NovelToon NovelToon
The Employer

The Employer

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: zanizen_

Bagi Laily, mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di rumah mewah keluarga Arshawirya adalah sebuah keberuntungan—kesempatan kedua untuk mengubur masa lalu kriminalnya.

Jeffran Arshawirya adalah suami sempurna yang tampan dan penuh perhatian, sementara istrinya, Selina, tampak seperti wanita kaya yang tidak stabil dan gemar menyiksanya dengan aturan tak masuk akal.

Namun, di balik kemegahan rumah serbaputih itu, tersimpan gema masa lalu yang mengerikan. Sebuah rumor berbisik bahwa Selina pernah mencoba membunuh putrinya sendiri di bak mandi. Ketika batas profesional antara Laily dan Jeffran mulai mengabur dalam satu malam yang terlarang, Laily menyadari satu hal: di rumah ini, tidak ada yang benar-benar jujur.

Apakah Selina memang seorang psikopat yang berbahaya, ataukah ada skenario yang jauh lebih gelap yang sedang mengintai nyawa Laily? Ingat, di rumah ini, salah memilih langkah bisa berarti kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zanizen_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter delapan

Ketika aku turun ke lantai bawah di pagi hari, Selina sedang menghancurkan dapur secara sistematis.

Dia telah menarik keluar setiap panci dan wajan dari dalam kabinet di bawah konter dapur. Dia merenggut separuh piring-piring dari atas wastafel dan beberapa di antaranya tergeletak pecah di atas lantai dapur. Dan sekarang dia sedang memeriksa isi kulkas, melemparkan makanan ke lantai dengan asal-asalan. Aku menonton dengan takjub saat dia mengambil satu wadah penuh susu dari dalam kulkas dan melemparkannya ke lantai.

Seketika, air susu itu langsung memancar keluar dengan deras, membentuk aliran sungai putih di sekeliling panci, wajan, dan piring-piring yang pecah.

"Selina?" Kataku dengan ragu-ragu.

Selina mendadak membeku, tangan-tangannya sedang mencengkeram sebuah roti bagel. Dia memutar kepalanya dengan cepat untuk menatapku. "Di mana barang itu?"

"Di mana...? Di mana apanya?"

"Catatanku!" Dia menjerit dengan nada pedih.

"Aku meninggalkan semua catatanku untuk rapat PTA nanti malam di atas konter dapur! Dan sekarang semua itu hilang! Apa yang kau lakukan pada catatan-catatan itu?"

Pertama-tama, mengapa dia berpikir catatannya ada di dalam kulkas? Kedua, aku yakin sekali aku tidak membuang catatan miliknya. Maksudku, aku sembilan puluh sembilan persen yakin. Apakah ada kemungkinan kecil bahwa ada secarik kertas kusut di atas konter yang kuanggap sebagai sampah lalu kubuang? Ya. Aku tidak bisa mengabaikan kemungkinan itu. Tetapi aku sangat berhati-hati untuk tidak membuang apa pun yang bukan sampah. Meskipun kalau mau jujur, hampir semua hal di sana kemarin memang terlihat seperti sampah.

"Saya tidak melakukan apa-apa pada catatan itu." Ucapku dengan perasaan gelisah.

Selina berkacak pinggang. "Jadi maksudmu catatan-catatanku itu bisa berjalan sendiri dan pergi?"

"Tidak, saya tidak mengatakan begitu." Aku melangkah dengan hati-hati mendekatinya dan sepatu botku menimbulkan suara gemeretak karena menginjak piring yang pecah. Aku mengingatkan diriku sendiri untuk tidak pernah masuk ke dapur dengan telanjang kaki.

"Mungkin saja Anda meninggalkannya di tempat lain?"

"Tidak mungkin!" Bentaknya padaku.

"Aku meninggalkannya tepat di sini." Dia memukul telapak tangannya ke atas kabin dapur dengan cukup keras hingga membuatku tersentak.

"Tepat di atas konter ini. Dan sekarang—hilang! Lenyap!"

Semua keributan itu menarik perhatian Jeffran Arshawirya. Dia berjalan masuk ke dapur, mengenakan setelan jas gelap yang membuatnya terlihat jauh lebih tampan daripada kemarin, jika hal itu memungkinkan. Dia jelas sedang berada di tengah-tengah proses memasang dasinya, tetapi jari-jarinya mendadak membeku di tengah simpul saat melihat kekacauan di atas lantai.

"Selina?"

Selina berbalik untuk melihat suaminya, matanya berlinang air mata. "Laily membuang catatanku untuk rapat nanti malam!"

Aku membuka mulut untuk melayangkan protes, tetapi itu sia-sia saja. Selina merasa sangat yakin bahwa aku telah membuang catatannya, dan sepenuhnya ada kemungkinan kalau aku memang melakukannya. Maksudku, jika catatan itu memang begitu penting, mengapa dia membiarkannya tergeletak begitu saja di atas konter dapur? Dengan kondisi dapur seperti kemarin, tempat itu bahkan sudah layak untuk disegel.

"Itu buruk sekali." Jeffran membuka kedua lengannya dan Selina langsung menghambur ke dalam pelukannya.

"Tetapi bukankah kau punya beberapa salinan catatan yang tersimpan di komputer?"

Selina terisak di setelan jas mahal suaminya. Dia mungkin mengotori jas itu dengan cairan hidungnya, tetapi Jeffran tampaknya tidak keberatan.

"Ada beberapa. Tetapi aku harus mengerjakan ulang banyak bagiannya."

Dan kemudian wanita itu berbalik untuk menatapku dengan pandangan menuduh.

Aku sudah lelah mencoba menegaskan bahwa aku tidak bersalah. Jika dia begitu yakin bahwa aku yang membuang catatannya, hal terbaik yang bisa kulakukan adalah meminta maaf.

"S-saya benar-benar minta maaf, Selina." Kataku.

"Jika ada hal yang bisa saya lakukan untuk bertanggungjawab....maka akan saya lakukan"

Mata Selina tertuju pada kekacauan yang mengerikan di lantai dapur.

"Kau bisa membersihkan kekacauan menjijikkan yang kau tinggalkan di dapurku ini sementara aku membereskan masalah ini."

Dengan kata-kata itu, dia melangkah pergi keluar dari dapur dengan hentakan kaki yang gusar. Langkah kakinya menghilang ke arah tangga sementara aku merenungkan bagaimana caranya membersihkan semua pecahan piring ini, yang sekarang sudah bercampur aduk dengan tumpahan susu dan sekitar dua puluh butir buah anggur yang menggelinding di lantai. Aku telanjur menginjak salah satunya, dan buah itu hancur di bagian bawah sepatu sol karetku.

Jeffran tetap tinggal di dapur, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sekarang setelah Selina pergi, aku merasa aku harus mengatakan sesuatu.

"Tuan..." Kataku, "Bukan saya yang—"

"Aku tahu." Katanya sebelum aku sempat menyelesaikan pembelaan diriku.

"Selina memang... mudah panik. Tetapi dia memiliki hati yang baik."

"Ya..."

Dia melepas jas gelapnya dan mulai menggulung lengan kemeja putihnya yang rapi. "Biar kubantu membersihkan kekacauan ini."

"Tuan Jeffran. Anda tidak perlu repot-repot melakukan itu."

"Akan lebih cepat selesai jika kita mengerjakannya bersama-sama."

Pria itu berjalan ke lemari penyimpanan di dekat dapur dan mengambil alat pel—aku terkejut dia tahu persis di mana letaknya. Sebenarnya, dia tahu betul seluk-beluk lemari yang berisi peralatan pembersih itu. Dan sekarang aku tersadar. Selina pasti sudah pernah melakukan hal-hal seperti ini sebelumnya. Jeffran sudah terbiasa membersihkan kekacauan yang dibuat istrinya.

Namun tetap saja, sekarang aku bekerja di sini. Ini bukan tugasnya.

"Biar saya saja yang membersihkannya, Tuan."

Aku menaruh tanganku pada gagang pel yang sedang dipegangnya dan menariknya menjauh dari genggamannya.

"Anda sudah berpakaian rapi, dan untuk tugas seperti inilah saya berada di sini."

Untuk sesaat, dia tetap mempertahankan pegangannya pada alat pel itu. Kemudian dia membiarkanku mengambilnya. "Baiklah, terima kasih, Laily. Aku menghargai kerja kerasmu."

Setidaknya ada seseorang yang menghargainya.

Sembari mulai bekerja membersihkan dapur, aku teringat kembali pada foto di atas perapian yang menampilkan Jeffran dan Selina saat mereka pertama kali bersama, sebelum mereka menikah, sebelum mereka memiliki Seina. Mereka terlihat begitu muda dan bahagia bersama. Jelas sekali Jeffran masih sangat tergila-gila pada Selina, tetapi ada sesuatu yang telah berubah. Aku bisa merasakannya. Selina bukanlah orang yang sama seperti dirinya yang dulu.

Namun itu tidak penting. Itu bukan urusanku.

.

.

.

.

.

.

To be continue.....

Like gaes🥰

1
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. ceritanya bagus. semangat ya 💪

btw, saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa, boleh singgah profile. terima kasih 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!