Demi mendapatkan pembayaran SPP yang tertunggak dan kesempatan ikut ujian akhir, Ayu terpaksa mengikuti saran temannya mencari Sugar Daddy di sebuah kelab malam. Ia membutuhkan solusi instan—seorang pria kaya yang bersedia membayar mahal untuk kepatuhannya.
Sialnya, bukan Sugar Daddy impian yang ia dapatkan, melainkan seorang pria dominan berwajah tampan yang, ironisnya, tak punya uang tunai sepeser pun di dompetnya. Pria itu adalah Lingga Mahardika, CEO konglomerat yang penuh rahasia.
Lingga, meskipun kaya raya, ternyata adalah "Sugar Daddy Kere" yang sebenarnya—ia hanya bisa membayar Ayu dengan jaminan masa depan, martabat, dan pernikahan siri. Transaksi mereka sederhana: Ayu mendapatkan perlindungan dan status, sementara Lingga mendapatkan kepatuhan spiritual dan fisik untuk memadamkan hasratnya yang membara.
Akankah Cinta akan hadir diantara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Sugar Daddy KR
Gita tiba-tiba menyentuh bibirnya yang berwarna pink. Menjilatinya sedikit kemudian menatap Lingga yang juga kebetulan menatapnya. Mata mereka berada pada satu titik dan menimbulkan debaran aneh dan asing.
12345 detik mereka dalam keadaan seperti itu sampai Lingga berdehem dan segera mengalihkan perhatiannya ke langit-langit seolah-olah mencari cicak.
Ayu sendiri langsung duduk di mejanya sendiri mengabaikan perasaan asing yang baru saja menjalar.
Ia duduk di depan laptop canggih Lingga yang sangat besar. Sensasi mengakses alat paling pribadi seorang CEO membuat hatinya berdebar. Ia tahu Lingga mengandalkan rasa takut Ayu terhadap kontrak untuk menjaga kerahasiaan.
Ayu mulai bekerja. Tugasnya: Menyusun daftar 50 wanita lajang paling berpengaruh di kota, dengan kriteria yang ambigu—seolah Lingga benar-benar sedang mencari pengganti Aleya.
Ayu membuka browser dan memulai pencariannya, hati-hati tidak menyentuh folder pribadi di desktop. Ia mencatat nama-nama pewaris perusahaan fashion, pengusaha teknologi muda, dan bahkan seorang influencer politik dengan jutaan pengikut.
Saat ia memilah-milah nama, rasa kesal mulai muncul. Mengapa aku, yang nyaris tidak punya uang untuk membeli makan, harus mencarikan pacar untuk pria yang memiliki segalanya, kecuali pengendalian diri?
Ayu menyadari bahwa tugas ini adalah bentuk kekuasaan Lingga yang paling menyebalkan. Ini adalah cara Lingga mengingatkannya bahwa Ayu, si mantan siswi miskin, hanya ada untuk melayani bahkan urusan pribadi Lingga yang paling dangkal.
Ayu memutuskan untuk melakukan sedikit balas dendam kecil.
Ia membuka spreadsheet baru. Kriteria yang Lingga berikan sangat umum, jadi Ayu menambahkan kriteria versinya sendiri, yang didasarkan pada pengamatan pribadinya terhadap Lingga:
Pengaruh dan Kekayaan: (Sesuai permintaan Lingga)
Tidak Terlalu Cantik: (Ayu mengira ini akan membuat Lingga kesal karena ia tahu Lingga menyukai wanita yang sangat menarik, seperti Aleya.)
Hobi yang Mengganggu: (Misalnya, pecinta travel ekstrem, kolektor barang antik berisik, atau penyayang binatang yang berlebihan—hal-hal yang pasti akan mengganggu ketenangan Lingga yang terorganisir.)
Minat pada Kehidupan Malam: (Ini adalah poin paling penting. Ayu sengaja mencari wanita yang sangat suka berpesta, clubbing, dan minum, untuk terus mengingatkan Lingga pada insiden The Abyss.)
Ayu menghapus beberapa nama model dan pewaris perusahaan hiburan yang terlalu sempurna dan menggantinya dengan:
Dara Paramitha: CEO Startup Kecantikan. Deskripsi Ayu: Sangat cerdas, tapi memiliki 15 ekor kucing ras Persia di apartemennya. (Lingga pasti benci bulu kucing).
Vina Adelia: Penulis Novel Terlaris. Deskripsi Ayu: Sangat berpengaruh di kalangan literasi. Hobi: Mengikuti festival musik di luar negeri setiap akhir pekan. (Pasti akan mengganggu jadwal Lingga).
Renata Susanto: Kontraktor Properti. Deskripsi Ayu: Sangat kaya, memimpin proyek besar. Suka berpesta di yacht pribadi setiap malam Jumat. Koleksi minuman wine langka. (Pengingat keras tentang alkohol).
Ayu menyelesaikan daftar 50 nama itu, menyorot lima nama teratas yang paling 'mengganggu' dan memasukkannya ke dalam laporan yang rapi.
Saat Ayu menyelesaikan laporannya, ia menyadari Ken sedang berdiri di ambang pintu, mengawasinya.
"Tuan Lingga meminta Anda mencari mitra bisnis, Nona Ayu," kata Ken datar. "Bukan mendesain kencan buta."
Ayu terlonjak. "Tuan Ken! Sejak kapan Anda di sana?"
"Cukup lama untuk membaca deskripsi Nona Dara Paramitha. Lima belas kucing Persia? Tuan Lingga sangat alergi pada bulu kucing," kata Ken, sama sekali tanpa nada mengancam, tetapi matanya menunjukkan bahwa ia mengamati setiap detail.
Ayu mendesah. "Saya hanya... sedikit menambahkan humor, Tuan Ken. Saya lelah."
Ken berjalan masuk, berdiri di samping Ayu. Ia melihat spreadsheet Ayu.
"Anda menambahkan kriteria 'Sangat Suka Pesta dan Minum' untuk tiga puluh persen dari daftar Anda," ujar Ken. "Anda sengaja?"
Ayu menoleh, merasa malu karena tertangkap basah. "Ya. Itu... balas dendam kecil saya. Dia berbohong tentang alkohol, dia mengancam saya, dan sekarang dia menyuruh saya mencari pacar. Saya harus melakukan sesuatu."
Ken tidak marah. Justru, ia mengangguk pelan. "Saya mengerti, Nona Ayu. Tuan Lingga memang menjengkelkan. Tapi... Anda harus hati-hati."
"Hati-hati kenapa?"
Ken menatap Ayu dengan tatapan yang penuh makna, sebuah pandangan yang jauh dari kesan dingin biasanya.
"Tuan Lingga tidak pernah meminta saya mencarikan wanita untuknya, bahkan ketika ia bersama Aleya. Dia selalu sangat tertutup. Kenapa dia menyuruh Anda melakukan tugas ini?" Ken berbisik.
"Mungkin dia sedang mencari pengalih perhatian. Atau mungkin... dia mencari alasan untuk menguji reaksi Anda. Dia ingin tahu apakah Anda cemburu."
Ayu tertawa kecil, kaku. "Cemburu? Saya? Tuan Ken, dia adalah bos saya. Saya adalah siswi yang terikat kontrak. Dia adalah 'Sugar Daddy Kere' yang mabuk. Tidak ada cemburu di sini, hanya kelangsungan hidup."
"Tuan Lingga sering melakukan hal yang berlawanan dari apa yang ia rasakan. Dia benci diganggu, tapi dia mempekerjakan Anda, seseorang yang dia anggap gangguan," jelas Ken. "Dia bilang Anda bom waktu, tapi dia meninggalkan laptop pribadinya untuk Anda."
Ken menunjuk ke layar. "Jika Anda benar-benar ingin membalas dendam, Nona Ayu, jangan masukkan nama-nama yang suka berpesta. Itu hanya akan mengingatkannya pada malam itu, dan itu justru yang ia butuhkan: alasan untuk mabuk lagi. Masukkan nama-nama wanita yang paling membosankan, paling konservatif, dan yang paling jauh dari The Abyss."
Ayu menatap Ken. Nasihat Ken sangat bijaksana, dan lebih menyerupai saran seorang kakak daripada seorang bodyguard.
"Terima kasih, Tuan Ken," kata Ayu. Ia buru-buru mengubah kriteria dan memilah ulang daftar itu, mengganti para party-goer dengan wanita-wanita yang berdedikasi pada amal, investasi properti konservatif, dan hobi membaca buku kuno.
Pukul 11.50. Laporan 50 wanita lajang sudah siap.
Ayu berjalan ke meja Lingga, menyerahkan laptop itu.
"Laporan sudah siap, Tuan Lingga," kata Ayu.
Lingga mengambil laptop itu, menggeser layar sebentar. Ia membaca beberapa nama, lalu berhenti pada deskripsi yang baru (setelah revisi berkat Ken).
"Nona Ayu," kata Lingga, suaranya kembali dingin dan datar. "Kenapa semua nama teratas ini adalah wanita yang bekerja di bidang amal dan memiliki hobi merajut?"
Ayu mengangkat dagunya, memaksakan keberanian. "Itu kriteria yang paling cocok dengan citra publik Anda sebagai Ketua Yayasan yang berintegritas, Tuan. Mereka konservatif, jauh dari gosip, dan pasti tidak akan pernah menginjakkan kaki di club malam."
Lingga menatap Ayu tajam. Ia mengerti. Ini adalah serangan balik Ayu. Gadis itu tidak takut padanya; dia hanya takut kehilangan gajinya.
Lingga memejamkan mata, menghela napas. Gadis ini cerdas. Dan berbahaya.
"Baiklah, laporan diterima," kata Lingga. "Sekarang, tugas ketujuh. Ada pertemuan mendadak di private lounge Mahardika. Kau akan ikut. Dan pastikan kau tidak membuat kesalahan ketik lagi."
"Syiap tuan!" jawab Ayu cepat. "Tapi lain kali jangan suruh saya mencari daftar wanita untuk anda kencani," dengus Ayu.
"Kenapa? Kamu cemburu?"
***
pasti bulu bulunya berdiri....
upssss 🤭🤭🤭
bulu yang mana ea bun
..????
Halah mas mas senyum aja gengsiiii
jadi lingga lagi tak bermoral donk bunda....?
nty mlm kamu cari kotoran sapi lalu timpuk ke wajah lingga.... di jamin deh kamu puas.... cobain dehhhh
mending langsung sat set antrin itu si baby kucing.... 😀😀😀
karna yang kau pandang lurus lurus sudah manis..
jadi pahit itu sudah tak terasa lagi saat memandang ayu
srius tanya dengan nada halus sehalus sutra.....