NovelToon NovelToon
Love At Second Chance

Love At Second Chance

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tabir Senja

Ruri dan Zainudin adalah orang yang sama-sama punya kisah gagal dalam rumah tangga. Zai mempunyai putra yang menguak tabir rumah tangganya, sementara Ruri harus berjuang sendiri demi anak-anaknya.

Pertemuan keduanya tak terduga di sekolah anak mereka. Apa yang terjadi selanjutnya dengan mereka berdua? Yuk, ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LSC 8

Zai kemudian melanjutkan acara sore harinya memandang kedua anaknya yang sedang bermain dari kejauhan.

Selesai bermain, Rere dan Gabriel pulang untuk mandi. Zai kemudian mengikuti kedua buah hatinya ke dalam dengan membawa kopi hitamnya dan meletakkan di dapur.

Bu Erna langsung memandikan Gabriel dengan kolam mainan di belakang dekat kolam renang. Sedang Rere mandi sendiri di kamar baru mereka yang telah disediakan oleh Kakek dan neneknya.

Sekembali dari dapur, Zai duduk di ruang tamu menonton televisi seraya menunggu kedua anaknya selesai mandi.

"Zai kapan kamu mulai kerja?" tanya Pak Gatot duduk di depan Zai.

"Minggu depan Zai mulai kerja. Besok Zai akan mengurus surat cerai ke pengadilan Pak," terang Zai pada Pak Gatot.

"Baguslah. Semakin cepat lebih baik."

"Iya Pak."

"Papa, Kakek!" teriak Rere dan Gabriel sambil berlarian.

Zai membentang kedua tangan pada Rere dan Gabriel. "Wah, sudah wangi anak Papa," ucap Zai memeluk dan mencium pipi kanan kiri keduanya.

"Iya dong Pa, harus itu," jawab Rere duduk di pangkuan Zai.

"Gabriel juga udah wangi Pa?" sahut Gabriel yang ikut berucap hal sama dengan kakaknya dan memeluk Zai erat.

Zai dan Pak Gatot tertawa dengan tingkah lucu Gabriel. Bu Erna di dapur membawa segala makanan di meja makan bersama Mbak Inem pembantu yang melayani Pak Gatot dan Bu Erna sejak lama.

"Anak-anak! Makan malam sudah siap!" teriak Bu Erna memanggil kedua cucunya.

"Hore, makan malam."

Rere dan Gabriel berlarian menuju meja makan. Sedang Pak Gatot dan Zai mengikuti keduanya dari belakang.

Mereka semua menikmati makan malam dengan suasana tenang dan nyaman. Hanya kegembiraan dan senyuman yang tergambar jelas di wajah masing-masing.

Selesai makan malam, Bu Erna mengajak kedua cucunya ke kamar menemani belajar dan belajar membaca untuk Gabriel.

Setengah jam berlalu, Bu Erna pun menceritakan dongeng pada Rere dan Gabriel untuk pengantar tidur mereka.

Setelah tertidur, Bu Erna keluar kamar menemui anak dan juga suaminya di ruang keluarga.

"Zai, ceritakan bagaimana bisa kamu tidak mengetahui kalau Reni selama ini selingkuh?" tanya Bu Erna yang penasaran pada masalah rumah tangga anaknya.

"Ceritanya panjang Bu kalau diceritakan. Intinya, bukti jelas sudah ada. Surat donor darah dari rumah sakit yang menyatakan darah Jordan dan kami berdua tidak ada yang cocok. Jika bukan anakku, bukahkah itu sudah jelas anak dari selingkuhannya." Zai menceritakan apa yang di alaminya di rumah sakit beberapa hari yang lalu kepada orang tuanya.

"Untung saja Zai masih menyimpan foto-foto bukti perselingkuhan Reni dengan temanku. Yang Zai berikan pada Reni hanya 4 lembar saja dan sisanya akan kuberikan di pengadilan nanti," lanjut Zai menceritakan secara gamblang.

Pak Gatot dan Bu Erna menyimak apa yang diceritakan Zai dengan amarah dan kecewa di hati mereka.

"Astaga Zai, kenapa nasibmu seperti ini? Ibu pikir, Reni dulu adalah wanita baik-baik. Tak disangka, Reni ternyata wanita ular yang pandai memainkan perasaanmu dan juga anak-anak hanya demi kesenangannya sendiri," timpal Bu Erna menyeka airmatanya.

Pak Gatot hanya diam saja mendengar apa yang diceritakan oleh anaknya. Pak Gatot tidak perlu menasehati Zai lagi, yang sudah mengetahui keputusannya sendiri tanpa harus ikut campur. Yang terpenting Pak Gatot sebagai seorang Ayah, hanya cukup mendukung apa pun keputusan Zainudin nanti.

"Iya Bu, do’akan sidangnya nanti lancar," ucap Zai memeluk Ibu dan ayahnya bergantian.

"Iya Zai, kami mendukung selalu keputusanmu adalah yang terbaik."

"Iya Pak, Bu."

Setelah lama mengobrol, Zai pun berpamitan kepada orang tuanya untuk tidur.

"Iya Zai, Bapak dan Ibu juga mau tidur. Hari sudah semakin malam," kata Pak Gatot beranjak berdiri dari duduknya diikuti Bu Erna.

Keesokan harinya, Gabriel dan Rere berangkat sekolah di antar oleh Kakek dan neneknya setelah selesai sarapan bareng dengan orang tua dan kakek juga neneknya.

"Kalian hati-hati di jalan ya?" Zai mengusap kepala keduanya.

"Oke Papa."

Setelahnya, mereka masuk ke mobil dan Pak Gatot membunyikan klakson tanda mereka keluar rumah membelah jalanan menuju sekolah cucunya.

Zai pun bersiap-siap mandi setelah melihat keduanya pergi juga Bapak yang sangat dicintainya.

Bu Erna masih sibuk dengan keperluan dapur dan melakukan segala hal karena tugasnya sebagai Ibu Rumah Tangga.

Di kamar, Zai masuk ke dalam kamar mandi dan langsung bernyanyi riang untuk keputusannya menceraikan Reni secepatnya.

Selesai mandi, Zai membuka lemari dan mengambil satu setel kemeja warna navy yang membalut tubuh atletisnya.

Berdiri di depan cermin, Zai menatap wajah tampannya dengan miris.

"Reni padahal selama ini aku selalu mencintaimu, walau sebenarnya dulu ada seseorang yang sulit aku lupakan. Tetapi, takdir yang mempertemukanku denganmu adalah suatu penyesalan." Zai berucap mengingat awal pertemuannya dengan Reni adalah anugerah terindah yang pernah dimilikinya nyatanya tak sesuai harapan.

Zai tak bisa berbuat apa-apa. Dirinya hanya manusia biasa yang punya perasaan dan hati. Bila dipikir-pikir, andai saja Zai memaafkan Reni. Bisa saja istrinya itu akan mengulang kembali kejadian yang sudah-sudah.

Selesai berpakaian dengan rapi, Zai menyisir rambut dan keluar kamar hendak menemui ibunya di dapur untuk berpamitan pergi.

"Bu, Zai keluar dulu," pamit Zai mencium punggung tangan ibunya.

"Mau kemana? Kok sudah rapi dan wangi?" tanya Bu Erna meletakkan pisau di meja.

"Mau ke pengadilan Bu, mengurus perceraian dengan Reni," jawab Zai.

"Oh iya, Ibu hampir lupa masalah itu! Iya Zai, lebih cepat lebih baik. Ibu sudah sakit hati setelah mendengar ceritamu dan juga surat yang kamu tunjukkan semalam," geram Bu Erna merasa kesal sendiri dengan sikap menantunya.

Zai hanya tersenyum memandang wajah tua ibunya dan mencium kening lembut.

"Baiklah Bu, Zai pergi dulu." Zai berlalu pergi meninggalkan ibunya di dapur dan menuju mobil yang terparkir di luar.

Bu Erna tersenyum memandangi kepergian anaknya dan melanjutkan aktifitas memasak di dapur.

Mobil keluar halaman rumah membelah jalanan yang ramai padat merayap. Zai merasa belum pernah merasakan hidup yang kacau seperti ini sebelumnya.

Sejak semalam, dirinya sudah berpikir matang untuk memulai hidupnya yang baru setelah menjadi status duda nanti.

Satu jam lamanya, mobil sampai di pengadilan agama Lampung Kota. Zai memarkirkan mobil di halaman yang luas itu. Turun dari mobil, Zai menutup pintu dan berjalan tegap memasuki gedung pengadilan dengan tekad yang bulat.

"Selamat pagi," sapa Zai ramah pada pengacara tersebut seraya menjabat tangan.

"Selamat pagi juga Pak? Ada yang bisa saya bantu?" jawab Pak Abdullah ramah juga.

"Saya mau mengurus surat perceraian?" jawab Zai dengan santun.

"Baiklah, silahkan masuk ke ruangan saya."

Kira-kira gimana reaksi Reni ya setelah surat itu sampai di rumah🤭. Bakal dirobek apa dibiarkan? 😳 Dukung karya author ya? tinggalkan jejak rate, vote, gift dan tip iklan ya. Happy reading 😘

1
🎧✏📖
hadir😇
Rahma Putri
aku suka cerita nya bagus
Dina⏤͟͟͞R: makasih kak. dah mampir🙏
total 1 replies
Rahma Putri
ya thorr semangat terus berkarya
wonder mom
klo.mo dpt suami kaya, selingkuh j dlu. kek Reni. pembohong, tukang selingkuh tp malah dpt suami yg puluhan x lbh kaya dri Zai. naik derajat bgt kn?
Dina⏤͟͟͞R: 🤭🤭namanya juga ketiban rejeki. tp dr situ reni secara perlahan dah mulai sadar akan kesalahannya.
total 1 replies
wonder mom
koq reni beruntung bgt c. ditiduri ceo. jd pacar ceo. wkwkwk...patut ditiru tu. peselingkuh yg sukses
blue¹⁸
keren thor. mampir. semangat berkarya
dino²
sangat bagus dan menarik
blue²
aku mampir kak
Alimkin
mampir kak 🏃
blue⁴
mampir kak othor
blue⁶
semangat berkarya kak
R.F
2like hadir semangat
mampir y
Dina⏤͟͟͞R: makasih. kak dah mampir
total 1 replies
Senajudifa
aku mendukung mu zai
Senajudifa
tp mantan istri zai kok nggak bersyukur punya suami baik dan ganteng y
Dina⏤͟͟͞R: kaarena hanya materi yang di inginkanny
total 1 replies
Senajudifa
jodoh kan zai dan ruri
Dina⏤͟͟͞R: hehehe begitlah
total 1 replies
Senajudifa
ksh racun aj tuh si Bagas
Dina⏤͟͟͞R: 😂😂😂 🤭🤭haruse
total 1 replies
Senajudifa
lanjut din
Dina⏤͟͟͞R: iya sen
total 1 replies
Senajudifa
ngga akan pernah sadar tuh reni
Dina⏤͟͟͞R: 🤭🤭moga aja sadar
total 1 replies
💞Amie🍂🍃
kesalahan orang diingat sedangkan kesalahan sendiri ditutupi
Dina⏤͟͟͞R: 🤭🤭iya kak
total 5 replies
💞Amie🍂🍃
Wihh si reni/Sleep/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!