Nayla, gadis yang dibesarkan di panti asuhan harus bekerja keras memenuhi kebutuhan adik-adik pantinya. Suatu hari dia bertemu dengan wanita kaya raya yang menyuruhnya untuk menikahi putranya.
Awalnya Nayla menolak, karena dia sudah berjanji pada teman masa kecilnya. Tapi karena suatu keadaan dia terpaksa menyetujuinya.
Akankah kehidupan rumah tangga Nayla bahagia, ketika rumah tangga yang di bangun berusaha di rusak oleh sang mertua yang awalnya menjodohkannya?
Bagaimana nasib Nayla, saat sahabatnya berubah menjadi musuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di jodohkan
"kamu!!!"
"kamu!!!"
Kata Alvin dan orang itu bersamaan.
Alvin benar-benar tidak menyangka jika orang yang di tunggu ibunya adalah Nayla, sama halnya dengan Nayla dia tidak percaya kalau ternyata anak Nyonya Hadinata adalah Alvin.
Nayla memang tahu kalau Alvin adalah orang kaya, itu terlihat jelas sejak awal mereka bertemu. Namun dia tidak pernah berfikir kalau Alvin adalah anak dari pemilik perusahaan Grup H. Dan itu artinya Alvin adalah orang yang harus dia sakiti, entah kenapa Nayla jadi semakin merasa sulit melakukannya.
Nek Murti semakin bingung dengan maksud dan tujuan menantunya itu.
Nek Murti memang berencana menjodohkan Nayla dengan cucu kesayangannya, Alvin. Tapi dia tidak menyangka kalau Sarah juga mengenal Nayla.
"Duduklah, Nay!" suruh Sarah dengan lembut. Nayla berdecak kesal bisa-bisanya wanita itu bersikap sok baik di depan semua orang.
Nayla duduk di samping Alvin. "Bagaimana Nayla bisa kenal sama ibu? ternyata dunia ini benar-benar sempit," batin Alvin sambil sesekali melirik Nayla dan hal itu tidak luput dari pengawasan ibu dan neneknya.
"Sepertinya Al menyukai gadis ini," batin Nek Murti, dia tersenyum bahagia. Lain halnya dengan Sarah, dia memang tersenyum melihat itu tetapi senyum yang terlihat adalah senyum licik yang penuh dengan tipu muslihat.
"Sepertinya akan semakin mudah membuatmu menderita," batin Sarah.
"Ayo kalian mau pesan apa!" suruh Sarah
"Bagaimana kamu mengenal wanita ini?" tanya Nek Murti kepada Nayla.
Nayla menatap Sarah bingung.
"Ibu mertua, kebetulan kami bertemu di panti asuhan KASIH BUNDA. Iyakan, Nayla?"
"I...iya begitu Nek," jawab Nayla.
"Dan aku sudah menyukai Nayla sejak melihat video Nayla di supermarket waktu itu," tambah Sarah.
"video? Video apa?" tanya Nayla yang memang tidak tahu menahu masalah video.
"Iya, video apa yang ibu maksud?" tanya Alvin yang juga ingin tahu.
Sarah mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan video dimana Nayla sedang memarahi seorang wanita di supermarket.
"Maaf, aku tidak bermaksud mengaku-ngaku sebagai calon istri anak dari direktur Grup H. Aku hanya tidak suka melihat orang menjatuhkan nama keluarga kalian dengan bersikap semena-mena di depan umum. Karena selama ini almarhum Pak Hadinata sudah sangat baik dengan kami semua penghuni panti. Saya betul-betul minta maaf!" ucap Nayla jujur seraya membungkukkan badannya sebagai tanda permintaan maafnya.
"Tidak masalah, kami senang karena masih ada orang yang perduli dengan nama baik keluarga kami," jawab Nek Murti.
"Ohya Ibu mertua, aku sempat berfikir untuk menjodohkan Al dengan Nayla,"
Alvin yang saat itu sedang minum langsung tersedak.
"Kamu kenapa Al? Umurmu sudah sangat pantas untuk berumah tangga dan ibu lihat kamu belum pernah membawa siapapun untuk di kenalkan kepada keluarga?" tanya Sarah dengan sangat lembut, dia ingin terlihat baik di depan mertuanya itu.
Alvin melihat ke arah Nayla dan nampaknya Nayla tidak tersinggung dengan apa yang di katakan ibunya.
"apa yang sebenarnya di rencanakan wanita licik ini?" batin Nek Murti.
"Bagaimana Al, apa kamu mau menikah dengan Nayla?" tanya Sarah pada anaknya. Lagi-lagi Alvin tersedak, dia memang tertarik dengan Nayla, tapi untuk menikahinya bukankah ini terlalu cepat? Bahkan dia belum terlalu mengenal sosok Nayla lebih dalam.
"Apalagi ini?" gumam Nek Murti.
"Bagaimana denganmu Nayla, apa kamu sudah punya pacar?" tanya Sarah pada Nayla.
Nayla terdiam cukup lama, sebenarnya dia ingin mengatakan kalau dia tidak ingin menikah dengan siapapun karena ada seseorang yang sedang dia tunggu. Tapi ancaman Sarah waktu itu membuat Nayla mengurungkan niatnya.
"Jika Al tidak keberatan, Saya tidak masalah," jawab Nayla. Dalam hati Nayla berharap kalau Al akan menolak perjodohan itu dengan demikian dia tidak perlu menyakiti Al nantinya.
Alvin menatap wajah Nayla cukup lama, entah kenapa wajah Nayla begitu familiar di otaknya. Tapi bagaimana pun saat ini dia masih mencari keberadaan Putri teman kecilnya dan sudah berjanji untuk menikahinya.
"Bagaimana Al, apa kamu mau menikah dengan Nayla?" tanya Sarah lagi.
"Aku...."
Alvin masih belum melanjutkan perkataannya.
"Jangan mau Al, jangan mau! Aku tidak ingin menyakitimu," batin Nayla seraya memohon dalam hati.
"Aku tidak ingin mengingkari janjiku pada putri," batin Alvin.
suka banget, walopun sebel banget sama karakter Vita di novel ini.. 😡
semoga sehat selalu ya kak..
mau baca karya2mu lainnya, bikin nagih soalnya..
semangat terus untuk berkarya ya kak.. 💪🏻😘🥰
APA -APAAN INI ???!!!
semoga bs baca ampe tamat.