NovelToon NovelToon
ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Duda
Popularitas:724
Nilai: 5
Nama Author: Flaura Charisma

Asisten Duda CEO Tajir Melintir

Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.

Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.

Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.

Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

warisan yang disembunyikan

Ruang kerja di penthouse dipenuhi keheningan.

Galaxy dan Grizella sama-sama terpaku menatap layar laptop yang kini menampilkan wajah seorang wanita berusia sekitar tiga puluh tahun. Parasnya begitu lembut, dan jika diperhatikan lebih lama, garis wajahnya sangat mirip dengan Grizella.

Air mata Grizella mengalir tanpa terasa.

"Tidak..."

Wanita di dalam video menarik napas panjang sebelum mulai berbicara.

"Kalau kamu melihat rekaman ini, Grizella, berarti waktunya telah tiba untuk mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya."

Galaxy menoleh ke arah Grizella yang terlihat gemetar.

Tanpa berkata apa pun, ia menggenggam lembut tangan wanita itu, memberikan ketenangan.

Di layar, wanita itu kembali melanjutkan.

"Namaku Elena Hart. Aku adalah ibu kandungmu."

Tubuh Grizella langsung melemas.

"Apa...?"

Selama dua puluh tahun, ia percaya bahwa wanita yang membesarkannya adalah ibu kandungnya.

Ternyata...

Semua yang ia yakini selama ini hanyalah sebagian dari kebenaran.

"Wanita yang membesarkanmu adalah kakakku. Dia menyelamatkanmu ketika hidupmu berada dalam bahaya."

Grizella menutup mulutnya.

Air matanya semakin deras.

Galaxy tetap berada di sampingnya.

Ia tidak mengucapkan kata-kata penghiburan.

Namun genggaman tangannya tidak pernah lepas.

Video terus berjalan.

"Keluarga Wesley dan keluargaku pernah menjadi sahabat."

"Ayah Galaxy, Alexander Wesley, adalah satu-satunya orang yang membantuku melindungimu."

Galaxy mengangkat wajah.

Nama ayahnya kembali disebut.

"Saat itu ada sekelompok orang yang mengincar sebuah dokumen penting."

"Mereka percaya dokumen itu berada di tangan keluargaku."

Galaxy mulai menghubungkan semua petunjuk.

Lambang bunga lily.

Adrian.

Richard Wesley.

Semua ternyata memiliki kaitan dengan masa lalu.

Wanita dalam video kembali berbicara.

"Kalau suatu hari nanti Galaxy menemukanmu, jangan pernah membencinya."

"Dia tidak mengetahui apa pun."

"Ayahnya sengaja merahasiakan semua ini demi keselamatan kalian berdua."

Grizella memejamkan mata.

Dadanya terasa sesak.

Berarti sejak awal...

Alexander Wesley sudah mengetahui keberadaannya.

Galaxy menatap layar tanpa berkedip.

"Ayah..."

Ia tidak pernah menyangka bahwa ayahnya menyimpan rahasia sebesar ini.

Video berakhir lebih cepat dari dugaan.

Layar kembali gelap.

Ruangan menjadi sunyi.

Tidak ada satu pun dari mereka yang langsung berbicara.

Grizella menghapus air matanya.

"Jadi..."

"Saya bahkan tidak tahu siapa diri saya sebenarnya."

Galaxy menatapnya.

"Kau tetap Grizella yang kukenal."

Kalimat itu membuat Grizella perlahan mengangkat wajah.

"Tidak peduli siapa ibu kandungmu."

"Tidak peduli masa lalumu."

"Bagiku..."

"Kau tetap orang yang sama."

Jantung Grizella berdegup semakin cepat.

Untuk pertama kalinya, ia merasakan kehangatan yang selama ini selalu ia cari.

Namun...

Belum sempat suasana menjadi tenang, laptop kembali menyala dengan sendirinya.

Sebuah file baru muncul.

"Buka hanya jika Richard Wesley sudah bergerak."

Galaxy dan Grizella saling berpandangan.

Mereka sadar...

Rahasia yang lebih besar baru saja dimulai.

Galaxy menatap file yang baru muncul di layar laptop.

Nama file itu membuat suasana kembali mencekam.

"Buka hanya jika Richard Wesley sudah bergerak."

Galaxy menggerakkan kursor perlahan.

"Apa kita membukanya sekarang?" tanya Grizella dengan suara pelan.

Galaxy mengangguk.

"Kalau ayah memang meninggalkan semua ini untuk kita, berarti inilah waktunya."

Ia menekan tombol Enter.

Layar kembali berubah gelap sebelum menampilkan sebuah rekaman video lain.

Kali ini yang muncul adalah Alexander Wesley.

Wajahnya terlihat lebih muda, tetapi sorot matanya tetap tegas dan penuh wibawa.

"Galaxy, jika kau melihat rekaman ini, berarti Richard akhirnya memilih jalan yang paling kutakutkan."

Napas Galaxy tertahan.

Sudah bertahun-tahun ia merindukan suara ayahnya.

"Richard bukan orang jahat sejak awal. Keserakahanlah yang mengubahnya."

"Dia percaya perusahaan ini seharusnya menjadi miliknya."

Grizella memandang Galaxy yang mulai mengepalkan tangannya.

Ia tahu, mendengar semua ini bukanlah hal yang mudah.

Alexander melanjutkan rekamannya.

"Namun perusahaan bukanlah tujuan utama Richard."

"Yang sebenarnya dia cari adalah Arsip Aurora."

Galaxy mengernyit.

"Arsip Aurora?"

Ia belum pernah mendengar nama itu.

Dalam video, Alexander seolah mengetahui pertanyaan putranya.

"Arsip Aurora adalah kumpulan dokumen rahasia yang berisi bukti transaksi, kepemilikan saham, dan identitas orang-orang yang selama puluhan tahun mengendalikan berbagai perusahaan besar dari balik layar."

Grizella menatap layar dengan tak percaya.

"Jadi... semua ini bukan hanya tentang Wesley Corporation?"

Galaxy menggeleng pelan.

"Sepertinya jauh lebih besar."

Video berlanjut.

"Elena Hart mempercayakan satu bagian penting dari Arsip Aurora kepadaku."

"Sedangkan bagian lainnya disembunyikan bersama putrinya."

Grizella membeku.

"Putrinya..."

Galaxy menoleh kepadanya.

Berarti yang dimaksud adalah Grizella.

Namun bagaimana mungkin?

Grizella bahkan tidak pernah mengetahui keberadaan arsip itu.

Tiba-tiba terdengar bunyi notifikasi dari laptop.

Sebuah peta digital muncul.

Di tengah peta terdapat satu titik yang berkedip.

Lokasinya berada di sebuah gedung tua di Manhattan.

Di bawah peta tertulis satu kalimat.

"Brankas Nomor 27."

Galaxy segera memotret layar.

"Kita harus ke sana."

Grizella mengangguk.

"Tapi kalau Richard juga mengetahui tempat itu..."

Galaxy tersenyum tipis.

"Berarti kita harus lebih cepat."

Di sisi lain kota...

Richard Wesley sedang duduk di ruang kerjanya.

Seorang anak buahnya masuk tergesa-gesa.

"Tuan Richard."

"Mereka sudah membuka file kedua."

Richard tertawa pelan.

"Bagus."

"Biarkan mereka menemukan Brankas Nomor 27."

Anak buahnya tampak bingung.

"Bukankah di sana ada bagian dari Arsip Aurora?"

Richard berdiri sambil menatap jendela gedung pencakar langit.

"Ada."

"Tapi di sana juga ada jebakan."

Senyumnya perlahan melebar.

"Kali ini..."

"Galaxy tidak akan sempat menyelamatkan Grizella."

Sementara itu, tanpa menyadari bahaya yang menunggu, Galaxy menggenggam tangan Grizella.

"Apa pun yang terjadi besok..."

"Kau tetap di sisiku."

Grizella menatapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Selama Anda tidak menyuruh saya pergi..."

"Saya akan tetap di samping Anda."

Galaxy tersenyum tipis.

Untuk pertama kalinya sejak semua kekacauan ini dimulai, ia merasa tidak lagi berjalan sendirian.

Namun mereka belum tahu...

Seseorang telah memasang bom waktu di dalam Brankas Nomor 27.

Pagi berikutnya, langit New York diselimuti awan kelabu.

Sebuah mobil hitam milik Wesley Corporation melaju menuju sebuah gedung tua di kawasan Manhattan.

Di dalam mobil, Galaxy duduk di kursi belakang bersama Grizella, sementara Aaron mengemudi dengan fokus.

"Tuan, tim keamanan sudah mengepung area sekitar gedung."

Galaxy mengangguk.

"Jangan bertindak gegabah."

"Kita tidak tahu jebakan apa yang sudah disiapkan."

Grizella menatap gedung tua yang mulai terlihat dari kejauhan.

Bangunan itu tampak tak terurus.

Jendelanya dipenuhi debu dan sebagian dindingnya mulai retak.

Sulit dipercaya bahwa tempat seperti itu menyimpan rahasia yang diperebutkan selama puluhan tahun.

Mereka memasuki gedung dengan hati-hati.

Langkah kaki mereka bergema di lorong yang sunyi.

Di ujung lorong terdapat sebuah pintu besi tebal.

Di atasnya terpasang pelat kecil bertuliskan:

Brankas Nomor 27

Galaxy menarik napas dalam.

"Inilah tempatnya."

Aaron mengeluarkan alat pembuka kunci elektronik.

Beberapa detik kemudian...

Klik!

Pintu besi perlahan terbuka.

Di dalam ruangan hanya ada sebuah brankas besar dan rak-rak arsip yang sudah dipenuhi debu.

Grizella melangkah mendekat.

"Sepertinya tidak ada siapa-siapa."

Namun Galaxy justru semakin waspada.

"Justru itu yang membuatku curiga."

Saat Galaxy membuka pintu brankas...

Terdengar suara pelan.

Tit... tit... tit...

Semua orang langsung membeku.

Aaron menoleh ke arah suara itu.

Wajahnya seketika pucat.

"Tuan..."

"Itu suara bom."

Galaxy menatap bagian dalam brankas.

Di balik tumpukan dokumen, sebuah alat peledak dengan penghitung waktu terlihat menyala.

Sisa waktu di layar hanya menunjukkan:

02:58

Grizella menahan napas.

"Galaxy..."

Galaxy tetap tenang.

"Aaron."

"Evakuasi semua orang."

"Lalu bagaimana dengan Anda?"

"Aku dan Grizella akan mengambil arsipnya."

Aaron menggeleng keras.

"Itu terlalu berbahaya!"

Galaxy menatapnya tegas.

"Kalau arsip ini hancur, semua pengorbanan ayahku akan sia-sia."

Aaron akhirnya berlari keluar untuk mengosongkan gedung.

Galaxy membuka brankas lebih lebar.

Di dalamnya terdapat sebuah map kulit berwarna hitam dengan lambang bunga lily perak.

"Itu pasti Arsip Aurora."

Grizella segera mengambil map tersebut.

Namun saat ia mengangkatnya, sebuah sensor kembali berbunyi.

Tit! Tit! Tit!

Waktu yang tersisa berubah menjadi:

01:30

Galaxy langsung menggenggam tangan Grizella.

"Kita harus keluar. Sekarang!"

Mereka berlari menyusuri lorong.

Debu beterbangan dari langit-langit yang mulai bergetar.

Saat hampir mencapai pintu keluar...

Sebuah balok kayu tua jatuh menghalangi jalan.

Brak!

Grizella refleks mendorong Galaxy menjauh.

Namun dirinya sendiri terjebak di balik reruntuhan.

"Galaxy!"

Suara Grizella terdengar panik.

Galaxy segera berbalik.

"Grizella!"

Ia mencoba mengangkat balok itu.

Namun ukurannya terlalu besar.

Waktu terus berjalan.

00:45

"Pergilah!" teriak Grizella.

"Tidak!"

Galaxy menggeleng keras.

"Aku tidak akan meninggalkanmu!"

Grizella menatap Galaxy dengan mata berkaca-kaca.

"Kalau Anda tetap di sini..."

"Kita berdua akan mati."

Galaxy tetap berusaha mengangkat balok itu.

Otot di lengannya menegang.

Namun balok itu hanya bergeser sedikit.

00:20

Galaxy menggertakkan giginya.

"Aku berjanji akan melindungimu."

"Dan aku tidak akan mengingkari janjiku."

Dengan seluruh tenaga yang ia miliki, Galaxy akhirnya berhasil menggeser balok itu.

Grizella segera merangkak keluar.

Tanpa berpikir panjang, Galaxy memeluknya erat dan mereka berdua berlari menuju pintu keluar.

00:05

Mereka melompat keluar dari gedung.

BOOOOM!

Ledakan besar mengguncang seluruh kawasan.

Gelombang kejut membuat Galaxy dan Grizella terhempas ke tanah.

Beberapa detik kemudian...

Galaxy membuka matanya perlahan.

Hal pertama yang ia lakukan adalah mencari Grizella.

Saat melihat wanita itu terbaring beberapa meter darinya, ia langsung berlari.

"Grizella!"

Grizella membuka matanya perlahan.

"Aku... tidak apa-apa."

Galaxy mengembuskan napas lega.

Tanpa memedulikan orang-orang di sekitar, ia memeluk Grizella erat.

"Aku hampir kehilanganmu."

Kalimat itu keluar begitu saja dari hatinya.

Grizella membalas pelukan itu untuk pertama kalinya.

"Aku juga tidak ingin kehilangan Anda..."

Namun, di tengah momen itu, Aaron datang dengan wajah panik sambil membawa sebuah dokumen yang berhasil diselamatkan dari Arsip Aurora.

"Tuan..."

"Anda harus melihat ini."

Galaxy membuka halaman pertama.

Di sana terdapat daftar nama para pemegang saham rahasia.

Dan pada urutan paling atas tertulis satu nama yang membuatnya membeku.

Galaxy Adelion Wesley.

Padahal...

Ia tidak pernah merasa memiliki saham ataupun mengetahui keberadaan dokumen tersebut.

Seseorang telah menggunakan namanya selama bertahun-tahun.

Rahasia di dalam Arsip Aurora mengungkap bahwa identitas Galaxy telah dipakai dalam jaringan bisnis gelap selama bertahun-tahun. Sementara itu, Grizella mulai menerima ancaman yang menyebut bahwa dialah "kunci terakhir" untuk menghancurkan keluarga Wesley.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!