WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sepuluh
...Sabrina berlari kecil menuju kelasnya. Dia bangun kesiangan dan mungkin saja terlambat. Semalam setelah Jeff dari rumahnya, dia sebenarnya akan tidur saja....
...Namun karena rasa penasaran itu dia malah kembali membuka laptopnya dan mencari informasi tentang Jeff Maverick. Sabrina merutuki kebodohannya....
...Sabrina menghela napas lega saat tahu jika dia belum terlambat. Namun semua murid sudah duduk di bangku mereka masing-masing. Kemungkinan jika waktu pelajaran sebentar lagi akan di mulai....
..."Tumben sekali kamu terlambat," bisik Thea karena...
...dosen akhirnya datang. Beruntungnya Sabrina masih bisa lebih awal dan tidak sampai terlambat....
...Sabrina menatapnya sekilas. "Ini semua gara-gara kamu!" Sabrina melototkan matanya dan kembali fokus ke depan....
...Thea mengernyit bingung. "Gara-gara aku?...
...Memangnya apa yang aku lakukan?" Thea mengendikkan bahunya acuh....
...Beberapa siswa dan siswi mulai berhamburan keluar karena kelas sudah selesai....
...Sabrina membereskan mejanya dengan memasukkan buku-bukunya ke dalam tasnya. Dia mendongak saat seseorang duduk di atas mejanya....
..."Ayo ke kantin, aku sudah lapar." Max menaik turunkan alisnya....
..."Kamu tidak mengajak Thea juga?" Sabrina menatap Thea yang sudah sibuk dengan ponselnya....
...Max juga ikut menatap Thea. "Dia sibuk pacaran. Aku malas mengajaknya!"...
..."Aku masih di sini dan aku mendengar kalian." Thea melirik Max dengan tajam....
...Sabrina hanya terkekeh. "Ayo pergi bersama, jika hanya berdua tidak seru."...
..."Kamu paham itu, Max?" Thea meletakkan ponselnya....
...Max mengernyitkan dahinya. "Apa?"...
..."Itu sudah jelas jika Sabrina sebenarnya tidak mau denganmu. Karena itulah dia ingin pergi bertiga!" Thea tertawa dan Sabrina pun juga ikut tertawa....
...Max memutar bola matanya malas. "Ayo ke kantin, aku akan traktir kamu. Kecuali dia." Max melirik Thea dengan kesal....
..."Kau pandai menjilat juga!" Thea bangkit dari duduknya dan mengajak Sabrina. Mereka meninggalkan Max yang masih duduk di atas meja....
..."Hei, tunggu aku!" Max pun berlari kecil untuk menyusul ke duanya....
...***...
...Sabrina terlihat menunggu taksi untuk pergi ke bar dan bekerja....
...Namun anehnya tidak ada taksi yang lewat di sana. Padahal biasanya akan banyak taksi yang lewat pada jam itu....
..."Apa mereka janjian untuk tidak lewat di sini?"...
...Sabrina menjadi kesal sendiri karena tidak kunjung ada taksi....
...Hingga akhirnya ada sebuah mobil hitam yang berhenti di sebelah Sabrina....
...Sabrina mengernyit bingung karena tidak mungkin taksi umum menggunakan mobil mewah seperti milik seorang bangsawan....
...Kaca mobil itu di turunkan dan Sabrina tahu siapa"Jeff? Sedang apa kamu di sini?"...
...Jeff melambaikan tangannya. "Perlu tumpangan? Aku lihat kamu seperti menunggu seseorang....
...Apa kamu sedang menunggu pacarmu menjemputmu?" Jeff mengepalkan tangannya jika sampai Sabrina menjawab iya....
..."Ya, itu benar."...
..."Apa?" Jeff melototkan matanya....
...Sabri tertawa karena melihat Jeff terkejut. "Tidak, aku hanya bercanda. Aku sedang menunggu taksi untuk berangkat bekerja."...
...Jeff bernapas lega. "Aku lega mendengarnya. Kalau begitu masuklah, aku akan mengantarmu."...
...Sabrina tidak langsung menjawab. "Tapi aku-"...
..."Bukankah kita sudah berteman? Aku hanya ingin mengantarkan temanku." Jeff tahu Sabrina ragu untuk ikut dengannya....
...Sabrina melihat ponselnya dan jika tidak ikut Jeff dia bisa terlambat. Walaupun Tessa tidak akan memarahinya, namun Sabrina tidak enak hati jika sampai terlambat....
...Apalagi Tessa begitu baik padanya selama ini....
..."Baiklah, aku ikut denganmu." Sabrina akhirnya menyetujui tawaran Jeff....
...Jeff menarik sudut bibirnya. "Kalau begitu masuklah."...
...Sabrina mengangguk dan mulai masuk ke dalam mobil Jeff....
...Jeff mendekatkan dirinya dan menarik seat belt untuk Sabrina....
...Namun Sabrina yang tidak tahu pun segera memundurkan tubuhnya....
..."Apa yang kamu lakukan? Jangan macam-macam!"...
...Sabrina menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya seolah menjadi pelindungnya....
...Jeff tertawa kecil. "Aku hanya ingin membantumu memasang ini," setelah selesai memasangkan seat belt, Jeff menarik dirinya dan kembali menghadap ke depan....
..."Oh," Sabrina menggigit bibir bawahnya menahan malu. Bagaimana dia bisa berpikir yang tidak-tidak....
..."Apa yang kau pikirkan? Apa kau berpikir aku akan-"...
..."Tidak!" bantah Sabrina cepat. Sebenarnya memang ia, tetapi dia cukup malu mengakuinya....
...Jeff hanya bisa geleng-geleng kepala. Lalu mulai melajukan mobilnya....
..."Jam berapa kamu selesai kerja?" Walaupun Jeff sudah tahu, tetapi dia ingin jika Sabrina mengatakan padanya. Itu artinya Sabrina percaya dan menganggap Jeff adalah temannya, bukan orang asing lagi....
...Sabrina yang sedang menatap jendela itu beralih menatap Jeff yang sibuk mengendarai. "Em, sekitar jam dua belas malam jika tidak ambil lembur."...
...Jeff menahan dirinya agar tidak gugup. Dia tahu jika Sabrina menatapnya. Dan entah mengapa hanya di tatap saja sudah membuat jantungnya berdegup kencang....
..."Kalau begitu tunggu aku. Aku akan menjemputmu nanti."...
..."Huh? Tidak perlu. Aku biasanya di antar oleh pemilik bar itu."...
..."Kau bekerja di bar?" Jeff menaikkan sebelah alisnya. Ia sudah tahu, tetapi ingin tahu lebih pasti dari Sabrina sendiri....
aku suka
aku suka🥰