Perusahaan keluarga Reno Mahesa di Jerman mengalami kehancuran setelah di pimpin oleh Arabella, anak pertama dari zevano dan Isabella.
Arabella jatuh cinta pada seorang pria dan mengorbankan segalanya. siapa sangka pria tersebut justru merebut takhta perusahaan milik Mahesa grup.
Sanggupkah Arabella merebut kembali perusahaan sang kakek?
kisah ini lanjutan dari kisah kelurga Reno Mahesa. kisah anak-anak, cucu-cucu Reno dan Delena. kisah ini mengusung percintaan, balas dendam, keterpurukan dan mengharu biru.
ikuti terus kelanjutannya dan jangan di skip, biar kalian tahu alur ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengacau perusahaan
Arra yang sedang berkutat di depan layar, mengalihkan pandangannya saat ponselnya bergetar. Ia melihat pesan masuk dari Pamella, sekertaris kepercayaannya.
(Nona, saya sudah menemukan nama-nama yang terlibat kecurangan perusahaan)
(Baiklah, jam makan siang kita bertemu di luar. Jangan di ruangan mu. Pasti akan mencurigakan)
(Oke nona, saya tunggu nona di luar kantor)
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, para karyawan mulai istrahat untuk makan siang.
"Wilona!"
Arra yang baru keluar dari ruangan kerja, menghentikan langkahnya.
"Ada tugas dadakan dari ibu kepala, kamu harus selesaikan hari ini juga!" tukas Shella sambil menyerahkan tumpukan berkas.
Alis Arra mengernyit "Apa tidak ada orang lain untuk selesaikan tugas ini? kerjaan ku untuk buat laporan saja belum selesai, kenapa kamu tekan aku untuk selesaikan hari ini?"
"Hey! kamu itu anak magang disini, cuma masa percobaan satu tahun. Apa kamu yakin bisa bertahan di perusahaan ini!" tukas Shella seraya membanting tumpukan kertas kebawah kaki Arra.
Arra menahan amarah di dadanya, ia ingin sekali menampar dan menjambak rambut Shella, namun ia harus tetap menahannya.
"Aku tidak mau tahu, sore ini kamu harus selesaikan semua berkas ini!" seru Shella sambil melangkah pergi.
Arra mengepal kuat tangannya "Sialan! Beraninya kau melempar berkas ini pada CEO perusahaan Mahesa. Aku akan membalas mu Shella!" pekik Arra dalam hati. Ia berjongkok dan membereskan berkas-berkas tersebut, lalu di bawa keruangan nya.
Mobil sedan putih sudah menunggu sejak tadi, Arra masuk kedalam mobil Pamella.
"Apa ada masalah?! Tanya Pamella seraya menyetir, ia dapat melihat kekesalan di wajah sang CEO.
"Shella mulai buat masalah! Ia melempar berkas kelantai."
Pamella terkejut "Ap-apa?! berani sekali dia!"
"Apa perlu saya bereskan tikus busuk itu!"
"Jangan dulu, sepertinya dia bisa diandalkan." ucap Arra sambil melipat kedua tangannya di dada.
Atau jangan-jangan dia seorang mata-mata pejabat perusahaan."
"Bisa jadi, aku curiga pada wanita itu!"
Saat sedang berbincang, ponsel Arra berdering. Ia meraih ponsel dalam tasnya.
"Siapa yang menghubungi nona?"
Arra tersenyum "Hanya seorang teman." balas Arra, ia menggeser tombol hijau dan menyapa dengan lembut.
"Iya pak Candra, ada apa?!"
"Saya ingin bertemu di kampus lebih awal. Saya ingin perlihatkan makalah buatan saya.'
"Baiklah, saya akan datang satu jam lebih awal."
"Oke, sampai nanti.'
Sambungan telepon terputus, Arra menghela nafas pelan.
"Sepertinya nona Arra terlihat senang saat menerima telepon dari pria tadi. Apa dia___"
"Pamella... Jangan buat gosip. Dia dosen ku dan kami sering bertukar pikiran." sahut Arra malu-malu.
Sekertaris cantik berusia 25 tahun itu terkekeh. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di sebuah restoran, tempat dimana mereka berdiskusi.
"Selamat datang nona-nona cantik." sapa pramuniaga ramah.
"Seperti biasa, ruangan VIP." tukas Pamella.
"Silakan nona."
Arra dan Pamella memasuki ruangan VIP, dan mereka mulai berdiskusi.
"Siapa saja orang-orang yang mencari kekayaan sendiri?"
Pamella memberikan map coklat pada Arra "Saya sudah menyimpan nama-nama ini, tatapi bukti-bukti mereka belum lengkap. Nona bisa lihat dulu."
Arra meraih map tersebut dan membukanya. Ia melihat daftar nama-nama pejabat perusahaan yang korupsi
Arra membuang nafas kasar "Selama opah yang berkuasa pada jamannya. Tidak ada yang berani korupsi satu sen pun. Tapi di daftar ini ada tujuh orang bermain curang."
"Rata-rata mereka menggunakan perusahaan fiktif untuk mencari keuntungan. Orang-orang licik itu mengadakan kerjasama dengan perusahaan buatan mereka sendiri, lalu dananya di kirim ke perusahaan fiktif tersebut. jumlahnya mencapai puluhan triliun."
Arra mengepal kuat jemari lentiknya "Brengsek mereka semua! Opah dan kakek buyut ku susah payah membangun perusahaan ini, tapi mereka yang mencuri hasilnya. Tidak akan aku biarkan mereka menikmati kekayaan sendiri!"
"Sekarang apa rencana kita."
"Aku akan bicarakan pada papa hal ini, ternyata orang-orang kepercayaan opah banyak yang berkhianat!"
"Pamella, terus kembangkan kebusukan mereka, cari bukti yang akurat untuk penjarakan mereka semua!"
"Baik akan saya urus semuanya."
"Dan satu lagi, bereskan berkas yang diberikan Shella. Suruh bawahan mu kerjakan. Hari ini aku akan ke kampus lebih awal."
"Siap nona Arra, berkas-berkas itu akan selesai sore ini juga."
"Bagus, saya sangat suka dengan sikap tegas dan cekatan."
Pemella tersenyum "Tentu saja, nona Arra pewaris di perusahaan Mahesa. Saya akan patuh dan setia pada nona dan perusahaan."
"Ayo kita makan siang dulu, perut ku sudah sangat lapar." Arra meraih daging asap guling didepannya.
Jam sudah menunjukkan pukul 3,30 menit. seorang office boy datang keruangan kerja Arra untuk menyerahkan tumpukan berkas.
"Selamat sore nona, saya disuruh bu Sekertaris untuk serahkan berkas ini."
"Baiklah terimakasih." balas Arra sopan.
"Bagus berkas-berkas ini sudah selesai di kerjakan, jadi aku bisa pulang cepat untuk menemui Chandra."
Arra mulai membereskan pekerjaannya dan membawa berkas-berkas itu keruangan management pemasaran.
Arra mengetuk pintu ruangan Shella, tak lama pintu di buka dan muncul wajah jutek Shella dari balik pintu.
"Saya sudah selesaikan berkas-berkas in!" tukas Arra sambil menyerahkan kedepan Shella.
"Wah cepat sekali kau mengerjakannya, apa kamu punya dekingan untuk mengerjakan semua ini!"
"Tugas ku sudah selesai hari ini! Sekarang aku mau pulang!" cetus Arra sambil melangkah pergi.
"Kutang ajar! Kau itu hanya anak magang di perusahaan ini. Awas kau, akan aku beri pelajaran, dan memecat dari perusahaan ini!" teriak Shella, namun tidak di hiraukan oleh Arra. Ia juga tidak perduli dengan sumpah serapan wanita seksi ini.
💜💜💜
jordan seperti papanya zevano