NovelToon NovelToon
Cinta Butuh Utang

Cinta Butuh Utang

Status: tamat
Genre:Poligami / Cinta Terlarang / Obsesi / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:39.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: El Geisya Tin

#penghianatan
Dia pergi meninggalkan keluarganya karena sakit hati, wanita yang dicintainya menikah dengan pria lain yang usianya jauh di atas dirinya. Setelah kembali, dia menyadari jika semua yang terjadi pada kekasih hatinya tidaklah seperti yang dinilainya selama ini. Padahal dia sendiri sudah menikahi wanita lain, bahkan memiliki banyak hutang.Apakah benar, hidup sebercanda ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bos Sayuran

Bos Sayuran

Gani datang lebih awal di pos sayuran tempat dia memulai pekerjaan barunya. Pada akhirnya dia mengambil keputusan untuk menetap di kampung, atas desakan emak dan juga adik serta iparnya. Mengawali niat untuk bekerja sekaligus berbakti pada emak dan menyenangkan hatinya.

Melihat salah satu orang tuanya senang, dia juga senang. Tidak ada kebaikan lain yang bisa dia lakukan sebagai anak. Apalagi dirinya bukanlah orang memiliki harta melimpah, tentu saja dia bisa membahagiakan orang tua dengan harta. Tapi, setidaknya ... dia tidak membuat hati emak gelisah saja sudah cukup.

“Oh, jadi kamu Gani, ya?” kata Joko, kepala pegawai yang umurnya kurang lebih sama dengan Anwar, dia dipercaya mengurus semuanya di tempat itu.

“Iya, Mas!” sahut Gani sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Joko.

“Ya! Kemarin Juragan dan Bu Usfi juga sudah bilang kalau ada rencang tambahan buat ngurusin sayuran.” Joko berkata lagi, sambil mendekati sebuah meja kerja. Dia menyebut kata rencang, untuk istilah teman yang akan membantu bekerja.

“Sini, kamu tanda tangan di sini setiap datang, buat absen!” katanya lagi sambil menyodorkan buku besar dan pulpen pada Gani.

“Oh, ada absen juga toh, kayak pegawai saja!” Gani melakukan permintaan Joko, menulis namanya sendiri di buku itu.

“Loh, terus apa namanya kalau bukan pegawai, kamu mau disebut budak? Nggak mau tho? Pada dasarnya kita ini, walaupun buruh ... namanya tetap pegawai, asal katanya saja gawe, dari bahasa Jawa, artinya kerja. Jadi, semua yang bekerja itu ya pegawai, orang yang bekerja. Kecuali pengangguran dia gak akan disebut pegawai, iya kan?” Joko berkata dengan panjang lebar dengan logat khas sukunya.

Setelah itu, Joko menunjukkan pekerjaan Gani, mengemas terong hijau berbentuk bulat. Gani harus meletakkan beberapa terong atas kertas mika putih, di timbang dengan berat satu ons, lalu di tutup dengan plastik elastis transparan, yang berfungsi untuk menahan sekaligus pembungkus.

Kemasan seperti itu biasanya di gunakan khusus untuk sayuran organik yang akan di kirim ke berbagai supermarket besar, dengan harga serta kualitas yang berbeda.

Tempat itu sudah sangat berubah, tidak sama seperti saat emak masih bekerja, lebih luas dan lebih banyak sayuran yang di kemas.

Bangunan tempat dia bekerja adalah berupa tiang dan atap tanpa tembok pembatas dan penutup lainnya. Hanya di beberapa bagian saja yang dibangun lengkap dengan dinding, seperti tempat wudhu, mushola, toilet, dan ruangan untuk istirahat sang bos.

Meja kerja pun hanya ada dua, untuk bos dan juga untuk Joko, semuanya serba terbuka, antara bos dan karyawan bisa saling melihat, tidak ada suasana formal di sana.

Selain itu area pos langsung menyatu dengan kebun sayur di sejauh mata memandang. Pagar berupa tembok hanya untuk pembatas antara milik jalan raya, tanah milik Anwar dan tanah milik orang lain.

Dulu tempat itu tidak seluas sekarang, Anwar hanya memiliki sebidang tanah dan memulai usaha mengirim sayuran ke kota dilakukan hanya seorang diri, dan mobil pun masih menyewa. Lalu, dia menggunakan keuntungan untuk membeli lebih banyak sayur, menyewa mobil lagi, dan mengajak Joko untuk bekerja sama.

Begitu seterusnya dia perjuangkan selama bertahun-tahun dari sejak dia remaja, mengikuti jejak ayahnya yang petani. Ayahnya tidak menjual hasil kebun sayurnya di kampung, tapi langsung di kirim ke pasar induk di kota dengan harga yang lebih mahal.

Sedikit demi sedikit keuntungan yang semakin berlipat itu dia gunakan untuk membeli tanah dan di tanami sayuran lagi, alhasil, keuntungan jauh lebih besar karena hasil kebun sendiri, dia tidak harus membeli sayuran dari petani lain.

Namun, permintaan sayuran datang dari banyak tempat, termasuk beberapa supermarket yang berdiri bagai cendawan di musim hujan, di kota-kota besar. Dan untuk memenuhinya, dia kini mulai bekerja sama dengan para petani yang mengembangkan cara menanam tanaman organik.

Usahanya kini semakin besar hanya dengan mengandalkan sayuran. Tentu saja Anwar pun semakin kaya, maka, wajar saja kalau dia punya istri dua.

Gani bekerja bersama beberapa wanita paruh baya dan para pria kebanyakan mengangut sayuran dari atau ke truk. Semua terlihat sibuk dengan tugasnya masing-masing.

Gani berpikir tentang kehidupan di tengah pekerjaannya, sambil melihat ke sekelilingnya, betapa perjuangan seseorang tidak akan menyalahi hasilnya, setelah melewati berbagai rintangan yang tidak sebentar.

Setelah memiliki kekayaan maka terjadilah istilah trilogi lingkaran setan, harta tahta wanita. Tiga hal yang menjadi godaan besar bagi manusia, hingga bisa mengalahkan logika mereka.

“Kenapa Bang Gani melamun!” kata Minan Len, dia orang Lampung yang juga bekerja di sana.

“Iya!” kata Bu Min, dia orang Jakarta. Banyak lagi orang yang bekerja di sana dan sudah mengenal siapa Gani. Selain dua orang tadi, ada juga Pak Lewi, orang Manado, dan Teh Ela yang asli Sunda.

Mereka bekerja mengemas juga, meski sayuran yang berbeda-beda. Bukan hanya terong, ada buncis, brokoli, petai yang dikupas, jengkol dan tomat. Selain itu, sayuran yang lain tidak perlu di kemas dengan mika dan plastik.

“Ah, nggak melamun kok, Bu!” jawab Gani.

“Kemana saja nih Bang, selama ini?”

“Ada di kota, Bu.”

“Aku kira kau pergi karena nikah, tapi kenapa, lah, Mak Ami nggak ngundang kami?”

Gani tersenyum saja.

Masih banyak lagi pembicaraan para rencang yang berada di sekitar Gani, tapi Gani hanya menanggapi seperlunya saja.

Tiba-tiba tatapan Gani tertuju pada sebuah mobil sedan Corolla Altis yang berhenti di dekat sebuah truk, di sana tempat beberapa mobil truk ukuran besar dan kecil terparkir rapi.

‘Kenapa Juragan itu pakai mobilnya si Oon?’ batin Gani.

Namun betapa dia tercengang ketika melihat orang yang turun dari mobil itu bukannya Anwar melainkan Usfi. Dia berpikir negatif dan kesal sebelumnya karena dia akan melihat pria itu sepanjang hari selama bekerja, tapi, demi melihat Usfi yang yang sekarang duduk di meja kerja, tiba-tiba hatinya sedikit terhibur.

“Ini, Bu! Barang hari ini yang datang!” Joko memberi laporan sambil menyodorkan beberapa faktur.

Kemudian beberapa lelaki mendekat memberi laporan masing-masing, para sopir meminta tanda tangan untuk surat jalan, yang akan di bawa ke kepala desa dan ke kantor kepolisian setempat, para petani yang mengirim sayur, menunggu uang pembayaran.

Gani melihat semua kesibukan itu hari ini. Sang bos sayuran itu sama sekali tidak melirik para pegawainya yang lain, dia sibuk memeriksa faktur, membayar, para petani, dan membuat surat jalan buat para sopir truk.

Setelah beberapa mobil berangkat, barulah dia sedikit santai, karena pekerjaannya tinggal memasukkan catatan ke dalam buku besar. Semua dia lakukan sendiri.

Joko yang sibuk ke sana ke sini mengatur pegawai, atau mengontrol barang masuk juga barang keluar. Kesibukan seperti itu, di mulai di siang hari, dan pengiriman barang biasanya akan selesai sampai malam. Jadi, ketika pagi harinya, barang sampai di pasar kota, dalam keadaan segar.

“Kok bukan Juragan yang jadi Bosnya?” gumam Gani lirih, tapi masih bisa di dengar Minan Len yang duduk tepat di sampingnya mengupas petai.

“Lah, memang Juragan siapa yang kamu bilang? Pak Anwar? Dia mah nggak pernah ke sini, Bang! Bu Usfi Bosnya, bukan dia!”

Ucapan wanita gendut itu, membuat dada Gani tiba-tiba sesak.

Bersambung

1
Barcelona
luar biasa cerita yang bagus semoga sukses
Nagumi
luar biasa
Hajime02
tamat ternyata
Hajime
lebih seru novel baru
Sedang mengetik...
yahh kok tamat... semangat berkarya kak El.. sukses terus
El_Tien: makasih sayang, semangat buat dirimu juga yaa....🥰🥰🥰 dan jangan lupa jaga kesehatan
total 1 replies
Sedang mengetik...
Alhamdulillah akhirnya usfi bisa merasakan nikmatnya hamil..
Sedang mengetik...
Tanta Tanta usfi sedang berbadan dua itu
Sedang mengetik...: wkwkwk 🤣🤣 kok typo
total 1 replies
⭕ BluJoker
Karya yg bagus.... semangat selalu, Author El!
Ghiie-nae
juragan mah bebas ya cari bini baru...
Ghiie-nae
ceritanya keren abis...

lanjut baca dulu ya...
El_Tien: terima kasih dukungan rate nya
total 1 replies
Pangeran Matahari
💪💪💪💪
El_Tien: terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Dede
iua pasti hamil
Sedang mengetik...
ikut aja usfi gak papa juga,, biar calon pelakor gak bermekaran
Sedang mengetik...
solusi nya ya harus ada yg mau mengalah dan berkorban kalau sama sama mempertahankan keinginan masing masing ya susah ,, gak akan ada solusi
Sedang mengetik...
wkwkwk 🤣🤣🤣 ngakak ihh typo nya kebangetan masa usfi jadi Upin..
Sedang mengetik...
bang Gani belum sadar kalau istrinya liat tadi dia di peluk sama cewek lain
Noviana Lestari𖣤᭄
tau2 udah tamat semangat ka author semoga sukses selalu karya-karyanya amin
Dede: siiip
total 1 replies
Noviana Lestari𖣤᭄
Alhamdulillah akhirnya hamil jg semoga kedepannya sll bahagia y dak ad ulet bulu🤭
Noviana Lestari𖣤᭄
tanda2 hamil kali🤭
Noviana Lestari𖣤᭄
dak papa usfi ikut krj sama suami bosan dak papa nanti lama2 udah bisa dan semoga cepat hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!