Leo mafia yang kejam dan dingin namun dia sangat lembut memperlakukan dokter kesayangannya itu.
Tania mengobati Leo namun Leo jatuh cinta pada pandangan pertamanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Pagi hari,cahaya matahari menembus gordern berwarna putih di kamar yang sangat luas itu.
Leo memandang Tania yang masih tertidur pulas,laki-laki itu menahan kepalanya dengan satu tangan.
“Dia terlihat sangat cantik walaupun tanpa makeup di wajahny.”Batin Leo.
Sesekali Leo mengusap hidung dan bibir Tania,membuat Tania sedikit terusik dari tidurnya.Leo mencium keningnya dan menutup tubunya dengan bedcover,Leo tersenyum melihat beberapa tanda merah di leher Tania.
Leo bangun dari tempat tidurnya dengan sangat hati-hati,dia menelpon pelayan untuk membeli baju baru dan perlengakapan untuk wanita.
Leo pergi ke kamar mandi.Tania yang mendengat percikan air itu akhirnya terbangun.
Tok…,Tok…,Tania segera bangun dari tempat tidur dan membuka pintu.
Diluar pintu sudah ada beberapa pelayan membawakan perlengkapan wanita,mereka menyuruh para pelayan masuk dan menaruh barang-barang itu.
“Apa masih ada yang harus kami bantu Nona?”tanya salah satu pelayan.
“Tidak terimakasih,”jawab Tania dengan ramah dan lembut.
Para pelayanpun keluar dari kamar Leo.
Tidak lama kemudian Leo keluar dari kamar mandi,dia memakai handuk di pinggangnya namun membiarkan tubuh atasnya ter ekspos.Leo sedang mengusap-usap rambutnya dengan handuk kecil.
Tania tidak mengalihkan pandanganya dari laki-laki itu,dia terpesona dengan ke tampanan Leo dan tubuhnya yang bagus.
“Ilernya jatuh tuh,”ucap Leo meledek Tania.
“Mana?”Tania segera memegang ujung bibirnya dengan panik.
“Hahaha.”Leo tertawa melihat tingkah laku Tania yang menggemaskan.
Tania segera berlali ke kamarmandi,dia sangat malu lagi-lagi dia kehilangan kesadarannya.
Leo mengenakan setelah jas berwarna navi,Leo terlihat sangat gagah dan tampan.Leo keluar dari kamarnya dia menunggu Tania di meja makan.
Tania menyelsaikan rutintas mandinya,dia melihat sekeliling kamar namun tidak menemukan keberadaan Leo.Hatinya cukup tenang karena dia bisa leluasa.
Tania mengenakan dres selutut berwarna putih polos dan tangan seperempat,dres itu sangat cocok di tubuhnya.dia mengkerli rambutnya sedikit dan memakai bando senada dengan dresnya.
Tania terlihat sangat cantik dan anggun dengan balutan dres itu,lehernya yang bening terekepos sempurna.Tania mengenakan spatu yang tidak terlaku tinggi,semua yang Leo belikan sesuai dengan ukurannya.
...******...
Di meja makan.
Leo sibuk dengan hanphonenya,dia masih belum menyantap sarapannya karena masih menunggu Tania,hari ini Leo kerja cukup siang,biasanya pagi-pagi buta dia sudah berangkat bekerja.
Tidak lama kemudian Tania keluar dari lif,para pengawal dan pelayan kagum dengan kecantikan Tania,dia segera berjalan ke arah meja makan.
Leo yang mendengar suara kaki mendekat ke arahnya segera mengalihkan pandangannya.Leo benar-benar takjub dengan kecantikan Dokter kesayangannya itu.
“Apa ada yang salah?”tanya Tania yang bingung karena Leo terus menatapnya.
Leo tersadar dan berkata,”Kamu terlihat sangat cantik,”
Tania tidak merespon Leo,dia segera menyantap makanan yang ada di hadapannya.
“Hari ini temani aku bekerja,”pinta Leo.
“Saya tidak punya pilihan lain kan,”sahut Tania.
“Gadis baik.”Leo tersenyum kepadanya.
...******...
Di rumah Tania.
“Tania ko ga turun buat sarapan,”ucap David yang tidak melihat ke beradaan putrinya.
“Mama lupa bilang semalam,Tania nginep di apartemen Lusi,”jelas Laura.
“Pantas saja sepi.”David menatap istrinya.
Laura dan David menyantap sarapannya,rumah yang cukup besar itu sangat sunyi tanpa Tania.
Setelah selsai sarapan,David berpamitan kepada Laura untuk berangkat bekerja.
...******...
Di mansion Leo.
Mereka sudah menyeslaikan sarapannya.Hari ini Leo akan membawa Tania bersamanya,Tania hanya bisa mengikuti perkataan Leo,dia tidak ingin Leo menyentuh perusahaan ayahnya atau orang orang di sekililing Tania.
Tania berfikir orang seperti Leo hanya ingin bermain-main saja.Jadi tunggu Leo bosan dia bisa pergi tanpa harus ada tekanan apapun.
...******...
Di Kantor Leo.
Setelah melewati perjalanan kurang lebih 40 menit,mereka sampai di perusahaan.
Leo menggndeng tangan Tania,resepsionis yang ada di loby penasaran siapa gadis yang di gandeng bosnya,ini pertama kalinya Leo membawa wanita ke kantornya.
Leo membawa Tania ke lif yang khusus untuk dirinya,dia tidak melepaskan genggaman tangannya.
Tania keluar dari lif dengan tangan yang masih di gandeng,melewati para karyawan dia merasa malu namun Leo tidak ingin melepaskan tangannya.
“Eh tumben Bos bawa cewek ke kantor,cantik lagi.”Bisik salah satu karywan kepada temannya.
...****...
Di ruangan Leo.
Tania segera melepaskan tangannya dan duduk di sopa yan ada di ruangan itu,
“Silahkan bekerja saya menunggu di sini,”cetus Tania.
Leo merasa gemas dengan tingkah Dokter kesayanganya itu,lagi-lagi Leo melumat bibir mungil Tania.
“Hentiak kebiasaan mencium orang secara tiba-tiba,”sambung Tania mendorong Leo agar menjauh darinya.
“Salahkan bibirmu kenapa bisa manis.”Leo berjalan ke meja kerjanya.
Tania membaringkan tubuhnya di sopa,dia memainkan ponsel miliknya.Tiba-tiba ponselnya berbunyi
Ting
Ting
Tania segera membuka pesan masuk itu,ternyata dari sahabatnya Tama.
①“Ni lu ga pph kan?”tanya Tama.
②”Ga papa Tam,gw baik-baik aja ko,”balas Tania.
③”Syukurlah,”sambung Tama.
Tania keluar dari room chatnya,dia kembali melihat sosial medianya.Tania tidak menyadari bahwa Leo sedang memperhatikannya.
Leo berjalan kearah Tania,lalu tiba-tiba merampas ponsel miliknya.
“Apa yang kamu lakukan!”bentak Tania.
“siapa yang mengirimmu pesan?”tanya Leo sambil membuka room chat Tania.
“Itu bukan urusanmu,dan kamu tidak di perbolehkan melihat pripasiku,”jelas Tania.
Leo tetap melanjutkan.Setelah melihat pesan masuk di hanphone Tania wajahnya berubah sangat dingin,Leo marah karena banyak laki-laki yang mengirim pesan kepada Tania.
“Sudah saya katakan jangan berhubungan dengan laki-laki lain!”bentak Leo.
Tania yang melihat Leo marah,dia segera berfikir untuk meredakan amarahnya karena mau bagaimanapun ini di perusahaan Tania mereasa tidak nyaman.
“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan mereka…,”ucapnya lirih.
Tania segera mengajak Leo duduk di sopa dan memberikan segelas air putih untuk meredakan emosinya.
“Blokir sekarang aku ingin melihat,jika sekali lagi aku menemukan hal yang sama aku tidak akan main-main akan bertindak,”tegas Leo.
“Baik,”sahut Tania yang segera memblokir beberapa nomor laki-laki lain termasuk Tama.
“Maff tadi aku kasar itu karena aku cemburu,”ucapnya sambil memeluk Tania dan mencium keningnya.
“Jika seperti ini terus kapan akan selsai pekerjaanya?”tanya Tania.
“Aku tidak perlu bekerja juga tidak masalah karen perusaah milikku,”jelas Leo.
“Bolehkah aku pulang kerumahku sekarang?”tanya Tania dengan sangat lembut.
Leo yang mendengar ucapan Tania,dia melepaskan pelukannya.
“Kamu udah ga pake bahasa formal lagi,”ucap Leo.
Tania sebenarnya merasa muak dengan situasi ini namun dia tidak punya pilihan lain.
“Iyah memangnya kenapa?”tanya Tania.
“Tidak apa-apa Aku merasa sangat senang,”jawab Leo dan memeluknya kembali.
“Yaudah sekarang kamu kerja yah,”pinta Tania dengan lembut.
“Baiklah,cium aku dulu.”Leo menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya.
Tania mencium bibir Leo,namun lagi-lagi Leo melumatnya.Tania tidak memberikan perlawanan dia menyambut lumatan Leo dengan sangat lembut.Suasana mulai memanas Tania menghentikannya.
“Sudah cukup aku tidak bisa bernafas,”jelasnya.
“maff sayang aku tidak bisa menahan diri,”ucap Leo.
“Udah sekarang kamu kembali ke meja kerja yah,lanjutkan pekerjaannya,”pinta Tania.
“Baiklah.”Leo mencium kening Tania dan berjalan ke meja kerjanya.
HAPPY READING TEMAN -TEMAN
JANGAN LUPA FOLLOW ,LIKENYA DAN KOMEN YAH AGAR AKU SEMANGAT TERUS…