Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.
Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Keesokan paginya, cahaya matahari yang hangat menembus celah jendela kamar penginapan. Yan Kai perlahan membuka matanya. Untuk beberapa saat, ia hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamar.
Tidur di atas kasur yang empuk setelah satu tahun hidup di Hutan Larangan benar-benar membuat tubuhnya terasa jauh lebih segar.
Ia meregangkan tubuhnya perlahan, lalu turun dari tempat tidur. Namun, baru beberapa langkah berjalan, pikirannya langsung teringat pada benda yang dibelinya semalam.
"Liontin itu..."
Rasa penasaran yang sejak tadi ia tahan akhirnya muncul kembali. Yan Kai segera mengunci pintu kamar agar tidak ada orang yang mengganggunya. Setelah itu, ia mengeluarkan liontin kuno dari dalam Cincin Ruang.
Liontin itu masih sama seperti semalam—berwarna hitam kebiruan dengan ukiran-ukiran kuno yang hampir tak lagi terlihat jelas. Yan Kai membolak-baliknya beberapa kali, mencoba merasakan apakah ada energi spiritual yang tersembunyi di dalamnya. Namun tidak ada reaksi sedikit pun.
"Hm... benarkah benda ini tidak memiliki kegunaan?"
Ia mencoba mengalirkan Qi ke dalam liontin itu. Tetap tidak terjadi apa-apa. Beberapa saat Yan Kai hanya memandangi liontin tersebut. Lalu sebuah pikiran tiba-tiba muncul.
"Bagaimana kalau... energi kegelapan?"
Sejak memperoleh kekuatan dari Naga Kegelapan, banyak hal aneh selalu bereaksi terhadap energi itu. Tanpa ragu, Yan Kai mengumpulkan secuil energi kegelapan dari dalam dantiannya. Perlahan, energi hitam itu mengalir menuju liontin. Begitu keduanya bersentuhan...
Wuuung!
Liontin kuno itu tiba-tiba bergetar hebat.
"Apa?!"
Yan Kai langsung membelalakkan mata. Retakan-retakan cahaya hitam mulai muncul di permukaan liontin, getarannya semakin kuat. Ruangan penginapan dipenuhi aura kegelapan yang pekat.
Lalu...
crakk!
suara retakan keras terdengar. Cahaya hitam langsung memenuhi seluruh kamar. Yan Kai tanpa sadar menutup matanya.
Sesaat kemudian, cahaya itu perlahan meredup. Saat ia kembali membuka mata, di hadapannya telah berdiri sesosok makhluk yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Seekor kucing hitam. Namun tubuhnya tampak tembus pandang, keseluruhan tubuhnya tersusun dari energi spiritual. Dua mata emasnya memandang Yan Kai dengan penuh rasa syukur. Makhluk itu perlahan menundukkan kepalanya.
"Manusia. Terima kasih."
Yan Kai masih terpaku. "Kau... siapa?"
Roh kucing hitam itu tersenyum tipis. "Aku hanyalah roh yang telah dikurung selama ribuan tahun. Dahulu, aku ditangkap oleh seorang kultivator agung dari Alam Roh. Ia menyegelku di dalam liontin ini agar aku tidak pernah bisa memperoleh kebebasan."
Yan Kai mendengarkan dengan saksama. Roh itu melanjutkan, "Selama ribuan tahun, aku telah mencoba berbagai cara untuk keluar. Tidak ada seorang pun yang berhasil membebaskan diriku. Bahkan energi spiritual biasa tidak mampu memengaruhi segel tersebut." Tatapan roh itu kemudian jatuh ke arah Yan Kai. "Namun energi kegelapan di dalam tubuhmu berbeda. Itulah satu-satunya kekuatan yang mampu merusak segel kuno yang mengurungku."
Yan Kai sedikit terkejut. Ia tidak menyangka energi kegelapan yang diwarisi dari Naga Kegelapan memiliki kemampuan seperti itu.
Roh kucing itu kembali menundukkan kepala. "Berkat dirimu, aku akhirnya memperoleh kebebasan. Sekarang aku bisa kembali ke Alam Roh."
Yan Kai bertanya dengan penasaran, "Alam Roh?"
Roh kucing hanya tersenyum. "Itu bukan tempat yang bisa kau pahami sekarang. Suatu hari nanti, mungkin kita akan bertemu lagi."
Setelah berkata demikian, roh itu mengangkat salah satu cakarnya. Cahaya hitam perlahan berkumpul di telapak kakinya. Tak lama kemudian, sebuah batu giok berwarna hitam pekat sebesar genggaman tangan muncul perlahan, memancarkan aura kegelapan yang sangat murni.
Roh kucing mengulurkannya kepada Yan Kai. "Sebagai tanda terima kasih, terimalah hadiah ini."
Yan Kai menerima batu giok tersebut dengan hati-hati. Begitu menyentuhnya, ia langsung merasakan energi kegelapan di dalam tubuhnya bergetar pelan, seolah batu itu memiliki hubungan yang sangat erat dengan kekuatan yang diwarisinya.
Roh kucing menjelaskan, "Batu giok ini mengandung energi kegelapan yang sangat murni. Apabila kau menggunakannya untuk berkultivasi, energi kegelapan di dalam tubuhmu akan menjadi jauh lebih kuat. Dan justru karena energi itulah aku dapat terbebas dari belenggu liontin tersebut."
Yan Kai menggenggam batu giok itu dengan erat. "Terima kasih."
Roh kucing tersenyum. "Tidak. Akulah yang seharusnya berterima kasih." Tubuhnya perlahan berubah menjadi titik-titik cahaya hitam. "Akhirnya... aku bisa pulang."
Suara itu bergema pelan di dalam kamar. Sesaat kemudian, seluruh cahaya menghilang. Roh kucing hitam itu lenyap tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
Kamar penginapan kembali sunyi. Yan Kai berdiri seorang diri sambil memandangi batu giok hitam di tangannya. Semakin lama ia memegangnya, semakin kuat pula resonansi yang terjadi dengan energi kegelapan di dalam tubuhnya.
Batu giok itu seolah memanggilnya, mengajaknya untuk segera menyerap seluruh energi yang terkandung di dalamnya.
Yan Kai menarik napas panjang. Setelah itu memastikan tidak ada seorang pun yang dapat mengganggunya, ia duduk bersila di atas tempat tidur. Batu giok hitam itu diletakkan di kedua telapak tangannya.
"Semoga ini berhasil..."
Perlahan, ia menjalankan Teknik Kultivasi Bulan Purnama. Meski saat itu masih pagi, teknik tersebut tetap mampu menjalankan sirkulasi Qi di dalam tubuhnya. Yan Kai kemudian mengarahkan energi kegelapan yang berada di dantiannya menuju batu giok tersebut.
Wuuung...
Begitu keduanya saling bersentuhan, batu giok hitam langsung memancarkan cahaya pekat. Energi kegelapan yang sangat murni mengalir keluar bagaikan sungai yang tak berujung.
Yan Kai terkejut—energi itu jauh lebih murni dibanding energi kegelapan yang selama ini berada di dalam tubuhnya.
Namun sebelum ia sempat panik, energi kegelapan warisan Naga Kegelapan langsung bergerak dengan sendirinya. Layaknya seorang raja yang menyambut rakyatnya, energi itu memimpin seluruh energi baru memasuki setiap meridian Yan Kai.
Boom!
Tubuh Yan Kai langsung bergetar hebat. Seluruh meridiannya terasa seperti diperluas secara paksa. Qi yang berada di dalam dantiannya mulai berputar semakin cepat, semakin cepat, dan semakin cepat. Aura yang dipancarkannya meningkat berkali-kali lipat.
Hambatan menuju ranah berikutnya mulai terasa. Yan Kai menggertakkan giginya, terus mengedarkan energi tanpa berhenti. Retakan kecil mulai terdengar dari dalam dantiannya.
Krak... krak...
Semakin lama suara itu semakin jelas. Lalu—
Boom!!
Gelombang energi yang jauh lebih besar meledak dari tubuhnya. Seluruh perabotan di dalam kamar bergetar hebat, bahkan jendela kamar sempat terbuka akibat tekanan energi tersebut.
Yan Kai membuka matanya perlahan. Tatapannya kini jauh lebih tajam dibanding sebelumnya. Aura yang mengelilingi tubuhnya telah berubah sepenuhnya. Ia berhasil menerobos hambatan terbesar sejak memasuki dunia kultivasi.
Kini, Yan Kai resmi memasuki Ranah Pemurnian Qi Tahap Awal.
Ranah ini merupakan batas yang membedakan kultivator biasa dengan kultivator sejati. Apabila pada Ranah Pengumpulan Qi seorang kultivator hanya mengumpulkan energi spiritual, dan pada Ranah Pembangunan Fondasi mereka membangun dasar kultivasi yang kokoh, maka di Ranah Pemurnian Qi, energi spiritual di dalam tubuh mulai dimurnikan hingga mencapai kualitas yang jauh lebih tinggi.
Selain itu, setiap kultivator yang berhasil memasuki ranah ini akan membangkitkan elemen bawaan yang sesuai dengan bakat serta jiwanya.
Yan Kai menarik napas panjang. Ia perlahan menutup kedua matanya, kesadarannya memasuki dantiannya. Di sana, ia melihat pusaran energi spiritual yang kini jauh lebih jernih.
Di tengah pusaran tersebut, perlahan muncul sebuah nyala api kecil, berwarna merah keemasan. Meski ukurannya hanya sebesar ibu jari, suhu yang dipancarkannya sangat tinggi.
Yan Kai sedikit terkejut. "Elemen api..." Ia tersenyum tipis. Api merupakan salah satu elemen yang memiliki daya serang paling tinggi di antara berbagai elemen dasar.
Namun belum sempat rasa senangnya menghilang, di sisi lain dantiannya kabut hitam pekat perlahan bergerak. Energi kegelapan yang diwarisi dari Naga Kegelapan juga ikut bereaksi.
Kabut itu berubah menjadi sebuah pusaran hitam yang terus berputar mengelilingi nyala api. Tidak saling bertabrakan, tidak pula saling menelan—keduanya justru hidup berdampingan dengan sangat harmonis.
Yan Kai perlahan mengangkat tangan kanannya. Dengan sebuah pikiran, nyala api merah langsung muncul di atas telapak tangannya, ruangan di sekitarnya menjadi sedikit lebih hangat.
Kemudian ia mengangkat tangan kirinya. Kabut hitam pekat perlahan berkumpul di telapak tangan itu, aura dingin yang begitu pekat langsung memenuhi kamar.
Yan Kai memandangi kedua tangannya bergantian. Tangan kanan, api. Tangan kiri, kegelapan. Ia belum pernah mendengar ada seorang kultivator yang mampu mengendalikan dua jenis kekuatan yang berbeda seperti dirinya.
Meski elemen bawaan yang dibangkitkannya adalah api, warisan energi kegelapan dari Naga Kegelapan tetap dapat ia gunakan layaknya sebuah elemen kedua.
Yan Kai perlahan mengepalkan kedua tangannya. Kini ia dapat merasakan bahwa kekuatannya telah meningkat jauh melampaui sebelumnya.