"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DELAPAN
"Ada apa sebenarnya Joseph? Siapa wanita itu?" Tanya Nancy yang merupakan sahabat sekaligus dokter pribadi bagi Arjuna
Ia dipilih karena sebagai rekan, Nancy jelas bisa dipercaya untuk menjaga rahasia atas keberadaan Aluna
"Dia istri tuan Arjuna!" Jawaban itu tentu saja membuat gadis berwajah manis itu terkejut
"Istri? Sejak kapan?"
"Saya tidak bisa mengatakan detail nya pada kamu, tapi yang jelas nona Aluna adalah istri rahasia tuan Arjuna"
"Lalu bagaimana dengan nyonya Zoya?" Tanya dokter Nancy
"Aku harap tuan Arjuna merasakan kebahagiaan saat bersama nona Aluna"
"Kamu benar Joseph, aku harap juga begitu" Nancy tersenyum pada pria berwajah kaku itu "Aku pergi dulu! Setelah ada waktu, kita bisa bicara berdua sambil minum kopi"
"Mungkin lain kali, dokter"
"Ayolah Joseph, kita tidak mungkin terus bersembunyi dari Arjuna, bukan?" Joseph diam saja
Setalah itu dokter cantik itu masuk kedalam mobilnya dan berlalu
Sementara itu, Arjuna masih menemani istri kecilnya yang belum membuka matanya
"Apa terlalu besar sampai dia tidak bangun juga?" Gumam Arjuna seraya menatap wajah pucat istrinya
Aluna mengerjap, wanita lemah itu perlahan membuka matanya. Begitu melihat wajah yang membuatnya trauma ia beringsut bangun namun sedetik kemudian ia meringis
"Ck, apa kamu tidak bisa diam?" Kesal juga Arjuna pada istrinya yang sangat merepotkan ini
"Sa-kit" Aluna meringis karena merasa bagian bawahnya terasa perih
"Apa yang kamu inginkan?"
"Haus" Lirihnya karena takut
Arjuna tidak bicara, pria itu meraih gelas lalu membantu istrinya itu minum
"Terima kasih!"
"Mau makan?" Tanya Arjuna dan anggukan kepala Aluna berikan
Arjuna menekan angka satu pada telepon diatas nakas lalu bicara pada pelayan
"Apa kamu tidak pernah melakukan itu dengan seorang pria?"
"Tuan lupa? Bukannya tuan sendiri yang bilang akan membunuh saya kalau sudah tidak per4wan?"
Aluna menyesal, ia tak tahu jika malam pertama akan sesakit ini. Rasanya Aluna akan mati semalam
"Tapi tidak sampai pingsan seperti ini, kamu merepotkan"
"Ini juga karena tuan, tuan bermain kasar! Apalagi saya tidak makan apapun dari siang"
Kesal sekali Aluna karena ulah suaminya, jika tau kegiatan itu akan sangat menguras tenaga maka ia akan makan banyak
"Kamu akan bebas untuk beberapa hari, dokter mengatakan saya tidak bisa menyentuh kamu selama masih lecet"
Ada rasa lega yang Aluna rasakan, ia berharap dirinya mengandung hanya dengan satu kali bermain lalu pria itu tidak akan lagi menyentuhnya
Pelayan datang sambil mendorong kereta makanan, Arjuna malah meminta pelayan itu keluar membuat Aluna heran
"Kenapa dia disuruh keluar? Terus saya gimana makannya?"
"Kamu lupa kalau disini ada saya?" Ujar Arjuna seraya menyiapkan makanan bagi sang istri
"Biar saya sendiri saja! Tuan kelamaan" Kesal juga karena Arjuna yang terlalu lama sedangkan dirinya sudah sangat lapar
"Biar saya saja! Kamu itu masih sakit" Arjuna mengabaikan Kekesalan istri kecilnya itu
"Tapi saya kelaparan"
"Apa kamu memang tidak bisa diam?" Arjuna tidak pernah merasa seperti ini, dirinya yang terbiasa diam malah mendapat istri yang tukang bicara seperti Aluna
Aluna benar-benar diam, ia menerima suapan demi suapan dari suaminya
"Minum!"
Arjuna tak menyahut, namun pria itu tetap memberikan air pada istrinya itu
"Apa saya akan langsung hamil?" Tanyanya
"Tidak akan hamil jika hanya sekali bermain" Aluna menurunkan bahunya, mendengar itu membuatnya tidak bersemangat
"Kamu istirahat saja! Biar cepat sembuh!"
"Terus bisa langsung dieksekusi lagi?" Aluna mengolok-olok ucapan suaminya namun Arjuna memilih untuk tidak peduli
Arjuna mencari keberadaan sang asisten, Joseph tengah duduk diruang tengah sembari memangku laptop
"Saya ada pekerjaan penting di Malaysia! Kita pergi sekarang saja! Aluna juga masih sakit"
Ya, sebaiknya memang menjauh dulu, entah kenapa Arjuna merasa tidak bisa lepas dari istri Kecilnya itu
"Baiklah tuan, kita akan pergi berapa lama?" Tanya Joseph
"Mungkin beberapa Minggu"
Joseph menurut saja, sebagai asisten yang selalu setia pada atasannya maka ia akan selalu sedia
Arjuna memang memiliki perusahaan nya sendiri, tidak sebesar perusahaan Bimantara, tapi cukup untuk bersaing dalam dunia bisnis
Arjuna ingin mengambil alih Bimantara group bukan untuk menjadi kaya, namun itu adalah milik ibunya dan dirinya tidak akan membiarkan dua orang baji___ itu menikmatinya lebih lama
Sebenarnya Arjuna dapat mengambilnya dengan membongkar skandal perselingkuhan ini di media, namun ia masih memikirkan kesehatan sang kakek yang sudah senja
***
Selama kepergian suaminya, Aluna menikmati hidupnya. Kondisinya sudah membaik
"Akhir-akhir ini Nona banyak makan" Ujar Bona yang baru saja diminta untuk menyediakan cemilan, padahal Aluna baru saja selesai makan sepiring nasi
"Aku juga gak tau, aku sering ngerasa laper" Jawab Aluna seraya menyiapkan cemilan buatan pelayan
"Apa jangan-jangan nona hamil?" Tebak Bona, wajah pelayan itu terlihat berbinar
"Gak mungkin, Bona. Kata tuan Arjuna, tidak akan hamil kalau mainnya cuma sekali" Ya, Aluna ingat dengan ucapan suaminya saat tengah menyuapinya
Yang membuat kesal adalah, Arjuna yang tidak kembali. Sudah satu bulan lebih, Aluna sudah tidak ingin berada di penjara ini lagi
"Tapi bisa aja kok Non, apa kita cek aja?"
"Saya gak mau kecewa, Bona. Gimana kalau saya gak hamil?"
"Tapi gak ada salahnya dicoba, kalau beneran hamil kita bisa jaga dengan baik. Kalau nona dan bayinya kenapa-napa kita semua bisa habis sama tuan"
Jika sudah seperti ini maka Aluna tidak ingin membantah, Bona benar, nyawa mereka semua dalam masalah jika dirinya benar-benar hamil
"Baiklah"
"Saya belikan alatnya dulu"
Sementara Bona pergi, Aluna kembali menikmati cemilan berupa kue tradisional yang kepala pelayan buatkan
"Jadi kangen ibu" Gumamnya, beberapa Minggu ini Aluna juga merasa dirinya terlalu sensitif
"Kata penjaganya, akan lebih akurat kalau dilakukan pagi hari, Nona" Ujar Bona seraya menyodorkan kantong plastik pada sang majikan
"Berarti kita harus nunggu sampai besok?"
"Begitulah!"
Pagi harinya, Bona membangunkan sang Nona agar mencoba melakukan tes
Dengan malas wanita itu bangun dari tidurnya. Menuju kamar mandi dan melakukan tes sesuai petunjuk yang tertera di kemasan
Menunggu beberapa menit membuat jantung Aluna berdetak cepat. Jika dirinya mengandung maka ini bagus
Pintu diketuk, Aluna membukanya dan terlihat wajah Bona sang pelayan pribadi
"Bagaimana nona?" Tanya wanita itu dengan penasaran
"Belum ada hasilnya!" Jawab Aluna
"Biar saya lihat" Bona mengambil alih benda pipih tersebut. Aluna menggunakan tiga benda sekaligus agar semakin yakin
Aluna terkejut saat pelayannya itu tiba-tiba berteriak
"Ada apa Bona?"
"Selamat nona! Nona hamil"
Aluna tak percaya, ia ambil alih benda yang tengah Bona pegang untuk dapat melihatnya sendiri