NovelToon NovelToon
Hanya Mempelai Pengganti

Hanya Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Rina kim

Pernikahan bisnis yang sudah di rancang sedemikian rupa terancam batal hanya karna mempelai wanita kabur di hari pernikahan. Bintang, selaku kakak yang selama ini selalu di sembunyikan terpaksa harus menggantikan Lidya.
"Yang ku inginkan adalah Lidya! Kenapa malah dia yang menjadi mempelainya?!" Pekik Damian pagi itu.
"Kita tidak punya pilihan, hanya ada dia."Jawab sang ayah.
Damian menatap Bintang dingin, "Baiklah, akan ku perlihatkan padanya apa yang namanya pernikahan itu."Balasnya dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pingsan

Jam sudah menunjukkan pukul satu tiga puluh saat Bintang akhirnya keluar dari kamarnya.Gadis itu mengenakkan gaun yang di berikan oleh Damian.Wajahnya masih pucat dan kepalanya masih sangat nyeri, tapi dengan beberapa usaha akhirnya Bintang berhasil menutupi wajahnya yang pucat.

“Lelet banget siap siapnya, kayak tambah cantik aja.”Sindir Damian yang terlihat sudah sedikit jengah menunggu Bintang yang tak kunjung datang menghampirinya.

“Maaf, tuan.”Balas Bintang dengan nada lemahnya, dia benar benar masih belum kuat tapi dia memaksakannya karna Damian yang memintanya begitu.

“Udah cepat, nggak usah klemar klemer kayak ayam sayur.”Ujar Damian dengan kesal, dia pun kemudian langsung pergi terlebih dahulu meninggalkan Bintang yang nampak kesulitan untuk mengimbangi langkah kakinya.

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, mobil yang di kendarai oleh Damian dan juga Bintang akhirnya sampai di rumah keluarga besar Wicaksono. Pertama kali melihat bangunan itu, Bintang hanya terdiam dan mengaguminya.Bangunan ini berkali kali lipat lebih besar dari rumah keluarga Bramono.

“Cepat turun, jangan mengatakan apapun.Berpura puralah kita sedang baik baik saja. Jika tidak kau akan merasakan akibatnya.”Ujar Damian memperingatkan, dia menatap Bintang yang hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah.

Sesampainya di rumah yang di dapati Bintang adalah Wicaksono dan juga Raisa yang terlihat sedang duduk santai di ruang keluarga. Sementara Ken terlihat sedang menghabiskan waktunya di halaman untuk membaca bukunya.

“Akhirnya yang di tunggu tunggu datang juga.”Ujar Raisa dengan ramah saat melihat kedatangan Bintang dan juga Damian.

“Mau makan sekarang aja, pa?”Tanya Damian. Dia yang sejak awal tidak menyukai Raisa pun terlihat selalu mengabaikan gadis itu di setiap kesempatan yang dia punya.

“Kamu mau makan sekarang, Bintang?”Tanya Wicaksono, dia menatap Bintang dengan penuh kehangatan seolah olah gadis itu adalah anak perempuannya sendiri.

“B- boleh, tuan besar.”Jawab Bintang takut takut.

“Kenapa panggil tuan besar? Kamu panggil aja papa dan mama.”Ujar Wicaksono dengan sangat ramah.

“Iya, pa.”Balas Bintang dengan nada canggung, sementara di sebelahnya Damian terlihat hanya bisa tersenyum tanpa bisa membantah setiap permintaan yang di lontarkan oleh Wicaksono.

“Kalau begitu kita makan siang dulu ya.”Ujar Wicaksono, dia kemudian membimbing Bintang ke ruang makan. Tempat dimana mereka semua akan menghabiskan makan siang hari ini.

“Kalian sampe malam, kan?”Tanya Raisa basa basi.

“Nggak, kami habis ini mau langsung pulang. Damian ada pekerjaan mendadak.”Tolak Damian dengan nada pelan. Tentunya dia bukan ada pekerjaan mendadak tapi dia ingin mencari dimana keberadaan Lidya saat ini.

“Kenapa cepat banget? Padahal papa kangen loh.”Ujar Raisa dengan ramah tapi sayangnya ramah dari gadis itu sama sekali tidak mengetuk hati Damian untuk menerimanya sebagai ibu tiri.

“Bukan urusan kamu.”Balasnya dengan dingin seperti biasa.

“Ekhem.”Wicaksono berdehem, dia sudah tahu jik Damian sama sekali tidak menerima Raisa dan berbagai macam cara sudah dia lakukan agar pria itu menerimanya. Hanya saja setelah semua cara cara itu Wicaksono akhirnya menyerah dan memilih untuk diam.

“Jadi kapan rencananya kalian akan memberikan papa cucu?”Tanya Wicaksono tiba tiba.

“Uhuk uhuk!”Bintang yang tadinya masih makan dengan tenang pun langsung tersedak saat mendengar apa yang baru saja di tanyakan oleh Damian.

“Nggak usah espektasi lebih pa, papa kan tahu Damian nggak subur.”Ujar Damian dengan nada pelan.

Benar, dia sudah di diagnosa dengan sel sperma yang lemah bahkan sebelumnya dia sudah meniduri berbagai macam wanita dengan ras yang berbeda dan dia melakukannya tanpa pengaman tapi tak ada satu pun dari mereka yang berhasil mengandung anaknya. Hal ini cukup untuk menjelaskan jika perkataan dokter waktu itu adalah benar adanya.

“Kalo kamunya nggak subur tapi Bintang yang subur ya bakal dapat juga anaknya. Papa nggak mau tahu dalam waktu tiga bulan Bintang harus hamil karna papa udah nggak sabar buat nimang cucu.”Ujar Wicaksono tanpa berniat untuk mendengar bantahan dari Damian.

“Di usahain pa.”Balas Damian sementara Bintang hanya diam dan tersenyum canggung. Dia tidak pernah menyangka jika pernyataan seperti ini bisa di bicarakan di meja makan dan di hadapan seluruh keluarga.

Di tengah makan siang itu, Bintang merasa kepalanya kembali berdenyut dengan kuat. Pandangannya mengabur bahkan rasa panas sudah merambat hingga ke pelupuk matanya.

Spontan gadis itu langsung memegang kepalanya seolah benda itu akan jatuh jika dia tidak memeganginya sekarang juga.

“Bintang, ada apa?”Tanya Raisa penasaran saat melihat Bintang yang sudah pucat sembari memegangi kepalanya.

“Nggak apa apa, ma. Cuma sakit aja kepalanya.”Ujar Bintang, dia memaksakan dirinya untuk tersenyum sementara tubuhnya sudah mulai bergetar menahan dingin.

“Mau istirahat sebentar?”Tanya Raisa. Di sampingnya Damian terlihat sama sekali tidak peduli dan hanya menganggap semuanya sebagai sandiwara dari Bintang.

“Nggak usah ma,nggak apa apa.”Balas Bintang.

Setelah memberikan jawaban yang terdengar sedikit menenangkan itu, Bintang kembali mengambil sendoknya. Dia pikir dia akan baik baik saja selama bisa menahannya tapi semakin lama sakit di kepalanya semakin menjadi dan dia bahkan kesulitan untuk sekedar membuka matanya.

“Kenapa sakit sekali.”Gumamnya dengan nada pelan, sangat pelan hingga hanya dia yang bisa mendengarnya.

“Nggak usah sok akting deh.”Bisik Damian dengan kesal. Dia benci saat melihat Bintang berpura pura lemah dan rapuh seperti saat ini.

“Nggak,tuan.”Balas Bintang dengan berbisik juga.

Bintang mencoba untuk menguatkan dirinya bahkan tanpa sadar dia sampai menggenggam erat sendok yang ada di tangannya.

Hingga…..

Bruk!

Gadis itu tumbang, tubuh ringkihnya terjatuh ke lantai dengan tanpa permisi kepadanya.

“Bintang!”Pekik Raisa panik, sementara itu Damian hanya memutar bola matanya malas sebelum akhirnya dia ikut berpura pura peduli dengan menghampiri Bintang dan menolongnya.

‘Dia benar benar menyusahkan.’ Umpat Damian di dalam hatinya, dia menatap sosok yang sudah lemas itu dengan penuh kebencian.

“Bawa ke rumah sakit.”Ujar Wicaksono. Kata kata yang di ucapkan oleh pria itu berhasil membuat Damian merasa sedikit panik.

“Nggak usah pa, dia cuma butuh infus vitamin sama istirahat saja. Dia kelelahan karna kami melakukan ‘itu’ semalaman.”Ucap Damian, jika Bintang di bawa ke rumah sakit semuanya akan semakin runyam bahkan mungkin Wicaksono akan tahu jika Damian memperlakukan Bintang dengan buruk dan membiarkannya kedinginan semalaman suntuk.

“Kamu ya! Papa tahu kamu masih muda dan kuat, tapi nggak gini juga.”Ujar Wicaksono yang langsung percaya kepada perkataan Damian.

“Ya gimana lagi pa,  namanya anak muda.”Ucap Damian dengan santai.

“Kalau begitu bawa dia ke kamar kamu. Malam ini kalian tidur di sini.”Ujar Wicaksono pada akhirnya.

“Tapi pa-“

“Nggak ada tapi tapian, malam ini kalian tidur di sini.”Ujar Wicaksono, dia sama sekali tidak membiarkan Damian membantah kata katanya.

“Iya pa.”Balas Damian pasrah pada akhirnya,dia kemudian langsung membawa tubuh kurus Bintang menuju ke kamarnya tanpa berniat untuk memberikan bantahan lainnya kepada sang ayah.

‘Dia benar benar menyusahkan! Lihat saja aku akan memberikannya pelajaran.’ Umpatnya di dalam hati.

1
Reni Anjarwani
orang kok kejam bgt damian , makanya slidiki benar kemana larinya kekasihmu jangan asal nuduh bintang yg tdk2 katanya orang kaya nyari bukti kaya gitu kok goblok bgt yaa
Dymas mulya
mulutnya lemes amat
Haikal Jibran alkhalifi
jangan biarkan bintang mempunyai perasaan suka sama Damian Thor, biar Damian aja yg cinta sendiri, buat karakter bintang kalem,tapi tegas
Wirda Wati
semakin seruuuu👍
Wirda Wati
Semoga kamu menyesal Damian nantinya
Wirda Wati
Hempaskan bintang
Wirda Wati
semoga bintang sehat bisa balas dendam sama damian🤣
Wirda Wati
Damian memang bodoh
partini
ini novel ada di sebelah juga ya Thor
pinkeu_gongju: bukan kaka, terimakasih dukungannya ya ka😍
total 3 replies
Dymas mulya
lanjut thor
Dymas mulya
gemes banget sama yang honeymoon kedua🤣🤭
Dymas mulya
Penasaran sama alurnya, semangat thorr
pinkeu_gongju: jangan lupa kepoin terus ya kaka
total 1 replies
Dymas mulya
Lanjut kaka🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!