NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Vampir / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi Wanita
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Xavier benci dua hal di dunia ini, kekacauan dan bulu kucing. Sebagai seorang mafia yang disegani hidupnya harus selalu steril dan terkendali.

Namun, semua itu hancur saat seekor kucing liar yang ia temui tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik nan polos bernama Luna.

​Luna tidak tahu cara menjadi manusia. Dia berisik, manja, dan hobi mengacaukan ruang kerja Xavier yang rapi.

Xavier ingin mengusirnya, tapi setiap kali melihat mata bulat Luna, hatinya goyah.

Bagaimana bisa sang pemangsa justru tak berdaya di tangan mahluk manis seperti Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

“Kenapa Sapir selalu bilang kalau Luna bodoh? Luna tidak bodoh!” serunya tak terima. Wajahnya ditekuk, bibirnya mengerucut hingga hampir menyentuh hidung. Matanya yang biru sapphire berkaca-kaca, menatap Xavier dengan binar menuntut keadilan.

Xavier tidak mempedulikan rengekan itu. Hatinya diselimuti kekecewaan yang mendalam. Pria itu berdiri kaku, rahangnya mengeras hingga garis wajahnya terlihat semakin tajam dan mengintimidasi.

“Sapir, tunggu! Jangan tinggalkan Luna!” Luna mencoba meraih ujung kemeja Xavier, namun pria itu menepisnya dengan gerakan kasar.

“Kau bahkan bukan siapa-siapaku, pembohong!” desis Xavier.

Deg! Langkah Luna terhenti. Jantungnya serasa diremas.

“Luna bukan pembohong. Luna sudah berusaha menjelaskan pada Sapir kemarin kalau Luna sebenarnya—” belum sempat gadis itu menyelesaikan kalimatnya, Xavier sudah berbalik. Tangannya yang besar mencengkeram kedua pipi Luna, memaksa gadis itu mendongak menatap matanya yang sedingin es kutub.

“Kau tahu, aku bisa membunuhmu kapan pun aku mau?!” potong Xavier. Napasnya yang hangat menerpa wajah Luna, berbeda dengan kata-katanya yang penuh ancaman maut.

Luna mendongak dengan tubuh gemetar hebat. Ketakutan menyergapnya saat melihat kilat kemarahan di mata pria yang selama ini ia anggap pelindungnya. “Maaf,” lirih Luna dengan suara bergetar. Satu tetes air mata jatuh mengenai ibu jari Xavier.

Xavier tersentak. Rasa hangat dari air mata itu seolah membakar kulitnya. “Berhenti memasang wajah menyebalkan seperti ini!” serunya kesal. Ia melepaskan cengkeramannya dengan kasar, lalu memalingkan wajah.

Sial, ia luluh lagi. Setiap kali melihat mata itu, sisi kejamnya seolah menguap begitu saja.

Di luar ruangan kaca pet shop, suasana tak kalah tegang namun kocak. Gerry, yang sedari tadi menguping karena teriakan pelayan yang kabur, kini berdiri menghalangi para pengawal yang mencoba mendekat.

“Pengawal!” seru Gerry dengan nada sok berwibawa.

“Ya, Tuan Gerry?” jawab mereka serempak.

“Tetap membungkuk! Jangan sampai kalian melihat wajah tuan Xavier dan nona Muda! Satu inci saja mata kalian melirik, aku pastikan besok kalian bekerja jadi tukang parkir di pasar!” titah Gerry dengan tangan di pinggang.

“Maafkan kami, Tuan. Kami hanya penasaran ingin melihat wajah nona kami. Tadi pelayan itu bilang ada siluman cantik,” sahut salah satu pengawal yang berkepala botak.

Gerry melotot, lalu menjitak kepala pengawal itu. “Kau kepo, botak! Cari mati, hah?! Ini urusan pribadi bos besar! Mundur sepuluh langkah atau aku potong gaji kalian!” bentak Gerry.

Nyali para pengawal itu langsung menciut. Mereka tahu, meski Gerry sering bertingkah konyol, pria itu adalah tangan kanan Xavier yang bisa melakukan apa pun tanpa ampun.

Sementara di dalam ruangan, keheningan mencekam itu pecah oleh gerakan tak terduga. Xavier baru saja melepaskan tangannya, namun Luna justru maju selangkah. Dengan gerakan cepat dan sangat naluriah bagi seekor kucing, Luna berjinjit dan menjilat leher Xavier.

Slurrp!

Tubuh Xavier menegang seketika. Bulu kuduknya meremang. Ia terpaku di tempat, tidak mampu bergerak saat lidah hangat itu menyapu kulitnya.

Gerry yang kembali mengintip dari celah pintu langsung melotot hingga kacamatanya melorot ke ujung hidung.

“A-aku tidak salah lihat, kan? Itu... itu teknik bela diri macam apa?” gumamnya sembari mengucek mata dengan tidak percaya.

“Sapir wangi, Luna suka!” ucap gadis itu tanpa beban, lalu menduselkan kepalanya di dada Xavier.

Wajah dan telinga Xavier langsung memerah padam. Ia segera mendorong kepala Luna agar menjauh. “Menjauh dariku, makhluk aneh!”

*

*

Beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di dalam mobil menuju kantor. Karena tidak tega meninggalkan Luna yang tidak tahu apa-apa sendirian di tempat asing, Xavier terpaksa membawanya. Namun, selama perjalanan, bibir gadis itu tidak berhenti berucap ‘Woah’ setiap kali melihat sesuatu di luar jendela.

“Bisakah kau diam! Berisik sekali!” bentak Xavier yang sedang mencoba fokus membaca laporan di tabletnya.

Luna menempelkan wajahnya ke kaca mobil hingga hidungnya pesek. “Luna tidak pernah melihat pemandangan seperti ini, Sapir! Kotak-kotak itu berjalan di sini. Warna-warni! Ada yang merah seperti buah beri!”

“Itu mobil, bodoh. Bukan kotak-kotak!” ketus Xavier tanpa menoleh.

Luna mengangguk-angguk patuh. “Oh... mobil bodoh.”

“Mobilnya tidak bodoh, kau yang bodoh!” ralat Xavier geram.

Gerry yang sedang menyetir berdehem pelan. “Ehem. Nona muda ternyata sangat lucu dan menggemaskan, Tuan. Kenapa saya merasa nona mirip dengan kucing anda yang gemoy itu? Cara dia mengendus kursi mobil benar-benar identik,” gumamnya sembari menahan tawa.

“Apa yang ingin kau katakan, Ger?!” tanya Xavier dengan nada mengancam. Ia seolah tahu apa yang ada di dalam pikiran asistennya itu.

“Eh, begini... ngomong-ngomong kucing nda ke mana, Tuan? Bukankah tadi anda berniat memandikannya di pet shop? Kenapa yang keluar malah gadis cantik ini? Apa anda melakukan sulap?” tanya Gerry penuh rasa penasaran.

Luna menoleh ke arah Gerry. “Luna itu sebenarnya—”

Hup!

Xavier langsung membungkam bibir Luna dengan telapak tangannya sebelum gadis itu sempat membongkar identitasnya. Ia menarik tubuh Luna agar mendekat, lalu berbisik tepat di telinganya dengan nada dingin yang membuat Luna merinding.

“Jangan katakan tentang dirimu pada siapa pun! Kau itu kucing peliharaanku, dan kau hanya milikku! Mengerti?” bisik Xavier.

Mendengar kata ‘peliharaan’, hati Luna entah kenapa mendadak terasa sakit. Ada rasa sesak yang asing menyergap dadanya. Ia memegangi dadanya dengan raut wajah bingung.

Apa yang terjadi pada Luna? Apa Luna penyakitan? Dada Luna sakit sekali. Mimi peri, Luna belum mau mati... Luna hanya ingin bersama Sapir. batinnya sedih, menatap Xavier yang kembali bersikap dingin seolah pelukan barusan tidak pernah terjadi.

1
🇮🇹 25
buat karya baru yang hot.. pocecip.. en dark 🌚🌚🌚
Eva Karmita
cerita nya keren 👌🥰 aku suka ...😍😍
Eva Karmita
dasar Gery salut bikin mute pak bos hilang 😜😄😄
Tiara Bella
ganggu aja nh asisten Geri....udh tw mw bikin debay malah diganggu
Senja: hheee
total 1 replies
Keysha Aurelie
gemes banget sama Vier😂 sudah mengakui menyukai Luna lagi🤣 suka aku dengan kejujuran ini😂
Luna itu bukan cacing 😭 tenang Vier nanti bisa dilanjutkan lagi , kamu bisa kasih pemahaman ke Luna😂
Senja: Tp paham ga tuh anak wkwk
total 2 replies
partini
dasar Gery lucknat 🤭🤭
uhhh cakep banget visual nya 👍👍👍👍 thanks Thor
Senja: mana dia emut permen tuh, pengen tak gigit
total 3 replies
Al Fatih
waow ...,, cocok bngt Kaka...,, utk Xavier dan Luna....,, pas bngt visualnya.

Vier..... pelan2 tho yooo jangan asal nyosor,, ntar Luna trauma lagi 😂
Senja: Makssih kak🤭
total 1 replies
Opi Sofiyanti
akhirnyaaaaaa.... nymp jg bc ampe part ini.... stlh terpending sekian hr..... maaf y kak g ber mksd menimbun bab, tp emng aku g smpt bgt bc lama2....
Senja: Nah iya maknya ini, bulan ini blm buat buku baru lagi, habis lebaran saja.
total 3 replies
Eva Karmita
Sapir tahan ya jangan sampai Luna Lo amboxsing 😜🤭😄😄
Eva Karmita
ternyata Luna adalah obat mujarab untuk Sapir 🥰🥰🥰🥰
partini
kasih visual Thor dari belakang juga boleh 🤭
partini
buset dah cat menggatal sekali kau ini,kan aslinya kuncung ya menjilat dan mencakar,lost control ga ini sapir sering banget no baju baju
Keysha Aurelie
Vier ternyata Luna itu penawar terbaikmu , tanpa mendatangkan dokter , menuju Luna saja akan menjadi candu yang menenangkan 🤣 dan membuat ketagihan🤣🤣 kelihatan sayang banget Luna sama kamu Vier
Keysha Aurelie
pengganggu seperti Cat itu mending dimusnahkan atau dikasih pelajaran biar takut dan tak berani mengganggu atau mendekati lagi , kalau ada Cat muncul rasanya pengen tak dorong biar jatuh dari ketinggian 😂
partini
kaya Diego ga bisa sentuh sembarang balik gih skin to skin sama Luna biar sembuh ,,bagus juga Kya pesikopat ayo bunuh segera di cat
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Senja: Siapppp mak
total 1 replies
Natsa
when cemburu dibawa ke tempat kerja /Facepalm/
Natsa
diem salah jawab salah /Facepalm/
Dew666
🍎🍎🍎🍎🍎
partini
segampang itu si Luna Thor , Secara gitu dari awal konek ke sapir cuma daging doang udah beda aiahhhhh kucing anehhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!