NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: tamat
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:686.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa, dan keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 1.

Arunika berdiri di depan meja makan panjang itu dengan tenang. Gaun rumahnya sederhana, rambut cokelat gelapnya tergerai rapi hingga bahu. Wajahnya tanpa riasan berlebihan, hanya sentuhan tipis yang membuatnya tampak bersih dan profesional.

Namun di ruangan megah itu, ia tetap terlihat seperti seseorang yang tak penting.

Mertuanya, Mirna Wijaya, meletakkan sendok dengan bunyi cukup keras.

“Masakan ini kurang asin,” ucapnya dingin.

Arunika mengangguk pelan.

“Baik, Mah. Nanti saya perbaiki.”

Di ujung meja, suaminya Simon Wijaya, bahkan tak mengangkat wajah dari layar ponselnya. “Ma, nanti malam ada jamuan dengan klien Singapura. Arunika nggak perlu ikut.”

Mirna tersenyum tipis.

“Memang sebaiknya begitu, istri pengusaha besar seharusnya punya wawasan... bukan cuma pintar di dapur.”

Kalimat itu meluncur halus, tetapi mengandung luka. Namun Arunika tetap berdiri tegak, ia menatap suaminya. “Kalau memang tidak diperlukan, aku tidak akan datang.”

Simon akhirnya menoleh pada Arunika, tatapannya datar. “Kamu nggak keberatan?”

“Tidak,” jawab Arunika tenang.

Dan memang benar, ia... tidak keberatan. Karena malam ini, ia sudah memiliki agenda yang jauh lebih penting daripada sekadar menghadiri jamuan makan yang penuh basa-basi.

Satu jam kemudian, Arunika memasuki ruangannya di lantai dua rumah besar itu. Begitu pintu tertutup, ekspresinya berubah.

Tenang, tegas dan terlihat fokus. Ia membuka lemari tersembunyi di balik panel kayu, di dalamnya tersimpan tas kulit hitam dan jas laboratorium putih yang terlipat rapi.

Nama bordir di dada kiri itu tertulis, Dr. Arunika Maheswari, Sp.BTKV—Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular.

Ia mengenakan jas itu dengan gerakan terlatih.

Ponselnya bergetar.

“Ya?” jawabnya singkat.

Suara di seberang terdengar cemas namun penuh hormat. “Dokter, pasien aneurisma sudah tiba. Tekanan darah tidak stabil, kami menunggu Anda.”

“Aku sampai dalam dua puluh menit, siapkan ruang operasi. Jangan mulai tanpa saya!”

Nada suaranya berubah sepenuhnya, tidak lembut dan tidak ada keraguan. Ia mematikan panggilan, meraih tasnya, lalu berjalan keluar melalui pintu samping rumah yang jarang digunakan.

Tak ada yang tahu, karena tak ada yang bertanya. Sebab di rumah itu, keberadaannya memang tak pernah dianggap penting.

Tak berapa lama di sisi lain kota, lampu ruang operasi Rumah Sakit Cakrawala menyala terang. Tim dokter berdiri siap. Begitu Arunika masuk, seluruh ruangan terasa berbeda.

“Laporan singkat,” kata wanita itu sambil mengenakan sarung tangan steril.

“Perempuan, 42 tahun. Aneurisma pecah, pendarahan masif.”

Arunika menatap monitor beberapa detik.

“Clamp di sini,” ujarnya menunjuk cepat. “Kita kontrol aliran dulu, jangan panik.”

Seorang dokter muda menelan ludah. “Dokter… risiko kematian—”

“Fokus pada prosedur, bukan statistik,” potong Arunika tenang.

Pisau bedah berpindah ke tangannya, gerakannya presisi. Tidak tergesa-gesa, bahkan tangannya tidak gemetar. Waktu berjalan hampir tiga jam. Ketika akhirnya Arunika melepas sarung tangan, suara monitor berdetak stabil.

Pasien selamat.

Seluruh tim mengembuskan napas lega.

“Terima kasih, Dokter Arunika,” ucap Kepala Anestesi dengan hormat.

Arunika hanya mengangguk kecil. “Pastikan observasi ketat dua puluh empat jam.”

Ia berjalan keluar tanpa mencari pujian. Baginya, ini bukan kehebatan. Ini... tanggung jawab.

Saat ia kembali ke rumah menjelang tengah malam, ruang tamu masih menyala. Simon duduk di sofa dengan jas yang belum dilepas.

“Kamu dari mana?” tanya pria itu singkat.

“Keluar sebentar.”

“Sebentar sampai hampir tengah malam?”

Arunika menatap suaminya tanpa ekspresi. “Ada urusan.”

Simon menyunggingkan senyum miring yang meremehkan. “Urusan apa memangnya? Kamu bahkan tidak bekerja, kau hanya... ibu rumah tangga biasa.”

Hening.

Arunika bisa saja menjawab, ia bisa saja mengatakan bahwa malam ini ia menyelamatkan satu nyawa. Bahwa tangannya melakukan operasi yang bahkan tak semua dokter berani ambil. Tapi ia memilih diam, karena pengakuan yang dipaksakan tak pernah bernilai.

“Aku lelah, kalau tidak ada yang penting... aku istirahat dulu.” Ucap Arunika pelan.

Simon berdiri. “Kamu tahu? Kadang aku berharap punya istri yang bisa kubanggakan di depan rekan bisnis.”

Langkah Arunika terhenti, namun ia tidak berbalik. “Semoga suatu hari nanti kamu mendapatkannya,” jawabnya lembut.

Ia berjalan naik ke lantai dua tanpa menyadari bahwa kalimat itu akan menjadi kenyataan—dengan cara yang tak pernah mereka bayangkan.

Malam itu... di kamar yang sama tetapi terasa begitu jauh, Arunika berdiri di depan cermin.

Ia menatap bayangannya sendiri, tidak perlu pengakuan untuk mengetahui nilai dirinya. Namun suatu hari nanti… dunia yang meremehkannya akan berdiri dan menyebut namanya dengan hormat.

1
Achmad
semangat Thor
Jio
keren
Taurus
👍🏻
santosowife
suka
santosowife
ceritanya singkat..ringan dan tidak terlalu bnyak intrik...tokoh utama cwe ny juga kuat dan gak menye2..suka😍😍
Maul 123
lucu emang langsung nikah gak tau asal usul nya😄 namanya jga dunia hayal
Sativa Kyu
👍👍👍
syska
sᴇʟᴀʟᴜ sʏᴜᴋᴀᴀᴀ sᴀᴍᴀ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ...
❤️❤️❤️
Anre1201
Hanya orang yang punya kuasa + punya uang yg bisa membuka ulang kasus berat, kalau rakyat biasa.. Hanya bisa pasrah + berdoa, minta keadilan dari TYM
𝓡𝓡: Konoha banget kan😌
total 1 replies
Anre1201
Orang cerdas / jenius, kadang buta saat melihat character seseorang
Deera__
Aiiihhh Othor Daebak... GK nyangka Veronica malah dijodohin ma Kenzo 🤣🤣🤣
Deera__
benar... dunia kalu dibikin serius monoton GK asikk... harus sedikit menggila makin asyiikk 🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
oalah rupanya Kenzo tidak berbahaya dan jahat... akuu minta maaf sering seudzon padamu Kenzo.. dan cepat nuduh ke kamu lagi.. aduh aku malu 🙈🙈🤭🤭
Deera__
nah kan benar... banyak yg penasaran, ingin tau, mendekat lalu kagum kemudian timbul rasa rakus dan iri dengki serta dendam.
Deera__
emak e wes gendeng dan pembunuh darah dingin psycho
Deera__
masih penasaran .. Kenzo ini dri keluarga mana????
Deera__
dia dalang dan pelaku semua masalah . Ati² kamu sedang diadu domba supanya membenci keluarga Wiratama dan wijaya
Deera__
dia ini dri keluarga mana ya???
Deera__
astaghfirullah ngeri merinding aku 😰😰 anak 18 taun jdi pembunuh, biasa aja setelah itu dan malh manusia dibuat eksperimen dn mainan. GILA ITU ORANG..
Deera__
gila manusia sinting psycho ... kek di China, negeri barat dan india itu ya.. tubuh dan organ dibuat eksperimen.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!