NovelToon NovelToon
The Kings And The Woman

The Kings And The Woman

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Reinkarnasi / Time Travel / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lilly✨

Ribuan lembar di Papirus,ribuan kata kata cinta yang aku hanturkan Tidak cukup mendeskripsikan Aku mencintaimu.

"Aku tidak pernah bisa menaklukkan rindu ini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilly✨, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Dia berhenti di tanah khus,dia membeli sebuah kuda dengan menjual beberapa perhiasan nya dan pergi menuju Mesir.

Meninggalkan tembok-tembok istana yang dingin. Jubah yang dikenakannya berkibar diterpa angin malam. Dia tidak membawa banyak barang—hanya sekantong perbekalan dan beberapa keping emas yang dia dapat setelah menjual perhiasan yang selalu dikenakannya di istana.

Selama berhari-hari, dia menempuh perjalanan melewati padang rumput luas, hutan yang sunyi, dan akhirnya hamparan pasir yang panas.

Angin gurun menerpa wajahnya, membuatnya sadar bahwa warna cat rambutnya telah pudar. Rambut emas aslinya kini terurai bebas, berkilau di bawah matahari.

Dua minggu berlalu. Tubuhnya lelah.

Angin padang pasir berdesir lembut, membawa butiran pasir yang menari di udara. Matahari mulai turun ke ufuk barat, menyapu langit dengan warna keemasan yang lembut.

Nesharra menunggangi kudanya dengan tenang, tubuhnya diselimuti jubah panjang berwarna cokelat pasir.

Dia berdiri di tengah Tengah Padang pasir

Di sisi lain-

Padang pasir membentang luas sejauh mata memandang, ombak pasir berkilauan di bawah terik matahari Mesir. Angin berhembus membawa butiran pasir yang menari di udara, menciptakan tirai samar yang mengaburkan pandangan.

seorang lelaki muda menunggangi kudanya dengan mantap, matanya menatap jauh ke cakrawala, mengamati tanah kelahirannya yang megah dan luas. Ia menikmati hembusan angin panas yang menerpa wajahnya, namun langkah kudanya melambat ketika sesuatu menarik perhatiannya.

Di kejauhan, di tengah lautan pasir yang seolah tak berujung, ia melihat sesosok wanita berdiri sendirian.

Rambut emasnya yang panjang tergerai, berkilauan seperti nyala api di bawah sinar matahari. Gaun yang dikenakannya berkibar lembut tertiup angin, menciptakan pemandangan yang nyaris tak nyata di tengah keganasan padang pasir.

Namun, yang lebih menarik perhatian nya adalah kuda yang tergeletak di samping wanita itu. Nafas binatang itu sudah tak terdengar, tubuhnya tak lagi bergerak. Gadis itu berlutut di sampingnya, jemarinya yang ramping menyentuh lembut bulu kuda yang sudah dingin.

dia mengamati dari kejauhan saat bibir gadis itu bergerak, seakan berbisik sesuatu kepada kudanya yang telah gugur dalam perjalanan panjang.

Hatinya mencelos.

Siapa gadis ini? Apa yang dilakukannya sendirian di padang pasir?

Angin pasir semakin kencang, mencoba menghalangi pandangannya. Namun, tatapan remaja laki laki itu tetap terkunci pada sosok gadis itu. Ia tidak bisa mengabaikan keberadaannya.

Dengan sedikit menarik tali kendali, ia mengarahkan kudanya untuk mendekat. Langkah kudanya meninggalkan jejak panjang di pasir, sementara matanya tetap tertuju pada gadis berambut emas itu.

Semakin dekat, semakin jelas ia bisa melihat ekspresi gadis itu—tenang, namun ada kesedihan di sana. Ada sesuatu yang berbeda dalam sorot matanya.

Dan untuk alasan yang tidak bisa ia jelaskan, dadanya terasa bergetar.

Ia menghentikan kudanya beberapa langkah dari gadis itu, angin membelai kain yang melingkari tubuhnya.

"Siapa kau?" tanyanya, suaranya dalam, terdengar tegas namun tidak kasar.

Gadis itu perlahan mengangkat kepalanya, menatapnya dengan mata yang seperti memantulkan cahaya matahari senja.

Keheningan menggantung di antara mereka, di tengah luasnya padang pasir yang tak berujung.

Selena menatap pria di hadapannya dengan waspada. Rambut panjang pria itu berkibar diterpa angin padang pasir, matanya yang tajam berkilat seolah mampu menembus pikirannya.

mata kuning emas yang indah,lebih menggoda dari anggur dan lebih menggairahkan dari arak apapun

Matanya tajam, seolah mampu membaca pikiran lawan bicaranya, namun juga mengandung sedikit kehangatan yang tersembunyi di balik sorotannya. Ada rasa percaya diri dalam caranya menatap, seakan ia tahu lebih banyak daripada yang ia ungkapkan.

Selena bersikap tenang dan menutupi wajah nya, meksipun dia lelah dan haus,tapi dia tidak bisa menanggapi orang lain

Dia melewati anak muda itu dan pergi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!