NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekasih yang Tak Akur, Tapi Selalu Bersama

Malam akhirnya tiba, membawa suasana yang penuh semangat dan sedikit kegembiraan yang menahan napas. Acara yang mereka bicarakan sejak siang tadi pun dimulai. Di sebuah gedung pertemuan yang besar dan megah, lampu-lampu kristal berkilau indah di langit-langit, memantulkan cahaya yang hangat ke seluruh ruangan. Musik jazz yang lembut mengalun pelan, menciptakan suasana yang elegan dan romantis.

Di pintu masuk gedung, terlihat sosok Nono dan Ayu yang baru saja tiba. Ayu memakai gaun panjang berwarna hitam yang elegan, potongannya pas di badan dan membuatnya terlihat sangat cantik dan anggun. Rambutnya diikat tinggi dengan beberapa helai rambut yang menjuntai di pipi, menambah kesan manis. Di sisi lain, Nono memakai kemeja berwarna biru tua yang digulung sampai siku, dipadukan dengan celana panjang hitam yang rapi. Warna biru itu sangat cocok dengan kulitnya yang kecokelatan, membuatnya terlihat sangat tampan dan berwibawa.

"Wih, cantik banget pacarku hari ini. Bikin aku kalah tampan nih," puji Nono sambil menatap Ayu dengan mata yang berbinar kagum. Dia benar-benar takjub melihat penampilan Ayu malam ini.

Ayu tersipu malu, pipinya merona merah muda. Dia menunduk sedikit sambil tersenyum. "Kamu juga ganteng banget, No. Ternyata warna biru yang kamu pilih itu cocok banget sama kamu. Aku jadi bangga banget punya pacar sekeren kamu."

Nono tertawa lebar, menampakkan giginya yang rapi. "Kan sudah aku bilang dari tadi siang. Tapi gaun hitam kamu itu bikin aku kalah tampan nih, Yu. Semua orang pasti lihat kamu terus, aku jadi cuma jadi pelengkap aja nih."

"Eh, jangan narsis deh! Kamu tuh tetap ganteng kok, di mana aja dan pakai apa aja," seru Ayu sambil mencubit lengan Nono pelan, tapi matanya penuh dengan rasa sayang.

Mereka pun berjalan masuk ke dalam acara itu dengan tangan saling bergandengan erat. Orang-orang di sekitar mereka yang melihat pasangan itu pun berhenti sejenak untuk menatap mereka. Mereka tahu betul siapa Nono dan Ayu. Mereka tahu kalau pasangan ini sering bertengkar, sering beda pendapat, dan sering terlihat seperti air dan minyak. Tapi melihat mereka sekarang—begitu akrab, saling menyayangi, dan berjalan dengan penuh percaya diri—mereka pun akhirnya mengerti.

Nono dan Ayu memang kekasih yang tak akur. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil, mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan sekalipun. Tapi mereka juga sadar bahwa pertengkaran itu adalah cara mereka untuk saling mengenal, saling mengerti, dan saling menyayangi lebih dalam lagi. Setiap perdebatan, setiap kali mereka saling melawan, itu justru membuat ikatan di antara mereka semakin kuat dan tak terputuskan.

Mereka berjalan melewati kerumunan orang, menyapa beberapa teman dan kenalan yang mereka temui. Di tengah keramaian itu, Nono tiba-tiba berhenti dan menoleh ke arah Ayu.

"Kamu tahu nggak, Yu?" bisik Nono pelan ke telinga Ayu, suaranya lembut dan penuh perasaan.

Ayu menoleh dan menatap mata Nono. "Apa, No?" tanyanya pelan.

"Aku nggak mau kita berubah. Aku suka kita yang kayak gini. Suka berantem soal hal-hal kecil, suka beda pendapat, tapi selalu sama-sama dan saling menyayangi. Aku nggak mau kita jadi pasangan yang kaku dan nggak pernah ngomong apa-apa. Aku suka kita yang asli kayak gini," kata Nono pelan, matanya menatap Ayu dengan tulus.

Ayu terharu mendengar kata-kata Nono. Hatinya terasa sangat hangat dan penuh dengan kebahagiaan. Dia mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Nono pelan. "Aku juga, No. Aku juga suka kita yang kayak gini. Kekasih yang tak akur, tapi selalu bersama dan saling mengerti. Aku sayang banget sama kamu, No."

"Aku juga sayang banget sama kamu, Yu," jawab Nono sambil tersenyum lebar, lalu dia mencium kening Ayu pelan.

Di malam itu, di tengah keramaian acara yang indah, Nono dan Ayu tahu bahwa cinta mereka tidak perlu sempurna. Cinta mereka tidak harus selalu sama pendapat atau selalu akur. Cukup saling mengerti, saling menerima apa adanya, dan selalu ada satu sama lain dalam keadaan apa pun, itu sudah lebih dari cukup bagi mereka berdua.

Malam itu pun berjalan dengan indah bagi mereka berdua. Mereka menari, makan, dan bercakap-cakap dengan orang-orang di sekitar mereka, sambil terus memegang tangan satu sama lain, seolah takut kehilangan. Dan di dalam hati mereka masing-masing, mereka berjanji untuk selalu menjaga rasa sayang ini, apa pun yang terjadi di masa depan.

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!