NovelToon NovelToon
Terjerat Gairah Suami Sahabat

Terjerat Gairah Suami Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ima susanti

Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.

Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.

Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Tok....."

"Tok....."

"Tok...."

"Permisi pak." ucap Lidia setelah mengetuk pintu ruang kerja Panca.

"Masuk." terdengar setahun dari dalam menyuruhnya masuk. Perlahan Lidia memutar knop pintu dan masuk perlahan menuju meja kerja Panca.

"Ada apa bapak memanggil saya?" tanya Lidia formal.

"Ga usah formal gitu, kita ini lagi berdua."

"Tapi ini di kantor pak, saya harus professional." tepis Lidia.

"Sudahlah Lidia, kalau di depan orang - orang kamu boleh kaya gini tapi saat kita berdua santai aja."

Panca bangun dari duduknya berjalan perlahan mendekat dengan tatapan ingin menelan Lidia bulat - bulat.

"Aku rindu kamu, Lidia. Aku butuh amunisi." ucap Panca dengan suara lirih tapi masih bisa di dengar Lidia.

"Maaf pak, ini di kantor. Jangan seperti ini pak."

"Aku tau, Lid. Tapi Aku sudah tak bisa memakanya. " Tiba - tiba lelaki itu merangkul pontang Lidia dan dalam hitungan detik bibir Panca sudah mendarat di bibir Lidia. Lelaki itu rakus dan sangat rakus mengulum dan membelit Lidah Lidia dan terkesan menuntut. Lidia tak lak lagi menolak apa yang Pang lakukan spertinya ia sudah mulai menikmati permainan Panca. Ia sudah bisa membalas walau masih kaku. Kedua tangan mengalung di leher Panca.

Ada senyum bahagia terpancar di bibir Panca. Lidia sudah bisa menerima perlakuan. Tangan Panca tidka lagi bisa di kondisikan. Tangannya bergeleria di balik kemeja Lidia. Sepasang gunung kembar mencari sasaran Panca berikutnya. Lidia terbawa arus dan menikmati permainan mereka hingga kesadarannya pulih saat Panca hendak meminta lebih.

"Pak jangan, Ini sudah ga benar. Cukup sampai di sini saja, ini salah. " ujar Lidia dengan nafas masih memburu.

"Bukankah kamu juga menikmatinya sayang?" ujar Panca terus menggoda Lidia.

"Tapi ini salah pak, aku tak mau lagi di selimuti perasan bersalah.

"Kamu jangan menyangkalnya Lidia, kamu jangan bohongi diri sendiri. Aku bisa merasakan kalau kamu juga menginginkannya. Lupakan rasa berpisah itu mari kita nikmati kebahagian kita." rayu Panca.

Lidia terdiam, perkataan Panca memang benar adanya. Hatinya sudah kalah oleh percikan api yang di tawarkan oleh Panca.

"Percayalah semuanya akan baik - baik saja. Selama kamu patuh dan tidak mendustai hatimu." Panca melepaskan Lidia dan menurut wanita itu merapikan penampilanya.

"Kali ini kamu lolos, sekrang kembalilah kemejamu." perintah Panca.

Lidia mengangguk dan tersenyum samar dengan tubuh sedikit bergetar. Buru - buru ia keluar dari sana sebelum Panca berubah pikiran. Ada kelegaan yang ia rasakan saat sudah berada kembali di ruanganya.

Rasanya ia begitu lelah hayati dengan kehidupannya yang sekarang. Wanita itu memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan agar bisa melupakan maslah pelik dalam hidupnya saat ini.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul empat lewat tiga puluh menit, saatnya ia harus pulang. Ia ingin buru - buru cepat sampai di apartemennya dan merebahkan tubuhnya yang lelah.

Hujan juga sudah berhenti, Lidia pulang tanpa pamit pada Panca seperti biasanya. Ia memilih hanya mengirim sebuah pesan agar tak bertemu langsung dengan lelaki itu.

"Pak saya pulang duluan." pesan terkirim dan langsung centang buru pertanda pesannya langsung di baca Panca.

"Iya." balas Panca membuat Lidia heran dengan respon bosnya. Tapi ia tak ambil pusing yang penting hari ini ia bisa bebas. Dengan langkah ringan ia menuju taxi online yang sudah menunggu di depan lobby.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 👍🙏🙏

1
surya cempaka
Sayang banget banyak tulisan typo, jadi kurang nyaman bacanya. padahal alur ceritanya bagus
Ima Susanti: terimaksih kk, insya Allah thor revisi
total 1 replies
ardiana dili
pasti itu panca ya kak
Ima Susanti: 🤭🤭🤭tau aja kk ini😂🤣
total 1 replies
ardiana dili
selalu aku kasih vote Dan semangat ya kak 💪
Ima Susanti: Terimakasih kk 😘😘😘😘
total 1 replies
Pjjmakkem
ini lidia mmg ga dikenal sm adit? kan sekretaris panca

atau adit br dipindah ke kantor nya panca?

atau adit atau lidia ga pernah saling cerita mrk kerja dimana?
ardiana dili
terima kasih kak selalu up setiap hari
Ima Susanti: sama² kk😘😘🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: ok!😘😘😘🙏
total 1 replies
ardiana dili
kapan ya kak Lidia ketemu sama panca
Ima Susanti: saran dong kk, enaknya kapan ya🤔🤔
total 1 replies
ardiana dili
sdh aku kasih vote Dan tetap semangat kak💪
Ima Susanti: Siap kk😘😘🙏🙏
total 1 replies
Dinda Putri
banyak banget tifo nya thooor
Ima Susanti: nanti thor revisi kk🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: Siap kk😘😘🙏
total 1 replies
ardiana dili
terima kasih kak sdh up lagi
Ima Susanti: sama² kk, di tunggu saran dan masukannya kk serta like yang banyak😘😘😘🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: /Ok//Kiss//Kiss/
total 1 replies
ardiana dili
up lagi kak,
Ima Susanti: nonton timnas dulu kk🤭🤭
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: ok kk sayang, otw😘😘
total 1 replies
Ima Susanti
/Determined//Determined//Determined//Kiss//Kiss/
ardiana dili
semangat Thor 💪💪
Ima Susanti: /Determined//Determined//Determined/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: /Ok//Kiss//Kiss//Rose/
total 1 replies
Ima Susanti
otw kk😘😘😊
ardiana dili
lanjut
ardiana dili
waalaikumsalam , selalu aku dukung .kak💪
Ima Susanti: /Pray//Pray//Kiss//Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!