NovelToon NovelToon
Titik Tertinggi Mencintai

Titik Tertinggi Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:597
Nilai: 5
Nama Author: Nisaul Mardhiyah

Ketika perbedaan kasta memaksa mereka berpisah dan amnesia menghapus ingatan Neya, akankah kisah cinta delapan tahun yang mereka rajut sejak SMP benar-benar berakhir atau takdir punya cerita lain ?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisaul Mardhiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tumbangnya Tuan Kusuma

Dengan perginya keluarga Mahendra dan hancurnya taktik bisnis Kinan yang sempat terperangkap, Tuan Kusuma merasa dirinya telah kembali berada di puncak kekuasaan mutlak. Pria tua itu tidak tahu bahwa di balik keheningan malam mansion yang kian sepi, sebuah konspirasi pembunuhan yang paling halus sedang berjalan menuju titik puncaknya.

Mama Casandra telah sepenuhnya berubah. Kematian Verian dan penderitaan Kinan yang terus-menerus ditekan oleh suaminya telah membakar habis sisa-sisa kesetiaannya sebagai seorang istri. Jiwanya yang gila kehormatan kini bersekutu dengan naluri keibuannya yang terluka: untuk menyelamatkan posisi putranya dan membalaskan dendam putrinya, Tuan Kusuma harus lenyap dari dunia ini.

Malam itu, jam dinding besar di ruang tidur utama menunjukkan pukul sebelas malam. Tuan Kusuma duduk di sofa kebesarannya, membaca laporan keuangan global dengan kacamata bacanya. Kamar itu begitu sunyi, hanya ditemani oleh suara detak jarum jam yang konstan.

Casandra melangkah masuk dengan keanggunan seorang ratu yang sedang bersiap mengeksekusi mangsanya. Ia mengenakan gaun malam berbahan sutra hitam, rambutnya ditata rapi, dan wajahnya dirias dengan sangat cantik—sebuah kecantikan manipulatif yang sengaja ia gunakan untuk menutupi niat berdarah di dalam dadanya. Di tangannya, sebuah cangkir porselen berisi minuman alkohol hangat aroma rempah mengeluarkan uap tipis.

Di dalam cairan amber itu, Casandra telah melarutkan tetes terakhir dari zat penghancur saraf dosis mikro yang ia dapatkan dari pasar gelap internasional. Zat yang tidak berbau, tidak mengubah rasa, dan akan bekerja secara perlahan merusak pembuluh darah di otak, mensimulasikan kematian akibat stroke alami dengan akurasi seratus persen.

"Kau masih bekerja terlalu keras, sayang ," bisik Casandra dengan suara yang sangat lembut dan manja, melangkah mendekat dan meletakkan cangkir itu di atas meja kecil di samping suaminya. Ia menyandarkan tubuhnya di lengan sofa, mengusap bahu tegap Tuan Kusuma dengan jemarinya yang lentik dan dingin.

Tuan Kusuma mendongak, menatap istrinya dari balik kacamata. Melihat kecantikan Casandra yang malam ini tampak begitu memikat, ego maskulin pria tua itu merasa sangat puas. Ia mengira Casandra telah sepenuhnya tunduk dan menerima kematian Verian sebagai bagian dari pengorbanan dinasti.

"Urusan perusahaan tidak pernah selesai, Casandra," sahut Tuan Kusuma dengan suara baritonnya yang berat. "Tapi kau benar, malam ini aku butuh sesuatu untuk menenangkan pikiranku."

Tangannya yang besar meraih cangkir porselen tersebut. Di bawah tatapan mata Casandra yang begitu tenang namun berkilat penuh kebencian yang tersembunyi, Tuan Kusuma mendekatkan cangkir itu ke bibirnya. Ia meminum cairan beracun itu dengan perlahan, meneguknya hingga menyisakan setengah.

Casandra tersenyum manis, sebuah senyuman yang sangat indah namun mematikan. Ia mengecup kening suaminya dengan lembut, seolah memberikan kecupan selamat tinggal yang abadi.

"Minumlah sampai habis, suamiku tercinta. Setelah ini, kau tidak perlu lagi mengkhawatirkan tentang siapa yang akan memimpin Kusuma Group. Semuanya akan berada di tempat yang tepat," batin Casandra dingin, sembari menyaksikan sang monster tertinggi menelan takdir kematiannya sendiri di bawah jerat pesona kecantikannya yang manipulatif.

Hanya butuh waktu kurang dari dua jam bagi racun saraf dosis mikro itu untuk bereaksi sepenuhnya di dalam tubuh Tuan Kusuma yang mulai menua. Di tengah malam yang kian pekat, ketika seluruh mansion Kusuma telah tenggelam dalam kesunyian yang mencekam, badai biologis itu akhirnya meledak di dalam kepala sang penguasa dinasti.

Tuan Kusuma terbangun dari tidurnya dengan napas yang mendadak terasa sangat sesak. Dadanya bergemuruh, dan sebuah rasa sakit yang luar biasa tajam menghantam bagian belakang kepalanya, seolah ada ribuan jarum panas yang menusuk langsung ke jaringan otaknya. Ia mencoba bangkit dari ranjang King Size-nya, namun seluruh lengan dan kaki kirinya mendadak lumpuh total, mati rasa, dan tidak bisa digerakkan sama sekali.

"Ca... Casandra..." suara bariton yang biasanya menggelegar penuh kuasa itu kini keluar dalam bentuk bisikan parau yang tidak jelas. Lidahnya mendadak kelu, kaku di dalam rongga mulutnya.

Di sudut kamar yang remang-remang, Mama Casandra berdiri tegak dengan gaun sutra hitamnya. Ia tidak berlari mencari bantuan, ia tidak berteriak memanggil tim medis mansion, dan ia tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Wanita itu hanya berdiri diam mematung, menatap suaminya yang sedang berjuang di ambang maut dengan pandangan mata yang sedingin es dan sarat akan keangkuhan yang mutlak.

Tuan Kusuma, dengan sisa-sisa kesadaran logikanya yang mulai memudar, menatap mata istrinya. Di dalam kilat mata Casandra yang tenang dan penuh kemenangan itu, Tuan Kusuma akhirnya menyadari segalanya. Wanita yang selama puluhan tahun menemaninya di atas takhta kemewahan ini, yang baru saja memberinya minuman hangat beberapa jam lalu, adalah orang yang telah memutus tali hidupnya.

"Kau... kau meracuniku..." mata Tuan Kusuma membelalak lebar, memancarkan kemarahan murni yang bercampur dengan kengerian yang mendalam. Penguasa yang tidak pernah takut pada apa pun di dunia bisnis ini, kini harus menghadapi kematian di tangan istrinya sendiri di dalam kamar tidurnya sendiri.

Casandra melangkah perlahan mendekati tepi ranjang, menunduk untuk menatap wajah suaminya yang kini mulai membiru akibat pecahnya pembulung darah di otak. Tidak ada air mata, tidak ada penyesalan.

"Ini untuk Verian, dan untuk masa depan Kinan yang coba kau hancurkan, Pria," bisik Casandra tepat di telinga suaminya dengan nada yang sangat tajam dan penuh penekanan. "Kau terlalu kejam, bahkan untuk ukuran seorang Kusuma. Kau mengira bisa mengorbankan darah dagingmu sendiri demi selembar saham? Kau salah. Sekarang, kembalikan takhta itu pada putraku."

Napas Tuan Kusuma kian memburu, tersengal-sengal di dalam tenggorokannya yang menyempit. Matanya menatap langit-langit kamar dengan tatapan yang perlahan mulai kehilangan cahayanya. Kekuasaan mutlak, uang miliaran dolar, dan jaringan bisnis raksasa yang ia agung-agungkan seumur hidupnya mendadak tidak lagi memiliki arti di hadapan maut yang menjemputnya dengan sunyi.

Dengan satu sentakan napas terakhir yang berat, tubuh tegap sang penguasa bertangan besi itu mendadak melemas. Matanya tetap terbuka lebar, namun tidak ada lagi detak kehidupan di dalamnya. Tuan Kusuma telah resmi tewas di atas ranjang kemewahannya sendiri, dilenyapkan secara halus oleh kecantikan dan dendam seorang wanita yang gila kehormatan.

Casandra berdiri mematung selama beberapa menit, memastikan bahwa tidak ada lagi detak nadi di pergelangan tangan suaminya. Setelah yakin sang monster telah tiada, ia menarik napas panjang, menegakkan kembali bahunya, dan berjalan menuju pintu kamar untuk memanggil tim medis dengan akting kepanikan yang telah ia siapkan dengan sempurna. Pemimpin tertinggi telah gugur, dan kini papan catur dinasti Kusuma telah sepenuhnya kosong, siap untuk diambil alih oleh sang pangeran mahkota yang sesungguhnya.

1
Unicha
apa sebenarnya yang sedang direncanakan Neya?
Unicha
apa yang akan dilakukan sherly setelah membaca pesan itu ?
Unicha
madu ? apakah haris sudah menikah sebelumnya? atau siapa wanita yang mengaku menjadi madu Neya itu ?
Unicha
apakah perlahan Kinan akan mencintai Sherly dan melupakan neya ?
sakura
...
Unicha
Kenapa Imelda menangis ,apa yang Imelda sembunyikan?
Unicha
Siapakah laki laki yang menjadi suami neya itu ? ,apakah neya benar sudah menikah ?
lalu Kinan ?
Unicha
Apakah Kinan dan neya benar benar akan berakhir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!