NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:82.3k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Galak

"Ngapain lepas sandalnya? Pakai itu sandal, ini bukan mau ke kamal mandi atau masjid yang halus taluh sandal di lual." seru Callie yang kesal dengan tingkah Rose.

Pasalnya saat akan masuk ke dalam rumah, Rose malah berhenti dan melepas sandalnya. Padahal Callie saja sudah mencontohkan dengan tetap memakai sandal. Walaupun Callie tahu bahwa sandal yang dipakai Rose itu kotor, tapi gadis cilik itu tidak masalah. Baginya tidak apa-apa lantai kotor toh nanti bisa dibersihkan lagi. Sedangkan Rose takut jika nanti akan dimarahi oleh orangtua Callie karena mengotori lantai. Pasalnya menurut Rose, rumah Callie ini sudah seperti istana dan bersih bagai berada di hotel. Rose yang mendengar ucapan Callie pun hanya bisa menatapnya dengan polos.

"Nanti..."

"Ndak papa. Ayo buluan masuk, kamu halus mandi. Lama kali jalannya jadi olang, kaya siput." sela Callie yang kekeh dengan keinginannya. Callie bahkan terus menarik tangan Rose agar dia tak bisa berhenti. Callie benar-benar menjadi sosok yang pemaksa hari ini.

"Callie, kamu apakan itu temannya? Kok ditarik-tarik begitu tangannya. Nanti sakit tangannya itu," tegur Rachel pada anak bungsunya. Apalagi melihat tangan Rose yang sedikit memerah karena digenggam erat oleh Callie. Rose sendiri langsung berdiri di balik badan Callie karena takut akan dimarahi. Namun tak ayal, Rose mengagumi kecantikan dari Rachel.

"Ndak apa-apain. Callie cuma mau bawa lose mandi bial ndak bau. Masa anak wewek bau, nanti ndak ada wowok yang mau. Iya kan, Mama?" ceplos Callie dengan santainya. Bahkan ucapannya itu terkesan pedas.

"Ini bocah satu, masih pakai popok aja ngomong tentang cowok." gerutu Rachel tentang ucapan anaknya.

Walaupun tak dapat dipungkiri jika dulu, dia pun seperti itu. Namun mendengar ucapan anaknya, ia sedikit kesal. Ada rasa tak terima karena Callie sudah mengetahui hal seperti itu. Callie sudah membawa Rose menuju kamarnya. Rachel pun memilih ikut karena khawatir anaknya itu akan berbuat macam-macam pada Rose. Rachel tidak masalah jika Callie berteman dengan Rose. Yang penting temannya itu baik dan tidak menyakiti Callie.

"Ini shampo, sikat gigi balu, dan sabun mandi." ucap Callie memperkenalkan Rose pada perlengkapan mandi. Daripada nanti Rose bingung dimana letak perlengkapan mandinya.

"Ailnya mana?" tanya Rose yang tak melihat ada air di kamar mandi milik Callie.

"Pakai ini," Callie mengambil shower dan memutar kran untuk mengisi bak mandi dengan air.

Woah...

"Ailnya hangat," gumam Rose saat memasukkan tangannya pada bak mandi itu.

"Walaupun itu bocah galak banget, tapi hatinya baik. Terus menjadi baik, anakku." gumam Rachel saat melihat bagaimana Callie menjelaskan pada Rose dengan sabar. Memang sih Callie ini sangat galak dan tidak sabaran, tapi pada saat-saat tertentu sangat sabar.

"Biar Mama bantu kalian mandi berdua," Rachel tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi untuk membantu keduanya.

"Ndak pe..."

"Perlu. Kamu kan juga belum mandi. Tadi pergi cuma pakai parfum aja," sela Rachel yang mengetahui kalau anaknya ini sangat malas mandi.

Callie hanya bisa cengengesan mendengar ucapan Rachel. Akhirnya mereka pun dibantu Rachel untuk mandi. Bahkan Rose sudah tidak takut lagi dengan Rachel. Ibu dari temannya itu sangat baik dan tidak seperti orangtua-orangtua di kampungnya. Bahkan Callie dan Rose bisa langsung akrab. Keduanya asyik bermain air hingga kegiatan mandi itu berlangsung sedikit lama.

"Mama, badan Callie gemblot sekali ya? Kok ukulan bajunya Callie dipakai lose malah kaya kalung," Callie melihat dress yang dipakai oleh Rose. Itu merupakan dress baru dan sesuai dengan ukuran Callie tapi saat dipakai Rose, malah sampai kaki dan begitu longgar. Sedangkan jika dipakai Callie, dress itu hanya sampai paha dan di bagian perutnya sangat pas badan cenderung sempit. Kata Callie, seperti karung.

"Enggak, kamu mah berat badannya ideal." Rachel meringis pelan mendengar pertanyaan anaknya. Dia tidak mau anaknya itu sampai tersinggung.

"Masa sih? Belalti lose yang kulang gizi dan kelempeng ya?" seru Callie membuat Rachel menepuk dahinya pelan.

"Rose hanya kurang makan sedikit," ucap Rachel sambil tersenyum tipis ke arah Rose.

"Ayo kita makan jajanan yang kalian beli tadi," lanjutnya mengalihkan pembicaraan. Apalagi Rose tampaknya sedikit kesal karena ucapan Callie.

***

"Opa..." sapa seorang pria dewasa dengan raut wajah seperti banyak pikiran.

Dia adalah Lucky yang datang ke rumah Papa Fabio saat siang hari. Kebetulan dia hari ini tidak ada pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga bisa bertemu dengan Papa Fabio. Bukan tanpa tujuan, Lucky datang ke rumah Papa Fabio untuk membicarakan beberapa hal. Terutama mengenai Callie yang mempunyai beberapa kemampuan tapi membahayakan. Entah kemampuan apalagi yang akan ditunjukkan oleh Callie suatu saat nanti, setidaknya dia akan mengetahui dari Papa Fabio terlebih dahulu. Sehingga dia bisa mengantisipasi hal buruk yang kemungkinan terjadi.

"Pasti ada maunya nih. Biasanya nggak pernah datang ke sini kalau tidak sama Rachel dan Callie" ceplos Papa Fabio yang sedang bersantai di halaman belakang rumahnya.

"Tahu aja sih, Opa." Lucky hanya bisa cengengesan saat Papa Fabio mengetahui tentang dia yang punya tujuan penting. Biasanya jika hanya main, dia akan datang bersama Rachel dan Callie.

"Ada apa? Kok kayanya serius banget," tanya Papa Fabio sambil menatap lurus ke depan.

"Ini tentang Callie," jawab Lucky membuat suasana di sana langsung terasa begitu serius.

"Ada apa sama cicitku satu itu? Buat ulah apa dia?" tanya Papa Fabio dengan raut wajah antusiasnya.

Entah mengapa, Papa Fabio selalu merasa antusias ketika mendengar ulah dari Callie. Walaupun jantungnya sedikit tidak aman jika mengetahui hal mengejutkan, tapi tak masalah baginya. Papa Fabio ingin mengetahui tentang ulah Callie yang membuat keluarga geger. Namun Lucky yang mendengar itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya sebal. Sepertinya memang benar dugaannya kalau Callie ini sangat mirip dengan Papa Fabio. Bahkan terlihat mendukung apapun ulah Callie.

"Sebenarnya skill apa yang Opa turunkan buat cicit Opa itu? Tidak mungkin kemampuan Callie sekarang, menurun dari Papa Julian. Dia kan... Ya tahu sendiri lah gimana anak Opa itu," Lucky langsung bertanya mengenai kemampuan Callie yang berbeda dari sepupunya. Walaupun Ronand pun juga begitu dulu, tapi tidak seperti Callie saat ini. Callie begitu luar biasa dalam menunjukkan kemampuannya. Entah cara berpikir dan bertindaknya. Bahkan tidak ada takut-takutnya sama sekali.

"Nggak papa, justru Callie ini yang nanti akan menjadi penerus Opa di..." Papa Fabio sengaja menjeda ucapannya membuat Lucky menatap Opanya itu dengan serius. Ada rasa was-was yang menjalar dalam hatinya saat ini.

"Di?" lanjut Lucky agar Papa Fabio melanjutkan ucapannya.

Di dunia bawah,

Apa? Nggak bisa, cucu imutku nggak boleh ikut begituan.

1
Siti Nurjanah
paling tuyul nya si calle si cerewet
Atik Kiswati
paling tuyulnya sj callie tu....
Novita Sari
lw ronand sama lucky tau yang nolong callie pasti kaget
Novita Sari
😄😄😄callie....
Rai Gojess
apa Callie buat
Novita Sari
cayo callie....callie lebih berami dari mika...benar benar titisan papa fabio
tia
su callie kurang kerjaan 😁😁
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga gokil nih vadel
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tang Bin
kali mambu itu 🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
achel ga berani marahin Callie, soalnya dia juga kaya gitu dulunya.
Xin
🤣🤣🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 telat
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣jawab aja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rai Gojess
turunan mu itu Achel😄😄
tia
pingin cubit Callie 😁😁
Atik Kiswati
turunan si achel tu....
🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kena prank ya opa Dulian
Atik Kiswati
tiwas yg bc ikutan serius....😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!