NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8

Bisik-bisik miring dari barisan mahasiswi borjuis tinggi itu masih terus berdengung layaknya lebah di telinga Scarlett ketika ia melangkah turun dari area panggung utama.

Di bawah sorotan lampu aula yang benderang, riak julidan yang menyerang status sosialnya justru ia tanggapi dengan kepala yang mendongak tegak.

Langkah kakinya konstan dan anggun, seolah karpet aspal aula itu adalah runway pribadinya.

Ia menolak untuk terlihat mengecil, apalagi menunjukkan bahwa mentalnya sedang diombang-ambingkan oleh kenyataan horor bahwa pacar khayalannya adalah pria asli yang waktu itu ia lempari kue.

Begitu ia kembali menempati posisinya di barisan kelompok B-4, seorang mahasiswi yang berdiri tepat di samping kanannya langsung menyenggol lengannya pelan.

“Hei,” bisik gadis itu dengan nada suara yang rendah namun terdengar tulus, memecah kecanggungan.

“Apa kau benar-benar masuk melalui jalur beasiswa penuh akademik? Maksudku... kau dari San Marino, kan?”

Scarlett menoleh, menatap gadis di sampingnya. Ia mengangguk kecil sekali dengan senyuman tipis yang sangat terukur.

“Ya, benar. Aku masuk lewat jalur beasiswa.”

Gadis itu langsung mengulurkan tangan kanannya dengan binar mata ramah. “Aku Daniela. Panggil saja Dani.”

Dalam penilaian visual Scarlett, Daniela adalah gadis yang cukup cantik.

Ia memiliki rambut cokelat bergelombang yang dibiarkan tergerai alami, sepasang mata jernih, dan struktur wajah yang manis tanpa riasan berlebihan.

Hanya saja, Scarlett sudah cukup paham dengan hukum rimba yang berlaku di lingkungan seperti ini: secantik apa pun dirimu di kampus Los Angeles, kecantikan itu tidak akan pernah terlalu menonjol jika kau bukan berasal dari keluarga kelas atas yang menyandang nama besar atau kekayaan berlimpah.

Tanpa tameng klan borjuis, kecantikan fisik sering kali hanya dianggap sebagai pajangan murah oleh anak-anak konglomerat.

Daniela menarik kembali tangannya setelah Scarlett membalas jabatannya singkat.

“Kita berada di kelompok mentorship yang sama, B-4. Semoga saja setelah ini kita bisa ditempatkan di satu kamar asrama yang sama. Setidaknya, aku merasa kau adalah orang yang paling waras dan tidak berisik di barisan ini.”

Scarlett hanya merespons dengan senyuman misterius kegemarannya.

Fokus utamanya saat ini sebenarnya bukan pada Daniela, melainkan pada sesosok pria tinggi besar yang berdiri angkuh di atas panggung sana, yang sedari tadi tidak melepaskan pandangan mata ganjilnya dari figur Scarlett.

Di atas panggung utama, proses pembagian kamar dan instruksi mobilisasi ke asrama wanita pun dimulai.

James, selaku salah satu mentor senior, mengambil alih mikrofon utama setelah proses perkenalan mahasiswa selesai dilakukan.

“Perhatian untuk seluruh mahasiswa baru, khususnya kelompok B-4!” suara James menggema mantap membelah aula.

“Mentor pendamping kalian, Clark, akan mulai mengabsen nama kalian satu per satu di barisan depan. Begitu nama kalian dipanggil, segera ambil slip nomor kamar kalian di meja sebelah kanan panggung, lalu langsung melangkah masuk menuju gedung asrama wanita di blok barat. Jangan ada yang berpencar atau memperlambat barisan!”

Clark, seorang mahasiswa tingkat atas bertubuh tegap dengan kacamata berbingkai hitam, melangkah maju ke tepi panggung memegang papan jalan berisi manifes data asrama.

Ia berdehem kecil sebelum mulai mengabsen nama-nama mahasiswa baru dengan suara lantang yang tegas.

Satu per satu mahasiswa baru maju dengan teratur.

Scarlett menunggu gilirannya dengan ketenangan yang luar biasa.

Taring kepercayaan dirinya yang telah ditempa oleh didikan keras Cristine dan pengalaman menghadapi kaum borjuis kembali mencuat tegak.

Ketika nama Scarlett Langford akhirnya diteriakkan oleh Clark, Scarlett melangkah maju dengan keanggunan yang tidak berkurang sedikit pun.

Ia menerima slip kertas berkode "Kamar 104" dari meja panitia dengan gerakan tangan yang luwes, lalu memberikan anggukan sopan yang sangat berkelas kepada Clark, membuat mentor pendamping itu sempat tertegun sesaat melihat etiket tinggi yang ditunjukkan oleh seorang anak beasiswa pinggiran.

Sementara Scarlett berjalan mantap menuju pintu keluar aula yang menghubungkan ke koridor asrama wanita, James yang berdiri di sudut panggung melirik ke arah sahabat karibnya.

Di sampingnya, Millian Vale-Knight berdiri bersandar pada pilar pembatas dengan kedua tangan terbenam di saku jaket mentornya.

James hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat bagaimana ekspresi wajah Millian saat ini.

Seulas seringai sinis yang pekat menghias bibir tipis sang pangeran Bel Air, dengan sepasang mata heterochromia-nya yang terus bergerak mengikuti setiap jengkal langkah kaki Scarlett hingga gadis itu menghilang di balik pintu koridor.

James tahu benar arti tatapan itu.

Sahabatnya itu terlihat begitu antusias dan penuh gairah—bukan karena ketertarikan romantis, melainkan karena telah menemukan mangsa terbaik yang siap ia hancurkan egonya dalam tiga hari ke depan.

"Kau terlihat seperti psikopat yang menemukan mainan baru, Yang," bisik James pelan, menyenggol lengan Millian dengan sikunya.

"Dia bukan mainan, James," sahut Millian, merendahkan oktaf suaranya hingga terdengar sangat dingin dan berbahaya.

"Dia adalah utang yang harus segera kulunasi. Dan aku akan memastikan liburan tiga harinya di asrama ini menjadi hal yang paling tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya.

...********...

Gedung asrama barat yang menjadi tempat bernaung para mahasiswi baru ternyata tidak memberikan ketenangan yang Scarlett harapkan.

Kamar 104, yang untungnya ia tempati bersama Daniela, berukuran cukup luas dengan dua tempat tidur kayu tunggal yang berhadapan, dipisahkan oleh sebuah jendela besar yang menghadap langsung ke arah lapangan utama asrama.

Sembari menata kemeja flanel dan perlengkapan outdoor-nya ke dalam lemari, pikiran Scarlett terus berputar mencari strategi untuk menghindari radar Millian Vale-Knight selama tiga hari ke depan.

Namun, hukum asrama di bawah kendali mentor senior seperti Millian dan James tidak memberikan ruang sedikit pun untuk bersembunyi.

...ΩΩΩ...

Baru saja peluit pertama berbunyi sebagai tanda apel sore pengenalan medan, keseruan pertikaian tersembunyi di antara dua manusia keras kepala ini langsung meledak tanpa bisa dibendung.

Sore itu, seluruh kelompok mentorship dikumpulkan di lapangan tengah untuk melakukan pengecekan kekuatan fisik dan kelengkapan atribut.

Millian, dengan jaket mentor biru tuanya yang sengaja dibiarkan terbuka, berjalan dengan langkah lambat namun intimidatif di antara barisan kelompok B-4.

Sepasang mata heterochromia-My yang tajam menyapu setiap wajah, hingga langkah kakinya berhenti tepat di depan Scarlett.

"Gaya rambut yang menarik, Nona Langford," suara bariton Millian memecah keheningan barisan, penuh dengan intonasi sarkasme yang kental.

Ia berdiri sangat dekat, menunduk sedikit untuk menatap kepangan bersilang ala nona Belanda yang masih terikat rapi di kepala Scarlett.

"Tapi ini adalah perkemahan outdoor, bukan panggung teater sejarah eropa. Lepas pitanya sekarang, atau aku yang akan memotongnya dengan pisau."

Mendengar ancaman keterlaluan itu, Daniela yang berdiri di sebelah Scarlett langsung menahan napasnya ketakutan.

Beberapa mahasiswi borjuis di barisan belakang mulai berbisik-bisik senang, berharap melihat anak beasiswa itu menangis di hari pertama.

Namun, Scarlett justru menegakkan dagunya. Ia menatap lurus ke dalam manik mata ganjil Millian dengan taring kepercayaan diri yang menyala.

"Peraturan asrama pasal empat ayat dua menyatakan bahwa mahasiswa baru wajib menata rambut dengan rapi dan tidak mengganggu pandangan selama kegiatan, Tuan Mentor yang Terhormat. Tidak ada satu pun klausul yang melarang penggunaan pita satin hitam. Jika Anda ingin memotongnya, silakan panggil kepala dewan kampus terlebih dahulu untuk merevisi aturan tertulis tersebut."

"Kau—" Rahang Millian mengencang. Keberanian pelayan ini dalam berdebat menggunakan dasar logika aturan benar-benar di luar prediksinya.

James yang mengawasi dari kejauhan segera berdehem keras melalui pengeras suara, mencoba menengahi sebelum Millian benar-benar meledak dan merusak citra mentor profesionalnya.

"Mentor Millian, efisiensi waktu! Lanjutkan pengecekan ke barisan berikutnya!"

Millian mendengus pekat, memberikan tatapan yang seolah mengatakan 'permainan baru dimulai' sebelum akhirnya membalikkan badan dengan sentakan kasar.

Scarlett menarik napas lega dalam hati, meski ia tahu ini baru ronde pertama dari sekian banyak gangguan yang akan ia terima.

Aksi saling mengganggu di antara keduanya terus berlanjut hingga malam hari, berubah menjadi sebuah keseruan kucing-dan-tikus yang menegangkan di dalam area asrama. .

Millian menggunakan otoritasnya sebagai mentor utama untuk membuat hidup Scarlett tidak tenang, sementara Scarlett menggunakan kecerdasannya untuk memutarbalikkan setiap jebakan yang dipasang pria itu.

...****...

Tepat pukul sembilan malam, saat jam malam asrama wanita baru saja dimulai, ketukan keras terdengar di pintu Kamar 104. Ketika Daniela membukanya dengan gemetar, sosok tinggi Millian sudah berdiri di ambang pintu bersama Landon, membawa papan jalan inspeksi mendadak.

"Inspeksi kebersihan dan tata letak logistik," ucap Millian dingin, melangkah masuk tanpa permisi.

Pandangan matanya langsung tertuju pada sudut meja belajar Scarlett, di mana botol minum aluminium hitam baru miliknya diletakkan bersandingan dengan sebuah buku sastra klasik tebal.

Millian berjalan mendekat, lalu sengaja menyenggol botol minum tersebut dengan ujung jarinya hingga jatuh terbanting ke atas lantai kayu dengan bunyi klang yang nyaring.

Botol itu menggelinding hingga ke bawah tempat tidur.

"Oh, maaf. Tanganku terpeleset," ucap Millian dengan seringai sinis yang sangat menyebalkan di wajah tampannya, sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah.

"Kurasa penempatan barang publik di kamarmu tidak memenuhi standar estetika asrama, Nona Langford."

Daniela sudah memegangi lengan Scarlett, takut sahabat barunya itu akan melayangkan pukulan.

Namun, Scarlett justru tersenyum sangat manis—sebuah senyuman yang membuat Millian mendadak merasa waswas.

Scarlett membungkuk, mengambil botol minumnya yang untungnya tidak penyok karena berbahan tebal, lalu meletakkannya kembali ke atas meja dengan gerakan yang sangat anggun.

"Tidak apa-apa, Mentor Millian," sahut Scarlett dengan nada suara yang dibuat selembut mungkin, namun matanya berkilat tajam.

"Saya maklum. Pria dengan kondisi mata yang berbeda warna seperti Anda mungkin memiliki sedikit gangguan dalam persepsi jarak dan keseimbangan spasial. Saya sarankan Anda segera menemui dokter spesialis sebelum fungsi motorik tangan Anda memburuk dan merusak lebih banyak barang berharga di kampus ini."

"Apa kau bilang?!" desis Millian, langkah kakinya maju satu tapak, membuat atmosfer di dalam kamar sempit itu mendadak terasa pekat dan mencekam.

Clark yang berdiri di pintu buru-buru menarik pundak Millian ke belakang.

"Yang, sudahlah! Kita harus memeriksa kamar lain, waktu kita terbatas!" tegur Clark setengah berbisik, menyadari bahwa perdebatan ini jika diteruskan akan membuat posisi Millian terlihat kekanak-kanakan di depan mahasiswa baru.

Dengan napas yang memburu menahan jengkel, Millian akhirnya terpaksa mundur.

"Matikan lampu dalam lima menit. Jika aku melihat ada pendar cahaya dari kamar ini setelah jam sepuluh, kalian berdua akan kuhukum membersihkan aula utama besok pagi!" ancamnya sebelum membanting pintu kamar hingga bergetar.

Begitu pintu tertutup, Daniela langsung terduduk di atas kasurnya dengan wajah pucat.

"Demi Tuhan, Scarlett! Kau gila ya? Kau baru saja mengonfrontasi Seorang Millian Vale-Knight! Pria itu bisa saja mencabut beasiswamu jika dia mau!"

Scarlett hanya mendengus, membersihkan debu imajiner di atas botol minumnya.

"Biarkan saja dia mencoba, Dani. Pria sombong seperti dia tidak akan pernah menang melawanku jika menyangkut adu argumen. Dia hanya punya uang, tapi tidak punya otak yang cukup cepat untuk menjatuhkanku."

Di luar koridor asrama yang sepi, James yang rupanya sengaja menunggu di dekat tangga langsung menyambut Millian dengan tawa tertahan yang sangat puas.

"Bagaimana, brother? Apa kau berhasil membuat mangsamu menangis malam ini?"

"Diam kau, James!" umpat Millian gusar, berjalan cepat menuju asrama mentor di blok timur.

"Gadis itu benar-benar titisan setan. Mulutnya tidak bisa diam dan selalu punya jawaban untuk membalikkan kata-kataku. Lihat saja besok pagi di medan perkemahan... aku akan memastikan dia merangkak di bawah lumpur!"

🌷🌷

Mohon komentar sebanyak-banyaknya dong kak readers🫶🏻

1
Mita Paramita
nih pasti sih Ana yang lagi jadi paparazi dadakan 😈😈😈
Rosdianah 🌷: hihihi author up besok lanjutan nya kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
delaney cemburu liat Scarlett jadi pacar palsu millian 🤨 itu nama Moore mungkin kah masih keluarga sama Scarlett sama sama klan moore
Mita Paramita: kirain mereka satu klan abis nama belakang delaney ada Moore ny sama kayak nama belakang nenek scarlet 🤨
total 2 replies
Mita Paramita
susahkan dapetin hati Scarlett 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk Aman kata yang🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍lovestruck nih mereka
Rosdianah 🌷: semoga tetap stay dan gak bosan ya kak reader
total 1 replies
Mita Paramita
millian bisa jadi gentleman juga🤣🤣🤣🤣 buat dapetin hati scarlet
Rosdianah 🌷: hihihi 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!