Gadis polos yang dunia nya hancur, saat kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua nya, di saat paling rapuh ia jatuh kedalam pelukan pria berkuasa sekaligus pemimpin gelap
Bagis pria itu gadis kecil ini adalah hak mutlak , satu satu nya obsession yang tak pernah ia lepas kapan pun
"Kau milik ku gadis kecil, selama nya semua yang ada padamu itu milik ku tidak akan pernah menjadi milik orang lain, sayang, " ucap nya dengan penuh obsession
Gimana kah cerita nya ,dari pada penasaran kuy baca novel aku 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfazilah Cell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Obsesif
Dua hari kemudian Alesha pun tersadar dari koma nya, iya sudah koma dua hari, iya selamat walaupun sempat kritis tapi iya normal kembali
Alesha pun melihat sekeliling, iya tau ini rumah sakit iya pun menatap tangan nya begitu pucat, pikiran nya pun melayang kemana mana, iya pun duduk pelan meringis sedikit karena kepala nya pusing kemudian kembali normal
"Dedy, Mami kalian dimana, Alesha sudah bangun, ujar Alesha memanggil orang tua
sunyi pun terdengar tidak ada sahutan dari orang tua nya, Alesha pun kembali memanggil
" Dedy Mami, Alesha bangun kalian dimana, ujar Alesha lagi tapi tetap tidak ada sahutan sama sakali
Kemudian suara pintu terbuka pun terdengar, Alesha pun melihat seorang suster yang membawakan nampang berisi bubur dan obat
"Nyonya Alesha sudah bangun, ujar suster tersebut yang menghampiri Alesha," Iya suster, Dedy sama Mami Alesha mana sus,? taya Alesha
"Mereka sedang dalam pemeriksaan dokter, jadi nyonya Alesha makan dulu, ujar suster tersebut yang memberikan bubur nya, " Apa saya boleh menjenguk nya,? taya alesha
"Tentu boleh tapi Nyonya Alesha makan dulu nya, ujar suster tersebut, alesha pun mengangguk dan kemudian memakan nya hingga habis, setalah itu iya pun meminum obat nya
" Sus apa sekarang Alesha udah boleh,? taya Alesha, suster itu pun bingung harus jawab apa, tapi kemudian Dokter dan jek pun masuk kedalam, Gimana kabar kamu Alesha sudah sehat,? taya Dokter tersebut yang menghampiri Alesha
"Sudah mulai sehat Dok haya kepala Alesha sedikit pusing tapi gak Papa, jawab Alesha tersenyum, " Dok apa Alesha boleh jenguk orang tua Alesha,? taya Alesha lagi
Dokter pun menghembuskan nafas panjang, kemudian iya pun menatap Alesha lesu
"Alesha, orang tua Kamu sudah meninggal dua hari yang lalu, saat Kamu sedang koma, jawab Dokter tersebut, membuat Alesha lemas dan mata nya berkaca kaca
" Dokter bohong kan, jangan bercanda Dokter Alesha tidak suka, bilang bohong kan Dokter, Teriak Alesha , "Mami Dedy kenapa kalian ninggalin Alesha, Alesha gak mau sendiri hiks hiks, ujar Alesha terisak kemudian iya pun menatap Dokter itu lagi
" Dokter tidak bohong kan, Dedy sama Mami Alesha pasti masih hidup Dokter bohong, ujar Alesha, "Saya tidak bohong Alesha, jawab Dokter tersebut merasa iba
" Dimana orang tua saya di kubur Dok,? taya Alesha, "Tuan Jek akan membawa mu ke makam orang tua mu, " ujar Dokter tersebut
Alesha pun turun dari atas ranjang kemudian iya menghampiri jek setelah itu iya menatap nya
"Bawa Alesha ke makam Dedy sama Mami pliss Alesha mohon, ujar Alesha menatap jek dengan mata imut nya dengan arti memohon, " Baik nyonya saya akan mengantarkan mu, mari, ujar jek
mereka pun berjalan menuju mobil di parkiran kemudian mereka pun masuk kedalam mobil dan berjalan menuju makam
Di sisi lain Aiden sedang mengawasi mereka di layar laptop nya
"Jangan nangis sayang, Kamu tidak sendiri Aku sekarang hidup Mu satu satu nya, ujar Aiden
" Berani banget Kamu sayang menatap Jek dengan mata manis mu itu, hah untuk kali ini saya maaf kan sayang karena Kamu sedang dalam berduka cita saya tidak akan mengganggu mu, tapi setelah Kamu pulang dari makam itu, Aku akan menjemput Mu untuk selama nya, ujar Aiden tersenyum
Di makam, Alesha pun menangis sesenggukan sambil memeluk batu nisan sang Mami dan Dedy nya
"Mami sama Dedy kenapa ingkar janji sama Alesha, Sekarang Alesha sendiri Mami sama Dedy mau kan jemput Alesha, ujar Alesha
" Aduh nyonya ngomong gitu bisa habis dia sama tuan , batun Jek yang berdiri di belakang Alesha
"Mami sama Dedy bilang kalau Alesha harus kuat, tapi Alesha tidak bisa, ini terlalu menyakitkan buat Alesha, Alesha mau ikut Kalian hiks hiks, kenapa Aku gak mati saja sekalian sama Dedy dan Mami hiks, ujar Alesha semakin terisak
" Alesha sudah gak puya siapa siapa sekarang, Alesha sendiri hiks hiks, buat apa Alesha hidup Mami sama Dedy saja tidak ada lagi di samping Alesha, hidup ini gak adil buat Alesha, ujar Alesha lemah , hingga sebuah tangan mengelus rambut nya lembut, kemudian iya pun menatap sosok itu Alesha menatap asing
"Siapa yang bilang gadis Ku sendiri hmmm, ujar Aiden, iya itu memang Aiden yang menghampiri Alesha ke makam karena waktu Alesha sudah habis
"Kamu siapa, Alesha gak kenal Kamu, ujar Alesha lemah seakan sudah pasrah dengan hidup nya
" Kamu tidak perlu mengenalkan ku sayang, sekarang ikut Aku, kita pulang, ujar Aiden
"Alesha gak mau, Alesha mau disini saja, ujar Alesha
" Sayang jangan menguji kesabaran ku hmm, sekarang ikut Aku pulang ya, ujar Aiden iya sungguh sangat lembut tapi penuh penekanan
"Pergi kalian dari sini, jangan panggil Aku sayang, Alesha gak kenal Kamu, Alesha gak takut sama Kamu pergi jangan ganggu Alesha hiks hiks, teriak Alesha iya sungguh sangat frustasi ingin sekali iya memukul diri nya dengan batu
Aiden pun diam, tapi diam nya penuh arti, iya menatap Alesha dingin tapi tajam, iya tidak suka gadis kecil nya berteriak apa lagi kepada nya, Aiden pun menangkup pipi bulat Alesha kemudian merapat wajah kedua nya hingga hidung kedua nya bertemu
" Tatap Aku sayang, Aku tidak suka gadis ku teriak teriak, dan sekarang kau milik ku sayang ikut Aku pulang dengan keadaan yang baik atau Aku akan menghukum mu di depan makam orang tua mu hmm pilih yang mana,? taya Aiden tidak main main
"Alesha gak mau kedua dua nya, Alesha gak tau kamu siapa, jangan ngancem ngancem Alesha, kalau ga Alesha teriak biar orang datang dan memukul mu, ujar Alesha keras dengan mulut kecil nya, mata nya tersirat rasa sedih kesal dan takut semua nya tercampur menjadi satu
" Shut , sayang Kamu tidak ada perintah buat ngomong di sini, Aku menyuruh mu untuk memilih bukan untuk bicara keras, mulut kecil mu ini tidak pernah saya izinkan berbicara keras apalagi berteriak, atau tidak aku akan membuat nya tidak bisa mengeluarkan suara indah itu lagi hmm, ujar Aiden tajam membuat jantung Alesha don seakan berhenti berdetak
"Pilih sayang, kamu ikut Aku pulang dengan selamat, atau Aku akan menghukum Mu di depan makam orang tua Mu, pilih cepat sayang waktu Mu tidak banyak, ujar Aiden
"Hukuman apa, Alesha kan gak ada salah sama Kamu, ujar Alesha pelan nyali nya sudah menciut kini haya tinggal ketakutan dan kesedihan, apalagi melihat sepasang hazel hitam ber paduan coklat tajam melihat menik mata bulat indah nya
Aiden pun tersenyum, rupa nya gadis kecil nya ini sangat polos dari pada yang dia pikirkan, tapi dengan itu iya lebih mudah manipulatif gadis manis nya ini
" Tergantung kesalahan Mu sayang, tapi Alesha ku ini pengen di hukum dengan apa sayang hmmm,? taya Aiden
"Alesha gak mau di hukum, Alesha gak salah, hiks hiks, ujar Alesha kembali menangis pelan iya sungguh takut dengan kondisi ini , tapi bagi Aiden ini adalah pemandangan yang sungguh indah
" Jangan nangis sayang, ayo hukuman apa yang cocok buat Alesha ku ini, karena sudah menolak pulang bersama Ku , ujar Aiden kembali
"Alesha gak tau hiks hiks , jawab Alesha
" Gitu nya, yasudah Aku akan memberikan hukuman kepada Mu, kau harus melakukan nya tampa ada bantahan, ujar Aiden tersenyum licik
Bersambung.
Thank you yang sudah baca cerita oyen😊