NovelToon NovelToon
Tegarnya Seorang Ibu

Tegarnya Seorang Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:842
Nilai: 5
Nama Author: yayuk riyani

Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Laporan Mbok Muna

Hari demi hari berlalu. Desi merasa rumah tangganya semakin hambar. Suaminya semakin menunjukkan tanda-tanda yang mengarah ke perselingkuhan. Ridwan lebih sering lembur. Kadang Desi tidak percaya, dia ingin membuktikan apakah suaminya benar-benar lembur atau hanya berbohong. Tapi, Desi tidak berani, apalagi dengan karakter Ridwan yang temperamental. Desi tidak ingin Ridwan marah dan mengamuk, apalagi mengingat anak-anaknya yang masih kecil. Desi hanya bisa pasrah dan bertahan dengan semua ini. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada dirinya, nanti siapa yang akan menjaga anak-anaknya.

Hari ini bulan berganti dan saatnya gajian.

'Semoga saja mas Ridwan memberi lebih bulan ini.' , harap Desi dalam hati. Ridwan hari ini masuk shift pagi. Bangun tidur seperti biasa Desi memasak dan mencuci pakaian. Semua dilakukan dengan cekatan agar selesai tepat waktu. Selesai memasak, Desi membangunkan Bagas agar bersiap-siap ke sekolah. Kemudian dia membangunkan suaminya juga. Kalau Rafi dan Aqilla biar sama mbok nanti.

Setelah rapi, Desi, Bagas dan ayahnya sarapan bersama kemudian berangkat. Ridwan mengantar Desi dan Bagas.

Setelah sampai, Desi mencium tangan Ridwan sambil bertanya, "Nanti nggak lembur kan mas ?"

"Iya, nggak." , jawab Ridwan.

"Syukurlah." , jawab Desi.

Siang hari, Desi dan Bagas pulang ke rumah. Desi sangat bersyukur, bulan ini gajinya dinaikkan 500 ribu karena dia merangkap tugas TU juga selain mengajar. Juga dia mendapat tambahan dari guru-guru yang dia bantu menyelesaikan administrasi nya. Desi sengaja tidak memberitahu suaminya tentang kenaikan gajinya. Dia khawatir suaminya semakin semena-mena memberikan uang nafkah nya. Bulan ini juga ada pendaftaran P3K, Desi dengan semangat mempersiapkan administrasi yang diperlukan.

'Ya Allah, semoga hamba bisa lulus P3K. ' , bathin Desi.

Malam hari, seperti biasa, setelah makan malam, Desi menemani anak-anaknya belajar, sementara Aqilla menonton TV bersama ayahnya. Setelah selesai belajar, Rafi dan Bagas menonton TV sebentar sebelum tidur.

"Mas, hari ini sudah gajian kan?" , tanya Desi.

"Iya, sudah." , jawab Ridwan sambil mengeluarkan dompetnya.

"Ini, maklumin gaji mas dipotong kantin. Pas lembur mas makan dan ambil rokok di kantin." , jawab Ridwan.

Kemudian Desi menghitung uang yang Ridwan kasih.

"Mas, nggak salah ini kok cuma 1 juta setengah? Dulu mas ngasih 3 juta tapi semakin kesini kok semakin sedikit. " , tanya Desi.

" Iya, gimana lagi. Kebutuhan mas juga banyak. " , jawab Ridwan.

Desi hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya.

"Tapi mas, ini mana cukup. Buat bayar kontrakan 1 juta, belum mbok 800 ribu, belum bayar listrik, air, bayaran sekolah Rafi jg kebutuhan lain." , ucap Desi.

Namun, Ridwan seolah-olah menggampangkan semua nya.

"Kalau nggak sanggup bayar ya nggak usah pakai pembantu, gampang toh." , ucap Ridwan.

"Tapi mas, mama kan kerja juga, kasihan Rafi sama Aqilla nggak ada yang jaga. Nggak boleh juga bawa anak ke sekolah, dimarahin kepala sekolah nanti." , jawab Desi.

"Ya sudah, terus gaji mama buat apa? Nggak usah kerja sekalian aja biar bisa jaga anak-anak." , jawab Ridwan tak mau kalah.

" Kalau mama nggak kerja, mana cukup buat makan juga uang yang mas kasih ini." , jawab Desi masih berusaha memberi pengertian pada suaminya.

"Ya udah, terima aja apa adanya." , jawab Ridwan marah sambil masuk kamar.

Desi hanya bisa menangis dalam diam. Dia sebenarnya tidak ingin bertengkar apalagi di depan anak-anak. Tapi suaminya tidak bisa mengerti malah menunjukkan kemarahan di depan anak-anaknya.

Rafi melihat mamanya menangis langsung memeluk mamanya. Sambil berkata, "Mama jangan nangis ya, kalau mama nggak ada uang, Rafi nggak usah sekolah aja ma, biar uang mama nggak habis.".

"Jangan sayang, Rafi harus sekolah biar bisa jadi anak yang pintar dan bisa sukses nantinya. Biar mama yang kerja cari uang. " , jawab Desi.

"Ayok, sudah malam, sekarang semua tidur ya, matikan TV nya." , ucap Desi pada anak-anaknya.

"Iya ma." , jawab mereka bertiga.

Kemudian mereka semua tidur.

Keesokkan harinya semua berjalan seperti biasa. Di sekolah, Desi memutar otak, berpikir bagaimana caranya mencari tambahan pemasukkan. Lalu dia mencoba berjualan pulsa. Dia memberitahukan teman-teman nya kalau perlu pulsa bisa beli padanya. Sebagian dari temannya langsung membeli. Kebetulan awal bulan, banyak yang memerlukan pulsa.

'Alhamdulillah.' , bathin Desi.

Siang hari, Desi dan Bagas pulang ke rumah dan Desi segera memberikan uang gaji mbok Muna.

"Mbok, ini gaji mbok. Diterima ya mbok, maaf masih sama dengan bulan kemarin ya mbok. Saya belum bisa naikin." , ucap Desi.

"Alhamdulillah, iya nggak papa bu. Makasih banyak bu" , jawab mbok Muna.

"Iya mbok sama-sama. " , jawab Desi.

"Mbok, maaf mau tanya, tentang mas Ridwan mbok. Kalau pas di rumah, mbok ada lihat sikapnya yang aneh nggak? Nelpon perempuan misalnya?" , tanya Desi.

"Iya bu, mbok sebenarnya udah lama mau ngomong ke ibu, tapi nggak berani. Kalau ibu kerja, bapak sering kunci pintu kamar terus nelpon perempuan kayanya sambil ketawa-ketawa. Mbok sering dengar. Samar-samar mbok dengar, bapak manggil sayang-sayang gitu bu." , ucap mbok Muna panjang lebar.

Tentu saja, Desi kaget mendengarnya. Dia tidak menyangka kecurigaannya selama ini benar, mulai dari Ridwan yang sering berbohong tentang banyak hal. Seakan-akan semua omongannya tidak bisa dipercaya dan alasannya suka tidak logis. Seperti lembur kerja,seharusnya kalau lembur ada tambahan gaji, lah ini malah berkurang dipotong makan katanya. Bukannya makan dapat jatah.

"Ya Allah, masa sih mbok? Tapi makasih banyak mbok sudah ngasih tau saya. " , jawab Desi.

"Iya bu, sama-sama. Mbok pulang ya bu." , jawab mbok Muna.

"O iya mbok. Maaf ya mbok pulangnya jadi telat." , ucap Desi.

"Nggak papa bu sekali-sekali. Assalamu'alaikum." , jawab mbok.

"Wa'alaikumsalam mbok." , balas Desi.

Setelah mbok muna pulang, Desi langsung menyuruh anak-anaknya untuk tidur siang.

Namun, Desi tidak bisa tidur. Dia masih memikirkan omongan mbok Muna.

'Tidak mungkin mbok Muna bohong.' , ucap desi di dalam hati.

'Tapi, seandainya benar pun, apa yang bisa aku lakukan? Paling hanya bisa diam dan pasrah.'  , gumam Desi pada dirinya sendiri.

'Pantas mas Ridwan acuh padaku, aku baru ingat, sudah seminggu lebih mas Ridwan tidak minta jatah. Apa mungkin, sudah sejauh itu hubungan mereka? Tapi siapa perempuan itu, jarbukannya teman-teman mas Ridwan di kantor cowok semua?' , bathin Desi semakin bingung.

Desi pusing memimirkan semuanya. Akhirnya, Desi mencoba untuk tidur dan melupakan semuanya. Dia tidak mau ambil pusing dengan kelakuan suaminya. Dia tidak ingin stres. Cukup sudah dia dipusingkan dengan masalah ekonomi. Dia tidak mau memikirkan yang lain lagi.

Malam hari, seperti biasa setelah makan, anak-anak belajar setelah itu istirahat tidur. Namun, suami Desi belum kunjung pulang juga. Akhirnya, Desi memberanikan diri menelpon. Begitu telpon diangkat, Desi dikagetkan lagi dengan jawaban Ridwan yang bilang lembur lagi.

'Astagfirulah hal'adzim. Lembur kemana lagi suamiku ?' ,bathin Desi. Desi hanya bisa menangis sampai ketiduran.

1
Lee Mba Young
wanita Banting tulang laki nya mah enak, kerja pulang kelon ma wanita lain. sdng istri ttp terima Dan Cinta walau gk di kasih duit. asal pulang jatah kelon cm 3 Hari tinggl pergi lagi. itu pun burung nya dah bekas wanita lain, iuhh jijik banget kan berbagi burung suami. ya cm bgitu desi dah terima banget. kl aku mnding janda lah. ngapa in punya suami kl masih Banting tulang ngurus anak gk dapat nafkah lahir batin.
Lee Mba Young
yg aneh adlh desi, laki gk nyukupi selingkuh tp masih bertahan. kelihatan kecintaan banget. mnding janda jelas status nya. pasti alasan desi anak anak. pdhl anaknya gk Ada yg di perhatikan bpk nya🤣. sbenere bukan anak anak tp desi nya yg kecintaan ma rizwan. punya suami tp kayak janda mnding janda sekalian to. punya suami tp hidup masih jd tulang punggung.
puput: mksh komen nya kk. Desi msh jaga nama baik 2 keluarga kk jg bertahan demi anak2. Walaupun sulit jg menyakitkan. Dia msh berpikir pandangan orang trhdp dia dan anak2 nya jika bercerai.
total 1 replies
Lee Mba Young
desi laki model bgitu masih bertahan, berarti desi yg gk bisa tanpa laki nya. bukan anaknya yg gk bisa tanpa bpk nya.
pulang juga desi masih mau di tiduri ma laki nya pdhl laki nya gk peduli ma mereka kerja jauh krn punya gundik. desi tau tp masih mau berarti desi yg kecintaan ma lakinya. pdhl anak anak juga dia ngurus sendiri masih hrs kerja juga.
kl aku juga ogah jd desi.
puput
makasih komen nya kk...
Lee Mba Young
buktinya hrse di kirim ke HP mu desi trus tuntut suami mu penjarakan sm gundik nya. knp gk di simpan buktinya. mungkin krn Desi gk ingin cerai mniknati jd istri yg gk di anggap🤣.
kl Aku mnding cerai toh anak juga gk di nafkahi. cerai lbih jos bhgia walau tanpa suami.
puput: Desi terlalu takut mengingat anaknya msh kcl2 trs jg mengingat watak suaminya yg temperamen klo marah bs nekat...
total 2 replies
puput
Semangat selalu. Semoga suka dengan novel ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!