NovelToon NovelToon
TERJEBAK DI ANTARA DUA CERITA

TERJEBAK DI ANTARA DUA CERITA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:333
Nilai: 5
Nama Author: Rhin Pasker

Dua penulis rival.
Dua dunia cerita.
Dua takdir yang seharusnya tidak pernah bertemu.
Namun sebuah kecelakaan mengubah segalanya mereka terlempar ke dalam dunia novel yang mereka ciptakan sendiri.
Mo Chen, pangeran ketiga yang dianggap lemah namun menyimpan kekuatan tersembunyi.
Gu Yanran, putri panglima perang yang difitnah dan ditakdirkan mati demi politik kekaisaran.
Masalahnya… mereka tidak masuk ke dunia mereka sendiri.
Mereka masuk ke dunia satu sama lain.
Dan ketika dua cerita yang berbeda mulai menyatu, alur yang seharusnya sudah ditentukan mulai retak.
Kini tidak ada lagi naskah yang pasti.
Hanya satu pertanyaan yang tersisa:
Apakah mereka bisa mengubah akhir… sebelum cerita mengubah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhin Pasker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKHIR YANG TRAGIS

Hari mulai sore.

Cahaya matahari perlahan berubah jingga, menyinari halaman Kediaman Jenderal Gu yang luas dan tenang. Burung-burung mulai kembali ke sarang, sementara para pelayan sibuk menyalakan lentera satu per satu.

Namun ada satu hal yang membuat suasana kediaman terasa aneh.

Sejak siang…

Gu Yanran dan Mo Chen belum keluar dari kamar sama sekali.

Di aula utama, Gu Zhengyuan duduk sambil mengerutkan kening. Tangannya mengetuk pelan sandaran kursi kayu.

Ia mulai gelisah.

“Apa sebenarnya yang mereka lakukan di dalam?”

Seorang pelayan maju sambil menundukkan kepala.

“Lapor, Jenderal…”

“Nona melarang siapa pun mendekati kediamannya.”

Gu Zhengyuan makin bingung.

“Bahkan pelayan juga tidak boleh masuk?”

“Benar, Jenderal.”

Gu Zhengyuan terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berdiri.

“Siapkan makanan.”

“Karena tamu ada di sini, kita tidak boleh lalai.”

“Baik, Jenderal!”

Tak lama kemudian, beberapa pelayan membawa nampan makanan menuju halaman kediaman Gu Yanran.

Gu Zhengyuan ikut berjalan mendekat.

Namun sebelum tiba…

BRAKK!

Suara kursi ditendang terdengar dari dalam kamar.

Disusul suara Gu Yanran yang terdengar kesal.

“KAU BENAR-BENAR BODOH!”

Mo Chen langsung membalas dari dalam.

“Oi! Kenapa malah aku yang dimarahi?!”

“Karena cerita buatanmu keterlaluan!”

Gu Zhengyuan yang mendengar itu justru berhenti melangkah.

Lalu…

Senyuman perlahan muncul di wajahnya.

Pengawal di belakangnya langsung saling pandang bingung.

Karena selama ini…

Jenderal Gu terkenal tegas dan sulit tersenyum.

Namun sekarang sudut bibirnya bahkan hampir tidak bisa turun lagi.

“Kalian saja yang antarkan makanannya.”

“Bilang aku yang menyuruh.”

“Lalu… jangan ganggu mereka.”

“Baik, Jenderal.”

Gu Zhengyuan berbalik pergi.

Namun senyum di wajahnya masih belum hilang.

“Kau hebat, putriku…”

gumamnya pelan.

Pengawal di belakangnya makin bingung.

“Jenderal…”

“Kita tidak jadi memeriksa keadaan Nona?”

“Tidak perlu.”

“Tapi tadi nona terdengar marah…”

Gu Zhengyuan malah tertawa kecil.

“Itu lebih baik.”

“Setidaknya dia masih mau menunjukkan emosinya.”

Ia lalu berjalan pergi dengan wajah puas.

Sementara para pengawal hanya bisa saling menatap heran.

Mereka benar-benar tidak mengerti apa yang membuat Jenderal Gu sebahagia itu.

Kembali ke dalam kamar.

Mo Chen masih menatap Gu Yanran dengan curiga.

Sejak tadi, senyuman wanita itu terasa sangat mencurigakan.

Seolah dirinya sedang menyimpan sesuatu yang buruk.

“Yanran…”

“Kenapa aku merasa nasibku di novelmu tidak sederhana?”

Gu Yanran tersenyum tipis.

“Apa kau takut?”

“Aku hanya berjaga-jaga.”

“Takut berarti.”

“Bukan takut!”

“Lalu?”

“Aku hanya merasa… senyumanmu seperti penjahat utama.”

Gu Yanran tertawa kecil.

Baru saja ia ingin mulai bercerita

TOK TOK TOK.

Ketukan pintu terdengar.

“Nona, kami membawa makanan. Anda belum makan seharian.”

“ini adalah perintah JENDRAL”

Gu Yanran langsung berdiri.

“Masuklah.”

Beberapa pelayan masuk membawa makanan hangat.

Aroma daging panggang dan sup langsung memenuhi ruangan.

Perut Gu Yanran langsung berbunyi pelan.

Ia memegang perutnya sambil tersenyum canggung.

“Baiklah…”

“Ternyata aku benar-benar lapar.”

Mo Chen langsung bersandar kesal.

“Oi! Kau sengaja menghentikan cerita di bagian penting, kan?”

Gu Yanran duduk santai.

“Makan dulu.”

“Nanti baru lanjut.”

“Aku jadi makin tidak tenang sekarang.”

“Itu bukan urusanku.”

Pelayan mulai menyusun makanan di meja.

Tak lama kemudian mereka semua mundur keluar.

Sebelum pergi, Gu Yanran berkata pelan.

“Kalian boleh pergi.”

“Baik, Nona.”

Sementara itu…

Di aula utama.

Pelayan yang tadi masuk ke kamar segera melapor pada Gu Zhengyuan.

“Bagaimana keadaan mereka?”

“Lapor Jenderal…”

“Nona dan Pangeran Ketiga hanya sedang bercerita.”

Gu Zhengyuan mengangkat alis.

“Bercerita?”

“Ya.”

“Mereka terlihat seperti sedang mendiskusikan dongeng.”

Gu Zhengyuan langsung bingung.

“Sejak kapan Yanran menyukai dongeng…”

Ia bergumam pelan.

Namun sesaat kemudian ia menghela napas lega.

“Sudahlah.”

“Yang penting tidak terjadi hal lain.”

Pelayan itu segera mundur.

Sementara Gu Zhengyuan masih memikirkan perubahan sikap putrinya akhir-akhir ini.

Kembali ke kamar.

Mo Chen sudah selesai makan lebih dulu.

Ia menatap Gu Yanran tidak sabar.

“Sekarang ceritakan.”

Gu Yanran masih minum teh dengan santai.

“Kenapa kau terburu-buru sekali?”

“Karena aku merasa hidupku sebentar lagi hancur.”

“Itu bagus.”

“Bagus dari mana?!”

Gu Yanran akhirnya meletakkan cangkir tehnya.

“Baiklah.”

“Aku hanya akan menceritakan bagian penting dulu.”

“Kita masih punya banyak waktu untuk membahas detail lainnya.”

Mo Chen langsung mengangguk cepat.

“Terserah.”

“Yang penting aku tahu garis besarnya.”

Gu Yanran menatapnya beberapa saat.

Lalu mulai berbicara perlahan.

“Di novelku…”

“Kau adalah Pangeran Ketiga yang cerdas.”

Mo Chen langsung tersenyum bangga.

“Nah, itu baru cocok.”

“Tunggu dulu.”

“Kenapa?”

“Kau dikenal sebagai pangeran paling tidak berguna di kekaisaran.”

Senyuman Mo Chen langsung membeku.

“Hah?”

“Kau pemalas.”

“Suka berjudi.”

“Main perempuan.”

“Tidak punya bakat.”

“Dan selalu menjadi bahan hinaan para bangsawan.”

Wajah Mo Chen mulai menghitam.

“Oi…”

“Itu terlalu keterlaluan.”

Gu Yanran mengangkat bahu.

“Tapi semua itu hanyalah topeng.”

Mo Chen langsung kembali hidup.

“Nah! Aku tahu pasti ada plot twist!”

“Sebenarnya…”

“Kau sangat cerdas.”

“Kuat.”

“Punya jaringan rahasia.”

“Dan jauh lebih berbahaya dibanding seluruh pangeran lainnya.”

Mo Chen langsung berdiri bangga.

“Hahaha!”

“Aku memang cocok jadi karakter hebat!”

Gu Yanran hanya tersenyum tipis.

Senyuman yang membuat Mo Chen kembali duduk perlahan.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu lagi…”

“Karena bagian bagusnya sudah selesai.”

Mo Chen langsung menelan ludah.

“Kau…”

“jatuh cinta pada wanita milik orang lain.”

“…hah?”

“Calon permaisuri masa depan.”

“Murong Meiying.”

Ruangan langsung sunyi.

Mo Chen perlahan memalingkan wajah.

“Tunggu.”

“Jangan bilang…”

Gu Yanran mengangguk santai.

“Dia tunangan Pangeran Pertama.”

Mo Chen langsung memegang kepalanya.

“Aku villain?”

“Kau villain.”

“Kenapa aku selalu mati tragis?!”

“Karena kau sendiri yang menulis cerita tragis untukku.”

Mo Chen langsung menunjuk dirinya sendiri.

“Itu aku versi dunia lain!”

“Tetap saja itu kau.”

Gu Yanran melanjutkan ceritanya.

“Awalnya kau masih bisa menahan diri.”

“Kau tetap bermain di balik layar.”

“Kau membantu Pangeran Pertama diam-diam.”

“Kau bahkan rela membersihkan musuh politiknya.”

“Semua demi Meiying.”

Mo Chen langsung membeku.

“Sebentar…”

“Aku sebodoh itu?”

“Sangat.”

“…”

“Tapi cinta memang membuat orang bodoh.”

Mo Chen langsung menatap tajam.

“Kau sedang menyindir siapa?”

Gu Yanran pura-pura tidak dengar.

“Tapi semuanya berubah saat Pangeran Pertama mengumumkan pernikahan mereka.”

Tatapan Gu Yanran perlahan berubah serius.

“Untuk pertama kalinya…”

“Pangeran Ketiga kehilangan kendali.”

“Kau mulai memberontak.”

“Kau menggerakkan seluruh jaringan rahasiamu.”

“Kau membantai para pejabat yang menghalangi jalanmu.”

“Kau bahkan menculik Murong Meiying.”

Mo Chen mulai merasa merinding mendengar ceritanya sendiri.

“Dan yang paling tragis…”

“Kalian sebenarnya teman masa kecil.”

Mo Chen terdiam.

“Tapi bagimu…”

“Murong Meiying adalah segalanya.”

“Kau terlalu mencintainya.”

“Bahkan setelah tahu dia memanfaatkanmu…”

“kau tetap tidak bisa berhenti.”

Mo Chen memejamkan mata.

“Kenapa kau membuat karakter sebodoh ini…”

“Karena pembaca suka karakter menyedihkan.”

“Pembaca macam apa itu?!”

Gu Yanran tertawa kecil.

Lalu melanjutkan.

“Pemberontakanmu berhasil.”

“Kaisar yang selama ini menganggapmu sampah…”

“akhirnya mati di tanganmu.”

Mo Chen perlahan mengangkat kepala.

“Serius?”

“Kau membunuhnya sendiri.”

“Lumayan keren.”

“Tunggu sampai akhir dulu.”

Gu Yanran melanjutkan dengan suara pelan.

“Setelah kemenanganmu…”

“Kau duduk di singgasana naga.”

“Dan Murong Meiying berada dalam pelukanmu.”

Mo Chen membayangkannya sejenak.

Lalu tersenyum kecil.

“Setidaknya ending-nya tidak terlalu buruk.”

Gu Yanran tersenyum.

“Lalu Meiying berbisik di telingamu.”

‘Aku mencintaimu.’

Mo Chen langsung membeku.

“Jangan bilang…”

“Tepat setelah itu…”

“dia menusukkan belati ke jantungmu.”

Senyuman Mo Chen langsung hilang total.

“…”

“Kau terkapar di depan singgasana.”

“Dan saat sekarat…”

“Meiying mengatakan sesuatu.”

Gu Yanran menatap Mo Chen.

‘Kau hanyalah anak buangan.’

‘Aku tidak akan pernah mencintaimu.’

Ruangan langsung sunyi.

Mo Chen benar-benar tidak bergerak.

Namun Gu Yanran masih belum selesai.

“Lalu…”

“Pangeran Pertama muncul.”

Mo Chen perlahan menoleh.

“Dia tersenyum sambil berkata…”

‘Kau tahu?’

‘Ini semua hanyalah permainan kecil untukmu.’

‘Aku tahu kau mencintai Meiying.’

‘Jadi aku sengaja membiarkanmu memberontak.’

‘Kau membunuh Kaisar.’

‘Dan setelah itu… aku tinggal mengambil alih tahta.’

Mo Chen mengepalkan tangannya.

“Kurang ajar…”

Gu Yanran melanjutkan.

“Lalu mereka menertawakanmu bersama.”

‘Kau sama bodohnya dengan ibumu.’

Seketika Mo Chen terdiam.

Tatapannya berubah dingin.

“Lalu Pangeran Pertama berkata…”

‘Ibumu juga mati karena cinta.’

‘Dan sekarang… kau bernasib sama.’

Mo Chen menarik napas panjang.

Seolah emosinya ikut terbawa.

“Setelah itu…”

“Kau bangkit dalam keadaan penuh darah.”

“Namun seluruh pengawal istana sudah mengepungmu.”

“Kau kalah.”

“Pangeran Pertama langsung mengumumkan bahwa Pangeran Ketiga memberontak dan membunuh Kaisar.”

“Sebagai penerus tahta…”

“dia berhak menjatuhkan hukuman.”

Gu Yanran berbicara semakin pelan.

“Kau diarak keliling kekaisaran.”

“Dengan belati masih tertancap di dadamu.”

“Darahmu terus menetes sepanjang jalan.”

“Rakyat melemparimu dengan batu.”

“Sayur busuk.”

“Kotoran.”

“Dan seluruh pengikutmu sudah dieksekusi lebih dulu.”

Mo Chen memegang wajahnya sendiri.

“Aku benar-benar dibenci…”

“Karena semua orang percaya kau pengkhianat.”

“Sesampainya di depan istana…”

“tidak ada pengadilan.”

“Hanya eksekusi.”

Mo Chen mulai menatap kosong.

“Dan sebelum kepalamu dipenggal…”

“kau menatap Pangeran Pertama dan Meiying.”

Gu Yanran lalu menirukan suara dingin Pangeran Ketiga.

‘Aku akan kembali.’

‘Dan kalian semua… tunggulah.’

KRAKKK!

Gu Yanran menepuk meja pelan.

“Kepalamu terpisah.”

Mo Chen langsung merinding.

Namun Gu Yanran masih tersenyum santai.

“Tidak cukup sampai di situ.”

“Kepalamu digantung di gerbang kekaisaran.”

“Sebagai peringatan bagi seluruh rakyat.”

‘Inilah akhir para pemberontak.’

Ruangan langsung sunyi total.

Mo Chen perlahan berdiri.

Lalu menunjuk Gu Yanran dengan gemetar.

“Kau…”

“Kau sangat sadis.”

Gu Yanran tersenyum manis.

“Tapi setidaknya ceritaku tidak sembarangan membunuh orang baik seperti ceritamu.”

“Itu berbeda!”

“Tidak berbeda.”

“Kau membunuh seluruh keluarga Gu!”

“Itu demi plot!”

“Dan aku membunuhmu demi plot juga.”

Mo Chen langsung terdiam.

Beberapa detik kemudian…

Ia bersandar lemas di kursi.

“Kita berdua ternyata sama gilanya…”

Gu Yanran tertawa kecil.

Untuk pertama kalinya malam itu…

Mereka sadar.

Takdir paling buruk mereka…

diciptakan oleh tangan mereka sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!