Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang mencintai seorang teman kelas nya, namun cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan, dan novel ini juga menceritakan tentang perubahan sikap kedua orang tua nya yang berubah semenjak kedatangan sepupu nya yang ikut tinggal bersama keluarga nya, ia sangat sakit dan terluka namun ia di sambut dengan hangat oleh lelaki yang selama ini melindungi nya dari kejauhan dan ia pun pergi tinggal bersama laki laki itu, ternyata laki laki itu adalah seorang CEO dan MAFIA, pada akhirnya laki laki yang ia cintai dan orang tua nya menyesal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8 MENJENGUK NATHANAEL
Di sekolahan
"Alen, gimana dengan kondisi Nathanael, apa alergi nya parah". Tanya suci
Sedari tadi mereka menunggu kedatangan alletha dan Rinaldi, karna bagi mereka percuma menanyakan kepada disha yang jawabannya adalah (tidak tahu)
"Tadi cukup parah, tapi segera di atasi sama Bu bidan nya". Jawab alletha
"Kenapa tidak di bawa ke rumah sakit saja". Ucap Irma
Mereka semua yang berada di
dalam kelas menatap ke arah irma
"Loh pikir rumah sakit dekat apa". Jawab Rinaldi
"Iya tuh, karna rumah sakit jauh, mangkanya di bawa ke puskesmas". Ucap Oliv dan yang lainnya hanya menggeleng saja.
"Yah kan siapa tau aja si, kan Nathanael kalau tidak salah org tua nya kaya". Jawab Irma
alletha menggeleng kan kepala nya mendengar ucapan Irma yang asal saja.
"Kalau rumah sakit dekat pasti guru sudah membawa nya ke rumah sakit, tapi karna rumah sakit jauh guru harus segera mengambil tindakan cepat yaitu
dengan membawa Nathanael ke puskesmas, karna ketika terjadi sesuatu terhadap siswa siswi di lingkungan sekolah itu juga menjadi tanggung jawab guru". Ucap alletha berusaha sabar menghadapi teman satu kls nya ini.
"Nah betul itu".
"Iya benar sekali".
Ucap teman teman nya yg ada di kelas itu
"Iya itu sangat benar alletha". Ucap pak Subarjo yang tiba tiba masuk ke dalam kelas dan mendengar kan perkataan alletha
Mereka terkejut dan langsung duduk ke bangku masing masing.
Pak Subarjo geleng geleng
kepala sambil tersenyum melihat tingkah laku murid nya di kls ini, lalu ia langsung menuju ke meja guru.
"Anak-anak Nathanael dia sudah di bawa pulang sama org tua nya". Ucap pak Subarjo
alletha dan teman sekelas nya saling pandang heran
"Apa Nathanael udah sembuh pak". Tanya alletha
"Iya tu pak, perasaan baru tadi di bawa ke puskesmas kok udah pulang aja". Ucap Rinaldi
"Iya benar tu pak". Ucap yang lainnya
"Tadi org tua Nathanael kasi kabar, bahwa Nathanael sudah di bawa
pulang karna itu keinginan nya". Jawab pak Subarjo.
alletha yang mendengarkan penjelasan dari pak Subarjo pun langsung tersenyum kecil sambil menggeleng pelan.
"Hum keras kepala ternyata". Gumam alletha pelan sambil tetap tersenyum kecil.
Disha yang melihat keanehan pada sahabat nya tersebut langsung merasa heran dan bertanya tanya.
"Alen kamu kenapa? Malah senyum senyum sendiri ". Ucap disha agak sedikit keras, itu pun tanpa sadar.
Anak kls yang lainnya pun langsung menatap ke arah alletha,
termasuk pak Subarjo.
alletha yang di tatap oleh teman kelas dan wali kelas nya pun langsung terdiam.
"Em mana ada". Ucap alletha cuek
"Baiklah anak anak, bapak punya rencana, apakah kalian setuju jika sepulang sekolah kalian menjenguk Nathanael di rumah nya". Tanya pak Subarjo
"Apa bapak juga ikut". Tanya Rinaldi
"Rencana nya bapak ingin ikut, namun seperti nya tidak bisa, bapak ada acara keluarga, jadi nanti bapak nitip uang ke kalian, dan kalian belikan makanan dan buah
buahan untuk Nathanael dan untuk kalian". Jawab pak Subarjo cepat.
Mereka yang mendengarkan itu pun langsung berbinar binar.
"Wah benaran ni pak"? Tanya Irma
"Wah yang benar pak"? Tanya suci
"Yes makan gratis". Ucap Oliv
Dan banyak lagi ucapan ucapan yang di lontarkan oleh anak kls TKJ itu.
"Iya, ketua kelas tolong nanti ke ruangan guru ya". Ucap pak Subarjo
"Loh ngapain pak? Kenapa tidak di sini saja ngasi uang nya". Tanya Rinaldi heran
"Yang sopan dong nal sama guru". Ucap alletha
"Iya tuh, GK sopan banget". Balas disha
Rinaldi hanya cuek saja.
"Karna ada beberapa guru yang menitipkan sesuatu untuk Nathanael, jadi kamu nanti ikut bapak ke ruangan guru, boleh ajak 1 teman mu untuk membantu. Jawab pak Subarjo
"Owh okey siap pak". Jawab Rinaldi
Sepulang sekolah
"Assalamualaikum mah". Ucap alletha
"Waalaikumsalam nak". Jawab Bu iris
"Eh anak cantik mamah udah pulang, ayo kita sarapan dulu, mama udah masakin makanan kesukaan kamu". Ucap Bu iris
"Wahh ayo mah, kebetulan alletha lapar nih, pas banget mamah masakin makanan kesukaan alletha". Jawab alletha girang
alletha pun langsung menuju ke meja makan.
Bu iris yang melihat itu langsung menegur alletha.
"Alen ganti baju dulu, dan cuci tangan". Peringat Bu iris
alletha yang mendengarkan itu pun langsung menghentikan
langkah kaki nya
"Eh iya mah, alletha lupa saking senang nya". Ucap alletha cengengesan lalu berlari kecil menaiki tangga menuju kamar nya
"Is is is anak itu". Ucap Bu iris tersenyum sambil melihat punggung alletha yang sudah hampir tiba di lantai 2.
Ting
Bunyi pesan masuk di ponsel alletha
"Hay gais, jadi jam berapa ni kita berangkat ke rumah Nathanael". Pesan Irma di dalam grup kls itu
Ting
"Gak tau nih, coba tanya ketua kelas". Balas suci
Ting
"Eh kenapa gue". Balas Rinaldi
"Kan elo ketua kelas nya". Balas disha sewot
"Iya tuh masa ketua kls menyenye dan berfikir lambat". Balas Siti
Sedangkan alletha hanya melihat nya saja dan meninggalkan ponsel nya di dalam kamar.
"Eeum masakan mamah emang paling enak ". Ucap alletha sambil terus mengunyah makanannya
"Iya dong, apa lagi ini untuk
anak mama yang paling mama sayang". Jawab Bu iris senang
"Eumm makasi mama ku yang cantik". Ucap alletha
"Iya nak". Jawab Bu iris tersenyum
Setelah selesai sarapan, alletha pun langsung pamit untuk naik ke kamar nya
"Hem aku kasi apa ya untuk Nathanael". Ucap alletha bingung, dan tidak lama kemudian ia pun tersenyum penuh arti.
"Busett, banyak banget yang nelfon". Ucap alletha, saat ia membuka ponsel nya banyak panggilan yg tak terjawab dari teman kls nya.
Iya pun langsung membuka grup yang ternyata sudah banyak pesan dari teman teman nya.
"Apa kalian tau rumah Nathanael". Pesan alletha dan langsung terkirim
Ting
"Wah iya ya kenapa gak mikir ke sana". Balas suci
Ting
"Wah tambah bingung ini". Balas Siti
Dan banyak lagi pesan dari teman teman kls nya yang lain
"Haduhh gimana ini, apa aku tanya sama mama aja ya, siapa tau mama tau rumah nya Nathanael". Gumam alletha dan ia langsung
bersiap siap memakai gamis dan hijab yang senada, dan ia terlihat sangat sangat cantik.
Bu iris yang sedang menonton tv pun menatap ke arah alletha.
"Masyaallah, cantik nya anak mamah". Ucap Bu iris
"Kan alletha emang cantik dari dulu mah". Ucap alletha dengan PD nya
"Haha iya iya anak siapa duluuuu". Goda mama iris
"Anak mama iris yang paling cantik". Balas alletha dengan gaya centil nya
"Hahaha kamu ini nak sangat suka sekali membuat mama tertawa". Ucap Bu iris sambil
tertawa kecil.
"Hum iya dong mah, kan aku seperti mamah dan papa yang suka bikin aku ketawa". Jawab alletha
"Hum iya iya, eh ngomong ngomong kamu mau ke mana alletha, tumben cantik begini mana pake make up lagi"? Tanya Bu iris heran, ya biasa nya alletha kemana mana apa ada nya, tanpa make up pun dia sudah cantik apa lagi sudah ber make up begini.
"Um mau jenguk Nathanael mah". Jawab alletha
Bu iris yang mendengarkan itu pun sangat sangat senang.
"Gak bohong kan". Tanya Bu iris
"Gk lah mah, alletha ke sana
sama kawan 1 kls alletha, tapi alletha GK tau rumah Nathanael di mana". Ucap alletha
Bu iris tersenyum tipis melihat anak nya ini yang seperti nya ada rasa terhadap seseorang yaitu Nathanael.
"Bentar mama kirim lewat wa saja, takut nya kalau mama jelaskan nanti kamu gak paham". Ucap Bu iris
alletha pun berbinar bahagia.
"Iya mah". Ucap nya