NovelToon NovelToon
Gairah Yang Dibayar Mahal

Gairah Yang Dibayar Mahal

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Teen / Tamat
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Demi membiayai operasi ayahnya, Natalie nekat menjual keperawanannya pada seorang pria yang tidak ia kenal. Namun pria yang datang ternyata seorang dokter berhati baik yang justru ingin menyelamatkannya dari jalan buntu itu.

Setelah melewati malam yang penuh gairah, Drake malah kecanduan dengan tubuh Natalie, padahal dia tahu kalau wanita itu hanya mengejar uang.

Saat rahasia tergelap mereka terbongkar, mampukah hubungan rapuh dan terlarang ini tetap bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Ceklek..

Nathalie mendorong pintu masuk rumah Drake dengan gerakan pelan dan hati-hati. 

Tubuhnya terasa berat, setiap langkah seperti menyeret beban yang tak terlihat. Perban putih bersih melingkari keningnya, menutupi luka yang masih berdenyut-denyut nyeri. Rasa pusing masih menyelimuti kepalanya, dan sesekali pandangannya kabur jika ia bergerak terlalu cepat. 

Dia sudah membersihkan bekas noda darah di bajunya, tapi noda kecil kecokelatan yang susah dibersihkan masih samar terlihat di kerahnya.

Begitu pintu terbuka, Drake yang sedang berdiri di ruang tamu langsung menoleh. Matanya yang tajam langsung tertuju pada perban di dahi Nathalie. Wajahnya yang semula lelah setelah seharian bekerja berubah seketika. 

Tanpa ragu, ia melangkah cepat menghampiri wanita itu, sepatunya berderit pelan di lantai marmer yang dingin.

“Nathalie?” suaranya penuh kekhawatiran. Drake langsung mendekat, tangannya terulur menyentuh lengan wanita itu dengan lembut tapi tegas, seolah takut ia akan jatuh. 

"Kenapa dengan keningmu? Apa yang terjadi?"

Drake mengusap pelan pinggiran perban itu dengan ibu jarinya, sentuhannya sangat hati-hati seolah takut menyakitinya. Matanya menyipit, memeriksa luka di balik perban dengan tatapan dokter yang terlatih. Bau obat betadine samar masih menempel di kulit Nathalie.

Nathalie menunduk, menghindari kontak mata. Jantungnya berdegup kencang. Bayangan wajah Sela yang penuh amarah dan ancaman tadi siang masih menghantui pikirannya. “Tidak apa-apa. Tidak sengaja tadi terbentur wastafel,” jawabnya dengan suara pelan, berusaha terdengar biasa.

Drake mengerutkan keningnya dalam-dalam. Ekspresi wajahnya jelas menunjukkan ketidakpercayaan. Ia mundur selangkah, tapi tangannya masih memegang lengan Nathalie.

“Terbentur wastafel?” ulangnya, suaranya rendah dan penuh tanya. “Bagaimana bisa? Memang sedang apa kamu sampai terbentur seperti itu?”

Ruangan terasa hening sejenak. Hanya suara detak jam dinding yang terdengar. Drake memperhatikan setiap detail, cara Nathalie berdiri yang agak membungkuk, tatapannya yang gelisah, dan bagaimana tangannya sedikit gemetar meski berusaha disembunyikan.

Instingnya sebagai dokter sekaligus kekasih langsung berteriak bahwa ada yang tidak beres dengan wanitanya.

“Kamu kepleset di kamar mandi?” tanya Drake lagi, suaranya lebih lembut kali ini, tapi tetap ada nada curiga yang tak bisa disembunyikan.

“Eum” jawab Nathalie singkat. Ia mengangguk kecil, merasakan rasa nyeri di keningnya.

Ia tidak berani berbicara panjang lebar. Takut suaranya akan bergetar, takut kata-kata yang salah keluar dan membuat semuanya semakin rumit. “Hanya kepleset biasa. Sudah tidak apa-apa kok.”

Drake diam sejenak. Ia menatap wajah Nathalie lekat-lekat, seolah mencoba membaca pikirannya. Ada sesuatu yang mengganggu hatinya, sebuah firasat yang tak enak. 

Nathalie biasanya bukan tipe yang ceroboh. Apalagi di rumah sakit, ia sangat hati-hati. Tapi sekarang, wanita itu terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang besar.

Drake menghela napas panjang. Ia tidak ingin memaksa, setidaknya untuk saat ini.

“Istirahatlah, Kamu kelihatan sangat lelah. Jangan memaksakan diri dulu” ucapnya sambil menuntun Nathalie dengan lembut ke arah kamar tidur mereka. Tangan Drake berada di punggung bawah wanita itu, memberi dukungan agar langkahnya stabil.

Tanpa bantahan Nathalie mengikuti langkah Drake. Kamar tidur yang luas dan nyaman itu terasa lebih dingin malam ini. Cahaya lampu tidur yang temaram menyinari tempat tidur king size dengan seprai putih bersih. 

Drake membantunya duduk di pinggir ranjang, lalu berlutut di depannya untuk melepas sepatu Nathalie dengan hati-hati.

“Aku harus keluar. Ada urusan yang tidak bisa ditunda. Kamu tidur saja, ya? Nanti aku bawakan makan malam kalau kamu lapar” kata Drake sambil bangkit berdiri. Ia mengusap pipi Nathalie pelan, ibu jarinya menyentuh kulit yang masih agak pucat. 

Nathalie hanya mengangguk lemah. Ia ingin menceritakan semuanya tentang Sela, tentang ancaman itu, tentang rasa sakit yang masih berdenyut di kepalanya. Tapi lidahnya terasa kelu. Dia takut Drake marah, dan bertengkar dengan wanita itu.

Drake mengecup kening Nathalie dengan sangat lembut, tepat di atas perban. “Istirahat yang cukup. Aku tidak lama.”

Setelah mengucapkan itu, Drake berbalik dan keluar dari kamar. Suara langkahnya perlahan menghilang di koridor. 

Ceklek...

Begitu pintu kamar tertutup, Nathalie akhirnya membiarkan tubuhnya ambruk ke atas kasur. Ia meringkuk, memeluk bantal erat-erat sambil menahan air mata yang ingin jatuh.

Rasa sakit di keningnya bukan apa-apa dibandingkan rasa cemas yang kini menyelimuti hatinya. Ia tahu, kebohongan ini tidak akan bertahan lama. Drake terlalu cerdas untuk tidak curiga. Dan Sela… wanita itu jelas tidak akan berhenti sampai di sini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Drake melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, mesin mobil sport mewah itu meraung keras membelah jalanan ibu kota yang mulai sepi di malam hari. Lampu-lampu jalanan dan gedung-gedung tinggi berkelebatan seperti garis-garis cahaya yang kabur di pinggir kaca mobil. Tangan Drake mencengkeram setir dengan kuat hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol. Rahangnya mengeras, matanya fokus ke depan tapi pikirannya berkecamuk hebat.

Angin malam yang masuk melalui celah jendela mobil tidak mampu mendinginkan amarah yang membara di dadanya. Dalam waktu hanya tiga puluh menit, mobil mewah itu sudah meluncur memasuki kawasan elit di pinggiran kota. Gerbang tinggi rumah keluarga besar itu terbuka otomatis begitu sensor mendeteksi plat nomornya.

Drake memarkirkan mobilnya dengan kasar di pelataran luas yang dikelilingi taman rapi dan air mancur mewah. Lampu-lampu taman menyinari rumah utama yang megah dan sangat mewah, sebuah mansion bergaya klasik Eropa dengan pilar-pilar marmer tinggi, jendela-jendela besar, dan atap yang menjulang. 

Sebagai keturunan keluarga konglomerat terkemuka, Drake sudah terbiasa dengan kemewahan ini sejak kecil. Tapi malam ini, kemewahan itu terasa menyesakkan, seperti penjara emas yang terus mengikatnya.

Bugh....

Ia keluar dari mobil dengan gerakan cepat, pintu mobil ditutupnya keras hingga menimbulkan suara dentuman. 

Udara malam yang sejuk menyapa kulitnya, tapi tidak mengurangi panas amarah di dadanya. Drake melangkahkan kaki panjangnya menuju pintu utama yang sudah terbuka lebar, seolah rumah itu sudah menanti kedatangannya.

Begitu ia melangkah masuk, deretan maid berpakaian rapi berjejer di ruang tamu yang luas. Mereka semua membungkuk setengah badan secara serempak, suara mereka kompak dan penuh hormat.

“Selamat malam, Tuan Muda Drake,” sapa mereka hampir bersamaan.

Drake sama sekali tidak membalas sapaan itu. Wajahnya dingin, tatapannya lurus ke depan tanpa sedikit pun melirik ke arah para pelayan. Ia melewati mereka begitu saja seperti angin yang lewat, langkahnya tegas dan penuh tujuan.

Ia langsung menuju ruang makan utama. Aroma masakan mewah sudah tercium dari kejauhan, steak, sup, dan aneka hidangan mahal yang pasti sudah disiapkan neneknya. 

Lampu kristal besar di langit-langit ruangan menyinari meja makan panjang dari kayu mahoni yang sudah ditata indah dengan peralatan makan perak dan vas bunga segar.

Di ujung meja, neneknya duduk dengan anggun. Wanita paruh baya itu mengenakan gaun sutra mahal berwarna gelap, rambutnya ditata rapi, dan perhiasan berlian di lehernya berkilauan. Ia tersenyum tipis saat melihat cucunya datang, seolah tidak ada yang terjadi siang tadi.

“Drake, akhirnya kamu datang juga,” kata nenek Drake dengan suara lembut, penuh kepuasan. “Duduklah. Makan malam sudah siap.”

Drake berhenti di ambang pintu ruang makan. Matanya menyipit tajam menatap neneknya. Amarah yang selama perjalanan ditahannya kini semakin mendidih. 

“Untuk apa nenek menyuruhku datang kesini?" Tanya Drake tampa basa basi.

1
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kok gak sadar2 jadi orang
Oma Gavin
percuma drake bawa kabor nathalie kalau ujungnya bisa diketemukan sela dan nenek nya kalau mau kabor yg jauh pergi dari negara tsb biar tdk bisa diketemukan mereka
merry yuliana
jia you nathalie libas si ular sela hanvurkan nenek gandrong....ayo drake jangan pengecut..crazy up kak🙏
merry yuliana
katanya ceo tp ga bs batalin pwrjodohan haiyaaa kabur nat pergi dari drake ....gerus aja pake ulekan
Mita Paramita
lanjut Thor 😉
merry yuliana
ihhhh emang ulet keket mak.grandong bs ngimpi?ckckckkcck crazy up kak
Oma Gavin
namanya juga iblis sela akan menggila untuk melenyapkan nathalie siap" drake untuk menjaga nathalie
Mita Paramita
pasti drake mau dijodohin sama wanita pilihan nenek nya 🤨🤨🤨
chiara azmi fauziah
bilng sm dokter drak biar tidak serba salah kamunya nathali
Mita Paramita
Natalie terlalu lemah di-bully sela diam aja🫡 mending cerita ke drake biar bebas dari sela
Oma Gavin
sella dokter murahan sampai segitunya ingin menjadi istri drake jelas" drake ngga ada rasa kok dipaksa jgn salahkan nathalie disini dia juga korban drake kalau ingin dipilih drake ya hrs bisa jadi jalang
Mita Paramita
akhirnya Nathalie bisa nolongin ayahnya , walaupun imbalan nya harus jadi pemuas nafsu drake.
merry yuliana
semoga drake jatuh cinta dan menghargai natalie sebagai wanita yang berharga bukan cuma barang ....crazy up.kak
Mita Paramita
cuma drake yang peduli sama Natalie 😭 Thor itu Natalie udah diperkaos sama Andreas?🤨
Mita Paramita
lanjut drake bawa kabur Natalie dari ibunya yang laknat 🤣🤣🤣
Oma Gavin
pasti drake yg datang wah andreas bisa dihabisin drake jgn lupa bu dyah sekalian dibikin sekarat ibu kok ngga ngotak malah seneng dan bangga anaknya laku mahal
Oma Gavin
apa bener nathalie anak kandung dyah kenapa setega itu menjual anaknya demi rupiah selama ini ua g yg diberikan nathalie dikemanakan buktinya ayahnya masih sekarat
Mita Paramita
drake datang dong 😭 selametin Natalie
Mita Paramita
Natalie bodoh kali cari yang lain di club...tau gitu sama drake aja atau pak dosen
Mita Paramita
lanjut drake 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!