NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PUTRI KECIL

"Di mana Ayahanda?!" tanya Ara langsung, menatap tajam ke arah Xavier dan Raymond yang baru saja turun dari kuda mereka.

"Beliau ada di kamarnya, Bella, ibu juga ada di sana menemaninya," jawab Raymond sambil menyerahkan tali kekang kudanya pada seorang pengawal.

Tanpa membuang waktu dan tanpa memedulikan penampilannya yang masih memakai gaun lusuh, Ara langsung berlari kencang.

"Hei, Arabella! Jangan berlari seperti itu! Nanti kamu terjatuh!" teriak Xavier dari belakang, mencoba mengejar adiknya.

BRAK

Ara membuka pintu kamar utama raja dengan cukup kasar, membuat beberapa tabib istana yang sedang berbisik-bisik di dalam ruangan langsung terlonjak kaget.

Di atas ranjang besar, terlihat sosok Raja Costa yang sedang terbaring lemah dengan wajah yang agak pucat.

Di sisi ranjang, Ratu Soraya sedang duduk dengan setia, menggenggam tangan suaminya dengan mata yang berkaca-kaca.

"Ayahanda!" pekik Ara, air matanya yang sejak tadi ditahan akhirnya tumpah juga melihat kondisi sang ayah.

Ratu Soraya langsung menoleh ke arah pintu, matanya melebar seketika saat melihat putri kecilnya yang sudah hilang selama enam bulan akhirnya berdiri di depan pintu.

"Bella? Oh, astaga, putriku!" ucap Ratu Soraya, langsung berdiri dari duduknya dan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.

Ara berlari memeluk ibunya dengan sangat erat, menumpahkan segala rasa rindu yang selama ini dia sembunyikan di dalam gubuk kecilnya.

"Ibu... maafkan Bella... Bella nakal karena sudah kabur..." bisik Ara sesenggukan di pundak sang ratu.

Ratu Soraya mengusap punggung Ara dengan penuh kasih sayang, mencium puncak kepala putrinya berkali-kali tanpa peduli bahwa baju Ara sedikit kotor karena debu.

"Tidak apa-apa, Sayang, yang penting kamu sudah pulang dengan selamat, ibu merindukanmu," ucap Ratu Soraya dengan suara bergetar menahan tangis bahagia.

Di atas ranjang, terdengar suara batuk kecil yang lemah.

Uhuk

Uhuk

Raja Costa perlahan membuka matanya, menatap ke arah pelukan hangat istri dan anaknya.

"Be... Bella? Itu benar-benar putri kecilku?" tanya Raja Costa dengan suara serak, mencoba menegakkan tubuhnya untuk duduk.

"Ayah! Jangan banyak bergerak dulu!" ucap Ara, buru-buru melepaskan pelukan ibunya dan beralih duduk di tepi ranjang, membantu ayahnya bersandar pada bantal.

Raja Costa menatap wajah Ara dengan lekat, lalu sebuah senyuman tulus terukir di wajah paruh baya nya yang penuh wibawa, dia meraih tangan mungil Ara, menggenggamnya dengan erat.

"Kamu ke mana saja, Bella? Kenapa betah sekali tinggal di luar sana? Apa kamu sudah tidak sayang lagi pada Ayah yang tua ini, Hem?" tanya Raja Costa, nada suaranya terdengar sangat manja, sangat jauh dari kesan seorang raja yang ditakuti rakyatnya.

Ara cemberut, meskipun air matanya masih mengalir di pipinya.

"Ayahanda bohong! Kata Kak Xavier dan Kak Raymond, Ayahanda sakit parah sampai tidak mau minum obat! Kenapa Ayahanda suka sekali membuat Bella khawatir sih?!" omel Ara, persis seperti cara dia mengomeli Lucian jika pria itu malas-malasan di kebun.

Mendengar omelan putrinya, Raja Costa justru terkekeh pelan, membuat wajah pucat nya mendadak terlihat sedikit lebih segar.

"Kalau Ayah tidak bersikap seperti itu, mana mungkin kamu mau pulang ke istana ini? Kamu kan keras kepala, persis seperti Ibumu saat muda dulu," goda Raja Costa, melirik jahil ke arah Ratu Soraya.

"Eh? Kok jadi membawa-bawa Ibu?" protes Ratu Soraya sambil mencubit pelan lengan suaminya, membuat suasana kamar yang tadinya tegang dan sedih mendadak berubah menjadi penuh kehangatan keluarga.

Xavier dan Raymond yang baru saja masuk ke dalam kamar hanya bisa bersandar di dekat pintu sambil tersenyum tipis melihat pemandangan itu. Keluarga mereka akhirnya kembali lengkap.

"Lihat itu, baru juga Bella datang, penyakit jantung Ayahanda langsung sembuh setengahnya," sindir Xavier dengan senyum miringnya, berjalan mendekat ke arah ranjang.

"Tentu saja! Bella kan obat paling mujarab untuk Ayah, tidak seperti kalian berdua yang kerjanya hanya bisa membuat kepala Ayah pusing," jawab Raja Costa, sukses membuat Xavier cemberut dan Raymond hanya bisa berdehem canggung.

Ara tertawa kecil melihat interaksi keluarganya, tapi di tengah tawa itu, tangannya tidak sengaja menyentuh liontin batu amber yang melingkar di lehernya.

Rasa hangat dari batu itu mendadak mengingatkannya lagi pada sosok pria bermata tajam yang mungkin saat ini sedang kebingungan mencarinya.

"Ian... kamu sekarang lagi apa ya?" batin Ara, senyumnya perlahan memudar digantikan oleh rasa gundah yang kembali menyerang hatinya.

Ratu Soraya yang menyadari perubahan ekspresi di wajah putri bungsunya langsung mengusir para tabib dengan lambaian tangan.

Setelah para tabib keluar dan pintu ditutup rapat, sang Ratu kembali duduk di sisi ranjang, menatap Ara dengan penuh selidik.

"Bella, ada apa? Kenapa wajahmu mendadak melamun begitu? Dan kalung apa yang ada di lehermu itu?" tanya Ratu Soraya, matanya yang jeli langsung menangkap kilauan batu amber sederhana yang sangat tidak cocok dengan selera perhiasan istana.

Ara tersentak kaget, buru-buru menurunkan tangannya dari kalung itu dan mencoba menyembunyikannya di balik kerah baju katunnya.

"Eh? Ini bukan apa-apa, Ibu! Cuma kalung mainan murah yang ku beli di pasar!" jawab Ara gugup, matanya bergerak gelisah ke kiri dan ke kanan.

Pangeran Xavier yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik adiknya langsung maju selangkah, menatap tajam ke arah leher Ara dengan kening berkerut.

"Mainan murah kata mu? Jangan bohong, Bella, aku tahu betul jenis-jenis batu permata, dan batu amber itu punya kilauan yang aneh, seperti ada energi di dalamnya," ucap Xavier, menyipitkan matanya curiga.

"Kak Xavier sok tahu ah! Sudah kubilang ini cuma batu biasa untuk pajangan!" bentak Ara, wajahnya mendadak memerah karena kesal sekaligus panik rahasianya terbongkar.

Raja Costa yang melihat putri kecilnya mulai memekik kesal langsung menepuk pelan tangan Ara, mencoba menenangkan.

"Sudah, sudah, Xavier, jangan menggoda adikmu terus, baru juga dia pulang, sudah kamu ajak berdebat saja," tegur Raja Costa, membela putri kesayangannya seperti biasa.

"Ayahanda terlalu memanjakannya, lihat saja penampilannya sekarang, mana ada putri kerajaan yang bajunya mirip orang gila begitu," gerutu Xavier, meskipun dalam hati dia merasa lega melihat adiknya kembali ceria.

Raymond yang sejak tadi diam akhirnya melangkah mendekati ranjang, menatap Ara dengan pandangan yang jauh lebih serius dan mengintimidasi.

"Bella, sejujurnya, kamu benar-benar hanya tinggal sendirian di gubuk itu? Tidak ada orang lain?" tanya Raymond, menyelidiki dengan nada suaranya yang berat.

Deg

Deg

Deg

Pertanyaan Raymond sukses membuat jantung Ara berdegup dua kali lebih kencang, bayangan wajah posesif Lucian langsung berputar-putar di kepalanya.

1
kaylla salsabella
pasti si raja
kaylla salsabella
ayo mine cepat sehat mine
kaylla salsabella
makin seru
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣 panik kan... kan🤣🤣🤣🤣
Ayu Oktaviani
jumpa lagi thor ,aq mmpir di karya baru mu,😘
Gaishan Ahzar
payah c Lucian lemah jg...bukanya buru2 nyari bukti kelakuan c Michelle malah makin kejebak kan jdinya,,
ryuka
ayoo Iaann kamu harus semangat nyari laki2 itu.. kakek juga mantan raja tapi malh ga bijak iikkhhh
kaylla salsabella
itu lady lady gagak gak kapok"
kaylla salsabella
nah lo
kaylla salsabella
wah pasti bakal kalang kabut nih si Ian
Gesang
lanjuuuut👍
kaylla salsabella
akhirnya nyampe juga
Pa Muhsid
eh tor baru inget di bab ini nasib Lucius kakaknya jasmine gimana yang berburu sampai di ujung negeri
kaylla salsabella: mungkin sudah nikah sama nona pemburu
total 1 replies
Wahyuningsih
klau up jgn lma2 thor tk enak menunggu... upnya yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
IG : hofi03_skrniii: siap cantik, stay tuned yaaa 🤍
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus
MomRea
kuli kebun dan nona kubis 😄😄😄
IG : hofi03_skrniii: couple goals 💅🏻
total 1 replies
ryuka
yaahhh kepisah sonl ian sma ara 🤭🤭🤭🤭
IG : hofi03_skrniii: konflik tipis-tipis dulu ahh😁
total 1 replies
kaylla salsabella
wuhaaaaaa..... cari penyakit cari gara " lo Michelle🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭 bentar lagi bakal hancur dirimu🤣🤣🤣🤣
IG : hofi03_skrniii: takut banget si wanita licik itu berulah😣
total 1 replies
kaylla salsabella
wah nanti bakal gak ketemu Ian dan ara
IG : hofi03_skrniii: kangen-kangenan dulu, biar mereka sadar kalau udah saling sukaaa😆
total 1 replies
kaylla salsabella
ayo bawa ara Ian biar obati mine
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!