NovelToon NovelToon
I AM The Mirecle Itself

I AM The Mirecle Itself

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad wahyu

I AM The Miracle Itself
Di dunia Aethelgard, kekuatan adalah segalanya.
Sihir, iblis, pendekar, dan makhluk yang mampu melampaui hukum alam telah menjadi bagian dari kehidupan. Namun, di tengah dunia yang dipenuhi kekuatan tersebut, lahirlah seseorang yang seharusnya tidak pernah ada.
Ia bukan pahlawan.
Bukan dewa.
Bukan iblis.
Bahkan bukan bagian dari tatanan dunia.
Keberadaannya adalah sebuah anomali—sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum realitas, takdir, maupun batas kekuatan.
Ketika dunia mulai menghadapi kekacauan yang bahkan mengancam fondasi keberadaannya, sebuah pertanyaan perlahan muncul:
Jika segala sesuatu memiliki batas... lalu apa yang terjadi pada sesuatu yang sejak awal tidak memiliki tempat dalam perhitungan?
Dan ketika keajaiban tidak lagi cukup untuk menjelaskan keberadaannya, dunia akan menyadari satu hal—
Dia bukan orang yang memiliki keajaiban.
Dialah keajaiban itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Logika Dunia yang menyebalkan

Langit di atas Lembah Ratapan berwarna merah pekat, memancarkan tekanan hawa murni yang begitu berat hingga membuat udara di sekitarnya mendistorsi. Di semesta *Apex Universe* ini, alam tidak pernah ramah. Energi murni yang meluap sejak zaman kuno telah mereduksi hukum fisika dasar, menggantikannya dengan hukum rimba di mana yang kuat mendikte segalanya.

Valeria terengah-engah. Setiap helaan napasnya terasa panas, dipaksa menahan tekanan hawa membunuh (*aura*) yang merangsek menghancurkan organ dalamnya. Zirah peraknya yang berlogo Kekaisaran Ortodoks—sebuah artefak yang ditempa dari baja magis penahan energi—kini telah retak di berbagai tempat, memperlihatkan kulitnya yang legam karena hangus akibat kalah telak dalam adu kekuatan.

Di sekelilingnya, puluhan prajurit dari Divisi Tiga Kekaisaran—yang masing-masing darinya adalah praktisi bela diri tingkat tinggi yang mampu meruntuhkan benteng kota dengan satu pukulan—kini tergeletak hancur tak bernyawa.

Di depan mereka, berdiri perwujudan dari kiamat berjalan: seekor *Calamity Wolf*.

Ukuran makhluk itu sebesar bukit kecil, namun tekanan energi yang dipancarkannya berada di tingkat *Sovereign*—sebuah level kekuatan legendaris yang mampu meratakan seluruh benua hanya dalam hitungan menit. Bulu hitam legamnya bergerak-gerak konseptual, memancarkan distorsi gravitasi mutlak yang membuat tanah di bawah kakinya amblas sedalam puluhan meter. Air liurnya yang menetes ke batu langsung memicu asap beracun yang melelehkan materi apa pun. Di era ini, tidak ada tempat bagi makhluk lemah. Yang kuat memegang otoritas penuh atas hidup dan mati, sementara yang lemah akan tersapu tanpa sisa.

"Kapten Valeria..." bisik Leo, ksatria wakilnya yang tergeletak di tanah dengan tubuh yang remuk akibat hantaman gravitasi sang monster. "Kekuatan makhluk tingkat *Sovereign*... tidak mungkin bisa ditembus oleh tingkat Master seperti kita... semuanya... sudah berakhir..."

Valeria menggigit bibirnya hingga berdarah, merasakan keputusasaan yang menggores jiwanya. Di hadapan makhluk yang memegang otoritas kekuatan sebesar itu, seluruh teknik pedang dan latihan keras yang dia jalani selama puluhan tahun terasa seperti lelucon.

*Grrrrr...*

Sang *Calamity Wolf* merendahkan tubuhnya. Matanya yang merah menyala menatap Valeria seolah-olah wanita itu tak lebih dari seonggok daging yang siap dikunyah. Makhluk itu melompat. Kecepatannya yang melampaui kecepatan suara menciptakan ledakan sonik dahsyat yang menghempaskan seluruh sisa bebatuan di lembah. Mulut raksasanya terbuka lebar, memancarkan bau busuk kematian.

Valeria memejamkan mata. Dia melepaskan pedangnya, pasrah menerima ajal yang sudah berada di depan mata. *Semuanya sudah berakhir,* pikirnya dalam kegelapan keputusasaan yang absolut.

*BUMMM!!!*

Sebuah benturan yang mengguncang seluruh lempeng tektonik lembah terdengar, memicu gelombang kejut yang menerbangkan debu tebal ke udara. Valeria bersiap merasakan rasa sakit dari taring tajam yang merobek dagingnya. Namun, detik demi detik berlalu, rasa sakit itu tidak pernah datang.

Keheningan yang amat janggal mendadak menyelimuti Lembah Ratapan. Suara geraman monster, desis angin beracun, dan tekanan gravitasi yang menghancurkan... semuanya seolah mendadak menguap dan membeku.

Valeria perlahan membuka matanya yang gemetar. Ketika pandangannya menjernih, jantungnya seakan berhenti berdetak melihat pemandangan yang sama sekali tidak bisa dicerna oleh hukum kekuatan apa pun.

Serigala bencana tingkat *Sovereign* yang mampu menghancurkan benua itu, kini justru sedang terkapar di tanah dengan posisi miring yang memalukan. Leher monster kosmik itu terkunci rapat di bawah ketiak sebuah wujud yang aneh.

Awalnya, wujud itu tampak seperti gumpalan cahaya perak yang cair dan tak berbentuk tetap. Namun, jalinan cahaya itu mendadak memadat, berputar, dan memanifestasikan diri menjadi seorang pemuda tampan berjubah sutra putih gading yang tampak sangat kasual. Pakaiannya bersih tanpa noda, sama sekali tidak terpengaruh oleh sisa-sisa energi destruktif di lembah tersebut. Tubuh fisik bagi entitas ini tampak hanyalah sebuah pakaian luar yang bisa diganti sesuka hati.

"Aduh, aduh! Diam sedikit dong, guguk! Katanya serigala bencana tingkat tinggi, tapi kok badannya bau pesing begitu? Kamu belum mandi berapa abad, sih?" seru pemuda hasil manifestasi itu sambil menjepit kepala si monster dengan lengan kirinya, seolah-olah tingkat *Sovereign* milik monster itu tak lebih dari lelucon belaka.

*WHIIINNEEE...*

Mendengar keluhan itu, sang *Calamity Wolf* mendadak merengek ketakutan. Seluruh tekanan energi mutlak dan otoritas gravitasinya mendadak kehilangan kekuatan di hadapan jepitan fisik konyol si pemuda tanpa nama. Monster itu mengais-ngais tanah, mencoba melarikan diri dengan tubuh gemetar hebat.

"Si... Siapa kau?!" teriak Valeria dengan suara parau yang dipenuhi rasa syok yang teramat sangat. Logikanya sebagai ksatria Kekaisaran yang seumur hidup didoktrin tentang tingkat kekuatan mendadak hancur total. "Bagaimana mungkin kau menahan entitas tingkat *Sovereign* dengan tangan kosong... tanpa memedulikan tingkat kekuatanmu?! Dan apa yang terjadi dengan wujudmu tadi?!"

Entitas yang kini berwujud pemuda itu menoleh, memberikan senyuman sombong yang luar biasa menyebalkan. Dia melepaskan jepitannya dengan sekali sentakan, membuat serigala raksasa itu langsung mengambil langkah seribu, kabur terbirit-birit masuk ke dalam hutan sambil menggonggong ketakutan bagai anjing rumahan.

Pemuda itu menepuk-nepuk jubah sutra putihnya, lalu menatap Valeria dengan tatapan malas.

"Wujudku? Aku tidak punya hal membosankan seperti 'tubuh pasti'. Aku bisa menjadi apa pun yang aku mau. Dan untuk namaku... yah, panggil saja aku sesukamu. Aku hanya seorang pengembara yang kebetulan sedang mampir ke sudut dunia yang kaku ini," jawabnya santai sambil melipat tangan di dada.

Dia menatap mata Valeria yang bergetar. "Valeria Ancelotti, usia dua puluh empat tahun, kapten divisi tiga Kekaisaran Ortodoks yang diam-diam selalu menyimpan permen manis di dalam kantong zirahnya sebelum tidur agar tidak mimpi buruk."

Wajah Valeria mendadak memerah padam karena rahasia paling privatnya dibongkar begitu saja di depan pasukannya yang terkapar. "K-Kau... dari mana kau tahu hal itu?!"

"Aku tahu segala hal. Aku telah mengembara melintasi jutaan dunia dan bintang. Dari ukuran sepatumu, jumlah rambut di kepalamu, sampai fakta bahwa musuh yang membuatmu menangis putus asa tadi cuma kuanggap sebagai kadal berbulu," jawabnya seraya mendongak sombong ke arah langit.

Valeria menggelengkan kepala, benar-benar frustrasi. "Mustahil... Jangan bercanda! Di dalam semesta ini, tingkatan kekuatan adalah hukum mutlak yang tidak bisa dilanggar!"

Pengembara tanpa nama itu berjalan mendekati Valeria yang terduduk lemas. Dia menekuk lututnya, lalu menjentikkan jarinya tepat di depan hidung sang kapten.

*TENT!*

Detik itu juga, sebuah gelombang energi hangat yang murni mengepul dari ujung jarinya, menyebar ke seluruh penjuru Lembah Ratapan dalam radius tak terbatas. Valeria menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana seluruh luka robek dan hancurnya tulang di tubuhnya menutup dalam hitungan detik. Zirah besinya yang hancur mendadak menyatu kembali, utuh seperti baru. Tidak hanya itu, Leo dan para prajuritnya yang tadinya berada di ambang kematian mendadak tersentak, bangkit berdiri dengan segar bugar, seolah-olah seluruh hukum alam baru saja diatur ulang tanpa biaya apa pun.

Sebuah mukjizat yang mengabaikan seluruh rantai tingkatan kekuatan baru saja terjadi... hanya lewat satu jentikan jari yang konyol dari seorang entitas tanpa identitas. Pemuda itu berdiri kembali, tersenyum lebar menatap langit merah lembah tersebut dengan binar mata yang menantang seluruh tatanan dunia yang kaku.

"Bagi aturan tingkatan dunia ini, itu memang mustahil," kata pemuda itu, menunjuk dirinya sendiri dengan jempolnya yang penuh kesombongan yang absolut. "Tapi bagiku? Selama aku *mau*, semuanya bisa jadi kenyataan. Karena... Aku lah keajaiban itu sendiri!"

Valeria terpaku, membeku di tempatnya berdiri. "T-Tunggu! Siapa kau sebenarnya—"

*Wush.*

Pertanyaan Valeria terputus oleh embusan angin. Di tempat pemuda itu berdiri sedetik yang lalu, kini kosong melompong. Valeria sempat melihat tubuh pemuda itu kembali mencair menjadi partikel cahaya kosmik yang berkilauan, lalu melesat menembus atmosfer langit, terbang keluar menuju ruang hampa udara alam semesta yang luas dalam hitungan milidetik. Tidak ada jejak energi dan tidak ada distorsi ruang biasa yang tertinggal. Dia benar-benar pergi meninggalkan planet ini, membuktikan bahwa seluruh hierarki tingkatan di dunia ini tidak memiliki validitas hukum untuk mengikat keberadaannya.

1
indah Mayaddah f
Kerja berat tiap hari, di panggil si nol terus di hina tapi Ren diam aja. Sabar sekali dia 😔
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬
Saya biasanya lihat kultivasi, hari ini belajar sihir🤣
Myz Pena
waoow meskioun makhluk itu sebesar bukit kecil namun kekuatannya tidak kaleng - kaleng.. sungguh dahsyat
CNNTAYY
haha rahasia valeria aja sampai ketahuan mana ukuran sepatu dan rambut lagi🤭
iorlif
siapakah sosok tanpa tubuh pasti itu?
Siti Aisyah
Hebat sekali valeria bisa mengalahkan seekor calamity wolf itu👍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
mampir auhtor. mau tanya mau ikut masuk grup aku gak. saling berbagai ceritaa dan support
Muhammad Wahyu: gimana kak?
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!