NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Nona Arrogant

Takdir Cinta Nona Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.

Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.

Pergaulannya kian liar,

Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.

Tuan Anthony marah bukan main,

keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.

Supir pribadi sang ayah,

brugh....
Ester pingsan....

apa yang akan terjadi.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7 bibit kebencian

Malam kian larut ketika pintu kamar Ester terbuka dari luar,

Jarum jam di dinding menunjuk angka satu dini hari,

Tuan Anthony terlihat melangkah masuk dan mendekat pelan ke arah pembaringan.

Di pinggir pintu yang sedikit terbuka, sang istri berdiri di sana.

Luka di kening Ester sungguh membuatnya dan nyonya Hagia khawatir.

Sejak sore tadi keduanya sudah sekuat tenaga menahan diri untuk tidak datang dan menemui Ester.

Tuan Anthony menatap sendu wajah lelap Ester.

Wajah putrinya itu saat terlelap terlihat begitu damai,

Sepertinya luka di keningnya tak cukup membuat tidurnya terganggu.

" kenapa kau nakal sekali....apa papa harus menikahkanmu agar kau mau berubah ?! " cicit tuan Anthony lirih nyaris tak terdengar.

Setelah cukup lama berada di kamar itu dan memastikan kondisi sang putri yang baik baik saja,

Tuan Anthony melangkah keluar kamar dan kembali menutup pintu dengan hati hati sekali.

" bagaimana ?! Dia baik baik sajakan ?! " nyonya Hagia bertanya setelah sang suami berada di luar kamar dan pintu kamar Ester tertutup sempurna.

" jangan khawatir, dia tidur lelap....itu artinya luka di keningnya memang hanya luka ringan..." jawab tuan Anthony.

Nyonya Hagia menghela nafas lega,

" dia tidak makan malam tadi " cicit nyonya Hagia sambil mengikuti langkah sang suami menuruni anak tangga.

" biarkan saja....anggap itu sebagai pembelajaran untuk Ester,

tidak makan malam satu kali tidak akan membuatnya sakit " jawab tuan Anthony mencoba menguatkan hati untuk sedikit tega kepada Ester demi agar sang putri mau belajar dan berharap bisa sedikit berubah ke arah yang lebih baik.

" hemmm....." nyonya Hagia tak lagi bisa berbuat apa apa jika sang suami sudah memutuskan.

Tak lama kedua pasangan paruh baya terlihat masuk ke dalam kamar meraka.

Malam terus kian beranjak, udaranya kian terasa dingin menusuk tulang.

Di dalam kamar, tepatnya di bawah selimut tebalnya.

Ester menggeliat,

Perutnya terasa perih,

Gadis itu bangun dan memeluk perutnya, ia ingat ia tidak makan malam tadi sebelum tidur.

Ester mendongakkan kepalanya,

Jam di dinding kamarnya menunjuk angka dua lebih.

" ckk....

teganya papa dan mama benar benar membiarkan aku tidak makan malam " decaknya kesal.

Ester berniat kembali tidur dan menahan rasa laparnya,

Tapi ternyata ia tak tahan. Rasa perih di perutnya begitu menyiksa.

Ia sudah coba mengakalinya dengan minum air putih,

tapi rasa perih itu tak kunjung hilang.

" ckk....."

Akhirnya Ester menyibak selimutnya dan turun dari ranjang setelah berdecak sebal.

Ia melangkah ke arah pintu kamar dan keluar. Ester terus melangkah menuruni anak tangga kemudian langsung menuju dapur.

Klik

" hah....!!! " Ester terpekik kaget ketika ia menghidupkan lampu dapur dan ketika lampu menyala ia melihat seseorang telah berdiri tepat di hadapannya.

Posisi keduanya begitu dekat hingga spontan keduanya sama sama mundur kebelakang.

" sedang apa kau di sini malam malam begini hah ?

mau maling ya....?! " sentak Ester ketus pada sosok yang baru saja membuatnya jantungan itu.

Sosok itu kian membuatnya jengkel ketika ia teringat sang papa yang tak kunjung mendatanginya namun malah terlihat berbincang dengan seseorang itu.

" maaf....

aku hanya mau mengambil air putih...bukan mau maling.

Aku haus dan tidak air putih di kamarku " jawab seseorang itu yang tidak lain adalah Yoga sembari menunjukkan botol air minumnya kepada Ester.

Ia sedikit tersinggung dengan ucapan Ester barusan.

" dan botol ini milikku, aku membawanya dari rumah " lanjut Yoga lagi menjelaskan tanpa di minta.

" bodo...emang aku perduli...." jawab Ester ketus.

Yoga menghela nafas,

" permisi..." ucapnya kemudian sembari melangkah dengan posisi miring melipir ke sisi kosong Ester.

Ester melirik ketus kepada Yoga yang melewatinya dengan jelas menjaga jarak padanya.

Rasa tidak suka yang identik dengan rasa benci seolah mulai muncul di hatinya.

" tunggu..." panggilnya membuat Yoga berhenti.

" ya..."

Ester memutar tubuhnya dan melangkah ke arah Yoga,

Kembali keduanya saling berhadapan.

" jawab pertanyaanku dengan jujur " ucap Ester sambil menatap Yoga tajam,

Posisi mereka yang berhadapan dan lumayan dekat membuat Yoga bisa kian jelas melihat wajah cantik di hadapannya itu.

Mata bulat yang nampak bersinar terang seperti bulan purnama.

Alis yang terukir indah dan panjang. hidung mancung yang begitu rapi.

Dan satu lagi yang kian membuatnya gemetaran. Bibir mungil semerah cerry yang begitu nampak begitu indah di matanya.

Rasanya ia tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.

Ia bukan pemuda yang tertutup meski ia juga membatasi pergaulannya terutama dengan lawan jenis.

Tapi meski begitu,

Ia juga masih sering bergaul dan bertemu dengan banyak wanita cantik,

Tapi rasanya....

Tak pernah sekalipun ia merasa sekagum ini.

Yoga merasa salah tingkah, untuk sejenak otaknya seakan berhenti bekerja.

Jantungnya tiba tiba berdetak kencang seperti genderang yang mau perang.

Keringat dingin sontak membasahi keningnya, beruntung ini malam hari dan pencahayaan lampu dapur tak seterang itu hingga keringat di keningnya tak bisa terlihat.

" a..apa ?! " tiba tiba ia menjadi gagap

" apa niatmu datang kemari ?! untuk bekerja atau merebut sesuatu yang bukan hakmu ?! " lanjut Ester lagi,

Nada bicaranya kian terdengar ketus dan mengintimidasi sosok di hadapannya.

Yoga sedikit mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan gadis cantik tapi angkuh di hadapannya itu.

" apa maksudmu...nona ?! " tanya Yoga kemudian setelah ia mati matian menenangkan dirinya.

" jangan berlagak bodoh,

aku bukan anak kecil yang bisa kau bohongi....

aku tahu betul manusia macam apa kau ini " jawab Ester kian pedas,

Yoga sedikit mengangkat alisnya demi mendengar ucapan Ester yang sarat bernada tuduhan itu.

" memangnya...

orang macam apa aku ini ?! " tanyanya kemudian.

Ester kian tajam menatap Yoga,

" penjilat...." jawab Ester ketus, Yoga terperangah mendengarnya.

" tapi kau salah jika kau berpikir dengan menjilat papaku kau akan mendapatkan segalanya....

jadi sebelum kau malu....

sebaiknya batalkan niatmu untuk menjilat papaku..." lanjut Ester,

Tak lama gadis itu memutar tubuhnya dan melangkah pergi.

Klik....

Ester mematikan lampu dapur begitu saja dan membuat dapur kembali gelap seperti semula. Ia tak perduli meski di dapur sana masih berdiri seseorang yang terdiam seperti patung.

Selanjutnya ia melangkah ke arah tangga dan berniat kembali ke kamar.

Ia membatalkan niatnya untuk mencari makan.

Sementara Yoga,

Sepeninggal Ester ia masih setia berdiri mematung di dalam gelap.

Ia tak tahu harus bagaimana.....ia bingung dengan tuduhan yang baru saja di lontarkan kepadanya barusan oleh putri tuan Anthony itu.

Yoga mencoba mengingat hal yang mungkin telah ia lakukan dan menyinggung gadis itu. Tapi ia tak ingat apapun.

Selain...

Sejak di awal pertemuan mereka, Gadis itu sudah seperti tak suka padanya....

" memangnya....

apa salahku ?! kami tidak saling mengenalkan sebelumnya ?!

Tapi kenapa dia bersikap seperti sudah sangat bermasalah denganku ?! " cicit Yoga pelan.

" apa tadi katanya....?!

penjilat.....?!

aku.....?! " Yoga kembali bercicit ria sambil menuding dirinya sendiri.

1
Mardia Emailvivo
cepet up nya author kami.... Bu kin penasaran kalau bisa dobel dongg😄😄🙏
Tuti Tyastuti
𝘦𝘪𝘢 𝘺𝘰𝘨𝘢 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶 𝘴𝘮 𝘻𝘢𝘩𝘳𝘢
shinta
nahh lho, plot twist apa lagi ini..... aku kirain hubungan mereka bakal cemburu, marah dan mais kemudian... tapi ini, sepertinya ga akan mudah. duh Yoga sabar yah




makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
shinta: sama-sama, Kak Thara... semangat terus yah!!
total 2 replies
partini
good story
Tuti Tyastuti
𝘤𝘪𝘦𝘦𝘦 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘨 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶🤭😂😂
shinta
Kamu cemburu dan marah ga dilakuin calon istri ya Esther....
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣
shinta
deeuuuhhhh udah nyaman ya Neng...... bentar lagi jatuh cinta deh ke Yoga!
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘭𝘶" 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘨𝘦𝘯𝘨𝘴𝘪😂
Mega Maharani
ceritanya menarik
shinta
nah lho ... mulai ada titik...titik nihh 😍😍😍
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mardia Emailvivo
deh penasaran binggit deh kek mana kelanjutan nya,semoga nona muda ini sadar lelaki yg harus dia percaya,,😄😄😄
shinta
waaahhhh harus nunggu besok iniiii, padahal penasaran banget!
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘬𝘢𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘢𝘯 𝘴𝘪 𝘱𝘪𝘦𝘵
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘪 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳
shinta
padahal biarin aja tuh Esther makan dulu yoga, biar dia tahu kelicikan Pieter!!
Tuti Tyastuti: 𝘦𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘺𝘢𝘳 𝘬𝘢𝘱𝘰𝘬 𝘴𝘪 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!