Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.
Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.
Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.
Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Petaka
Nathan melihat pergerakan angin yang sangat berbeda, seolah gejolak amarah dari alam lain yang siap menelan apa saja.
Pusaran angin yang terlihat kuat bergerak ke arah mereka dengan gerakan yang sangat cepat, dan membuat apa saja menyapu.
Sedangkan sosok wanita cantik yang ada di depan goa terlihat menghadang dua Siluman Kobra yang terlihat beringas dan ingin menghabisi siapa saja.
Gerakan sepasang Siluman itu sangatlah cepat, dan kekuatannya juga membuat dinding gua bergetar hebat, seolah hendak runtuh, terlihat material serpihan batu dan debu berjatuhan.
Keduanya tersenyum seringai menatap sosok wanita cantik yang mencoba menghalangi niat mereka. Senyum seringai terlihat menghiasi bibirnya.
“Dewi Gayatri, jangan mencoba menghalangi kami. Segel yang terkunci sudah dibuka, maka ini adalah malam kebebasan kami, mereka dikirim kepada kami sebagai perantara untuk membuat semuanya menjadi kemenangan yang akan kami raih!” ucap Siluman Ular Kobra yang mengenakan mahkota dengan batu permata berwarna hitam di bagian tengahnya.
Sosok itu tersenyum dengan sinis, ia seolah menantang sosok wanita cantik yang dianggap sebagai penyeimbang alam ghaib di Alas Purwo.
Wanita itu merasa jika sepasang Siluman Ular Kobra tersebut sudah membuat kekacauan.
“Hentikan semuanya, sebelum Alas Purwo menjadi lautan neraka,” Gayatri mencoba mengingatkan keduanya.
Akan tetapi, sosok Siluman Kobra itu semakin tertawa dengan angkuh. "Dewi Gayatri, kita akan berhadapan lagi, jika masa itu kau dapat melemahkanku, maka tidak untuk sekarang." ucap sosok Siluman yang bernama Kala Gemet.
"Kala Gemet! Tak puaskah kau membuat kerusakan semasa hidupmu, dan saat ini kau kembali dengan membuat kerusakan!" Dewi Gayatri terlihat menekan ucapannya.
Sosok wanita itu sudah sangat mengkhawatirkan kondisi Alas Purwo yang mana terlihat sangat kacau.
"Menyingkirlah, Ibu Ratu, sebelum aku juga menghabisimu!" ancam Kala Gemet dengan suara lantangnya.
Kelakuan buruknya semasa hidup yang suka menggagahi banyak wanita membuat mati dengan ditikam oleh seorang Tabib yang sedang mengobati bisulnya yang bernama Ra Tanca.
Kebangkitannya yang di awali dengan kemunculan kitab kuno sebagai pembuka kunci segel, membuat ia akan membalaskan dendamnya pada siapapun juga.
Dewi Gayatri mencoba menasehati sosok yang merupakan anak tirinya tersebut, tetapi semua terlambat, suasana sudah berubah dengan cepat.
Angin bertiup kencang, ribuan Siluman Ular dan juga genderuwo yang memiliki sifat mesum ikut membantunya.
Melihat perlawanan yang tidak sebanding, Dewi Gayatri menghampiri Nathan dan dua gadis yang masih hidup.
Sosok wanita cantik itu bergegas membisikkan sesuatu kepada Nathan yang saat ini sedang kebingungan melihat situasi yang ada.
"Temukan keris Jalak Tilam Sari dan juga belati Ra Tanca yang ada di Goa Istana," pesan sosok Dewi Gayatri pada ketiganya, lalu ia menghilang bersama dengan pasukan prajurit yang menggunakan kuda dan membawanya pergi.
Nathan tersentak kaget, dan ia semakin bingung dengan isi pesan yang disampaikan, sebab merasa sangat tidak masuk akal.
Bagaimana ia dapat menemukan keria yang dinyatakan hilang sejak berabad tahun lamanya?
Keris itu dibuat tanpa lekukan, sebab belum sempurna dibuat, dan saat pembuatannya, konon keris itu dibuat dari batu meteor, dan menggunakan bisa ular sebagai pencelupannya.
Belum sempat Nathan untuk bertanya, Dewi Gayatri sudah menghilang, ia semakin kebingungan.
Sementara itu, sosok bernama Kala Gemet yang sudah berubah menjadi Siluman Kobra merentangkan kedua tangannya, wajahnya menengadah menatap langit, tepat dimalam satu Suro, dan ia mengucapkan kata. "Bangkitlah! Balaskan semua dendamku!" ucapnya dengan suara yang sangat lantang.
Seketika langit malam semakin menggelap, orang-orang yang ada disekitar Alas Purwo dan sedang melakukan ruwatan diberbagai kawasan situs Kawitan, Pura Selaka, pantai Pancur, dan sekitarnya merasakan ke anehan yang sangat mencolok.
Tak biasanya langit begitu pekat, dan terlihat kelipan halilintar membelah kegelapan, dan saat bersamaan, petir menyambar dengan sangat kuat diair laut.
Warga yang sedang ruwatan tersentak kaget, dan melihat sesuatu yang seperti pergerakan asap hitam, meliuk-liuk datang dengan suara gemuruh.
Sedangkan di Istana goa sendiri, para petapa dan rekan Nathan yang sudah tewas, tiba-tiba bergerak. Asap hitam yang berupa sosok genderuwo, Siluman Kerbau, dan juga Siluman Ular, serta makhluk mengerikan lainnya memasuki raga mereka, dan membuat kedua mata para korban terbuka, termasuk Alessa dan juga Axel.
Perlahan tubuh mereka mengalami mutasi yang sangat mengerikan, dimana sebagian tubuh mereka berubah dengan cepat dan ditumbuhi bulu berwana hitam yang cukup tebal, dan kedua mata mereka memerah, disertai taring yang tumbuh mencuat dari sudut mulut mereka.
Ada yang berubah menjadi Siluman Kerbau, kepala mereka memiliki tanduk, bermata merah, dan bergigi tajam.
Sebagian lainnya berubah menjadi Siluman Ular yang tak kalah mengerikannya.
Axel sendiri berubah menjadi setengah Genderuwo, dan Alessa berubah menjadi Setengah Ular Hitam.
Kengerian semakin bertambah, saat mereka bangkit dengan gerakan yang sangat mengerikan, dan keluar dari Goa Istana, lalu berjalan menuju keluar goa, tempat dimana Kala Gemet dan selirnya sedang menanti mereka untuk memberikan perintah.
Dengan berjalan sesuai perubahannya, mereka berkumpul, dan menatap patuh pada Kala Gemet.
Nathan, Naura dan Sena menatap dengan wajah ketakutan, ditambah lagi, Kael, Gita, Manda, Kenny dan Jhony yang tadi mengalami sakit perut juga dirasuki oleh para jin Genderuwo, dan membuat mereka ikut mengalami mutasi.
Sontak saja hal itu membuat ketiganya ketakutan.
"Hah! Apa yang terjadi? Mengapa seperti ini?" ucap mereka dengan wajah panik. Kelima sahabat mereka terlihat sangat menyeramkan.
Naura hampir saja pingsan saat melihat Kael memiliki taring dan kuku panjang yang meruncing, ia tidak dapat menerima kenyataan yang sangat mengerikan.
"Kael! Kael! Apa yang terjadi padamu?" Naura ingin menghampiri pemuda tersebut, tetapi Sena dengan sigap menarik lengan tangan gadis berambut pendek tersebut.
"Naura! Tidak! Dia bukan lagi Kael yang dulu." cegah Sena, ia menahan Naura agar tidak bertindak gegabah.
Sedangkan Kael sudah mutasi menjadi setengah iblis, dan berwujud menjadi setengah Kerbau, begitu juga dengan Kenny, sedangkan Manda, Gita dan juga Jhony menjadi sosok berbulu yang sangat mengerikan.
Mereka bergerak menunju depan Goa Istana, tempat dimana Kala Gemet dan Selirnya sedang menanti mereka.
Kala Gemet berdiri diatas sebuah batu berukuran besar, dan ia siap memberikan perintah kepada para pasukannya untuk menyerang para warga di Alas Purwo, sebagai bentuk balas dendam atas kematiannya dimasa silam.
Ia belum sempat untuk memimpin kerajaan cukup lama, tetapi tewas dengan cara mengenaskan.
Maka di kebangkitannya saat ini, ia akan mengubah semuanya, ia adalah sang penguasa, dan semua dendamnya akan terbalaskan dengan bantuan para makhluk yang sudah ia ciptakan dengan kekuatan yang ia miliki.
"Wahai para pengikutku! Aku adalah Rajamu! Maka dengarkan perintahku! Habisi semua warga Alas Purwo, buat mereka saling membenci, culik para wanita dan juga para gadis, bawa mereka ke hadapanku, dan bunuh setiap para lelakinya!" titah Kala Gemet yang berotak mesum.
kasihan yaa para keluarga nya yg kebingungan mencari keberadaan mereka semuanya 😔
Semoga Naura dan Kael serta Nathan bisa menemukan kitab kuno itu, sehingga mereka bisa bebas dari hutan Alas Purwo.. 🙏