" Liat saja nanti, akan ku buktikan kalo aku bisa berhasil !! " batin Hania. Kata kata mencemooh dari tetangga bagaikan makanan dan vitamin bagi Hania.
" Cerita tentang seorang gadis dari keluarga broken home. Yang tidak mau mengenal cinta karena perceraian orang tua. "
Tapi apakah hatinya baik baik saja ketika ada yang menawarkan cinta untuknya ?
Ini karya pertama.. dan sedang dalam review untuk kontrak dengan platform ini.
Cerita ini tidak terbit di platform lain...💙
Mohon dukungannya...Semoga berkenan..
Enjoy.. 💙💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ReeRee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Akhirnya mereka berkumpul di salah satu resto yang tak jauh dari komplek perumahan mereka untuk sekaligus makan malam.
Papa Adipati memesan VIP room supaya mereka bisa berbicara dengan leluasa.
Tetapi tidak bagi Hania dan Herry yang merasa sesak karena harus berhadapan dengan mami mereka.
" Herry, Hania.. Dengerin tante dulu yah..Tante bukannya mau ikut campur dengan masalah keluarga kalian..tetapi sebaiknya dibicarakan sekarang sebelum pulang ke rumah oma opa kalian.. Kalian tentu gak lupa sodara kalian yang lagi menunggu mungkin.." mami sintia membuka pembicaraan karena sempat diem dieman
Mami Naya menatap sahabatnya, dan mami sintia mengangguk. Sebenarnya puluhan tahun tidak berkabar dengan mami sintia, bukan berarti mami Sintia tidak tahu apa apa tentang mami Naya. Jangan lupa dengan papi Adipati yang bisa menyuruh orang orang handal untuk mencari tahu. Tetapi mereka hanya diam saja ketika tahu kejadian yang sebenarnya.
" Herry, Hania...mami memang tidak pantas untuk berbicara, tetapi mami mohon kasi mami kesempatan untuk menjelaskan semuanya.."
Rama menatap Hania yang benar benar diam menatap lurus ke depan dengan dingin. Rama semakin penasaran dengan apa yang ada di pikiran gadis itu. Gadis muda yang baru saja bertemu dengan dia, tetapi bisa sejenak melintas di pikiran dia.
" Mami minta maaf selama ini mami ninggalin kalian..permintaan maaf gak cukup, mami tahu itu.. Tapi mami mohon dengarkan dulu penjelasan mami.."
Dan akhirnya mami menjelaskan segala perkara rumah tangga yang terjadi di masa lalu. Dimana papi Herry dan Hania yang berselingkuh dengan rekan kerjanya saat itu dan menghasilkan seorang anak yang cacat, yang akhirnya membuat papi Dewa harus bercerai dengan mami Naya.
Mami Naya depresi berat sehingga harus masuk ke RS jiwa untuk mendapatkan perawatan. Orang tua mami Naya tahu kalau putri mereka masuk RS jiwa saat itu sempat membuat mereka menderita untuk beberapa saat. Tetapi mereka sadar harus melindungi Hania dan Herry. Keluarga papi Dewa tahu mengenai ini dan mereka meminta untuk merahasiakan hal tersebut dari anak anak dan orang luar. Mereka takut itu bakal berpengaruh dengan psikis Herry dan Hania. Tentu dengan tidak adanya orang tua mereka sudah menganggu psikis mereka, tetapi tidak seberat jika mereka dapat bullyan bahwa orang tua mereka disebut orang gila.
Papi Dewa sebenarnya sangat mencintai mami Naya. Saat itu papi Dewa dijebak perempuan rekan kerjanya sehingga hamil dan menuntut tanggung jawab. Ketika anak tersebut lahir papi Herry merasa kasian karena anak tersebut cacat dan butuh perhatian lebih.
Mami Naya baru mengetahui saat anak dari selingkuhan papi Dewa lahir. Disitulah mami Naya depresi.
Mami Naya di RS Jiwa selama 10 tahun. Mami Sintia sebenarnya kadang menjenguk mami Naya. Tetapi hanya melihat dari kejauhan. Karena mami Sintia berpikir kalau mami Naya bakal gak mengenali mami Sintia.
Mami Naya keluar dari RS 10 tahun lalu, tetapi terlalu malu untuk kembali. Tetapi Naya tetap mengabari orang tua mami Naya supaya mereka gak terlalu kuatir. Selama 10 tahun terakhir mami Naya bekerja di sebuah lanti asuhan dan tahu akan perkembangan anak anaknya, Herry dan Hania, tetapi tidak punya keberanian untuk mendatangi mereka.
Sedangkan papi Dewa saat itu fokus merawat anaknya yang lain karena istri barunya malah berulah, dengan menjalin hubungan dengan orang lain.