NovelToon NovelToon
Gaze Of The Heart

Gaze Of The Heart

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"PERINGATAN : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau alur, Adalah Hasil Imajinasi Penulis, Murni Kebetulan Semata. Interpretasi agama dalam cerita ini merupakan bagian dari pengembangan karakter dan tidak dimaksudkan untuk mengubah ajaran atau akidah yang ada." Terimakasih 🙏

Ameera Nafeeza memiliki segalanya yang di ditawarkan dunia. Namun di balik pakaian rancangan desainer dan pesta kaum sosialita, jiwanya terasa hampa.
Hidupnya berubah drastis saat ia menyelamatkan Syifa Azzahra, seorang wanita Muslimah yang taat, dari seorang pencopet jalanan.
Bukannya dompet, Ameera justru memegang sebuah Al-Qur'an bersampul beludru, sebuah pemberian dari Syifa yang menjadi awal dari kebangkitan spiritualnya. Demi mencari ketenangan yang belum pernah ia rasakan, Ameera meninggalkan kehidupan kelas atasnya untuk tinggal di sebuah pesantren yang tenang.
Di sana, ia bertemu dengan Liam Al-Gazhi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehadiran Yang Tidak Biasa

Pagi itu, sinar matahari menembus jendela kaca kamar VIP dengan cerah, seolah-olah ikut merayakan kepulangan Pak Bramantyo. Ameera sedang sibuk merapikan pakaian ayahnya ke dalam koper kecil saat pintu kamar terbuka.

Ia mengira itu adalah perawat yang akan membawakan kursi roda, namun jantungnya hampir melompat keluar dari tempatnya saat melihat siapa yang berdiri di sana.

Liam berdiri di ambang pintu. Tidak ada jas putih dokter yang biasanya tersampir di bahunya. Kali ini, ia mengenakan kemeja katun berwarna biru navy dengan lengan yang digulung hingga ke siku, dipadukan dengan celana kain berwarna gelap yang pas. Ia tampak jauh lebih santai, namun kewibawaannya justru semakin terpancar.

"Assalamualaikum," sapanya dengan suara yang rendah namun mantap.

"Waalaikumsalam," jawab Ameera pelan, tangannya mendadak kaku saat memegang lipatan baju ayahnya. "Dokter Liam? Bukannya jam kunjung baru dimulai nanti siang?"

Liam melangkah masuk, namun seperti biasa, ia tetap menjaga jarak aman. "Hari ini aku mengambil cuti setengah hari. Aku ke sini untuk mengantar kalian pulang sampai ke rumah."

Ameera tersentak. Kepalanya mendongak refleks, matanya membelalak. "Mengantar kami? Tidak perlu, Liam. Sopir rumah sudah dalam perjalanan ke sini. Lagipula, bukankah kau punya... keluarga yang harus kau urusi?"

Kata keluarga itu diucapkan Ameera dengan penekanan yang sedikit pahit, bayangan wanita cantik dan bayi ganteng itu kembali menari-nari di pikirannya.

"Tidak apa-apa, Ameera. Sopir mu sudah dihubungi oleh ibumu untuk tidak perlu menjemput. Aku ingin memastikan Pak Bramantyo sampai di rumah dengan posisi duduk yang benar dan merasa nyaman selama perjalanan," jelas Liam tenang.

"Tidak, Liam. Itu terlalu merepotkan. Kau sudah menyelamatkan nyawa ayahku, itu sudah lebih dari cukup. Aku tidak ingin berutang budi lebih banyak lagi," tolak Ameera dengan nada yang sedikit tegas, meskipun sebenarnya hatinya meronta karena ingin dekat dengan pria itu. Ia hanya tidak ingin hatinya semakin hancur jika harus melihat Liam lebih lama lagi.

Ameera melirik ibunya, berharap sang ibu akan membela penolakannya. Namun, ibunya justru tersenyum manis, seolah sudah merencanakan ini semua.

"Ameera..." suara berat Pak Bramantyo menyela dari atas tempat tidur. Beliau sudah duduk dengan rapi, tampak jauh lebih segar.

"Ayah?"

"Biarkan Nak Liam mengantar kita. Ayah merasa jauh lebih tenang jika ditemani oleh dokter yang mengoperasi Ayah. Lagipula, Liam sudah seperti keluarga sendiri bagi kami selama seminggu ini. Jangan keras kepala, Nak. Hormati tawaran baiknya," ucap Pak Bramantyo dengan nada yang lembut namun tidak bisa dibantah.

Ameera menggigit bibir bawahnya. Jika ayahnya sudah bicara seperti itu, ia tidak punya pilihan lain. Ia melirik Liam yang masih berdiri tenang. Pria itu sedikit menunduk saat tatapan mereka bertemu sesaat, namun ada sebuah kilat tipis di matanya yang sulit diartikan, seperti sebuah kemenangan kecil yang ia simpan sendiri.

Akhirnya, mereka berjalan menuju parkiran. Liam dengan sigap membantu Pak Bramantyo duduk di kursi depan mobil SUV hitamnya yang sama dengan yang pernah membawa Ameera ke pesantren setahun lalu. Ameera duduk di kursi belakang bersama ibunya.

Suasana di dalam mobil terasa begitu sunyi namun penuh ketegangan bagi Ameera. Aroma parfum kayu cendana milik Liam memenuhi kabin, membangkitkan memori lama saat ia pertama kali belajar menutup kepala dengan selendang.

Ameera menatap punggung Liam dari belakang. Pria itu menyetir dengan sangat tenang, sesekali berbicara ringan dengan ayahnya tentang pantangan makanan dan pentingnya istirahat. Ameera terus teringat pada foto bayi di ponsel Liam.

Apakah bayi itu sedang di rumah bersama ibunya? Apakah Liam sedang memikirkan mereka saat ia mengantarku? Pikiran itu terus berputar seperti gasing di kepala Ameera.

Ia merasa ada sebuah rahasia besar yang tersimpan di dalam mobil ini. Liam tampak sangat santai, seolah tidak ada beban, sementara Ameera merasa sedang duduk di atas bara api. Ia ingin bertanya, namun lidahnya terasa kelu. Ia merasa tidak berhak mencampuri urusan pribadi sang dokter.

Namun, satu hal yang Ameera sadari, meski hatinya diliputi kecemburuan yang hebat, ia tidak bisa memungkiri bahwa ia merasa sangat aman saat berada di dekat Liam. Seolah-olah selama Liam ada di sana, tidak akan ada badai yang mampu menyentuhnya.

"Kita sudah sampai," ucap Liam pelan saat mobil memasuki gerbang rumah mewah Ameera.

Ameera menarik napas panjang. Ini saatnya, pikirnya. Setelah ini, aku harus benar-benar melupakannya dan fokus pada Al-Qur'an ku. Tapi ia tidak tahu, bahwa di dalam rumah itu, sebuah kejutan lain sudah menantinya, dan rahasia tentang anak dan istri Liam akan segera terkuak dengan cara yang paling tidak terduga.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰🥰

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
apa aku yg salfok ya, perasaan waktu awal kehamilan Dayana pingsan usia kehamilan usia 6 minggu trs kok sudah melewati masa ngidam dan sampe sekarang kehamilannya masih tetap 6 minggu juga thor..ga bertambah.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ameera mertua idaman dan untungnya ngidanya juga ga aneh² atau di luar nurul.. kadang kalau baca novel pemerannya lagi ngidam pengen aneh² suka/ekstreem suka kurang sreg kesannya berlebihan. 🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah ketebak daribawal Sarah nitipin tuh pil kb, hadeuuhh..🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa ga jujur saja sama sahabatmu kalau kamu sudah menikah Aydan... itu lebih baik dari pada di rahasiain, biar kedepannya jaga dari fitnah.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wow Aydan gercep.👏👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Didikan Liam Sama Ameera pada.Aydan TOP pokoknya mah.👍👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
selamat datang baby Aydan, pelengkap pertama untuk Liam Ameera..👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
👍👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pak dokter sweet banget, suami idaman, teguh iman.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sedikitnya ngerti agama tapi panggilan ke suami sebagai imam masih rumah tangga kok ga di terapkan thor.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: sama² kak.🙏🙂
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa Ameera masih manggil suaminya dengan nama saja thor rasanya kurang sreg di denger.🙏🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mau shalat sunah kenapa ga kelihatan sudah wudhu belumnya thor tau² sudah gelar sajadah dan langsung shalat aja.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya, doa kalian terkabul juga sama Author.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waduuhhh... apa Liam sebenarnya sudah suka sama Ameera ya.. sampe ngeluarin kata² manisnya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
semangat Ameera, pasti kamu bisa.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
menarik, moga aja selanjutnya tetap bagus.🤭👍
💗 AR Althafunisa 💗
Bernafas aja salah, itulah wanita. Ditambah lagi ngidam 😂
Retno Isusiloningtyas
apakah dokter Liam sdh kenal Ameera sebelumnya yaaa
Rahayu Ayu
Terima kasih kak Author 🙏🤍🤍
ros 🍂: makasih kembali kak 🥰
total 1 replies
Rahayu Ayu
Luar biasa 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!