NovelToon NovelToon
Rahim 1 Milyar

Rahim 1 Milyar

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Tamat
Popularitas:425.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erma Sulistia Ningsih Damopolii

Hanya demi uang 1 milyar, Monita Maheswari Kusuma menjual rahimnya pada seorang pria berhati dingin yang usianya jauh lebih tua dari Monita, kepada Ilham Adhitama, Monita menjual rahim miliknya, untuk melahirkan anak untuk pria tersebut lalu kemudian harus menghilang dan meninggalkan semuanya, hanya membawa uang di tangan, tanpa anak dan tanpa pria yang mungkin akan ia cintai nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erma Sulistia Ningsih Damopolii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 8 Menikah

“La…lalu jika tidak berbuat apa pun padaku, kenapa.. tuan memanggilku ke sini dan bahkan berani memberikan bayaran yang sangat fantastis padaku.” Ujar Monita yang akhirnya mulai memberanikan diri.

“Kenapa? Apa kau berharap saya akan menidurimu malam ini? Begitu?”

“Tidak tidak tuan, tolong jangan salah paham, saya hanya bertanya.” Jawab Monita semakin tertunduk.

“Uang 100 juta yang saya transfer tadi baru DP, sisanya akan saya kirimkan setelah kau sudah menyelesaikan tugasmu.”

“Tugas apa tuan?” Monita mengerinyitkan dahinya.

“Kau cukup menikah siri denganku dan lahirkan anak untukku.”

“Apa?” Monita begitu tersentak, jantungnya bergemuru dengan begitu hebat, bagaimana mungkin dia hanya akan menyia-nyiakan hidupnya seperti itu, menghabiskan sisa hidupnya dengan menjadi wanita simpanan pria beristri lalu melahirkan anak untuknya.

“Akan ku berikan kau 1 milyar, setelah anak itu lahir, hidupmu pasti akan terjamin, uang 100 juta tadi hanya DP, tanda tangani surat ini! Begitu anak itu lahir, kamu tidak memiliki hak sedikit pun atas anak ini, tapi jangan khawatir, sekolah adikmu akan terjamin sampai wisudah begitu kita sepakat, biaya sekolah adikmu sampai biaya kuliahnya akan dibayar tanpa mengurangi uang 1 milyar mu.” Ucap Ilham Adhitama dengan angkuhnya.

“Bagaimana tuan tau tentang adik saya?” Tanya Monita tampak bingung.

“Saya Ilham Adhitama, apa yang tidak mungkin bagi saya, mencari tau latar belakangmu adalah hal yang sangat mudah bagi saya, bahkan saya tau kalau saat ini ibumu sedang sakit parah dan membutuhkan banyak biaya untuk operasi bukan?”

Sebelumnya Ilham memang sudah mengirim foto Monita pada Andre asistennya untuk dicari tau, sehingga dalam waktu kurang dari 1 jam, Andre sudah berhasil menemukan jati diri Monita dan langsung mengirimkannya pada Ilham, bahkan Ilham juga tau nama Aslinya bukan Katty melainkan Monita.

Ini di luar ekspektasi Ilham, ini hal gila yang pernah ia lakukan, ratusan kali ia membuat perjanjian kerja, tapi tidak seperti saat ini, kalau bukan desakan istrinya, rasanya lebih baik jika ia tidak mempunyai keturunan, hanya demi wanita yang paling ia cintai, Ilham akhirnya memilih Monita.

Gadis yang nantinya ia harapkan bisa mengandung benihnya, nanti setelah Monita hamil dan melahirkan, maka ia akan mengirim monita jauh dari hidup mereka, ia hanya butuh wanita yang mengandung benihnya, tidak lebih.

Dia hanya menjadikan Monita sebagai alat pencetak anak untuk pernikahannya yang berjalan 5 tahun itu.

Sementara itu, Monita tampak tertegun membaca satu persatu lembar kertas yang ia pegang, matanya terus menyisir deretan pasal yang ditulis oleh pria yang baru ia kenal itu.

Bila ia menorehkan tanda tangan di atas kertas-kertas itu artinya Monita tidak bisa mundur.

Bila ia menandatangani itu sekarang, artinya ia akan segera menikah dengan pria yang usianya satu kali lipat usianya.

Monita tau usia pria tersebut setelah membaca surat perjanjian yang ada di tangannya, awalnya ia kaget, wajah Ilham yang tampan dan rupawan, tak menggambarkan usianya.

Ilham malah masih terlihat seperti usia dua puluhan, jadi Monita sempat kaget saat mengetahui akan menikahi pria 30 tahun tersebut.

Setelah menghela napas panjang, gadis yang masih lugu nan polos itu pun akhirnya menorehkan tanda tangan di atas kertas yang sudah diberi materai.

“Ini tuan.” Monita mengulurkan surat perjanjian yang sudah ia tanda tangani, dengan acuh Ilham meraih kertas itu.

“Bagus! Besok pagi kita akan menikah, siapkan dirimu.” Ucap Ilham masih dengan wajah dingin.

“Menikah? Besok pagi? Mengapa buru-buru sekali?” Gumam Monita dalam hati, gadis itu tak pernah menyangka akan melakukan hal semacam ini, membuat sebuah perjanjian sewa rahim dengan pria asing, hanya demi menyelamatkan sang ibu dari penyakit yang menggerogotinya.

“Monita!” Panggil Ilham dengan begitu keras, karena dilihatnya Monita malah melamun.

“Eh, iya pak.”

“Nanti tolong jangan panggil saya bapak saya bukan bapakmu!” Ujar Ilham dengan ketus.

“Kalau tidak mau dipanggil bapak, lalu harus dipanggil apa.” Batin Monita dalam hati.

“Jangan panggil bapak atau tuan, kamu mengerti?” Tegas Ilham sekali lagi.

“Iya tuan!”

Manik mata Ilham hampir keluar ketika mendengar Monita kembali memanggilnya tuan, mata hitam mengkilat itu memindai gadis yang sebentar lagi ia nikahi, tidak jelek, kulitnya putih bersih, meski tak semulus kulit istrinya, Ilham yakin jika dibawa ke kilinik kecantikan, Monita tidak kalah dari Naomi, istrinya.

Sementara itu, Monita yang menyadari ada sepasang mata yang sedang mengamati dirinya, membuat ia menundukkan wajahnya, gadis itu merasa canggung dan tidak nyaman.

“Setelah menikah, kamu tinggal dengan saya!”

Ucapan Ilham memecahkan keheningan yang sempat tercipta, tanpa sadar, Monita mengangkat wajah hingga sepasang mata itu pun bertemu tanpa sengaja.

“Iya tuan!”

“Jangan panggil saya tuan!” Teriak Ilham agak kencang, membuat Monita terhenyak kaget karena suara Ilham yang menggema di kamar hotel tersebut.

“La.. lalu saya harus panggil apa?” Tanya Monita dengan suara bergetar.

Pria itu seolah memiliki sisi iblis yang membuat Monita takut bukan main, kalau bukan demi ibunya, rasanya Monita ingin menghilang saja dari dunia ini, gadis itu sudah putus asa mendengar ibunya yang tengah sakit keras.

“Panggil Mas!”

“Baik Mas!” Bibir Monita ragu mengucapkan kata itu, lidahnya seolah kaku, menolak memanggil pria itu dengan sebutan mas, meski wajahnya awet muda, setelah melihat usia Ilham yang sebenarnya, Monita jadi tertegun sendiri, lelaki itu lebih cocok menjadi kakaknya bukan suaminya.

“Lalu bagaimana dengan pekerjaanku sebagai ladies?” Ucap Monita setelah terdiam sejenak.

“Aku akan mengeluarkanmu dari tempat terkutuk itu.” Jawab Ilham singkat.

“Tapi, Mami Bela tidak akan semudah itu melepaskan aku.” Ucap Monita ragu-ragu.

“Kau meragukan kemampuanku?”

“Ti.. tidak tidak bukan begitu pak eh maaf mas, Mami Bela sudah mengikatku, dia tidak serta merta melepaskan aku dengan mudah.”

“Akan ku tebus kau dengan uang 1 milyar, langsung cash di depan matanya.”

“Apa mas yakin?”

Mendengar pertanyaan Monita, Ilham sontak menajamkan tatapannya, melihat tatapan mematikan dari Ilham membuat bulu kuduk Monita merinding, ia pun segera menundukkan pandangannya saking takutnya.

“Baik mas.”

Keesokan harinya…

Monita sudah tampak rapi dengan pakaian kebaya sederhana, asisten Andre sudah mempersiapkan pernikahan secara agama untuk Monita dan juga Ilham.

“Apa kamu sudah siap?” Tanya Andre melihat kecemasan di raut wajah calon istri siri atasannya itu.

Tak lama kecemasan di hati Monita pun seketika lenyap saat melirik ke arah Ilham yang kini sedang berjalan ke arahnya, matanya tak dapat berpaling dari pria tampan yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu.

Di dalam ruangan tanpa hiasan itu, meski pun akan dipakai sebagai tempat akad, ruangan itu terlihat sangat biasa, seolah tidak ada yang istimewa dari pernikahan itu, hanya ada segelintir orang di dalam sana, sepasang calon pengantin, pria berkopyah dengan mata teduhnya akan menikahkan calon pengantin, para saksi dan asisten Ilham yaitu Andre.

Ini adalah pernikahan tersembunyi yang jauh dari khalayak ramai, tidak ada yang boleh tau.

Sesuai rencana Ilham, wanita itu hanya akan ia halalkan untuk dia sentuh, tanpa harus berniat untuk memilikinya.

Hanya satu keinginan Ilham pada gadis polos itu, menghadirkan buah hati yang tak pernah hadir dalam pernikahan dirinya dan juga Naomi.

Kini Monita nampak tegang dengan buliran keringat yang membasahi dahinya, Monita kini sedang di landa panik dan juga cemas, gadis berparas ayu itu kini hatinya terasa gelisah.

Namun disamping itu Monita bersyukur, uang 100 juta yang di transfer Ilham sudah dia kirimkan ke nomor rekening Eden adiknya, sehingga dengan begitu, ibunya sudah berhasil di operasi tinggal menunggu masa pemulihan saja.

Tak hanya sampai disitu saja, kebahagiaan Monita bertambah saat mengetahui kenyataan kalau kini Ilham sudah berhasil membawa dirinya keluar dari lembah nista yang terkutuk itu.

Jantung Monita sedari tadi sangat sulit dikontrol, apalagi melihat Ilham mulai duduk di sebelahnya, meski hanya pernikahan kontrak, tapi tetap saja ini adalah sebuah pernikahan.

“Tenangkan dirimu Monita, kamu hanya butuh waktu 9 bulan untuk mengandung, lakukan secepatnya agar kamu akan segera bebas.” Monita mulai menguatkan hatinya yang mulai cemas.

Andre sekilas melirik Monita dengan raut wajah cemas, meski hanya memakai make up tipis, aura kecantikan Monita tetap terpancar.

“Pantas tuan ingin segera menikahi wanita ini meski baru saja di kenalnya.” Gumam Andre dalam hati, sambil memperhatikan kecantikan alami Monita.

Bahkan Andre sudah berprasangka buruk pada bos yang sudah lama mempercayakan segalanya padanya.

Akhirnya hanya dengan satu kali tarikan napas, Ilham sudah berhasil memperistri Monita Maheswari, sang gadis polos dan malang, kata SAH keluar dari mulut beberapa orang yang menjadi saksi pernikahan Monita dan Ilham.

“Apa yang harus ku syukuri setelah aku menjual rahimku Tuhan?” Rasa bersalah tiba-tiba menyeruak ke dalam sanubari Monita, Monita terus saja berjibaku dengan perasaannya yang terus mengusik.

1
Abd Kadir Taha
sakit hati pasti neng!
falea sezi
novel g jelasssss males bacanya
falea sezi
monita tolol
Zakia Ulfa
setelah adegan di kamar tiba tiba ke kantor,, berasa g nyambung jadinya.
Abd Kadir Taha
😭😭😭
Abd Kadir Taha
jangan mon...Bahaya! nnt ktauan sm si singa jantan/Joyful/
Abd Kadir Taha
bagus ceritanya!
Maesaroh Mae
Luar biasa
Wiwit Widiarti
thor kok srmakin kesini kisahnya kayak film india yg main salman rani sm preti sinta
Wiwit Widiarti
ilham ilham kenapa kamu gk bisa tegas jadi suami jadilah suami tegas
Wiwit Widiarti: siap kk
total 2 replies
Novie Achadini
monira ndeso ya
Nor Azilah
Luar biasa
Nor Azilah
Lumayan
Jeni Safitri
Pria kalau cinga tulus pasti akan menjaga harga diri pasangannya di depan publik bukan buat istrinya seperti jalang yg bisa di sentuh dimana tempat
Jeni Safitri
Mampuslah monita nanti anakmu diambil sama istri pertamanya
Jeni Safitri
Jijik dgn tipe wanita kayak monita sdh di hina" masih aja mau
Jeni Safitri
Mampis kamu monika terimalah hinaan sbg jalang dr suamimu dan bisa" anakmu akan di ambilnya kalian akan di pisahkan ygbpasti akan di setujui oleh ortu ilham k4n kamu berasal dr club malam
Jeni Safitri
Is monita jalang.. Nanti kau akan dijadikan bayangan lagi, mampus nangis kejer
Jeni Safitri
Loh koq monika belum lahiran sebelum menghilang kandungan udah 8 bulan dan ini sdh masuk 3 bulan, kapan dong mertua tau menantunya berbohong
Jeni Safitri
Semoga monita dan david berjodoh ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!