Indira, gadis muda keturunan Tionghoa dan Indonesia. dia sudah dari kecil ikut dengan sang ibu, karena ayahnya sudah meninggal
Indira, melanjutkan perusahaan otomotif milik sang Ayah, tapi saat dia akan kembali ke Indonesia. dia mengalami kecelakaan pesawat...
Penasaran dengan cerita nya Yuk ikuti terus Cerita ini. akan banyak menguras tenaga dan emosi, siapkan kata-kata yang indah saat Indira Gandhi masuk ketubuh perempuan muda yang ditinggal oleh orang tua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eight
"Kau... aku tak akan menipu orang" ucap kesal tabib Lu. Xiao Lin hanya mengangkat kedua bahunya
"Siapa tahu saja, kan kita tidak ada yang tahu dengan hati seseorang bukan?" jawab Xiao Lin dengan nada enteng. tabib Lu Zheng pun langsung meminta petugas resepsionis mengambil uang ke bendahara rumah sakit
Saat tabib Lu Zheng membayar semua tanaman herbal itu. dia meminta Xiao Lin, bila ingin menjual herbal atau tanaman obat memberikan nya pada dirinya
Xiao Lin hanya menjawab singkat dan pergi dari sana, kedua kakak dan adik pun pun sudah membeli beberapa makanan ataupun Cemilan
Saat mereka masuk kedalam hutan dan berniat untuk kembali karena hari semakin gelap, dan mereka mendengar pertempuran
Xiao Lin memegang tubuh Xiao Nam dan melakukan Ging gong begitu pelan dan tak bersuara, Xiao Lin pun melompat kedahan satu ke satu Xiao Nam bersemangat dia akan meminta jie jie untuk mengajarkan dia bela diri
SLING
BRAK
Dua lelaki paruh baya di serang sekitar dua tiga puluh orang, mereka tak memikirkan teman mereka yang menjadi korban
"Cepat kita harus habisi Kaisar Cou" teriak salah satu berjubah hitam itu. keadaan dua orang itu semakin terdesak
"Brengsek.... kalian pasti akan mendapatkan balasan dari kekaisaran kami" teriak lelaki paruh baya yang melindungi orang yang sudah semakin kekurangan tenaga nya. Xiao Lin melihat lelaki paruh baya itu terkena racun
"Ck ck ck.... jaman sekarang tuh apa-apa racun, ngga ada gitu sianida atau apa gitu kerenan dikit" gumam Xiao Lin
"Kamu diam disini, sekalian kamu lihat beberapa gerakan jie jie paham" ucap Xiao Lin. pada Xiao Nam
"Baik jie jie" jawab Xiao Nam. Xiao Lin pun melompat mendekati pertarungan itu
Xiao Lin menendang salah satu dari orang berjubah hitam. membuat orang yang terkena tendangan dia terlempar jauh sekitar sepuluh meter
BUG
UHUKKKK
Semua orang terdiam mereka terkejut melihat orang terlempar begitu jauh, saat melihat ke arah siapa yang membuat lelaki itu terlempar
Mereka semua terkejut saat melihat gadis kecil yang berdiri di hadapan mereka
"Hehehe.... hai, maaf ni kalian menghalangi jalan ku untuk kedalam hutan, jadi aku tak sengaja menendang pinggang nya tadi" ucap Xiao Lin yang sambil cengengesan
Xiao Nam melongo melihat kejadian itu, jie jie nya begitu kuat. sekali tendangan pun membuat lelaki berbadan besar terlempar
"Brengsek kau bocah... apa kau sudah bosan hidup haa? kau ikut campur dalam urusanku" teriak ketua pembunuh bayaran itu
"Aku bukan ikut campur... tapi kalian mengganggu jalan, lagi kalian tidak lihat? lelaki yang kalian Serang itu sudah terluka, Jadi untuk apa kalian menyerangnya lagi?" ucap Xiao Lin sambil melipatkan tangan nya
"Brengsek kau.... aku juga akan membunuh mu" teriak pembunuh bayaran. Xiao Lin pun langsung menatap tajam
"Membunuh ku? apa kau mampu?" tanya Xiao Lin dengan nada mengejek. pembunuh bayaran itu merasa terhina dan langsung menyerang Xiao Lin
BUG
BRAK
KREEK
BUG
Xiao Lin terus memberikan serangan dan terakhir dia menendang dada pembunuh bayaran itu, membuat lelaki itu memuntahkan darah begitu banyak dan tumbang
Para anak buah pembunuh bayaran itu terkejut. Mereka pun langsung menyerang Xiao Lin secara bersamaan
Xiao Lin tersenyum remeh pada mereka semua dan Xiao Lin pun tanpa disadari oleh orang lain mengeluarkan jarum racun dan melemparkan itu ke arah para pembunuh bayaran
JLEB
JLEB
JLEB
Dua puluh sembilan anak buah pembunuh bayaran itu terjatuh dan kejang-kejang mengeluarkan busa di mulutnya. membuat ketua pembunuh bayaran melotot tak percaya, dia pun terpaksa melarikan diri, Xiao Lin menatap tak berniat mengejarnya
Xiao Nam yang di atas pohon pun segera turun, dia pun langsung mendekati jie jie nya
"Jie jie tak apa-apa?" tanya Xiao Nam
"Tidak... ayo kita kembali Xie'er pasti menunggu kita" ucap Xiao Lin. sedangkan dua orang yang di bantu Xiao Lin melongo tak percaya
"Tunggu jie jie" ucap Xiao Nam. dia pun mendekati para pembunuh bayaran itu
"Adik kamu mau apa?" tanya Xiao Lin
"Hehehe... ada harta tak bertuan jie jie, jadi kita harus mengambil nya" ucap Xiao Nam
"Harta tak bertuan?" tanya Xiao Lin dengan nada binggung
"Hmm... para paman itu kan mati, terus pasti mereka memiliki koin emas perak atau perunggu, jadi itu sangat di sayangkan bukan jie jie" jawab nya sambil mengeledah para pembunuh bayaran
"Eh...."
TBC
...----------------...
Selamat yang kemaren sudah menjawab kuis author.....
Silahkan kirim no nya ya.... bagi yang belum beruntung jangan kecil hati ya guys