘳𝘢𝘯𝘪𝘢 𝘱𝘶𝘳𝘢" 𝘵𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘹𝘢𝘯𝘥𝘦𝘳 𝘱𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘵𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘬𝘰𝘳 𝘴𝘦𝘭
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘨 𝘫𝘦𝘣𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘦🤔
Tuti Tyastuti
𝘦𝘳𝘪𝘤 𝘮𝘰 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘦𝘵𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘰 𝘬𝘢🤔
Tuti Tyastuti
𝘩𝘢𝘥𝘪𝘳 𝘬𝘢 𝘕𝘪𝘵𝘢☝
Endah Sea
suka dengan semua cerita2 author.. terimakasih
Ellaa Nurell
karya yg sangat bagus banget dibaca....
dengan alur yg bagus...ditambah ada banyak bgt ilmu yg tersaji didalemnya ....
pokoknya recommended novel author ini gak pernah gagal 🫶🏻
Shee_👚
ulah keluarga rania atau rania sendiri yang melaporkan kejadian itu🤔
dasar nya pelekor buat drama murahan aja terus. orang juga pasti mikir masa baru mau di pasang infus dah ada kontraksi yang membuat keguguran. kan aneh belum ada semenit juga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!