NovelToon NovelToon
MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Action / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:621.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ekouchi Aya

Apa?!! Menikahi Musuhku? Apa itu mungkin?... Namaku adalah Demian Wulfric, yaitu raja dari kerajaan Endom, kerajaan terkuat di belahan bumi Eropa. Aku disebut sebagai raja dari kayangan, karena parasku yang sangat rupawan dan sifatku yang sangat dingin.

Selama hidupku, aku menanggung amarah yang amat dalam kepada musuh yang telah membunuh orang tuaku dan memporak-porandakan rakyat serta kerajaanku.

Namun, takdir berkata lain, aku terpaksa harus menikahi putri dari musuhku, yaitu putri dari kerajaan Alamore yang bernama Putri Aurora Delacour. Ia adalah putri yang sangat cantik jelita yang memiliki 'Mutiara Abadi' di dalam tubuhnya. Mutiara yang membuatku sangat bergantung kepadanya dan aku harus menahan rasa cinta yang mendalam kepadanya, hanya karena masa lalu yang sangat menyakitkan di antara kami.

Bagaimana kisah perjalanan cinta kami selanjutnya? Jangan lewatkan kisah kami ya...

Jangan lupa like, komen & dukung cerita ini dengan 5 Vote yaah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekouchi Aya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Status Sebagai Istri Rahasia

Udara begitu panas seakan menusuk tulang. Terik matahari membuatku ingin melepas juba merahku yang sedikit mengganggu. Akan tetapi aku tersadar jika saat ini di depanku telah duduk dayang kecil yang sedang merawat Aurora yang kala itu pingsan karena kelelahan.

Mia si dayang kecil itu menatapku tanpa henti dan sesekali dia menundukkan pandangannya dariku karena malu.

"Ya Tuhan, tak kusangka kerajaan Endom memiliki raja yang begitu tampan sekali, dan suatu berkah bagiku bisa duduk tepat di depannya," terlintas dalam hati Mia sambil tersenyum kecil.

"Kenapa kau menatapku seperti itu?, urus saja Tuan Putrimu itu," kataku datar.

"I-iya, Yang Mulia," jawab Mia canggung.

Aku mulai mengalihkan pandangan ke arah luar cendela untuk menghindari kecanggungan antara kami berdua. Tapi tetap saja aku merasa Mia masih saja memandangi wajahku.

"Apa kau tak pernah melihat raja tampan sepertiku?" tanyaku tiba-tiba membuat Mia menjawab secara reflek.

"Belum pernah, Yang Mulia," timpal Mia dengan tegas.

"Kau sangat mengganggu sekali," ujarku mulai menyandarkan badan karena lelah.

"Maafkan saya, Yang Mulia," sahut mia.

Tak lama kemudian Aurora pun tersadar.

"Tuan Putri, apa Anda baik-baik saja?" tanya Mia pada Aurora. Di kala itu aku mulai tertidur dengan pangkuan tangan di daguku.

"Berapa lama aku pingsan?" tanya Aurora lemas.

"Sekitar dua jam Tuan Putri," jawab Mia sambil mengarahkan bola matanya ke arah depan, seolah mengisyaratkan Aurora untuk melihat orang yang sedang duduk di depannya.

"Kenapa kita naik kereta raja?" tanya Aurora ketika mengetahui bahwa dia berada di dalam keretaku dan melihatku tertidur.

"Tuan Putri lihat, Raja Demian sangat tampan sekali, saya sampai tak kuasa hati memandangnya," cetus Mia membuat Aurora pusing kepala.

"Ada apa denganmu Mia?, ketampanan tidak bisa membohongi hati manusia, sifat kejam tetaplah kejam," kata Aurora mulai menata rambutnya kembali.

Aku terbangun dan mendengarkan sedikit obrolan mereka berdua.

"Siapa yang kau sebut kejam?" tanyaku ketus, sambil membuka mata.

Aurora terdiam dan menolehkan pandangan ke arah luar cendela seakan dia tak mau melihatku.

"Jika kalian sudah pulih, silahkan kembali ke barisan kalian, sebentar lagi kita akan sampai di kerajaan Endom," tuturku hendak melanjutkan tidurku lagi. Tiba-tiba Aurora memaksa untuk turun karena sebal padaku.

"Kereta tolong berhenti! aku ingin kembali ke barisanku secepat mungkin!" Dengan segera dia keluar dari kereta kuda dengan sikap ketus yang membuatku jengkel.

"Putri yang tidak tahu terima kasih," sahutku tak peduli.

Perjalanan panjang telah kita lalui. Kemenangan telah menjadi milik kerajaan kami. Rakyat Endom telah berkumpul untuk menyambut kedatangan kami yang saat itu bersorak gembira atas kemenangan ini.

Tapi entah apa yang telah kurasakan, kemenangan yang kuimpikan sejak lama terasa aneh bagiku. Mungkin disebabkan banyak sekali kejadian yang telah kualami dan pertemuanku dengan Aurora, sosok wanita yang telah kumimpikan selama ini.

"Kai ... Ken ... urus semua tahanan dengan baik," perintahku kepada mereka berdua.

"Baik, Yang Mulia," jawab mereka, "lalu, bagaimana dengan Tuan Putri Aurora dan dayang nya, Yang Mulia?" tanya Kai lebih lanjut.

"Mereka tetap sebagai tahanan, tempatkan mereka di sel terpisah," terangku tanpa enggan.

"Baik, Yang Mulia," jawab Kai.

Keputusanku menempatkan Aurora dan dayangnya di sel penjara, ternyata membuat keributan bagi prajurit penjaga.

"Siapa wanita itu?, seperti putri kayangan, cantik sekali," kata salah satu penjaga.

"Sepertinya itu putri dari kerajaan yang telah dikalahkan oleh pasukan kita ," sahut yang lain.

"Yang mana...? Aku ingin melihatnya." Pertanyaan yang muncul dari beberapa penjaga membuat ramai ruang penjara.

Mia sangat sebal dengan sikap penjaga yang saling berebut untuk melihat wajah Aurora.

"Tuan Putri, kemarilah! akan saya halangi tubuh Anda supaya para penjaga genit itu tidak bisa melihat Anda." Mia melindungi wajah Aurora dengan kain bajunya.

"Sudahlah Mia, biarkan mereka melakukan apa yang mereka mau, aku tak peduli," kata Aurora tak menggubris.

"Sana pergi!!!, jaga tahanan yang lain, kenapa kalian malah berkumpul di depan sel kami?!" teriak Mia mulai berdiri dan mengusir para penjaga itu.

Keributan di penjara pun terdengar sampai ke telingaku.

"Keributan? di penjara?" tanyaku merespon laporan Kai dan Ken.

"Karena paras Tuan Putri Aurora yang rupawan, membuat para tahanan lain juga para penjaga sangat ingin melihat bahkan berebut Yang Mulia," jelas Kai.

"Apa yang mereka lakukan?" tanyaku pada diri sendiri bergumam kesal.

Tiba-tiba pamanku datang dan menyela pembicaraan kami.

"Yang Mulia, tidak seharusnya Anda menempatkan mereka dalam sel penjara. Putri Aurora sudah menjadi istri sah Anda, Yang Mulia," kata Paman sedikit menyalahkanku.

"Benar, Yang Mulia," tambah Kai dan Ken mendukungnya.

"Sudah kuperingatkan kepada kalian waktu itu, aku tak ingin membahas hubungan ini lagi. Aurora adalah Putri Alamore dan dia tetap musuhku dan selamanya akan menjadi musuhku," kata-kataku mulai emosi.

"Putri Aurora adalah pemilik mutiara abadi, yaitu benda yang sangat berharga bagi dunia ini khusunya bagi kerajaan kita Yang Mulia, paling tidak kita harus menempatkan dia dengan baik," saran pamanku.

"Tidak hanya itu Yang Mulia, di luar sana sudah sedikit tersebar rumor bahwa sang Raja membawa dewi yang sangat cantik dari peperangan, oleh karena itu kita harus menyembunyikan identitas Putri Aurora dengan baik." Ken menambahkan informasi yang membuatku bingung harus melakukan apa.

Aku pun memutuskan untuk memindahkan Aurora dan Mia ke paviliun Effgen, salah satu tempat yang paling cocok untuk mereka, karena posisinya yang sangat jarang di lewati oleh anggota istana.

Di dalam paviliun Effgen ada satu kamar besar yang bisa mereka tempati, dan di sekitar paviliun terdapat banyak sekali tanaman obat obatan, sehingga tempat ini hanya sering di datangi oleh dokter istana.

"Kalian bisa menempati tempat ini, tapi Kalian tetap dalam pengawasan kami," tuturku.

"Oleh karena itu jangan sekali kali untuk berniatan kabur dari tempat ini, kalian faham?" kata-kataku mengancam.

"Kenapa kau menyiapkan semua ini untuk kami?" tanya Aurora padaku.

"Aku hanya ingin menghilangkan kata-kata jahat dari pikiranmu," ujarku langsung hendak meninggalkan ruangan kamar itu.

"Kau pikir setelah kau melakukan semua ini kau bisa meluluhkanku?" tanya Aurora membuat langkahku berhenti.

"Kenapa kau sangat percaya diri sekali?" sambil kuangkat dagu kecilnya, kuarahkan ke wajahku dan sedikit mendekat.

"Bukankah kau ingin memanfaatkanku?" Aurora menelan sedikit air ludahnya karena posisinya yang sangat dekat dengan wajahku membuat dia canggung.

"Tentu, bukankah kau adalah istriku?" sedikit pura-pura menggodanya

"Lepaskan tanganmu," sambil menjauhiku melangkah mundur.

"Tidak akan ada yang tahu statusmu sebagai istriku kecuali orang-orang terdekatku, jika sampai ada yang tahu karena kecerobohanmu tak segan segan akan kubunuh semua rakyatmu yang menjadi tahanan," ancamku lagi.

Aku segera meninggalkan paviliun Effgen.

"Tuan Putri, Raja Demian telah memperlakukan kita dengan baik, Tuan Putri harus berbicara dan bersikap sopan di depan beliau," tutur Mia meredakan amarah Aurora.

"Meski ia tampan tapi Ia adalah raja yang angkuh dan sombong, menyebalkan sekali," kata Aurora dengan perasaan kesal.

 BERSAMBUNG....

1
snaaflh_desu
mangat thor
Fetry Nokas
aa terharu banget 🥲
Fetry Nokas
aurora cantik banget raja damian juga 👑🤩
Fetry Nokas
Raja Nuel ko gatel banget yah
seorang raja ko sifatnya seperti itu menyebalkan
Fetry Nokas
ftonya ratu aurora dong
Ika Fitri
the best
Ika Fitri
semangat up Thor
Ika Fitri
like so much
Ika Fitri
aku padamu Thor
Ika Fitri
lanjut
Ika Fitri
seru abiss
Ika Fitri
vote ku untukmu thor
Ika Fitri
up
Ika Fitri
bagus karyamu Thor
Ika Fitri
seru banget
Ika Fitri
aku mendukungmu Thor
Ika Fitri
wow bintang Korea semua Thor
Ika Fitri
lucu thor
Ika Fitri
musuh dalam selimut
Ika Fitri
like like like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!