Kobalt Ostman pria paruh baya yang rela menjual tiga putrinya kepada rekan binis demi perusahaan miliknya yang hampir bangkrut.
Amanda Ostman wanita berusia 24 tahun terpaksa menemui seorang kakek yang telah membelinya demi perusahaan ayahnya yang diambang kehancuran.
Arthur Smith pria berusia 28 tahun pewaris tunggal perusahaan Smith Company dipaksa menikah terlebih dahulu sebelum dia mengambil alih semua aset berharga kakeknya Tony Roberto Smith.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
Amanda menatap Olive yang merasa penasaran dengan siapa dia berbicara ditelpon
" Dia seorang teman"
" Arthur, itu nama pria, apa kamu menjalin hubungan tersembunyi dibelakang ku? " Sudut Olive dengan memicingkan matanya pada Amanda
" Aku memang menjalani hubungan tersembunyi darimu "
" Tidak " Kata Amanda kembali menyangkal
" Aku tahu kamu berbohong, tapi lebih baik kita makan saja dulu, aku sudah lapar" Olive memasuki toko kuenya dengan membawa kantong makanan ditangannya meninggal Amanda yang mengusap wajahnya pelan
" Dia tahu, aku sungguh tidak bisa berbohong padanya " Kata Amanda bergumam pelan sebelum dia menyusul Olive
**
Arthur memejamkan matanya setelah dia memutuskan panggilan telepon nya pada Amanda
" Aku kenapa? Kenapa aku sering salah tingkah seperti ini jika berbicara padanya? "
Arthur menghembuskan pelan nafasnya dan menatap layar ponselnya
" Dari pagi hingga siang aku sudah menelponnya dua kali, apa aku juga mau menelponnya saat sore dan malam hari?"
Arthur tidak tahu kenapa dia bisa se intensif itu pada Amanda, diawal pertemuan mereka, Arthur tidak pernah berpikir dia akan tertarik pada wanita itu.
**
Amanda berpamitan pada Olive untuk pulang lebih dulu
" Olive aku akan pulang lebih dulu "
" Ya hati-hati" Amanda tersenyum dan keluar dari toko kue milik Olive, dia memilih berjalan di trotoar menuju halte untuk pulang menggunakan Bis
Di perjalanan tiba-tiba saja hujan turun dengan sedikit deras, Amanda yang hanya menggunakan baju kaos biasa tidak ingin kehujanan dan berlari menuju halte
Dia sudah sampai di halte dengan baju yang hampir basah semua, sekitar hampir 10 menit bis berhenti didepan halte, Amanda dengan cepat masuk kedalam Bis karena di luar cuaca sudah mulai dingin
Amanda sudah sampai didepan rumah milik Arthur, dia mengusap rambutnya yang sedikit lembab dan akan memasuki rumah tersebut tapi terhenti saat sebuah mobil mewah memasuki kawasan rumah dan berhnti tepat didepan Amanda yang sedang berdiri didepan teras
Odie keluar menggunakan payung dan membukakan pintu mobil untuk Arthur, Arthur keluar sambil dipayungi oleh Odie
Arthur berhenti didekat Amanda yang tubuh nya sedikit basah, Arthur menatap penampilan Amanda dan tiba-tiba dia menjadi gugup saat melihat dada Amanda yang menjiplak dengan jelas pakaian dalam Amanda karena baju wanita itu yang basah
Arthur dengan cepat melepaskan jasnya dan memakainya pada Amanda, lalu dia menatap Odie dengan tajam
" Apa kamu melihat nya? " Tanya Arthur dengan tidak senang
" Melihat apa Tuan? " Tanya Odie bingung, mendengar itu Arthur menghembuskan nafasnya lega
Dia kembali menatap Amanda yang terlihat bingung dengan tindakan nya
" Kenapa kamu bisa kehujanan seperti ini? " Tanya Arthur sambil tangannya mengusap rambut Amanda yang lembab, Amanda sedikit gugup dengan sikap perhatian Arthur padanya
" Aku kehujanan saat menuju halte " Arthur menatap tidak senang mendengar nya
" Harusnya kamu bilang, jadi aku bisa menjemput mu"
" Kenapa dia sangat perhatian padaku? " Amanda sungguh tidak paham akan situasi nya sekarang
Arthur merapat kan jas milik nya yang dikenakan oleh Amanda dan kembali menatap Odie yang memperhatikan interaksi nya bersama Amanda
" Kamu sungguh tidak melihat nya kan? " Tanya Arthur kembali merasa ragu dengan jawaban Odie, Odie menaikkan matanya mencoba berpikir apa yang dimaksud oleh Tuannya tapi dia sungguh tidak tahu apa yang dimaksud Arthur
" Tidak Tuan "
" Itu bagus" Kata Arthur dengan menarik Amanda masuk kedalam rumah meninggalkan Odie dengan kebingungan nya
" Tuan bicara apa? Aku sungguh tidak mengerti, memangnya apa yang aku lihat? Tuan Arthur memang bersikap aneh seharian ini"
**
Arthur menggandeng tangan Amanda untuk menaikki tangga menuju kekamar mereka, tapi terhenti saat Johan menyapa mereka
" Arthur " Arthur dan Amanda terhenti dan menatap Johan yang mendekat
" Siapa dia? " Tanya Johan dengan tersenyum manis pada Amanda, Amanda yang menerima itu membalas senyuman tersebut, Arthur yang melihat itu mengeratkan genggaman nya di tangan Amanda hingga Amanda menatap Arthur karena tangan nya sedikit sakit karena genggaman pria tersebut
" Istriku, Amanda"
" Benarkah? Wah dia cantik sekali, perkenalkan namaku Johan Harfiss, Paman Arthur " Kata Johan mengulurkan tangannya pada Amanda, Amanda menerima uluran tersebut menggunakan tangan kanannya yang bebas, tapi diluar dugaan Johan mencium tangan Amanda ketika mereka sudah berjabat tangan
Melihat itu Arthur semakin mengeratkan genggaman nya, Amanda merasa kaget sekaligus sakit, karena kecupan ditangan nya dan genggaman tangan Arthur
Amanda merasa tidak nyaman dan dengan cepat menarik tangannya
" Kalau begitu kami naik dulu Paman" Kata Arthur dengan datar sambil menarik cepat Amanda hingga wanita itu sedikit kesulitan mengimbangi Arthur yang berjalan dengan cepat
Didalam kamar, Arthur melepaskan tangan Amanda dengan sedikit kasar, dia menatap dingin Amanda yang menatap bingung kearahnya
" Ada apa? " Tanya Amanda, Arthur tidak menjawab dan dengan cepat membuka jasnya yang dikenakan oleh Amanda
" Coba kamu lihat tubuhmu " Amanda menatap tubuhnya, melihat itu dia dengan cepat menutupi dadanya menggunakan tangan
" Kamu naik bis dalam keadaan seperti itu, pasti banyak laki-laki yang melihat nya"
" Tidak"
" Apanya yang tidak, aku bahkan tahu warna dari bra yang kamu kenakan" Amanda terdiam dan menurunkan tangannya
" Jadi mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi, aku bisa apa? " Kata Amanda dengan lemah, tidak ada gunanya juga dia merasa malu mengingat saat dia menaiki bis dengan keadaan seperti itu, itu juga tidak mengubah keadaan
Arthur menatap kesal Amanda dan mendekati nya, dia menarik tangan kanan wanita itu lalu mengusap tangan Amanda dengan sedikit keras, hingga tangan Amanda memerah
" Berani sekali dia mencium istriku, dia tampaknya menyepelekan diriku "
Amanda menatap takut Arthur yang masih mengusap tangannya dengan mata menatap tajam tangan Amanda yang dia usap
" Arthur tanganku panas " Kata Amanda dengan mencoba menarik tangannya
Arthur menghentikan aksinya dan menarik Amanda menuju ke kamar mandi, Amanda hanya diam saja mengikutinya kemana Arthur membawanya
Arthur melepaskan tangannya saat mereka sudah berdiri disamping bathtub
" Mandilah " Amanda hanya diam saja menunggu Arthur untuk keluar tapi pria itu tidak kunjung keluar
" Apa kamu tidak akan keluar? " Tanya Amanda
" Aku juga mau mandi" Arthur melepaskan kancing kemejanya dengan santai, sedangkan Amanda yang melihat itu berjalan mundur hingga tubuhnya menabrak dinding kamar mandi
Arthur sudah melepaskan kemejanya dan sekarang bertelanjang dada hanya menggunakan celana bahan dibawah nya
Dia menatap Amanda yang memalingkan wajahnya tidak ingin menatap Arthur, wajah Amanda memerah karena malu membayangkan tubuh suaminya
Arthur tersenyum kecil, kemudian melanjutkannya kegiatan membuka celana panjang nya, setelah dia hanya memakai celana dalam Arthur berjalan mendekati Amanda yang masih tidak ingin menatap nya
" Amanda " Mendengar itu Amanda memejamkan matanya dengan erat
" Amanda " Amanda dengan cepat membuka matanya saat dia merasakan kecupan di pipinya
Dia menatap Arthur yang tersenyum padanya, jantung Amanda berdetak dengan cepat saat Arthur menyentuh bahunya, tangan panas Arthur bahkan menembus baju yang dia kenakan
" kakiku lemas" Amanda mencoba menjauhkan dirinya dari Arthur tapi Arthur dengan cepat memerangkap nya
" Kakek menginginkan cucu dari kita"
Arthur kan tau Amanda dijual ayah nya tpi knpa dia baik sama ayah Amanda
.