NovelToon NovelToon
SCANDAL Part II: To Cacth A Star

SCANDAL Part II: To Cacth A Star

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

SCANDAL Part II: To Catch a Star

Sinopsis:

Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.

Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.

Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.

"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

...

  ..

  Setelah dua hari menikmati "bulan madu" rahasia yang super panas di Lembang, realitas kembali memanggil mereka berdua untuk menginjakkan kaki di Jakarta. Waktu bergulir begitu cepat tanpa terasa, dan hari ini sudah memasuki hari ke-40 Airaya menetap di dalam unit apartemen eksklusif milik Gala.

Suasana apartemen siang itu terasa begitu damai dan domestik. Aturan daster Tanah Abang yang dulu sempat Gala canangkan kini resmi masuk ke tong sampah. Aira sedang duduk bersila di atas sofa ruang tamu mewah dengan pakaian yang jauh lebih santai—kaos oversize hitam milik Gala yang sengaja ia jadikan dres tidur—sambil asyik mengunyah keripik kentang dan menonton TV. Sementara Gala baru saja keluar dari kamar mandi utama dengan celana pendek dan kaos tipis, tampak segar bugar dengan sisa-sisa binar kebahagiaan pria dewasa yang kebutuhannya terpenuhi dengan sangat baik selama 40 hari ini.

Tiba-tiba, keheningan siang itu dipecahkan oleh bunyi nyaring nada dering ponsel milik Aira yang terletak di atas meja marmer. Layarnya berkedip menampilkan nama panggilan yang sanggup membuat jantung siapa pun copot seketika: 'Ayah ❤️'.

Aira tersentak, keripik kentang di tangannya hampir saja jatuh. Dia melirik Gala yang juga langsung menghentikan langkah kakinya dengan tubuh menegang kaku di tempat.

"Halo, Ayah... Iya, ih Ayah kangen ya sama Yaya?" sapa Aira dengan nada manis yang dibuat ceria setenang mungkin setelah menggeser tombol hijau, mencoba menutupi detak jantungnya yang mendadak disko.

Dari seberang telepon sana, suara bariton tegas milik Elang Adytama terdengar bergaung berat langsung dari China. "gimana kabar anak ayah, Yaya gak nakal kan di sana? gak bertingkah kan? tgak nyusahin nomor Gala kan? !" tanya Elang protektif dari kejauhan.

Aira melirik ke arah Gala yang sekarang sudah berdiri tegak di samping sofa, menatapnya dengan mata elang yang menyipit tegang. Senyum licik andalannya perlahan mengembang di bibir merah Yaya.

"Gak kok, Ayah... Yaya sekarang anak baik, selalu di rumah terus. Kalau Ayah gak percaya, nih tanya aja langsung sama Om Gala! Kan Yaya dijagain ketat sama Om Gala" jawab Aira dengan nada polos tanpa dosa, langsung menyodorkan ponsel pintarnya tepat di depan wajah Gala yang seketika berubah pucat pasi dapet serangan dadakan.

Gala membuang nafas pasrah, Gala menerima ponsel tersebut dan menempelkannya di telinga.

"Halo, Bang Elang... Iya, ini gua, Gal," ucap Gala, berusaha keras mengembalikan intonasi suara baritonnya agar terdengar sesantai mungkin

Suara Elang di seberang sana langsung melunak, berubah menjadi suara tawa renyah khas seorang sahabat karib. "Eh, Gala! Gimana, Gal? Aman kan anak gadis gua di tempat lu? Gak bikin apartemen mewah lu rubuh karena kelakuannya kan?" tanya Elang tertawa tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun kalau sahabatnya itu sudah meruntuhkan batasan moral bersama anaknya.

"Aman, Bang. Yaya penurut kok di sini. Gak pernah keluar apartemen tanpa seizin gua," jawab Gala lempeng dengan muka tembok andalannya, menyembunyikan fakta bahwa Yaya emang gak keluar apartemen karena selalu dia kurung di dalam kamar tidur utamanya untuk "dieksekusi" berkali-kali.

Elang menghela napas lega, terdengar sangat bersyukur. "Syukur deh kalau gitu. Gua emang cuma percaya sama lu, Gal. Karena gua tahu lu itu jomblo karatan terhormat yang gak bakal kepancing sama anak kecil," puji Elang yang bener-bener telak menghantam ulu hati Gala sampai berdenyut ngilu.

Sebelum Gala sempat membalas, pria berusia 37 tahun di seberang telepon itu lagi-lagi melancarkan aksi ledekan andalannya untuk mengejek status lajang Gala. "Tapi ngomong-ngomong soal jomblo... udah lah, Gal. Cari sana perempuan yang bisa nemenin hari-hari lu. Umur lu udah berapa sekarang? Karir emang penting, saham melimpah emang mentereng, tapi teman hidup yang sesungguhnya itu juga perlu, Gala!" ceramah Elang serius.

"Lu lihat itu si Regal bocil kematian! Setelah delapan tahun perjuangan, akhirnya lengkap juga keluarga kecilnya karena anaknya baru lahir kemarin. Masa lu yang spek idola satu Indonesia gak bisa lawan ketakutan dan trauma masa lalu lu? Cari bini sana, biar gak dibilang perjaka tua impotent terus sama si Keenan!" cibir Elang bertubi-tubi diakhiri tawa menggelegar, berniat membully sahabatnya seperti biasa.

Gala mendengus malas, memutar bola matanya jengkel mendengar khotbah "Kapan Nikah" yang sudah seratus kali dia dengar dari sirkel motor AIS-nya. "Iya, Bang, iya. Gak usah bawa-bawa si Regal deh. Gua tutup ya, gua ada jadwal baca naskah film baru," balas Gala ketus untuk mengakhiri obrolan sebelum emosinya makin semrawut.

"Oke, oke. Jagain anak gadis gua bener-bener ya, Gal! Yuk, assalamualaikum." Panggilan pun terputus.

Gala menurunkan ponselnya, menyerahkannya kembali ke tangan Yaya dengan napas berat yang dilepas kasar. Namun, alih-alih ketakutan, sebuah seringai tipis yang sangat berbahaya dan penuh kemenangan perlahan terukir di bibir tegas sang aktor papan atas.

Gala menatap lurus mata sayu Yaya yang sedang menahan tawa di atas sofa, lalu dia membatin dalam hati meluapkan ego nya

"Jangan nyesel ya, Bang Elang," batin Gala meratap sinis bercampur puas. "Lu sendiri dari tadi yang nyuruh dan rusuh maksa gua buat cepet-cepet nyari pendamping hidup biar gak kesepian. Ya udah... kalau emang takdirnya begitu, anak gadis kesayangan lu aja yang sekarang resmi gua jadikan teman hidup gua selamanya. Lu yang nganterin dia ke sarang singa, jadi jangan ngamuk kirim gua ke planet mars pas lu balik dari China,!"

Gala melangkah maju, langsung mengurung tubuh ramping Yaya di atas sofa dengan kedua lengan kekarnya, menatap pekat wajah cantik gadis itu dengan aura kepemilikan yang teramat pekat.

1
Ana Wahyu Fajri
sukaa,,sukaaa😍
Ana Wahyu Fajri
malu banget om Gala🤣
jhiee: 🤣🤣🤣 wkwkwk
total 1 replies
Ana Wahyu Fajri
ayo Yaya,,lanjutkan godaanmu🤭
jhiee: berat ini mah godaan gala😭
total 1 replies
Desy Bengkulu
wala mak posesifnyoooo
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
jhiee: wkwkwk iya dong🤣 tapi maklum aja si Aira emang segenit itu🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
wah si gala lebih serem dari elang ternyata yee gila🤣🤣🤣
jhiee: hahahah🤣🤣 salahin aja tuh om om yang lain, eh salahin aja si elang yang bilang dia gak ada nafsunya sama anak kecil🤣
total 3 replies
jhiee
ya bingung juga beb😭 masa gala jadi penjahat sih.. yang rubah licik kan si yaya🤧
Desy Bengkulu
aku komen satu rangkap aja ya beb
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
Desy Bengkulu
hihihihi kayk mbak kunti aku beb cekikikan sendiri seneng banget up cerita yang ini
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘
jhiee: love you to🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!