Masa-masa SMA memang masa-masa yang tidak bisa dilupakan. Mulai dari percintaan, persahabatan, bahkan perseteruan diantara sesama teman.
Bagaimana jadinya jika para anak-anak sultan berkumpul menjadi satu? banyak suka duka, canda tawa, yang akan mereka rasakan.
Yuk, simak keseruan mereka dalam masa-masa remaja yang sangat menyenangkan dan dibalut dengan kisah komedi yang akan mengocok perut kalian semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Genk Beauty Girl
Setelah selesai mengelilingi sekolahan, Gavin dan Alea pun kembali ke lapangan. Di saat mereka sedang berjalan, tiba-tiba Gaza menghampiri Alea membuat Gavin mengerutkan keningnya.
"Hai, nanti siang aku traktir makan di kantin ya, sebagai ucapan terima kasih karena tadi kamu sudah mengambilkan buku aku yang jatuh," seru Gaza dengan senyumannya.
Gavin maju satu langkah dan berdiri di hadapan Alea.
"Siswa dan siswi baru di larang makan di kantin, karena pengurus OSIS sudah mengumumkan kalau mereka harus bawa bekal dari rumah, jadi ajakan Lo gak bakalan berlaku," ketus Gavin.
"Apaan sih Lo, konyol banget peraturannya," kesal Gaza.
"Sudahlah, kutu buku kaya Lo lebih baik pergi ke perpustakaan sana jangan banyak ngoceh gak jelas. Ayo kembali ke lapangan!" perintah Gavin.
"Baik Kak. Maaf ya, Kak," seru Alea kepada Gavin.
Alea kembali berlari kecil menyusul Gavin, sedangkan Gavin merasa sangat kesal karena sepertinya Gavin bakalan ada saingan baru.
"Lo habis bawa sepupu gue dari mana?" tanya Putra.
"Keliling sekolah."
Gavin kembali duduk di kursi yang ada di pinggir lapangan.
"Al, itu kelompok kamu," tunjuk Putra.
"Ah iya."
Alea pun segera menghampiri Gabby dan yang lainnya.
"Hallo!" sapa Alea.
Gabby dan yang lainnya langsung mendongakkan kepalanya.
"Kamu siswi baru yang kemarin tidak masuk ya?" tanya Alexa.
"Iya, kenalkan nama aku Alea."
Mereka semua saling berjabat tangan satu sama lain dan memperkenalkan nama masing-masing.
"Bukannya satu kelompok itu 7 orang ya? tapi ini hanya 6 orang," seru Alea.
Vina menghampiri Alea. "Tuh, satu lagi, dia anaknya sombong banget gak mau gabung sama kita," bisik Vina dengan menunjuk ke arah Vira.
"Oh begitu ya. Ya sudah, aku mau ngerjain membuat denah sekolah dulu soalnya kemarin aku kan gak sekolah jadi hukumannya harus buat denah sekolah," sahut Alea.
"Ya sudah, selamat menggambar."
Kegiatan pagi ini adalah melakukan permainan, mereka seru-seruan bersama. Bagi yang kalah, akan mendapat hukuman menyanyi atau menari.
Kegiatan pagi ini sangatlah seru, bahkan mereka tertawa bersama melihat anak-anak yang kelakuannya begitu sangat lucu.
"Astaga, perut aku sakit banget tertawa terus," seru Alexa.
"Hooh, mereka konyol-konyol semua," sahut Aleena.
"Eh guys, kita bikin nama dong buat Genk kita ini," seru Vina.
"Boleh, apa ya, namanya?" sahut Alea.
"Bagaimana kalau Pinki Girls?" seru Alexa.
"Idih ogah, kalau itu namanya aku gak ikutan," sewot Gabby.
"Astaga, tumben banget si manusia es nyaut," ledek Alexa.
Gabby menoyor kepala Alexa dengan gemasnya. "Enak saja sebut aku manusia Es," kesal Gabby.
"Aku tahu, bagaimana kalau The Istiqomah Genk," seru Aleena dengan senyumannya.
Seketika semuanya menatap Aleena dengan tatapan bingung membuat Aleena mengerutkan keningnya.
"Kok, kalian malah lihatin aku kaya gitu?" seru Aleena.
Vina merangkul pundak Aleena. "Aleena sayang, kalau namanya seperti itu berarti kita semua harus pakai cadar dong," seru Vina.
"OMG pakai cadar? terus nanti para cowok ngelihat kita dari apanya? masa iya lihat kita hanya lewat mata doang, nanti yang ada bukan kelihatan cantik malah kelihatan beleknya aja," sahut Alexa.
Dira dan Alea terkekeh mendengar celetukan Alexa, bahkan Gabby yang tidak pernah bicara pun tampak mengangkat sudut bibirnya walaupun cuma sedikit.
"Ih bagus tahu, jadi kalian nanti bisa Istiqomah menutup aurat kalian," seru Aleena.
"Tapi kita belum siap untuk menutup aurat kita, iya kan, teman-teman?" seru Vina.
Semuanya menganggukkan kepalanya bersamaan.
"Iya tidak apa-apa, karena kata Abi aku, kalau ingin berubah ke yang lebih baik, tidak perlu sekaligus sedikit demi sedikit saja," sahut Aleena.
Semuanya tersenyum terpaksa mendengar ceramahan ustadzah muda itu.
"Bagaimana kalau namanya The Beauty Girls saja? kita semua kan, cantik-cantik," seru Alea.
"Setujuuuuu....."
"Cih, apa-apaan norak banget," sindir Vira.
Vina hendak membalas sindiran Vira tapi Aleena dengan cepat menutup mulut Vina dengan tangannya.
"Sudah jangan diladenin, kata Abi aku itu gak baik, nanti sesama teman saling musuhan," seru Aleena.
***
Waktu makan siang pun tiba...
Seperti biasa, Genk Gabby makan bersama-sama di bawah pohon yang rindang. Alea mengeluarkan bekalnya yang lumayan banyak itu, karena Mami Queen sengaja membuat bekal yang banyak supaya Alea bisa berbagi dengan teman-temannya.
"Guys, kita samperin cewek-cewek itu yuk! sepertinya mereka banyak sekali bawa makanan," ajak Langit.
"Ayo kita serbu," sahut Arsya.
Baru saja mereka melangkahkan kakinya, tiba-tiba Vira datang dengan gayanya yang salah tingkah.
"Kak Arsya, aku bawa dua kotak bekal, kita makan siang sama-sama yuk!" seru Vira dengan senyuman yang mengembang.
"Cie..cie..ada yang ditaksir anak baru," goda Langit.
"Ya sudah, kalau mau makan sama-sama kita makan sama mereka saja soalnya kita bakalan makan sama mereka," sahut Arsya dengan menunjuk ke kumpulan Gabby dan kawan-kawan.
"Hah, kok makan bareng mereka sih? aku maunya makan berdua saja sama Kak Arsya."
"Maaf aku tidak bisa, kalau kamu mau ikut ayo, kalau gak mau juga gak apa-apa. Yuk guys!" ajak Arsya.
Keempat lelaki tampan itu meninggalkan Vira, Vira sampai menghentak-hentakan kakinya saking kesalnya.
"Halo semuanya, boleh kami gabung?" seru Langit.
"Tentu saja boleh Kak, silakan," sahut Vina kegirangan.
Mereka duduk melingkar, saling berbagi makanan satu sama lain. Sedangkan Dira, dia membawa nasi bungkus yang dia beli di pinggir jalan saat dia berangkat sekolah.
"Wah, siapa yang bawa ayam balado ini? banyak banget," seru Arsya.
"Aku Kak, tadi Mami aku masak banyak katanya buat dibagi-bagikan sama teman-teman," sahut Alea dengan senyumannya.
"Huawa Mami kamu memang the best," sahut Arsya.
Alea melihat ada salah satu teman laki-laki yang duduk sendirian, dia hanya melihat teman-temannya makan.
"Dira, boleh aku minta nasi bungkus kamu?" seru Alea.
"Hah, ini nasi bungkus biasa Al, gak enak," sahut Dira.
"Gak apa-apa, ini kamu makan bekal yang aku bawa ya soalnya nasinya juga banyak aku gak bakalan habis."
Alea membuka nasi bungkus itu dan memasukan berbagai macam lauk pauk, semua orang hanya melihat apa yang dilakukan Alea. Setelah selesai, Alea segera bangkit dan memberikan nasi itu kepada anak laki-laki yang tadi.
"Ini untuk kamu."
"Wah, terima kasih ya."
"Sama-sama."
Alea segera kembali bergabung dengan teman-temannya.
"Sepupuku memang baik hati," seru Putra dengan mengacak-ngacak rambut Alea.
"Ih, jangan acak-acak rambutku," kesal Alea.
Semua orang tertawa melihat tingkah Alea, memang Putra benar di saat Alea kesal atau marah bukannya kita takut, justru Alea akan membuat siapa pun yang melihatnya menjadi gemas.
Gavin yang sama sekali tidak pernah tersenyum pun, terlihat sekali kalau saat ini sudut bibirnya terangkat melihat Alea.