NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 16 - Lepas Bajuku

Kali ini Aluna mengajar dengan perasaan bahagia. Sejak pertama kali ia melangkahkan kaki masuk ke ruang kelas, ada sesuatu yang perlahan menghangat di dalam dadanya, sesuatu yang hampir ia lupakan tantang dunianya yang lain, yaitu dunia piano.

Untuk beberapa jam Aluna tidak perlu menjadi bayangan Jesselyn. Di depan para muridnya, Aluna hanya menjadi dirinya sendiri.

"Perhatikan baik-baik," ucap Aluna.

Jari-jarinya menari di atas tuts piano dengan lembut, menciptakan alunan nada yang mengalir seperti bisikan hati. Ia tidak sekadar memainkan musik, tetapi juga menyalurkan seluruh perasaannya ke dalam setiap tekanan nada.

Para murid memandangnya dengan kagum, terpaku pada sosok wanita tersebut. Bagi mereka guru Aluna adalah orang paling sempurna di dunia ini.

Namun kebahagiaan itu ternyata hanya bertahan sesaat.

Saat sore menjelang dan mobil Aluna memasuki halaman rumah keluarga Harold, langkah Aluna terhenti seketika begitu matanya menangkap sebuah mobil yang begitu ia kenal.

Itu adalah mobil mama Sarah.

Tubuhnya menegang tanpa ia sadari dan jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Mobil itu terparkir dengan rapi, kehadirannya seperti ancaman yang tiba-tiba merusak ketenangan yang baru saja Aluna rasakan.

'Mama, kenapa mama tiba-tiba datang tanpa mengatakan apapun padaku?' batin Aluna.

Perasaan hangat yang tadi memenuhi dadanya seketika runtuh, kini digantikan oleh kegelisahan yang merayap perlahan ke dalam hati.

Hari ini Davion dan Daddy Aston sedang lembur, yang berarti hanya ada Mommy Ivana yang akan menyambutnya.

Dengan langkah sedikit lebar, Aluna memasuki rumah. Ia berjalan menyusuri lorong, hingga suara percakapan mulai terdengar samar dari arah ruang keluarga. Tanpa sadar langkahnya melambat, lalu berhenti tepat sebelum ia benar-benar terlihat.

“Aku berharap mereka cepat diberi momongan,” suara Mama Sarah terdengar jelas, penuh keyakinan yang hampir terdengar seperti tuntutan.

“Iya, aku juga, Sarah,” sahut Mommy Ivana yang suaranya selalu terdengar lembut dan penuh ketulusan. “Aku benar-benar ingin segera menggendong cucu," timpalnya pula.

Kalimat itu menusuk secara perlahan ke dalam hati Aluna. Tangannya yang menggenggam tas sedikit mengerat dan napasnya jadi semakin berat.

Pembicaraan itu bagi keduanya mungkin terasa seperti harapan dan doa, namun bagi Aluna yang menjalani pernikahan ini keinginan itu adalah sesuatu hal yang tak mungkin terjadi.

Bahkan pagi tadi Aluna baru saja meminum obat kontrasepsi darurat.

Sebelum Aluna sempat mundur, suara Mommy Ivana lebih dulu menyadari kehadirannya. “Sayang, kemari, Nak. Mama Sarah datang," ucap mom Ivana.

Aluna tersentak kecil, sekarang tidak ada lagi jalan untuk menghindar.

Ia melangkah masuk dengan hati yang hati yang masih diselimuti kegelisahan, lalu menundukkan kepala dengan sopan saat berhadapan dengan wanita yang selama ini membentuk seluruh hidupnya. “Ma...” ucap Aluna pelan, namun bahkan sapaan itu belum sempat selesai, Mama Sarah sudah langsung mengambil alih pembicaraan.

“Mama datang membawakan obat herbal untukmu dan Davion,” ujar Mama Sarah sambil memberi isyarat pada pelayan untuk menyerahkan sebuah kotak kecil. Wajahnya tampak tenang, bahkan sedikit tersenyum, seolah ini adalah bentuk perhatian seorang ibu. “Kalian harus rutin minum ini supaya kamu cepat hamil.”

Deg! Aluna tersenyum kecil.

Kalimat itu diucapkan begitu saja tanpa beban, karena bagi Sarah kalimat itu adalah hal paling wajar untuk dikatakan setelah sekian lama tidak bertemu.

“Iya, Ma. Terima kasih,” jawab Aluna pelan, kedua tangannya menerima kotak itu dengan hati-hati.

Namun di dalam dirinya, ada sesuatu yang terasa hampa. Sudah lebih dari satu bulan mereka tidak bertemu. Tidak ada satu pun pertanyaan tentang bagaimana keadaannya. Tidak ada kekhawatiran, tidak ada perhatian, tidak ada pelukan hangat yang mungkin bisa ia harapkan meski hanya sedikit.

Yang ada hanya tuntutan.

“Jangan sampai kamu lalai,” lanjut Mama Sarah, kali ini nadanya sedikit lebih tegas, memperlihatkan sisi yang sebenarnya. “Ingat, kamu sekarang membawa nama keluarga Myles. Jangan mengecewakan Mama.”

“Iya, Ma,” jawabnya lirih.

Di sisi lain Mommy Ivana masih tersenyum, tampak benar-benar tidak menyadari lapisan lain dari percakapan tersebut.

Baginya ini hanyalah percakapan dua orang tua yang sama-sama berharap akan kehadiran seorang cucu. Ia tidak melihat tekanan yang tersembunyi di balik setiap kata Mama Sarah.

Tidak menyadari bahwa bagi Aluna, setiap kalimat itu adalah beban yang terus menumpuk di pundaknya.

Dan tanpa disadari siapa pun, tangan Aluna perlahan bergerak menyentuh perutnya sendiri yang kosong.

Tidak ada apa-apa di sana.

Namun justru karena itu perasaan aneh muncul di dalam dirinya. Bukan sekadar cemas, tapi sesuatu yang lebih dalam yaitu ketakutan.

Aluna merasa takut jika suatu hari nanti ia benar-benar hamil. Apakah anak itu akan lahir dari cinta yang ia nantikan, atau hanya akan menjadi bukti lain bahwa dirinya hanyalah bagian dari kesepakatan.

Takdir baik seperti tak pernah berpihak padanya.

"Ivana, aku pamit sekarang ya. Kedatanganku memang hanya ingin mengirim obat ini Secara langsung," pamit mama Sarah.

"Kenapa tidak makan malam di sini saja," cegah mom Ivana.

"Tidak tidak, Papanya Aluna tak biasa makan sendirian."

Mom Ivana dan mama Sarah tertawa bersama, sedangkan Aluna yang ada di tengah-tengah mereka hanya mampu tersenyum kecil.

Bertanya-tanya di dalam hati apakah benar ini adalah bentuk dari keluarga yang bahagia?

Setelahnya mama Sarah benar-benar pergi dan mom Ivana segera meminta Aluna untuk beristirahat di kamarnya.

Waktu hampir menunjukkan pukul sepuluh malam saat Davion akhirnya pulang. Begitu memasuki kamar tatapan Davion langsung tertuju pada Aluna yang berdiri menyambutnya, lalu tatapan itu beralih ke meja dan melihat sebuah kotak hitam berukuran kecil.

"Tadi mama Sarah datang ke sini, beliau memberi kita obat herbal," jelas Aluna. "Mama Sarah... Ingin kita segera memiliki keturunan," timpal Aluna apa adanya.

Davion tersenyum miring, sekarang keluarga Myles bahkan berencana menggunakan bayi untuk tetap bisa bergantung pada keluarga Harold.

"Bagimu apa kita perlu obat itu?" tanya Davion.

Aluna tak mampu langsung menjawab, ada jeda beberapa detik yang tercipta. "Tidak," jawab Aluna kemudian.

"Kalau begitu buanglah."

"Baik."

"Kamu benar-benar Anjing yang sangat penurut," balas Davion, tak peduli jika kata-katanya akan sangat melukai Aluna.

Davion kemudian melangkah mendekati Aluna, tiap langkah yang dia ambil membuat Aluna merasa semakin takut. Hingga akhirnya Davion berhenti tepat di hadapannya.

"Lepas bajuku, hari ini aku lelah sekali," titah Davion.

Tanpa ada kata-kata, Aluna mengangkat kedua tangannya dan mulai melepas kancing kemeja Davion satu per satu.

1
Kar Genjreng
coba sekarang pemberani sedikit biar tampak naturah ga kaku dan terlalu lembut Lun,,,duna. Mak Sarah beda dengan mom Ivana,,,
Kar Genjreng
sedih berkepanjangan ya jadi Aluna ,,, sekarang boleh di tempat mertua tetapi sudah kebiasaan harus nurut jadi mau merubah sedikit saja jadi tampak aneh ya Lun 😭raga hidup otak' berpikir tetapi semua di kendalikan yang di namakan orang tua,,,angkat si apa lagi orang tua angkat kalau orang tua sendiri mungkin Mas h bisa protes 😭
Kar Genjreng
Davison segitu nya loe benci dengan Aluna mengira hanya pura pura,,,tega menuduh bahwa ingin mey
Kar Genjreng
sumpah Davison jutru yang ingin ku cekek biar otaknya normal 🤣🤣
Kar Genjreng
ya Aluna bukan berpura pura Davion. ya
memang sudah di stel seperti kerbau harus menuruti. perintah tidak boleh punya usulan atau protes jadi jangan di bilang drama,,,maunya sedikit bar bar gitu ya jadi seperti kemauan mom ivana lucu
🤣
Kar Genjreng
ko mommy ivana paham haha.terkwsan di masa lalu.ya mom,,,di masa dulu mommy ivana jahat segala cara di lakukan asal
tujuannya tercapai,,, mengganggu Aylin. ,Eh Aland suami Ailyn,,,dan . pokonya tidak baik ,,, tetapi setelah di ketemukan kembali oleh Daddy Aston . sekarang benar' benar berubah menjadi baik banget
Kar Genjreng
bukan robot tetapi di perlakukan seperti robot berharap suatu hari tau seperti apa Aluna di perlakukan oleh Sarah dan suaminya,,
Maya_she
alur ny bagus
Kar Genjreng
ternyata mengadopsi anak dan membesarkan nya akan di jadikan aset setelah dewasa akan di jual ,,,Daddy Aston. dan Mommy Ivana bermaksud baik
menerima Aluna sebagai menantu tetapi tidak dengan pasangan Pieter dan sarah
pantan Davion ga suka ternya istrinya boleh tukar uang
Kar Genjreng
dan yang sebagai mama angkat selalu nya Aluna menuruti semua di samakan dengan joseline,,, tidak usulun sedikit pun yang di perbolehkan oleh Mak Sarah dan papa Piter juga
Kar Genjreng
hidup Aluna mirip robot yang di kendalikan semua pemilik nya,,,jadi Aluna tidak punya sedikitpun untuk menolak atau apapun,,😭😭
Puji Astuti
kenapa ya kalo di novel2 gitu bilangnya saliva.. apa kalo air liur gitu kesannya gka jadi romantis kah😄
Anonim
kok udahan Thor ....
Anonim
Yeslyn .... semoga kau menemukan bahagiamu
Anonim
Haah ....Sam berjidoh dengan Yeslyn ?
Yang bener aja ....🤭
Anonim
tuh kan .....damai itu indah Dav
Anonim
Maruk wis ...🤭🤭
Anonim
Akhirnya ......kasih sayang ....ketulusan cinta yang berjaya ..... kusuka ....kusuka 👍
Anonim
Ego mengalahkan semuanya
Anonim
Sesabar itu kamu Davion......berusaha dan terus berusaha mendapatkan hati istrimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!