Nayla Faranisa, gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA kelas 12, Ia tinggal berdua dengan Abang nya yang merupakan seorang pengusaha kaya raya, sejak kematian kedua orang tua mereka delapan tahun silam, Gerald sang kakak adalah orang yang selalu melindungi adik satu-satunya yang kini telah menginjak dewasa, siapa sangka Gerald mulai menyukai Nayla yang kini bertransformasi menjadi seorang gadis yang sangat cantik, Ia tak rela jika sang adik dekat dengan laki-laki lain selain dirinya. Hingga akhirnya Gerald benar-benar jatuh cinta kepada adiknya. Dan ia bertekad untuk menjadikan adiknya sebagai miliknya agar tidak ada pria yang coba-coba mendekati Nayla.
Nayla pun tak terima dengan perlakuan sang Kakak, tapi Gerald tetap meyakinkan kepada Nayla jika dirinya benar-benar mencintai gadis itu.
Akankah Gerald berhasil meluluhkan hati Adiknya? Rahasia apa yang membuat Gerald yakin jika Nayla akan menjadi miliknya untuk selamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Hasrat Terlarang Abangku
Nayla segera menjauh dari Gerald, sungguh Nayla sangat marah kepada Sang Kakak, bagaimana bisa Gerald melakukan itu padanya, mencium adiknya sendiri, Nayla tidak pernah menyangka Gerald sangat menjijikkan. Nayla sadar jika dirinya memang sudah membohongi kakaknya, tapi apa harus seperti itu caranya Gerald menghukum dirinya. Gadis itu tampak mengusap-usap bibirnya dengan tangan, air mata itu pun tak bisa terbendung lagi, Ia menyesali sang Abang yang selama ini Ia anggap sebagai pelindung dirinya, sang kakak yang sedari kecil telah bersaudara, kenyataannya Gerald seolah tidak menganggap Nayla seperti adiknya.
Gerald perlahan mengusap pipinya, wajar saja jika Nayla melakukan hal itu kepada nya, pasti nya gadis itu sangat terkejut dengan sikap Gerald yang tiba-tiba menciumnya secara paksa. Gerald pun menyesal bagaimana bisa dirinya tidak bisa mengontrol hasrat itu, cinta yang begitu besar kepada Nayla membuat Gerald semakin tidak terkendali. Apalagi mendengar kenyataan jika sang Adik mencintai anak dari musuh besarnya, membuat Gerald seolah harus segera memiliki sang Adik, mengunci Nayla agar gadis itu tidak meninggalkan nya dan tentu saja agar Nayla tidak bisa dimiliki oleh pria lain.
"Nayla! Abang minta maaf, Abang tidak bermaksud untuk melakukan itu, Abang hanya tidak suka kamu dekat-dekat lagi dengan Rio, Abang tidak mau melihat mu berhubungan lagi dengan laki-laki itu, dan Abang juga tidak ingin laki-laki brengsek itu menyentuh mu, Nay! Abang sangat mengkhawatirkan mu, Nay!"
Mendengar penuturan dari sang Kakak, Nayla semakin kesal dan semakin membenci perbuatan Gerald. Kecewa dan marah tentunya.
"Nggak usah bicara lagi, Bang! Nay nggak butuh perhatian Abang lagi, Abang udah jahat sama Nay, Nay terlanjur kecewa sama Abang." ucap Nayla sembari beranjak masuk ke dalam kamar. Tapi, lagi-lagi Gerald menahan tangan Nayla dan segera mungkin meminta maaf kepada sang Adik.
"Oke ... Abang tahu Abang salah, Abang minta maaf, tapi Abang mohon sekali lagi, plis dengerin kata Abang." Gerald berusaha untuk tenang dan sabar, meski hatinya benar-benar sakit ketika sang Adik mengatakan jika Ia sangat mencintai Rio.
"Nggak ada yang perlu di jelasin lagi, Bang!" sahut Nayla yang masih terbius oleh cinta buta nya kepada Rio.
"Abang ngerti perasaan mu, Nay! Kamu mencintai laki-laki itu, tapi Abang lebih tahu siapa dia, dia anak dari musuh Abang, Abang khawatir jika saja mereka menjebak kamu, Nay! Mereka akan melakukan berbagai cara untuk menghancurkan Abang, jadi Abang mohon supaya kamu jangan berhubungan lagi dengan Rio, kamu tahu sudah berapa banyak gadis-gadis yang sudah Ia rusak, dan sekarang dia sedang mengincar kamu, Nay! Abang yakin dia melakukan itu karena mereka dendam pada Abang, beberapa bulan terakhir Abang selalu memenangkan tender, dan itu membuat Arthur tidak suka dengan pencapaian Abang, dia bersumpah untuk menghancurkan Abang dengan cara apapun, dan kamu tahu, Arthur dan anaknya itu sama saja, mereka penjaja wanita, maka dari itu Abang sangat khawatir jika kamu terus berhubungan dengan dia, maka kamu akan mereka rusak, kamu hancur Abang pun ikut hancur, Nay! Abang sudah berjanji kepada Mama dan Papa untuk selalu menjagamu, tak perduli nyawa Abang yang melayang, Abang akan tetap melindungi mu!"
Sejenak Nayla terdiam, kali ini Nayla tidak bisa berpikir jernih, gadis itu sudah dibutakan cintanya oleh Rio, Nayla tetap bersikeras untuk tetap berhubungan dengan teman sekelasnya itu.
"Maaf Bang! Nay nggak bisa nurutin kemauan Abang, Nay udah terlanjur nyaman sama Rio, Rio nggak mungkin seperti itu."
"Nayla! Pikirkan sekali lagi sebelum Abang bertindak, kamu putuskan laki-laki itu atau tidak, dia laki-laki yang berbahaya Nay!" seru Gerald yang mulai habis kesabaran.
"Abang dengarkan Nay baik-baik, sekali Nay bilang tidak, tetap tidak. Nay akan tetap mencintai Rio. Justru yang berbahaya bukan Rio tapi Abang, perlakuan Abang kepada Nay sangat menjijikkan, Nay benci Abang. Sekarang Nay minta Abang pergi dari kamar Nay, keluar!" seketika Nay mengusir Gerald dari kamarnya.
Sejenak Gerald terdiam, tatapan matanya berubah menjadi buas, Gerald sudah tidak bisa mengontrol lagi rasa itu, semakin di tahan Nayla semakin membuat nya marah.
Gerald membalikkan badannya, Ia berjalan menuju pintu keluar, bukannya keluar dari kamar sang Adik, Gerald justru menutup pintu kamar itu dan menguncinya.
...BERSAMBUNG ...
...Tahan ... sabar 😁...
...Kira-kira Gerald mau kasih hukuman apa nih sama Adiknya yang keras kepala itu 🤔😁...
Mampir thor,Kayaknya seru nih...