NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

​Setelah menempuh perjalanan selama dua hari melewati perbukitan Yunzhou, rombongan akhirnya tiba di pusat kekuasaan wilayah selatan. Di hadapan Wu Tian, menjulang sebuah gerbang batu raksasa setinggi tiga puluh meter dengan ukiran sepasang naga yang melilit pilar-pilarnya. Di tengah gerbang, terukir plakat emas bertuliskan nama yang megah: Klan Wu.

​Di balik gerbang itu, terhampar kompleks kediaman yang menyerupai sebuah kota mandiri. Bangunan-bangunan berarsitektur kuno dengan atap bertingkat berdiri megah di antara paviliun-paviliun kultivasi. Ratusan murid berjubah putih bersih berlalu-lalang, menciptakan atmosfer sebuah klan besar yang sedang berada di puncak kejayaan.

​Begitu menginjakkan kaki di area klan, Wu Jun langsung beraksi. Ia mengibaskan kipas lipatnya, melempar senyum menawan, dan menyapa para murid junior yang lewat. Dalam sekejap, ia kembali menjadi "panggung utama" yang dipuja-puja, memulihkan egonya yang sempat hancur di kedai kopi tempo hari.

​Sementara itu, Wu Lin berjalan di samping Wu Tian yang terus mengamati sekeliling. Wajah pemuda itu tetap datar, namun otaknya yang dipenuhi ingatan purba sedang mengevaluasi tata letak bangunan klan. Di mata Wu Tian, formasi pertahanan Klan Wu ini memiliki banyak titik buta yang bisa ditembus dengan mudah jika ada musuh yang menyerang dari udara.

​"Ayo, Wu Tian. Kita harus ke Biro Urusan Luar terlebih dahulu untuk mendaftarkan identitasmu sebagai murid cabang," bisik Wu Lin.

​Mereka berdua berjalan menuju sebuah paviliun kayu di sudut area luar. Di dalam paviliun tersebut, seorang tetua tingkat rendah bertubuh tambun dengan janggut pendek bernama Tetua Liu sedang memeriksa tumpukan gulungan dokumen.

​"Tetua Liu, saya ingin mendaftarkan saudara jauh dari cabang klan terpencil agar bisa menetap di kediaman utama," ucap Wu Lin sembari membungkuk hormat.

​Tetua Liu mengangkat kepalanya, menatap Wu Lin sekilas, lalu pandangannya beralih pada Wu Tian. Alis tetua itu bertaut melihat penampilan Wu Tian. Meskipun mengenakan jubah biru tua standar, aura ketampanan yang dingin dan tatapan mata hitam legam milik Wu Tian langsung menarik perhatian beberapa murid internal yang sedang mengurus keperluan di dalam paviliun.

​"Cabang terpencil? Dokumen resminya mana? Surat pengantar dari tetua cabang?" tanya Tetua Liu dengan nada suara yang sinis dan malas.

​"Dokumennya... hilang di perjalanan karena kami sempat diserang oleh kelompok Klan Li," jawab Wu Lin, sedikit berbohong agar administrasi berjalan lancar.

​Mendengar nama Wu Lin dan melihat pemuda tampan di sebelahnya, beberapa murid internal di sudut ruangan mulai berbisik-bisik dengan nada iri. Di kediaman utama, Wu Lin adalah salah satu primadona yang didekati banyak murid berbakat. Melihat Wu Lin membawa seorang pemuda asing yang sangat rupawan secara personal, rasa cemburu sosial langsung tersulut.

​"Cih, dari cabang terpencil tapi wajahnya sok tampan," bisik seorang murid internal berpipi tirus dengan nada sinis. "Paling-paling hanya pemuda lemah yang ingin menumpang hidup dan mencari muka di depan Senior Lin."

​Wu Tian mendengar ejekan itu dengan jelas, namun ia bahkan tidak sudi menoleh. Bagi seorang predator puncak dari Shenzhou, gonggongan domba-domba lemah ini sama sekali tidak layak untuk direspons.

​Tetua Liu menghela napas, lalu mengeluarkan sebuah batu giok bulat berukuran kepalan tangan yang memancarkan cahaya putih redup dari bawah mejanya. "Sesuai aturan klan, siapa pun yang ingin masuk tanpa dokumen harus menguji Akar Spiritualnya terlebih dahulu. Letakkan tanganmu di atas Batu Penguji ini."

​Wu Tian menatap batu giok tersebut. Otaknya langsung mengenali alat itu. Jika ia melepaskan sedikit saja esensi energi hitam keemasan miliknya ke dalam batu ini, struktur internal batu giok tersebut pasti akan meledak hancur berkeping-keping, dan seluruh rahasia tentang dirinya sebagai monster Shenzhou akan terbongkar.

​‘Sembunyikan aliran dantian, sisakan satu tetik energi paling dasar,’ batin Wu Tian, memanipulasi aliran energinya menggunakan teknik penyamaran tingkat tinggi dari ingatan purbanya. Ia sengaja mengunci rapat seluruh basis kultivasi aslinya di sudut terdalam tubuhnya.

​Wu Tian perlahan meletakkan telapak tangan kanannya di atas permukaan batu giok.

​Wuuush...

​Batu giok itu bergetar sesaat. Alih-alih memancarkan kilatan cahaya yang menyilaukan mata atau meledak, batu itu hanya mengeluarkan secercah cahaya kelabu yang sangat redup, lalu mati kembali dalam hitungan detik.

​Tetua Liu melihat hasil itu dan mendengus meremehkan. "Akar Spiritual tingkat rendah. Bakat kultivasinya sangat buruk, bahkan hampir mendekati manusia biasa tanpa bakat. Status: Murid Luar tingkat paling bawah."

​Melihat hasil tersebut, para murid internal di dalam paviliun langsung tertawa meremehkan. Wu Jun yang kebetulan baru masuk ke paviliun untuk menyusul mereka, diam-diam menghela napas lega yang luar biasa. Ketakutannya bahwa Wu Tian akan merebut posisinya sebagai jenius nomor satu langsung sirna.

​"Hahaha! Ternyata hanya modal tampan, tapi bakatnya sampah!" ejek murid berpipi tirus tadi dengan keras, tidak lagi berbisik-bisik. "Senior Lin, untuk apa membawa orang cacat kultivasi seperti ini ke kediaman utama?"

​Wu Lin menggigit bibir bawahnya, menatap Wu Tian dengan perasaan bersalah yang mendalam. Ia tahu betul pemuda di sebelahnya ini bisa menghancurkan monster tingkat tinggi dalam sekali kibas, tapi demi menyembunyikan identitas, Wu Tian terpaksa menerima hinaan ini.

​Wu Tian sendiri hanya menarik tangannya kembali dengan wajah yang sangat santai. Baginya, dicap sebagai "sampah" oleh makhluk-makhluk lemah ini justru sangat menguntungkan. Singa tidak perlu membuktikan kekuatannya di depan sekumpulan semut.

​Karena hasil tesnya yang dianggap sangat buruk, Wu Tian ditempatkan di area murid luar yang terletak di ujung paling pojok dan belakang kompleks klan. Tempat itu berupa sebuah paviliun kayu kecil yang sudah usang, berdebu, dan dipenuhi sarang laba-laba.

​"Maafkan aku, Wu Tian..." ucap Wu Lin dengan nada penuh sesal saat mengantarnya ke depan pintu kamar. "Karena hasil tes tadi, aku tidak bisa menempatkanmu di paviliun yang lebih layak."

​Wu Tian mendorong pintu kayu yang berderit itu, menatap ruangan kosong yang berdebu. Namun, sudut bibirnya sedikit terangkat—sebuah ekspresi langka yang tidak disadari Wu Lin. Tempat ini sangat sepi, jauh dari keramaian murid lain, dan langsung berbatasan dengan hutan belakang klan yang rimbun. Bagi Wu Tian, ini adalah tempat yang paling sempurna untuk bermeditasi dan membuka sisa fragmen ingatan purbanya tanpa gangguan siapa pun.

​"Tidak apa-apa. Tempat ini bagus," jawab Wu Tian enteng. "Aku suka kesunyian."

​Sementara Wu Tian mulai membersihkan kamarnya dalam diam tanpa ada satu pun orang klan yang mencurigai kekuatan aslinya, di sisi lain Yunzhou, kediaman utama Klan Li sedang sibuk mempersiapkan strategi.

​Di dalam ruang pertemuan Klan Li, Tuan Muda Li Peng berlutut di depan meja ayahnya, sang Tetua Agung Klan Li. Ia melaporkan kejadian kekalahannya dari Wu Jun di Kedai Fajar dengan wajah penuh amarah.

​"Ayah! Wu Jun merendahkan klan kita di depan umum! Kita harus membalasnya di Kompetisi Klan nanti!" seru Li Peng berapi-api. "Oh ya, di dekat mereka juga ada seorang pemuda asing misterius berbaju biru tua yang bepergian bersama Wu Lin."

​Tetua Agung Klan Li, seorang pria paruh baya dengan mata licik, hanya mendengarkan laporan itu sembari meminum araknya. Ketika mendengar tentang pemuda misterius berbaju biru, ia hanya mengibaskan tangannya dengan acuh tak acuh.

​"Pemuda misterius? Jika dia bepergian dengan murid luar dan hanya diam saat kamu memprovokasi, dia paling-paling hanya pengawal rendahan atau murid cabang tidak berguna," ucap Tetua Agung Klan Li dengan nada sangat meremehkan. "Jangan buang waktu kita untuk memikirkan satu orang asing yang tidak jelas. Fokus kita adalah menyabotase formasi utama Klan Wu saat Kompetisi Klan bulan depan. Begitu formasi mereka goyah, kita akan meratakan wilayah selatan Yunzhou."

​Klan Li sama sekali tidak peduli dan mengabaikan keberadaan Wu Tian, menganggapnya tidak lebih dari sekadar kerikil kecil di jalanan. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa meremehkan pemuda asing tersebut adalah kesalahan terbesar yang akan membawa kehancuran total bagi klan mereka dalam waktu dekat.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe tubuh fisik yang kuat😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
LanzT0k3
keren ❤️❤️
Danzo28: Terimakasih 🥳
total 1 replies
ibarumbung
mantap... lanjut thor
Danzo28: siap KA
ditunggu yahhh🥳
total 1 replies
Was pray
ceritanya bagus sih cuma up nya yg terlalu lama dan sedikit pula... ntar para reader mundur Krn gak sabar nunggu up nya
Was pray: oke... 👍
total 2 replies
Was pray
sayang sekali wu Tian kuat tapi gaya bertarungnya gak ada seninya, kayak babi hutan yg nyruduk
Was pray
cari uang lah.. wu Tian, masak mau mengandalkan diberi makan sama orang lain terus?
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo Thor semangat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mereka tidak tau monster sesungguhnya mulai bangkit😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
monster sesungguhnya mulai beraksi👍😄😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii ayooooo bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehe..aroma pembantaian nih 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh konspirasi tersembunyi 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehehe pura2 jadi babi🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha harga diri yang hancur🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur ceritanya bagus dan menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca beberapa chapter di awal cukup bagus alur ceritanya 👍
ibarumbung
alur cerita yang bagus
Danzo28: Terimakasih
semoga betah yahh
Happy reading 🥳🥳🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!