NovelToon NovelToon
Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:35.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Khairin Nisa

Nama ku ailin putri berusia 7tahun dan terkenal gadis yang periang dan sangat suka tertwa. . tapi sejak kecelaka, an Mobil itu semua pun berubah, ayah ibu meninggal dalam kecelakaan itu, dan mereka membawa semua tawa dan bahagia yang aku miliki.


Sejak saat itu aku harus hidup bersama bibiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Ailin mengengam tangan Lani dengan lembut, satu tangannya lagi membelai lembut wajah Lani yang terlihat pucat dan terbaring tak berdaya. Hati Ailin seakan tersayat pisau jika melihat keadaan orang yang paling dia sayangi masih tidur dalam jangka waktu yang mungkin lama bahkan yang lebih buruknya lagi mungkin Lani tak akan pernah terbangun dari tidurnya. Ailin menitihkan air mata sembari berkata, "Bi, Lani jangan khawatir karna besok Ailin akan menikah dengan keluarga kaya! Jadi Ailin tak perlu berkerja keras untuk membiyayai pengobatan Bi Lani, cepatlah sembuh." Ailin bicara seakan dia sedang baik-baik saja namun kenyataannya dia memang tidaklah baik-baik saja.

Air mata Ailin mengalir sangatlah deras dan air mata itu seakan tidak ada habisnya. Dia harus berjuang keras demi biaya pengobatan Lani bahkan Ailin rela menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia cintai lebih tepatnya pria yang sama sekali tidak dia kenal sebelumnya. Tapi Ailin tetap harus menjalani pernikahan kontrak ini demi kesembuhan Lani, satu-satunya orang yang paling berarti baginya saat ini apapun rela Ailin lakukan asalkan Lani bisa sembuh.

Kasihan sekali Ailin dia pasti sangatlah trauma kehilangan kedua orangtuanya waktu dia masih kecil, hingga Ailin rela mengorbankan hidupnya demi kesembuhan Lani. Karna terlalu lama menangis Ailin sampai tertidur dengan posisi duduk. Pagi terlah tiba Ailin mulai mengerjap-ngerjapkan matanya yang masih terlihat bengkak karna terlalu lama menangis semalam.

"Hoaaa! Sudah pagi ternyata, aku harus bergegas ke kantor." Gumam Ailin lirih sembari menarik tubuhnya dari kursi. Ailin segera membersihkan dirinya didalam kamar mandi yang ada didalam ruangan Lani. Ailin sudah melepaskan semua pakaiannya dilihat pantulan wajahnya sangatlah berantakan didalam cermin. makeup Ailin luntur dan matanya bengkak wajahnya kelihatan kusam dan seperti kehilangan semangat hidupnya.

_ _ _ _

KANTOR EMPIRA.

"Ailin bagaimana dengan keadaan Bi, Lani?" Sapa Sani sembari berjalan beriringan masuk kedalam kantor.

"Bi, Lani masih belum sadar," Sahut Ailin singkat. Namun sangat jelas terlihat jika dia sangatlah sedih jika mengingat keadaan orang yang paling dia sayangi terbaring lemah di ranjang dingin rumah sakit.

"Kamu harus sabar menghadapi cobakan ini, aku akan selalu bersamamu." Ucap Sani menyemangati Ailin agar tak merasakan sendiri dalam kondisi sulit ini. "Ailin bagaimana dengan desain mu? Apakah CEO Radja menyukainya?" imbuh Sani sembari masuk kedalam ruangan kerjanya begitu juga dengan Ailin.

"Aku akan risain dari kantor secepatnya!" Balas Ailin sembari mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya, "aku sudah mengajukan surat pengunduran diri!" Ucapan Ailin sontak membuat Sani begitu terkejut.

Menarik kasar tubuhnya dari kursi kerjanya dan berjalan mendekati Ailin yang masih sibuk merapikan meja kerjanya. Berhenti samping Ailin, "Tapi kenapa kamu harus berhenti kerja, bukankah kamu butuh dana untuk pengobatan Bibi mu?" tanya Sani yang penasaran setelah mendengar ucapan Ailin tadi.

Beralih menatap Sani dengan tatapan sendu. "Aku akan pindah ke kantor JISET GROUP. Di sana ada lowongan sekertaris untuk CEO Radja. Gajinya pun lumayan." Jelas Ailin agar Sani tak terus menerus bertanya padanya.

"Hem! Kamu bisa deket dengan CEO Radja dong," Goda Sani sembari memainkan matanya pada Ailin dan setelah Ailin melihat mata Sani dia langsung bergidik geli.

Sani belum mengetahui jika Ailin akan menikah dengan Radja. Karna Ailin merasa itu tak perlu Sani ketahui karna Ailin tak ingin Sani ikut bersedih atas pernikahan kontrak yang akan berakhir hanya dalam hitungan tahun saja. Lebih lagi Ailin malu jika terus-menerus merepotkan Sani sahabat baiknya.

"Menghela nafas panjang, jangan terlalu berlebihan Sani! Itu hanyalah ada didalam pikiranmu saja!" Ailin balas meledek Sani dan terlihat senyum tipis di bibir manis Ailin.

telvon yang ada disamping Ailin tiba-tiba berbunyi dan Ailin segera menyambar gagang telvon itu dan segera menempelkannya di telinga kanannya. Ternyata itu adalah telvon dari Pak Hendri dia menyuruh Ailin segera datang kekantor ya. Selesai bicara Ailin segera menutup kembali telvon Tersebut dan beranjak menuju kantor Pak Hendri. Sedangkan Sani segera kembali ketempat kerjanya.

Kantor menejer.

Menatap Ailin dengan wajah datar, "Ailin apa kamu tidak ingin mempertimbangkan lagi? Tentang surat pengunduran diri mu?" Tanya Pak Hendri sembari mata masih menatap Ailin.

"Tidak pak!" Jawab dengan penuh keyakinan, "saya sudah memikirkanya dan saya tidak akan menyesali keputusan saya sekarang!"

" menghela nafas panjang, jika ada masalah atau ada orang yang menpersulit mu, kita bisa membicarakanya baik baik." Tanya Pak Hendri yang masih tak rela kehilangan Ailin jika mengingat jasa Ailin pada perusahaan EMPIRA.

"Tidak Pak, ini sudah keputusan saya dan saya tidak akan merubahnya!" Jawab Ailin dengan suart tegas dan penuh keyakinan.

Setelah berbincang lama akhirnya Pak Hendri menerima surat pengunduran diri Ailin, dan hari itu pun Ailin membereska. Peralatan kerjanya Ailin berpamitan pada Sani terlebih dahulu sebelum pergi meninggalkan kantor yang selama ini dia tempati bersama sahabat baiknya itu. Ailin pulang kerumahnya dengan mengunakan taxi online karna mobil yang biasanya dia gunakan sudah dia membalik.

Beberapa waktu kemudian Ailin sampai didepan rumahnya Ailin segera membayar taxi online itu sebelum dia turun. Ailin turun sembari membawa kardus berisikan peralatan kerjanya. Betapa terkejutnya Ailin begitu melihat calon suaminya tersebut sudah berdiri di pintu rumahnya.

Berlari kecil sembari menatap Radja yang kini sedang menatapnya juga, menghentikan langkahnya tepat di hadapan Radja, "Tuan Radja sedang apa anda di sini?" Sapa Ailin sembari mengerutkan dahinya.

Menjawab dengan wajah datar, "Tentu saja menunggu mu!" Jawab Radja singkat.

"Tapi maksut ku ada perlu apa tuan datang mencari ku?"

"Bisakah kau mempersilahkan ku masuk dulu! Rumah mu sangat jelek tapi kenapa sombong sekali tak menyuruhku masuk!" Celetuk Radja sembari menatap tajam Ailin.

Heii Tuan, kau bicara seolah-olah ini adalah rumahmu. Ingin sekali aku mengusir mu dari gubuk ku yang kumuh ini tapi sayangnya aku tidak berani hiks hiks. Gumam Ailin dalam hati.

Menatap Ailin dengan wajah merah padam karna merasa perintahnya diabaikan. "Apa yang sedang kamu pikirkan? Cepat buka pintunya!" Perintah Radja sembari menajamkan alisnya.

Setelah mendengar teriakkan Radja lamunan Ailin seketika buyar dan dia sampai tersentak kaget, "Baiklah Tuan Radja." Balas Ailin sembari menaruh kardus yang di bawanya, ketangan Radja. Karna Ailin mau membuka pintu rumahnya.

berani sekali wanita ini menyuruhku membawa barang rongsokan seperti ini! Gumam Radja dalam hati namun ketika Radja hendak membuang kardus yang sedang dia pegang. Radja segera menghentikan niatnya karena melihat foto kedua orangtua Ailin.

Setelah pintu terbuka Ailin segera masuk kedalam rumah begitu juga dengan Radja. Pria itu masih membawa kardus yang diberikan Ailin tadi dengan wajah kelihatan kecut seperti asam kandis.

Menatap kearah Radja yang terlihat kesal padanya, "Tuan tolong letakkan kardus itu di atas meja!" Ucap Ailin sembari menunjuk salah satu arah dengan jari telunjuknya.

"Huff! Dasar wanita kurang ajar, dia pintar sekali memancing emosi ku!" Gumam Radja sembari berjalan kearah meja yang Ailin tunjukkan tadi. Radja sedang membanting kardus tersebut di atas meja tersebut.

"Ehehe! Lucu juga muka Tuan Radja ini jika sedang marah," Cetus Ailin sembari menempiskan senyumanya.

Melirik kearah Ailin yang terlihat tersenyum, "Berani tertawa lagi! Tanggung sendiri akhibat!" ancam Radja karna merasa jengkel pada Ailin. Ailin segera memasang wajah kecut setelah mendengar ucapan Radja barusan.

1
Lili Ismail
zzTinggalkan raja kamu berhak bahagia ailin
Khanza Safira
Alhamdulillah akhirnya ketemu author nya, Thor aku sempet baca karyamu kurang lebih 4 karya... "Sang penakluk", "Sang penakluk 2", "dipaksa menikahi CEO" , "Di paksa menikahi Ceo 2", "Pernikahan kontrak Ailin" aku sempet lupa dengan judul² karya yg sempet aku baca bagiku ceritanya seru² dan bagus² juga hehe, Eh Alhamdulillah ketemu di pernikahan kontrak Ailin, aku mau baca karya kamu yang judul lainnya 🤸
Khanza Safira: oh iya ada yang tau gak judul novelnya,

Karina, Saka dan anaknya Samuel? aduh aku lupa judulnya 😭
total 1 replies
Djuanda Personal
,cerita nya baguss.... sangat menyayat hati😭😭😭😭
Ridwan Hadi
mf sebenerx gk mau komen tapi wajarlah adam datang di saat ailin terluka kan ailin cinta pertamax bahkan itu sangat dramatis dan menyayat hati sih yang aku suka novelx
Fitri Yani
lah nginap di hotel tapi tadi bilang menyuruh pelayan yg masak 🤣🤣🤣
Fitri Yani
p
order mertua model begini satu aja thor, kirim ke rumah ku ya 🤣🤣🤣
Fitri Yani
pak ray jd pak hen 🤣
Egepe Angel
Raja emang masih cinta ya thor sama keren. kok jadi plin plan sih
Egepe Angel
bukan PROPOSIONAL thor, tapi PROFESIONAL... 😓😓😓
Egepe Angel
Kartu Gold masih ada batas nya. yg nggk itu kartu platinum. alias black card.
Nani Mardiani
Klo istrinya kaya Ailin dah cantik, baik, ramah, gak matre dan gak foya2 hanya suami yg gak bersyukur sampai menghianatinya, jelas dukung Ailin tuk berpisah dari suaminya dan biarkan suaminya menyesalinya ditinggal istri sebaik Ailin demi pelakor serakah.
Nani Mardiani
Ko ada ya wanita gak tau diri (pelakor terang - terangan) tapi yg lakinya juga sama sih gak tau diri dan gak bersyukur punya istri cantik, baik, gak matre masih aja dihianati.
Nani Mardiani
Seorang ibu yg harusnya menasehati anaknya dan membimbing ke arah yang benar malah mendukung anaknya jd pelakor. Hanya karena harta mereka mengambil jalan sesat.
Gadisyahasnah Rambe
lha kok dah habis huhuhuhu
Sus Susyla
di tengah hutan belantara..tp mobil mewah bjsa masuk..emang ada jalan y..biasa y kn cm jln setapak
Sus Susyla
kam HP radja di lempar toh..smlenpecah berserakan..eh tiba2 angkat telpon
Sus Susyla
sepak aja kaki s keren dia akan terjungkal
Sus Susyla
cerita y sangat bagus..cm syg penulisan msh berantakan
tenang ada CCTV rumah..kau mau berakting keren
Sus Susyla
cerita y sangat bagus..cm syg penulisan msh berantakan
Sus Susyla
ko mantel..ga jaket
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!