NovelToon NovelToon
Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: JokyWong

Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peta Misterius dan Awal Perjalanan

Setelah menempuh perjalanan pulang dari kediaman klan Lin. Ia tiba di depan gubuk tuanya, Dan begitu membuka pintu kayu gubuk, ia melihat sosok Luo Hao yang sedang sibuk merapikan beberapa lembar pakaian katun kasar, dokumen klan lama, dan perbekalan ke dalam sebuah buntelan kain tebal di atas meja kayu.

"Ayah, apakah Anda sedang bersiap untuk melakukan perjalanan jauh?" tanya Luo Chen melangkah mendekati meja kayu, mengamati gerakan tangan ayahnya yang kini terlihat jauh lebih bertenaga setelah dantiannya pulih.

"Iya, Chen'er. Setelah aliran meridian dan basis kultivasiku pulih ke tingkat Manifestasi Qi, aku harus segera pergi mengunjungi para tetua dari keluarga cabang klan kita di pusat kota," jawab Luo Hao menoleh menatap putranya

dengan senyum tipis yang bangga. "Ada beberapa urusan klan lama dan hubungan dagang yang harus segera kuselesaikan demi memperkuat kembali posisi kita di

wilayah luar ini."

"Hati-hati di jalan, Ayah. Tolong tetap jaga kestabilan meridian baru Anda di sepanjang perjalanan, Anda baru saja pulih beberapa hari lalu, lebih baik jangan terlalu banyak mengunakan energi qi dulu" sahut Luo Chen menepuk bahu tegap ayahnya dengan mantap.

Setelah melihat ayahnya pergi meninggalkan halaman gubuk dengan menunggangi seekor kuda sewaan, Luo Chen melangkah masuk ke dalam area dapur tengah untuk menemui ibunya yang sedang merapikan beberapa perkakas masak kayu di dekat tungku.

"Ibu, ambil kantong kain ini. Di dalamnya terdapat puluhan koin emas dan beberapa batu roh kualitas rendah hasil dari transaksi penjualan pilku kemarin," ujar Luo Chen meletakkan selembar kantong kain tebal yang cukup berat ke atas telapak tangan kasar Mu Xue.

"Chen'er... ini terlalu banyak untuk kebutuhan rumah tangga kita," cicit Mu Xue menatap kantong kain tersebut dengan mata yang mulai berkaca-kaca halus,

mengusap permukaan kainnya dengan jemari yang memerah kasar akibat bekas detergen murah. "Ibu masih bisa bekerja mencuci beberapa pakaian kotor warga

desa disini untuk menyambung hidup sehari-hari."

"Tapi, Mulai hari ini, Ibu tidak perlu lagi bekerja mencuci pakaian kotor milik warga desa lain," ujar Luo Chen memegang erat kedua telapak tangan ibunya yang kasar, menatap lurus ke dalam matanya dengan pandangan yang mantap dan tegas. "Mulai sekarang aku akan membantu untuk menafkahi dan melindungi keluarga kecil kita. Tolong Jaga kesehatan Ibu dengan baik di gubuk ini selama aku pergi."

Sambil mengusap rambut hitam putranya dengan gerakan tangan yang gemetar halus menahan haru, Mu Xue menganggukkan kepalanya perlahan. "Chen'er... kau benar-benar telah tumbuh menjadi seorang pria yang sangat bertanggung jawab bagi keluarga kita. Ibu sangat bangga padamu."

Malam harinya, di dalam kamar kecilnya yang sunyi, Luo Chen mengambil posisi duduk bersila di atas ranjang kayu tuanya untuk memulai siklus meditasi malam.

Namun, begitu ia memejamkan matanya, kepala besar Xiao Lin mendadak menyembul keluar dari dalam saku jubah jubah biru tuanya, mengendus-endus lehernya dengan mencicit parau seraya menarik-narik ujung lengan jubahnya dengan manja untuk mengajak bermain.

"Xiao Lin, berhenti. Aku harus memfokuskan seluruh konsentrasi pikiran dan jiwaku untuk bermeditasi malam ini," ujar Luo Chen menepis kaki depan

anak Kirin tersebut yang mulai mencakar-cakar lengannya secara perlahan menggunakan kekuatan fisik tahap ketujuh yang terkendali.

Satu tepukan ringan Luo Chen mendarat di kening emas Xiao Lin menatapnya dengan pandangan mata yang serius. "Jika kau tidak bisa tenang malam ini, aku tidak akan memberikanmu Pil Pengondensasi Roh tingkat dua besok pagi."

Sambil memejamkan mata kembali, Luo Chen memfokuskan seluruh sirkulasi napasnya untuk masuk ke dalam keheningan meditasi yang mendalam. Namun, di tengah jalannya meditasi, lempengan kuningan kuno berukir aksara yang diperolehnya dari pedagang tua misterius di pasar luar mendadak bergetar hebat di dalam kantong jubahnya, memancarkan resonansi energi keemasan yang padat dan liar.

Satu getaran yang kuat membuat Luo Chen membuka matanya kembali, lalu segera merogoh kantong jubahnya untuk mengeluarkan lempengan kuningan kuno tersebut ke atas telapak tangannya. Lempengan kuningan yang semula berwarna kusam itu kini bergetar hebat dengan dengungan keras, memancarkan riak cahaya keemasan setebal beberapa sentimeter di permukaannya.

"Benda ini... kenapa getarannya menjadi sekuat ini setelah beberapa hari ini?" gumam Luo Chen menatap heran ke

arah aksara kuno di permukaan lempengan yang tampak berdenyut merah keemasan secara konstan. "Aura spiritual yang dipancarkannya terasa asing, namun entah mengapa terasa ditarik secara paksa oleh Kitab Maha Tahu di dalam kepalaku."

Belum sempat ia memikirkan jawabannya lebih lanjut, lempengan kuningan kuno di tangannya mendadak melesat keluar, memancarkan kilatan cahaya emas murni yang cepat sebelum akhirnya langsung menghantam dan masuk menembus kening Luo Chen menuju ke dalam lautan jiwanya.

Di dalam lautan kesadarannya yang dipenuhi kabut emas hangat, Luo Chen menyaksikan sesosok Kitab Maha Tahu berukuran raksasa tengah berputar cepat di tengah ruangan jiwa. Di hadapannya, lempengan kuningan kuno berukir satu aksara kuno tersebut juga ikut melayang berputar dengan kecepatan yang sejajar, memancarkan pendaran cahaya kuningan yang sangat tebal.

Satu benturan sunyi terjadi di tengah lautan kesadarannya ketika kedua benda spiritual tingkat tinggi tersebut saling menabrak dan melarutkan diri menjadi satu pusaran energi emas murni yang pekat. Seketika itu juga, Kitab Maha Tahu memproyeksikan sebuah peta dimensi kuno raksasa yang membentang luas di hadapan kesadaran jiwanya.

"A...Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Kitab Maha Tahu Tampaknya bertemu sesuatu yang terikat dengannya!"

"Peta benua ini... kenapa hanya wilayah bagian Timur yang terbuka secara jelas dengan tulisan Liga Seribu Pedang di permukaannya?" batin Luo Chen memperhatikan detail pegunungan hijau dan sekte-sekte beladiri yang terpampang jelas di sisi kanan peta. "Sementara tiga wilayah lainnya di bagian Utara, Selatan, dan Barat tampak benar-benar gelap gulita tanpa ada informasi sedikit pun. Apakah ini ada kaitannya dengan Medan Perang Kuno? Atau bahkan ada misteri dibalik semua ini? batinnya.

Pagi hari tiba, ia terbangun dari meditasinya dengan gerakan tubuh yang sangat ringan, melompat turun dari ranjang kayu dengan pancaran mata keemasan yang tajam

"Jika aku tidak segera mengambil keputusan dan tetap berada di gubuk reyot ini, itu Hanya akan memperlambat jalan kultivasiku" Chen er menatap ke depan penuh tekad "Sudah saatnya aku melangkah keluar dari gubuk ini dan meninggalkan wilayah Kota Qingfeng untuk pertama kalinya dalam hidupku," ia membisik sambil merapikan jubah biru tua bersulam emasnya dengan gerakan tangan yang tenang dan semangat. "Tujuan pertamaku adalah gerbang batas luar menuju ke dimensi Medan Perang Kuno di Hutan Seribu Jaring. Semoga keberuntungan menyertai ku di sana," batinnya berjalan mendekati pintu gubuk.

1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
sangatbagus isi ceritanya tapi sayang tidak di lanjutkan.
Joe Maggot Curvanord
bagus cuma terlalu sedikit bab oer hari nya
JokyWong: oke makasih ya masukkan nya, nanti di up ya 2 bab per hari 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!