NovelToon NovelToon
Lentera Abadi Di Makam Bintang

Lentera Abadi Di Makam Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Sistem
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yuzuki chan

​Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
​"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
​Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35 badai di lembah angin puyuh dan pertemuan dua takdir

Langit di atas Gurun Merah masih berwarna kelabu saat barisan pasukan hantu Xing Shenyuan bergerak. Tidak ada suara derap kaki kuda, tidak ada gemerincing zirah logam. Yang ada hanyalah kabut dingin yang merayap di atas pasir, membawa ribuan jiwa yang haus akan pembalasan.

Di garis depan, Tie Zha tampak seperti menara kematian. Tubuh rohnya kini lebih padat, zirah hantunya memancarkan kilap ungu gelap setelah menyerap energi dari Mutiara Roh Yin yang diproduksi di Ibu Kota. Di belakangnya, Xing Shenyuan berjalan dengan tenang, tangannya menggenggam Lentera Abadi yang apinya menari-nari kecil, seolah bersemangat menyambut pesta pora energi yang akan datang.

"Lembah Angin Puyuh ada di depan, Tuan," bisik Xiaoyue. Ia kini mengenakan zirah kulit perak yang pas di tubuh, busur bintangnya sudah terpasang di punggung. "Formasi deteksi mereka sangat rapat. Begitu kita masuk ke radius satu mil, mereka akan tahu."

Shenyuan berhenti, menatap lembah sempit yang diapit oleh tebing tajam itu. "Memang itu tujuannya. Biarkan mereka tahu. Biarkan ketakutan mereka menjadi bumbu yang melembutkan jiwa mereka sebelum Tie Zha memanennya."

Serangan Pembuka: Resonansi Langit dan Bumi

Shenyuan tidak berniat menyusup. Ia ingin menguji stabilitas jiwanya yang telah mencapai 90%. Ia butuh tekanan eksternal untuk "menempa" sisa retakan mikro yang ada.

Ia mengangkat tangan kirinya, jari-jarinya bergerak membentuk pola rumit di udara.

"Seni Bintang: Runtuhnya Langit Ketujuh."

Seketika, awan di atas Lembah Angin Puyuh berputar hebat. Tekanan atmosfer meningkat drastis. Sebuah pilar cahaya perak raksasa jatuh dari langit, menghantam tepat di tengah-tengah kamp terdepan Sekte Gerhana Hitam.

BOOOOOM!

Ledakan itu melenyapkan formasi pelindung lembah dalam sekejap. Para murid sekte yang sedang berjaga tidak sempat berteriak saat tubuh mereka hancur menjadi debu oleh tekanan gravitasi yang tiba-tiba.

"Serang," perintah Shenyuan singkat.

Tie Zha meraung, suaranya menggetarkan dinding tebing. Pasukan hantu melesat masuk seperti banjir hitam, menebas apa pun yang masih bernapas.

Penyelamatan di Ruang Pemurnian: Ye Ziling

Di kedalaman lembah, di dalam sebuah gua yang diubah menjadi laboratorium alkimia yang bau, seorang wanita muda dengan pakaian compang-camping tampak terantai di depan sebuah tungku besar. Rambutnya yang panjang dan hitam menutupi wajahnya yang pucat, namun matanya—hijau seperti zamrud—memancarkan kebencian yang mendalam.

Dia adalah Ye Ziling, seorang jenius alkimia dari sekte kecil yang dimusnahkan oleh Gerhana Hitam. Selama dua tahun, ia dipaksa memurnikan "Pil Mayat" menggunakan darah manusia.

Pintu gua hancur berkeping-keping. Seorang murid Gerhana Hitam berlari masuk dengan panik. "Ziling! Cepat kemas Esensi Hijau itu! Kita diserang oleh monster!"

Ziling tidak bergerak. Ia justru tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengandung racun. "Monster? Bukankah monster yang sebenarnya adalah kalian?"

"Kau—!" Murid itu mengangkat pedangnya, hendak memenggal Ziling karena membangkang.

Sret.

Sebuah anak panah es menembus tenggorokan murid itu sebelum pedangnya turun. Tubuhnya membeku seketika dan hancur menjadi serpihan.

Xing Shenyuan masuk ke dalam gua, diikuti oleh Xiaoyue. Mata Shenyuan langsung tertuju pada tungku alkimia, lalu beralih ke Ye Ziling. Ia bisa merasakan bakat terpendam di dalam wanita ini—sebuah Konstitusi Tubuh Alkimia Kayu Abadi.

"Siapa kau?" suara Ziling serak, namun tetap tegas.

Shenyuan mendekat, dengan satu sentuhan jari, rantai yang mengikat Ziling hancur menjadi debu. "Seseorang yang butuh apoteker handal. Dan kau... kau tampak seperti seseorang yang butuh rumah baru dan kesempatan untuk membalas dendam."

Ye Ziling menatap Shenyuan. Ia merasakan aura yang sangat kuat namun terkontrol sempurna. "Jika kau bisa memberiku kepala Penatua yang membunuh keluargaku, aku akan menjadi budakmu selamanya."

"Aku tidak butuh budak," jawab Shenyuan, membantunya berdiri. "Aku butuh sekutu yang bisa memastikan pasukanku tidak mati karena racun atau kekurangan energi."

Kehadiran yang Tersembunyi: Mu Rong

Di atas tebing yang menghadap ke lembah, seorang wanita lain sedang mengamati pertempuran itu dengan teropong spiritual. Ia mengenakan jubah putih bersih dengan sulaman pedang di pundaknya. Wajahnya cantik dengan garis rahang yang tegas, memancarkan wibawa seorang pendekar luhur.

Dia adalah Mu Rong, murid inti dari Sekte Pedang Suci dari wilayah Tengah yang dikirim secara rahasia untuk memantau aktivitas Gerhana Hitam.

"Kekuatan macam apa itu?" gumam Mu Rong, matanya terpaku pada sosok Shenyuan di bawah sana. "Dia berada di Ranah Jiwa Baru Lahir, tapi auranya... itu bukan aura dari sekte mana pun yang kukenal. Dan cara dia mengendalikan pasukan hantu itu, sangat efisien. Tidak ada energi yang terbuang sia-sia."

Mu Rong menarik pedang tipisnya sedikit dari sarungnya. Ia merasakan dorongan untuk turun dan menguji pria itu, namun tugasnya adalah observasi.

"Seseorang yang bisa menghancurkan pos terdepan Gerhana Hitam sendirian... Dia bisa menjadi ancaman bagi keseimbangan, atau kunci untuk menghancurkan kegelapan di Barat."

Tiba-tiba, Shenyuan menoleh tepat ke arah tebing tempat Mu Rong bersembunyi. Jarak mereka lebih dari dua mil, namun Mu Rong merasa seolah-olah mata ungu pria itu sedang menatap langsung ke dalam jiwanya.

Mu Rong tersentak, segera menarik diri ke dalam bayangan. "Dia menyadariku?! Luar biasa..."

Login Harian: Laboratorium Terkutuk

Shenyuan kembali fokus pada gua tempat Ye Ziling berada. Ia merasakan getaran sistem.

> [Sistem Login Harian Makam Bintang]

> [Lokasi: Laboratorium Alkimia Terlarang (Whirlwind Valley)]

> [Status: Siap untuk Check-in.]

> [Bonus: Menemukan 'Bakat Langka' Ye Ziling.]

>

"Login."

> [Ding! Check-in berhasil!]

> [Selamat, Tuan mendapatkan: "Tungku Bintang Sembilan Naga" dan "Manual Alkimia Jiwa Abadi".]

> [Deskripsi Item:]

> * Tungku Bintang Sembilan Naga: Tungku alkimia kelas Surga yang dapat meningkatkan peluang keberhasilan pemurnian pil tingkat tinggi hingga 50%.

> * Manual Alkimia Jiwa Abadi: Teknik pembuatan pil yang fokus pada pemulihan jiwa dan penguatan fondasi (Sangat cocok untuk kondisi Shenyuan saat ini).

>

Shenyuan menyerahkan tungku kecil yang tiba-tiba muncul di tangannya kepada Ye Ziling. Ziling menerima tungku itu dengan tangan gemetar. Sebagai alkemis, ia tahu benda di tangannya ini jauh melampaui apa pun yang pernah ia lihat.

"Ini... ini adalah harta suci," bisik Ziling.

"Gunakan itu untuk membuatkan aku Pil Penambal Surga dalam tiga hari," perintah Shenyuan. "Semua bahan yang kau butuhkan, ambil dari gudang sekte ini."

Pertempuran Puncak: Melawan Penatua Han

Di luar gua, pertempuran hampir berakhir. Namun, sesosok pria tua dengan jubah hitam yang dipenuhi simbol tengkorak terbang keluar dari bangunan utama. Dia adalah Penatua Han, pemimpin pos terdepan ini, seorang ahli Jiwa Baru Lahir Tahap Awal (Puncak).

"Siapa yang berani merusak tempatku?!" raung Han. Ia melambaikan tangannya, melepaskan ribuan tengkorak api hitam yang mengepung Shenyuan.

Shenyuan melangkah keluar dari gua dengan tenang. "Aku sedang dalam suasana hati yang baik karena baru saja mendapatkan apoteker baru. Jadi, aku akan memberimu kematian yang cepat."

Shenyuan tidak menggunakan senjata. Ia hanya melepaskan aura jiwanya secara penuh.

"Domain Lentera: Pembersihan Kegelapan!"

Cahaya putih murni meledak dari tubuh Shenyuan. Tengkorak-tengkorak api hitam itu lenyap seketika seperti kabut yang terkena sinar matahari fajar.

Shenyuan muncul di depan Han dalam satu kedipan mata (Langkah Dimensi). Tangan kanannya mencengkeram leher Han.

"Jiwa Baru Lahir Puncak?" Shenyuan mencibir. "Fondasimu kosong. Kau membangun kekuatanmu di atas tumpukan mayat, tanpa pemahaman hukum yang benar. Di mataku, kau tak lebih dari seekor semut yang mencoba menelan gajah."

Shenyuan meremas leher Han. Energi bintang murni mengalir masuk, meledakkan Nascent Soul milik Han dari dalam.

DUAAGH!

Penatua Han mati tanpa sempat mengeluarkan satu teknik pun.

Penutup Bab: Formasi Baru

Matahari kini telah tinggi. Lembah Angin Puyuh telah jatuh.

Shenyuan berdiri di tengah reruntuhan, menatap dua wanita yang kini ada di dekatnya—Xiaoyue yang setia, dan Ye Ziling yang kini menatapnya dengan penuh harapan. Dan di kejauhan, ia tahu Mu Rong masih mengamati.

"Xiaoyue, pimpin pembersihan. Ziling, mulai pemurnian pilmu sekarang."

Shenyuan memejamkan mata, merasakan getaran di dalam dirinya.

> [Analisis Sistem:]

> [Pertempuran melawan ahli selevel telah mengompresi energi Anda.]

> [Stabilitas Fondasi: 95%.]

> [Status: Siap untuk langkah terakhir menuju 'Nascent Soul Tahap Menengah'.]

>

"Satu langkah lagi," batin Shenyuan. "Dan Barat akan benar-benar bergetar."

Ia menoleh ke arah tebing tempat Mu Rong berada, kali ini dengan senyum tipis yang penuh misteri. "Dan kau, gadis dari wilayah Tengah... jika kau ingin menonton, pastikan kau membawa tiket yang cukup mahal lain kali."

Mu Rong di tempat persembunyiannya merasakan jantungnya berdegup kencang. Ia tahu, perjalanan pria ini baru saja dimulai, dan ia entah bagaimana, akan terseret ke dalamnya.

* Kultivasi Shenyuan: Jiwa Baru Lahir Tahap Awal (Stabilisasi: 95%).

* Heroine Baru: 1. Ye Ziling (Apoteker/Alkemis - Konstitusi Kayu Abadi).

Mu Rong (Pendekar Pedang - Mata-mata dari Wilayah Tengah).

* Lokasi: Lembah Angin Puyuh (Telah Ditaklukkan).

* Target: Membangun basis Alkimia dan bersiap menyerang markas utama Gerhana Hitam.

1
Seorang Penulis✍️
Tess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!